Hindari Memperdalam Karya Seni Tetapi Perdalamlah Puji-Pujian Kepada Tuhan

Hindari Memperdalam Karya Seni Tetapi Perdalamlah Puji-Pujian Kepada Tuhan

Manusia sangat menyukai karya seni. Bisa dikatakan bahwa tidak ada dari orang yang hidup di zaman sekarang yang tidak pernah menikmatinya. Bagaimana tidak? Di dalamnya terdapat berbagai logika miring yang membuat mata melongo, ada kata-kata sinis yang malah membuat tertawa dan ada pula perilaku norak yang membuat penikmatnya setengah heran-setengah terkejut. Semuanya itu dan masih banyak sudut pandang aneh lainnya yang membuat pemirsa tertegun dan penasaran dengan apa yang tersaji dihadapannya. Tidak ada yang bisa menolak karya seni karena kisah-kisah indah yang cukup kompleks terasa hidup mempermain-mainkan imajinasi otak yang rapuh.

Bila kami ingat kembali ke belakang beberapa tahun silam, ketika hidup muda yang kurang-kurang menapaki dunia. Segala sesuatu yang disaksikan langsung dipercayai walau tidak langsung diresponi. Sebab kepercayaan terhadap informasi yang tersaji sangat tinggi namun dalam beberapa hal tidak mungkin untuk melakukannya. Akibatnya, pondasi-pondasi kebaikan, kebenaran dan keadilan di dalam diri sendiri mulai bergeser ke arah yang memprihatinkan. Ujung-ujungnya sikap yang diekspresikan menjadi amburadul penuh dengan praktek yang melebih-lebihkan sesuatu dan kadang juga menguranginya secara dramatis yang berakhir dalam khilaf yang kurang menyenangkan. Menempatkan seseorang dalam kebingungan yang menciptakan perilaku yang inkonsisten. Keadaan ini membuat hati tersakiti, bukan karena ulah orang lain tetapi karena dirinya sendiri yang bertindak dalam momen yang kurang tepat.

Saat anak-anak apa yang disaksikan langsung dipercayai walau kadang tidak bisa dilakukan. Akan tetapi saat sudah dewasa, manusia membanding-bandingkan seni yang dinikmatinya dengan standar kehidupan yang dimiliki. Selanjutnya barulah diputuskan secara sadar apakah hendak memercayai hal tersebut atau tidak dan apakah hendak dipraktekkan atau tidak.

Tidak perlu menyesal karena rasa sakit bermanfaat untuk kehidupan. Keadaan yang membuat kita terhentak dan tersadar dari imajinasi panjang yang selama ini membutakan pikiran. Anak kecil memang memercayai berbagai peristiwa yang ditampilkan oleh film, sinetron, film pendek, iklan yang ditontonnya: dalam hal ini termasuk kami. Akan tetapi, kepahitan yang timbul akibat berjalan di atas khayalan, seolah mengejut-aktifkan kewaspadaan yang tertidur. Pikiran mulai bekerja keras agar kepahitan yang sama tidak terulang dikemudian hari. Otak mulai menyeleksi berbagai sikap-sikap yang diekspresikan Dan beruntunglah manusia memiliki standar kebenaran yang sejati dalam diri masing-masing, dalam kitab suci yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Tidak perlu marah karena hidup ini pahit: justru kepahitan itulah yang membuat pikiran terbuka, fantasi tenggelam dan logika mengembang.

Karya seni memang menyenangkan karena menampilkan hal-hal yang jauh tinggi berada di atas kemampuan manusia biasa. Memang tidak semua yang ditampilkan adalah hal-hal yang besar, ada juga disajikan hal-hal seperti yang dialami oleh manusia pada umumnya. Bahkan bisa dibilang bahwa kebanyakan yang ditampilkan memang sesuatu yang sangat manusiawi. Akan tetapi, berhati-hatilah karena kadang-kala bukan hanya kisahnya yang imajinatif tetapi ada momen di mana dari satu cerita ke cerita lainnya tidak ada hubungannya. Contoh kecilnya adalah saat ada yang bertanya tentang ini, jawabannya malah itu. Masih ada banyak urutan peristiwa yang tidak masuk akal jika anda mampu menganalisis suatu karya seni.

Berbagai contoh yang lumrah soal karya yang menyenangkan saat disaksikan adalah lagu, tarian, cerpen, novel, drama, sinetron, film dan film layar lebar.

Di atas semua spekulasi, analisis, telaah dan perbandingan yang kita lakukan: ketahuilah bahwa saat kita membahas-bahas hal-hal semacam itu maka secara otomatis fokus pikiran mengarah kepada karya seni tertentu. Aktivitas ini akan semakin parah bila tidak terarah dan tanpa tujuan yang jelas: seolah pikiran berkhayal melayang-layang membayangkan hidup sebagai bintang, hebat dan termasyur dengan segala keungulan yang dimiliki. Semakin lama dalam lamunan ini memang rasanya sangat menyenangkan diawal-awal. Akan tetapi, tidak lama kemudian, ada banyak kekecewaan yang dirasakan dan ada banyak sikap hidup kurang pantas yang dilakukan. Semua ini terjadi karena khayalan meninabobokan kesadaran otak yang berakibat pada kurangnya kemampuan mengendalikan diri.

Karya seni semakin dipikirkan semakin membuat penonton merasa lebih tinggi dan sangat tinggi tetapi akhirnya kecewa karena kenyataan jauh beda dari fantasi. Kecewa menimbulkan amarah yang membuat perilaku semberono. Oleh karena itu hindari mengkhayalkan kisah tertentu selama berjam-jam/ berhari-hari tetapi lebih baik fokus kepada Tuhan sambil beraktifitas memberi manfaat positif dalam kehidupan.

Ada baiknya bila pikiran  tidak kita biarkan kosong begitu saja. Sebab keadaan ini adalah celah yang membuat pikiran imajinatif tentang cerita-cerita yang menakjubkan kembali menguasai anda. Semata-mata untuk membuat hati senang walau hanya sesaat tetapi lama-lama membuat kecanduan lalu dipikirkan lagi dan lagi. Bila kita mencapai kesenangan dengan cara berfokus pada karya seni tertentu, besar kemungkinan sikap menjadi penuh emosi dan temperamen. Karena setiap cerita memiliki konflik yang melibatkan perseteruan sengit antara yang baik dan kurang baik. Terlebih lagi kalau orang tersebut menyadari bahwa kehidupannya saat ini jauh dari apa yang diimpikannya. Keadaan bisa bertambah buruk bila stres meradang, membuatnya menjadi manusia super sensitif yang bisa melukai siapa saja termasuk dirinnya sendiri.

Memperdalam karya seni hanya dilakukan oleh para seniman yang hendak melanjutkan atau mengkolaborasikan atau mengadaptasikan karya yang hendak dibuatnya. Sebagai orang biasa yang beraktivitas normal, sebaiknya hasil karya yang menakjubkan tidak perlu terus diperdalam di dalam hati. Sebab keadaan ini bisa memicu rasa senang sekaligus kesombongan yang membuat kita lupa untuk berbuat baik dan lupa apa yang benar. Akan tetapi, saat hati difokuskan kembali kepada Tuhan, maka pikiran yang kusut karena dikecewakan akan kembali lurus dan hati yang meninggi akan kembali merendah sehingga sikap tetap terkendali. Artinya, aktivitas fokus kepada Tuhan merupakan cara ampuh untuk membuat pikiran kembali waras setelah sesaat hanyut dalam delusi dari karya seni tertentu.

Kesimpulan

Kesenangan hati saat menyaksikan karya seni cukup memuaskan walau terputus-putus. Rasa bahagia sesaat ini hanya akan kita peroleh bila hadir menyaksikannya sebagai “penonton” tulen. Lihat dan dengarkan saja tanpa memberi kritikan sekalipun di dalam hati agar kita bisa menikmati jalan ceritanya. Orang yang memiliki logika tinggi: bisa jadi tidak mampu menikmati karya seni apapun karena menyaksikannya sebagai “pengamat.” Keadaan ini membuat hati yang kritis dibawa-bawa saat mejeng di depan televisi. Akibatnya, pesona yang indah dalam suatu cerita berubah menjadi kejanggalan yang kurang mengenakkan logika. Artinya, ada saatnya kita menggunakan pikiran analitis tetapi ada juga saatnya kita meninggalkan pikiran tersebut untuk sesaat tenggelam dalam fantasi seni yang memukau hati.

Saat menikmati karya seni, lepaskan logika dan biarkan pikiran sesaat tenggelam dalam fantasi. Tetapi setelah semuanya selesai: lupakan kisah tersebut dan kembalikan akal sehat anda dengan kembali fokus kepada Tuhan agar sikap tetap positif.

Bagi mereka yang pekerjaannya memang di bidang seni: menghasilkan ide, membuat karya serupa dan mengulas/ mengkritik karya tertentu: bisa fokus membahas-bahasnya dalam bingkai logika positif. Akan tetapi, bagi orang awam sebaiknya tidak memperdalam pemahaman tentang berbagai karya yang dinikmati. Sebab berkutat memikirkan karya bisa membuat otak koma dan menurunkan kemampuan mengendalikan diri. Akibatnya, kita tidak memberi respon positif pada hal-hal baik yang berlangsung di sekitar. Menjadi terburu-buru dalam bertindak dan terdorong untuk tidak taat aturan dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Terlebih ketika hati menyadari bahwa hari-hari yang dijalani jauh dari apa yang dikhayalkan. Akibatnya, memekatkan stres dan terdorong untuk berbuat jahat kepada diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar. Daripada memperdalam karya seni yang berujung depresi, lebih baik perdalamlah puji-pujian kepada Tuhan. tekuni sikap baik, benar dan adil kepada sesama dan lingkungan sekitar. Fokus positif semacam inilah yang membuat hati tenang walau hidup berputar-putar.

Salam, Fokus pada karya tertentu
berarti menghidupinya
menghidupi konflik di dalamnya.
Fokus kepada Tuhan
berarti menghidupinya
menghidupi sukacita di dalam-Nya
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.