+10 Cara Membuat Hati Senang Walau Sesaat Sampai Selamanya

Cara Membuat Hati Senang Walau Sesaat Sampai Selamanya

Senang adalah bahasa sehari-hari yang sangat populer untuk menunjukkan suasana hati yang sedang berbunga-bunga. Suatu kondisi layaknya seseorang yang melihat dunia ini lebih ringan. Langkah kaki pun terasa ringan ketika hendak berjalan ke sana ke mari. Saat gelombang kecil menghempaskan hari-hari malah dijawab dengan senyuman dan keramahan. Sepertinya sikap positif mudah sekali dilepaskan saat hati sedang berada di titik yang menyenangkan. Tidak ada yang dapat menghambat diri untuk melakukan apa yang diinginkan kecuali bila keinginan itu kurang pantas dan/ atau ada peraturan yang melarang dan/ atau ada batas-batas lazim lainnya yang tidak boleh dilampaui.

Dunia mengantarkan ke hadapan kita banyak rasa: ada kesedihan, ada gembira, ada dukacita, ada sukacita, ada ketenangan dan ada pula kekacauan. Semua rasa tersebut ada di sekitar dan di dalam diri kita. Sekarang tergantung keputusan, pilihan dan kecenderungan masing-masing orang, Apakah mau mengambil yang sedih-sedihnya atau mengambil yang ada gembira rianya atau mau yang tenang-tenang saja atau malah yang kacau-kacaunya. Kesempatan yang sama diberikan kepada tiap-tiap orang namun hasilnya tidak selalu sama. Pada umumnya yang menentukan apa yang akan kita pilih untuk dijalani adalah kecenderungan diri dan kebiasaan yang ditekuni dari waktu ke waktu.

Memang perlu diakui bahwa pada momen-momen tertentu, kita bisa memilih harus mengambil hal apa dari gejolak yang berputar di sekitar kehidupan masing-masing. Sebab di saat itu, kita sadar betul sedang melakukan apa dan sedang berurusan dengan siapa. Kesadaran yang tinggi membantu kita untuk memilih apa yang tepat, apa yang baik dan berkenan kepada Allah. Akan tetapi, ada masa dimana kita diperhadapkan dalam situasi yang simpang siur dan membingungkan serta melibatkan orang-orang yang selama ini dipercaya baik. Situasi yang awal mulanya baik-baik tetapi lama kelamaan mengarah kepada penghinaan tersembunyi dan ejekan halus yang bisa saja mendorong timbulnya pertengkaran dan kekerasan.

Pada saat yang tidak kita harapkan situasi yang dihadapi bisa berubah drastis. Orang-orang yang kita sangka mendukung malah secara halus merendahkan kita dalam pola-pola yang cantik. Seolah hal tersebut tidak disadari oleh kebanyakan orang dan hanya kita saja yang merasa bahwa ada yang berubah menjadi buruk. Menghadapi waktu yang tak disangka-sangka inilah kebiasaan kita dipertaruhkan. Tidak ada lagi yang mengatakan untuk sabar, ikhlas dan rendah hati dan tidak ada lagi kata-kata positif yang muncul di kepala namun yang dilakukan hanyalah beraksi serta melakukan apa yang biasa dilakukan selama menjalani hidup. Orang yang sudah terbiasa melakukan hal-hal positif lebih cenderung bersikap baik di tengah situasi dilematis. Namun mereka yang ingin menang sendiri dan sudah terbiasa melakukan hal-hal buruk akan digiring dalam kekacauan yang sama sekali tidak menyenangkan.

Apa yang kita alami tidak mesti kita rasakan selama kita mampu membuat pengalihan lalu fokus pada hal-hal tertentu.

Situasi yang kita hadapi hari lepas hari tidak selalu dapat mempengaruhi kehidupan kita. Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa yang menentukannya adalah keputusan pribadi, pilihan smasing-masing dan kecenderungan hidup. Kecenderungan tiap orang saat merespon sesuatu sangat menentukan sikapnya dalam menghadapi situasi yang simpang-siur. Dirinya tidak mudah terpengaruh oleh ekstensi-ekstensi yang diam-diam berusaha merusak citra positifnya. Seolah citra positif tersebut tetap dapat dipertahankan karena memang dirinya tidak terbiasa melakukan apa yang kurang berkenan bagi sesama. Sekalipun mendapatkan sedikit tekanan halus bahkan kata-kata kasar yang menendang: itu tidak akan mengubahnya menjadi jahat sebab senang-tenangnya hati sudah dibiasakan di jalan yang benar.

Cara membuat hati senang walau sesaat sampai selamanya

Ada-ada saja usaha manusia untuk membuat dirinya senang. Di zaman-zaman yang telah berlalu, orang-orang malah menganggap bahwa melakukan kejahatan adalah hal yang menyenangkan. Orang-orang berkumpul lalu saling mengumbar betapa bangganya diri terhadap banyaknya dan sadisnya perbuatan jahat yang merajalela. Akan tetapi, kesenangan sementara semacam ini segera berlalu ketika yang bersangkutan tersandung jatuh dan menerima akibat dari dosa-dosanya. Sedang orang lain yang menyaksikannya berjanji pada diri sendiri untuk tidak menyombongkan hal-hal buruk karena beresiko menjalar dan berkembang menjadi nasib sial yang pahit. Berikut akan kami jelaskan sedikit tentang cara-cara sederhana sampai rumit untuk menyenangkan hati manusia yang fana.

  1. Mengejar materi melimpah.

    Apa lagi yang kita kejar di dunia ini kalau bukan uang? Sadar atau tidak, tidak ada orang yang tidak membutuhkan uang, entah itu banyak atau sedikit. Pada dasarnya kita akan selalu kekurangan materi sebab tubuh fana yang manusiawi memiliki kebutuhan yang perlu dipenuhi dari waktu ke waktu. Masalahnya sekarang adalah “mampukah anda memisahkan antara kebutuhan dan keinginan?” Orang yang kurang cerdas mati-matian memenuhi segala sesuatu yang diinginkannya. Tetapi mereka yang bijak mengutamakan pemenuhan terhadap kebutuhan dan memiliki keinginan lain yang fleksibel (sesuatu yang bisa dipenuhi tetapi tidak apa-apa kalau tidak ada). Memang rasanya tampak menyenangkan ketika kita memiliki segalanya tetapi sesungguhnya itu adalah hal yang membosankan sebab tidak ada lagi yang perlu dicapai. Lebih baik materi terbatas namun selalu ada pencapaian-pencapaian kecil yang dapat kita raih sehingga hidup tetap bergairah.

  2. Mencapai kemuliaan tertinggi.

    Menjadi mulia di bumi seperti yang dijanjikan oleh beberapa ayat Alkitab terasa menyenangkan. Di atas semua itu, sadarilah bahwa kemuliaan orang-orang benar akan bersinar di akhir zaman ketika kita pantas masuk ke dalam kerajaan sorga. Sebelum manusia melalui sidang penghakiman terakhir dan dinyatakan layak masuk sorga: tidak ada kemuliaan yang nyata dalam diri manusia. Pancaran kemuliaan terbesar adalah matahari dan orang percaya yang dinyatakan lulus dan layak di penghakiman terakhir, bagaikan matahari-matahari kecil yang akan memasuki Sorga.

    Kemuliaan di sorga kelak adalah nyata adanya. Tetapi kemuliaan di bumi adalah manifestasi dari kumpulan sikap orang lain yang sepertinya menghargai dan mengormati keberadaan kita. Apa yang kita hadapi selama hidup di bumi adalah kemuliaan yang fana dan berubah-ubah kecuali anda adalah orang kejam yang otoriter lalu membuat peraturan agar semua orang menghargai dan menghormati anda. Bila kita hanya senang karena jabatan dan pendapatan tinggi yang tak terlampaui, rasa senangnya akan menjadi sangat dangkal karena pada kenyataannya tidak semua orang memberi hormat kepada anda.

  3. Mengejek atau merendahkan orang lain.

    Sesungguhnya ketika seseorang sedang mengejek atau sedang merendahkan anda; orang tersebut sekaligus sedang bersenang-senang menikmati sikapnya yang kurang baik. Orang yang senang mengejek sesama seolah sedang bermain kasar terhadap diri sendiri. Sebab kebiasaan buruk yang diulang-ulang justru mendorongnya pada serpihan yang lebih besar. Merendahkan orang lain memang terasa menyenangkan tetapi berkutat terus-menerus melakukan hal tersebut justru membuat kita tanpa sadar dan tanpa sengaja terdorong melakukan kejahatan yang lebih besar. Akibatnya, ketakutan tidak akan meninggalkan hati sebelum kita membayar segala kejahatan yang pernah dilakukan. Bisa saja melakukan kejahatan membuat seseorang terlihat senang-senang saja namun sesungguhnya sandiwara (pura-pura senang agar dilihat orang) tersebut tidak membawa ketenangan di dalam hati.

  4. Merasa diri lebih unggul.

    Apa lagi yang membuat manusia senang kalau bukan kebanggaan terhadap diri sendiri. Pada awalnya, perasaan yang menyombong hanya dibahas-bahas di dalam hati. Seolah di dalam pikiran kita ada seseorang yang senang menyanjung kesuksesan yang telah diraih secara berulang-ulang. Mungkinkah ini semacam auto sistem yang dapat dialami dan dirasakan semua orang? Memuji diri sendiri beresiko mendarat di lantai sebab kesombongan justru akan mengarahkan kita untuk bertindak nekad dan lebay yang menyebabkan kerugian bagi diri sendiri dan orang lain juga. Jadi, niat awalnya untuk bersenang-senang tapi ujung-ujungnya hidup terpukul karena menyadari diri ini bukan siapa-siapa dan masih banyak orang yang lebih baik di luar sana.

  5. Mencapai semua yang diinginkan.

    Adalah sebuah kesenangan besar saat kita mampu memenuhi satu atau dua hal yang diinginkan hati. Akan tetapi, semuanya akan terasa sia-sia bila ada satu yang tidak terpenuhi. Satu saja hal yang membuat kecewa, sudah terasa kurang menyenangkan dibandingkan dengan sekian banyak hal yang memuaskan. Fokus terhadap kesenangan lewat pemenuhan keinginan mudah terkotori karena pada hakekatnya tidak ada manusia yang mampu memenuhi semua hal yang diinginkannya. Sebab yang namanya hawa nafsu bersifat unlimited (tidak terbatas). Justru saat dibatasi dan merasakan kecewalah, manusia menjadi bijak dan mampu membedakan apa kebutuhan dan apa keinginan serta apa yang pantas dan tidak pantas untuk dimiliki.

  6. Menyelesaikan masalah.

    Memang pada awalnya, masalah apapun yang kita hadapi dapat membuat hati terjepit lalu berduka tanpa henti. Akan tetapi, semakin lama dalam masalah, semakin baik dalam bersikap karena persoalan yang kita hadapi justru melatih diri untuk lebih hati-hati dan siap menghadapi tantangan berikutnya. Ketidaknyamanan di awal dapat terasa kurang menyenangkan hati bahkan sampai menyakiti jiwa tetapi tidak melukai fisik. Hanya orang yang menghadapi persoalan dengan tenanglah yang dapat bersabar sambil sibuk positif menunggu datangnya inspirasi solusi. Bila kita telah berulang-ulang menghadapi sesuatu, pikiran akan menggolongkan aktivitas tersebut sebagai hal-hal biasa lainnya yang dihadapi dengan tenang dan senang karena telah menemukan jawaban. Artinya, awal yang kurang menyenangkan bila dihadapi dengan ikhlas, sabar, rendah hati dan berakhir dengan bahagia karena telah menemukan solusi, entah itu cepat atau lambat.

  7. Ingat-ingatan yang baik tentang masa lalu.

    Mengingat masa lalu membuat hati senang, oleh karena itu buatlah kenangan yang baik. Kenangan tentang perjuangan hidup dimana kita berusaha dari nol merupakan ingat-ingatan yang memberi semangat internal. Berjuanglah melakukan yang baik, berusahalah melakukan yang benar dan kerjakan berbagai hal dengan adil agar saat kita mengingatnya kelak, rasa gembira-puasnya diri menjadi penuh terhadap perjalanan hidup yang ditempuh.

    Coba bayangkan bagaimana kalau kita melakukan kejahatan dari sekarang. Walaupun untung yang diperoleh besar tetapi ingat-ingatan tentang perbuatan mengerikan itu akan menyiksa kita dari dalam. Untuk apa kita berkelimpahan harta benda tetapi hati merana karena proyeksi masa lalu yang kurang menyenangkan?

  8. Mengerjakan tanggung jawab.

    Sadarilah bahwa menyelesaikan apa yang menjadi tanggung jawab dalam keluarga memberikan nikmat dan kepuasan tersendiri. Tidak ada yang terlalu sulit untuk dikerjakan asal semua orang bekerja sama menyelesaikan bagiannya masing-masing. Kita seperti melepas beban yang cukup berat untuk ditanggung. Tetapi jangan khawatir sebab beban tersebut lama-lama akan terasa ringan karena telah terbiasa dikerjakan. Di sisi lain, ada rasa puas diri karena setidak-tidaknya kita telah melakukan kebaikan kecil yang bermanfaat bagi orang lain hari demi hari.

  9. Bermain game.

    Menggunakan permainan ada suka-dukanya. Ada rasa lega di hati saat kita mampu mencapai sesuatu, setidak-tidaknya dapat mencapai target berdasarkan tugas harian yang disebutkan oleh sistem. Sekalipun demikian, masih ada stage/ level tertentu yang tak terkalahkan dan masih ada musuh tertentu yang sangat susah untuk dihancurkan. Namun jangan khawatir sebab masih banyak kemenangan yang bisa diraih lewat berbagai mini game yang terdapat di dalam game yang dimiliki.

  10. Melakukan seks pribadi.

    Ada seks secara individu bagi orang-orang jomblo. Juga ada seks berpasangan bagi mereka yang sudah menikah. Seks pribadi dan bersama memang beda nikmat tetapi hanya di indra saja. Seorang singel pun tetap bahagia sekalipun melakukannya sendiri asalkan dirinya bisa menjauhi iri hati, sifat sombong dan terbiasa menikmati ejekan seputar statusnya. Aktivitas ini mengandung perbedaan yang tidak ada hubungannya dengan besar kecilnya rasa bahagia.

  11. Menikmati karya seni.

    Ada banyak karya seni yang bisa dinikmati selama kita hidup di dunia. Mulai dari lagu dalam kaset, CD, VCD, DVD dan lain sebagainya. Terdapat karya yang hanya bisa dibaca seperti novel, roman, carpen, komik dan lain sebagainya. Ada seni rupa yang hanya seperti lukisan, patung, perabotan dari bahan-bahan kerajinan tangan dan lain sebagainya. Yang paling populer dan paling banyak digemari adalah sinetron, film layar lebar, film pendek dan lain sebagainya.

    Tentu ada banyak perangkat yang bisa kita gunakan untuk menikmati semua karya seni tersebut, berupa buku, majalah, koran, radio, televisi, komputer PC, laptop, smartphone dan berbagai perangkat pendukung berteknologi tinggi lainnya. Semua ini beresiko mengobrak-abrik suasana hati di awal-awal, namun pada akhirnya memberikan rasa yang menyenangkan. Kesan bahagia yang muncul merupakan suatu persetujuan bahwa karya seni tersebut memang ada hubungannya dengan kenyataan hidup walau tidak semuanya.

    Di atas semua kontroversi yang bisa dipicu oleh karya seni, sebaiknya hindari aktivitas memperdalam suatu kisah imajinatif di dalam hati. Sebab kebiasaan membahas-bahas kelanjutan atau pertanyaan penasaran bisa membuat pikiran berkhayal melayang-layang tak tentu arah. Keadaan ini membuat kemampuan seseorang menurun dalam mengendalikan diri. Kemudian sifat-sifat buruk bisa terlepas dan sangat disesalkan bila diingat kemudia. Oleh karena, berhenti memperdalam karya seni orang lain di dalam hati kecuali anda adalah seniman yang hendak membuat karya seni serupa/ sejenisnya. Melainkan tumpuan otak tetapkan untuk memuliakan Tuhan dan aktif memikirkan serta melakukan berbagai hal positif lainnya.

  12. Membuat karya seni pribadi.

    Semua manusia dilahirkan sebagai seniman. Hanya saja tidak semuanya memiliki kesempatan untuk populer dan dikenal namanya oleh kebanyakan warga. Popularitas tidaklah menjadi indikator bahwa orang ini atau itu meurpakan seniman sejati. Akan tetapi, saat fokus menyanyi memuji Tuhan di dalam hati, itu sudah cukup membuktikan bahwa kita adalah seniman sejati yang tersembunyi. Karya-karya yang dihasilkan tidak dipublikasikan kepada publik melainkan kepada Tuhan dari waktu ke waktu. Siapa pun perlu cerdas dan kreatif untuk mengubah lagu-lagu duniawi menjadi sorgawi, mengkolaborasikannya dengan berbagai intonasi sambil mengikuti alunan nada yang bergelora di sekitar.

  13. Jalan-jalan ke tempat lain.

    Tidak perlu terlalu sering, hanya saja kalau memang ada pertemuan yang sudah dijadwalkan sebaiknya diikuti. Acara keluarga dapat menghangatkan kebersamaan dan keakraban sehingga hati senang walau tak ada tropi yang dimenangkan.

    Sekedar jalan-jalan tidak perlu terlalu jauh dan terlalu sering dilakukan agar lelah yang timbul tidak melebihi rasa senang yang terbendung. Lagi pula teknologi sudah memberikan kepada kita kesempatan besar untuk bertamasya secara online dengan biaya paling murah. Mungkin sekedar jalan-jalan di dalam kota sambil lari-lari menikmati udara segar di pagi hari menjadi pilihan instan untuk meremajakan indra sekaligus melatih kekuatan otot dan tulang. Bisa juga dengan pergi ke taman hiburan yang biasanya buka di hari-hari tertentu atau di hari besar lainnya.

  14. Berbuat baik kepada orang lain dan lingkungan alamiah.

    Termasuk menyenangkan saat kita mampu berbagi kasih kepada sesama dan merawat lingkungan. Bahagianya memang kadang terganggu saat baiknya kita kurang ditanggapi oleh orang lain. Namun janganlah khawatir tentang semuanya itu, melainkan belajarlah untuk tulus berbuat baik, entah itu diresponi orangnya atau tidak. Mulailah dengan memberi sesuatu yang selalu anda miliki, misalnya sikap yang ramah kepada sesama. Tahukah anda bahwa masih ada kebaikan yang lebih sederhana dari sikap yang santun? Yaitu mendoakan kebaikan orang lain, entah itu di saat-saat doa rutin, maupun di saat-saat yang kebetulan, dimana seseorang sedang menghadapi peliknya gelora kehidupan.

  15. Memuji-muji Tuhan sambil melakukan yang benar dan adil serta melakukan hal-hal positif lainnya.

    Kita pada akhirnya sampai pada puncak rasa senang yang bisa dialami oleh tiap-tiap manusia. Sebab menikmati materi, penghargaan, penghormatan, karya seni, game dan hiburan lainya hanya dapat dilakukan sesekali saja. Ada momen langka yang hanya terjadi sekali seminggu, sekali sebulan, sekali tiga bulan, sekali enam bulan, sekali setahun dan lain sebagainya. Lantas bagaimana anda bisa terus bersenang-senang saat semua gemerlapan duniawi itu dipause untuk beberapa waktu lamanya?

    Kita bisa senang terus-menerus selama kita terus memuliakan Tuhan di dalam hati. Kalau tidak, bagaimana mungkin anda bisa bahagia saat berada di sorga kelak? Sebab malaikat sorgawi memuliakan Allah sepanjang waktu: itulah yang menjadi dambaan hatinya dari masa ke masa. Dalam suasana sedih sekali pun, tidak ada pedih yang terasa karena hati fokus memuji-muji Sang Khalik. Banyak informasi yang datang menciptakan kebingungan, kesalah-pahaman dan kecemasan namun semuanya bisa ditepis. Karena kesibukan yang digemari adalah memperdalam puji-pujian kepada Tuhan sambil multitaskin melakukan apa yang benar dan adil serta menekuni aktivitas positif lainnya.

Kesimpulan

Sepandai apapun kita mengelola alam, tetap saja dunia memiliki sumber daya yang terbatas. Itulah sebabnya bahagia yang ditawarkan dunia sifatnya terbata-bata. Ada kesan putus-putus yang tegas karena kemampuan kita untuk mencerna materi pun terbatas. Artinya, anda tidak bisa makan seharian penuh atau siap-siap terkena penyakit diabetes, asam urat tinggi, kolesterol tinggi dan berbagai penyakit metabolik lainnya. Jika anda hendak menikmati rasa senang yang selalu ada walaupun duka dan rintangan menghadang; muliakanlah Tuhan dalam hati maka dalam sekejap sukacitamu penuh. Jangan biasakan diri untuk menikmati kesenangan recehan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Sebab kebiasaan buruk yang sederhana sekalipun, dapat mendorong manusia terjebak dalam kesalahan yang lebih besar dengan daya rusak yang luas.

Salam. Dunia menyenangkanmu sesaat.
Tetapi Tuhan menyenangkanmu selamanya
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.