7 Alasan Diuji Oleh Orang Lain Atau Dicobai Oleh Pihak Tertentu

Alasan Diuji Oleh Orang Lain Atau Dicobai Oleh Pihak Tertentu

Dalam pengalaman baik atau buruk, selalu ada sesi dimana kita bisa belajar sesuatu dari sana. Atau mungkin kita pernah mengalaminya dan pelajaran hidup itu hanya diulang saja di dalam ingatan. Dari sini kita belajar bahwa tidak ada kejadian yang terlalu buruk yang dialami oleh manusia. Memang ada orang-orang yang mengalami keburukan yang parah di sisi dunia lain: dunia yang disebut dua dimensi. Terkotak-kotakkan dalam besar-kecilnya bingkai plastik beku yang mengelilingi seluruh sisinya. Dunia yang juga dikenal sebagai ciptaan tangan manusia kreatif: televisi, komputer, smartphone dan lain sebagainya menampilkan orang-orang dengan keburukan yang parah. Itulah karya seni yang hanya sekedar hiburan dan syarat dengan efek imajinatifnya yang mencolok.

Coba perhatikan baik-baik betapa banyaknya persoalan yang tersaji di dalam layar kaca anda. Andai saja salah seorang dari pemain merekam atau memvideokan atau mendokumentasikan konflik dan melaporkannya kepada pihak berwajib: masalah selesai! Tapi lihat yang terjadi adalah pembiaran dan drama yang penuh roman sehingga masalahnya semakin panjang saja. Artinya, orang dengan pergumulan hidup yang bertubi-tubi dengan skala besar, hanya terjadi di dalam layar kaca belaka. Sedangkan di dunia ini, yang kita alami sehari-hari hanyalah persoalan kecil yang biasanya bisa ditanggung secara pribadi. Sebab siapa pun sudah paham, kalau mengalami persoalan besar hendak melaporkannya kepada siapa.

Hanya saja dalam momen-momen tertentu, tekanan yang kita alami rasa-rasanya lebih berat. Ini mungkin terjadi karena kita baru pertama kali mengalaminya. Hati perlu ikhlas menjalani derita agar saluran jiwa penat yang tersumbat kembali tersalurkan dan terasa lega. Perlu sabar menanggung rasa sakit selama beberapa waktu sampai kita menemukan inspirasi untuk meredakan bahkan menghilangkan efek dari soal-soal yang menghimpit hidup. Perlu rendah hati agar kita mampu memahami gerak-gerik dan menekan kemungkinan masuknya penyusup yang bisa memperberat penderitaan. Sebab pada dasarnya, semua masalah yang terjadi di dalam diri sendiri dan antar orang lain: mampu ditanggung oleh diri sendiri.

Apa yang membuat kita terkesan dicobai atau diuji oleh pihak tertentu.

Ada orang-orang yang bermasalah dan tidak peduli dengan siapa mereka bermasalah. Salut untuk jiwa yang tidak mempersoalkan masa’alah yang dihadapinya. Mereka tidak punya waktu untuk mencari tahu dan membalas dendam kepada orang yang bermasalah dengannya. Melainkan menjalani saja hidup ini apa adanya dan menikmati setiap hal positif yang ada agar hati tetap bahagia. Demikian juga, tujuan kami saat membahas penyebab dari semua masalah anda, bukan agar anda bisa balas dendam. Melainkan berupayalah untuk memahami dan memakluminya dalam sikap-sikap yang positif. Bila perlu, seseorang bisa mewaspadai, mengantisipasi dan mencegah persoalan yang bisa dicegah. Namun tetap ikhlas dan sabar menghadapi soal-soal hidup yang tidak dapat dicegah. Hanya kerendahan hati yang membuat kita mampu melewati proses kehidupan tanpa menyakiti siapapun sekalipun sesekali diri sendiri tersakiti. Berikut alasannya mengapa seseorang sering dicobai atau sering mendapat masalah.

  1. Recehan gangguan panca indera.

    Kami menyebut ini sebagai masalah yang tak pernah berakhir. Jika kita menganggap bahwa gangguan indera adalah masalah berarti kita masih belum siap hidup di tengah-tengah masyarakat. Sebaiknya menyendiri di tempat sepi atau membuar hunian sendiri yang jauh dari kerumunan. Akan tetapi, orang yang memahami keadaan di sekitarnya, cenderung menganggap gangguan indera adalah sesuatu yang sangat biasa terjadi. Asalkan itu hanya aktivitas biasa yang saling bertemu di waktu yang sama sehingga meningkatkan kebisingan. Hati menjadi maklum dengan keadaan tersebut bila sudah dialami selama beberapa waktu. Hingga pada satu titik, kita tidak lagi mempersoalkan gangguan biasa yang menggerayangi indera melainkan lebih memilih untuk sibuk dalam urusan-urusan positif kehidupan.

    Mungkin bagi seorang pemula, beraktivitas di tengah kebisingan membuat sakit kepala dan meningkatkan kejengkelan. Tetapi, coba yakinkan diri anda bahwa semuanya itu bisa dibiasakan dan berkatilah orang-orang yang melakukannya di dalam hati. Jika bising-bising itu datang dari lawan anda: relakan dalam hati, biarkan dia menang dan berkatilah semua yang terlibat. Namun tetaplah bersikap positif dan menyibukkan diri pada aktivitas yang bermanfaat. Aktivitas positif membantu pikiran keluar dari fokus rasa sakit kepada suasana hati yang santai dan tenang, seolah tidak terjadi apa-apa.

  2. Recehan komunikasi.

    Apa yang lebih anda sukai: “bersikap ramah” atau “diramahin orang;” “aktif ramah” atau “pasif menunggu orang lain ramah?” Dalam kebiasaan ramah-tamah, kadang-kadang ada orang yang melupakannya. Ketika kita bisa ramah, itu sebuah perbuatan baik yang dapat meningkatkan nilai kepribadian sendiri. Akan tetapi, kita harus tabah ketika orang lain lupa merespon keramahan kita. Jangan sampai kita bersungut-sungut dengan mengeluhkan ketidakramahan tersebut. Sebab tindakan ini justru menghanguskan kebaikan kita, hitung-hitungannya adalah: 1.x.ramah – 1.x.mengeluh hasilnya sama dengan nol.

    Mempermasalahkan soal-soal komunikasi bisa membuat hati tersakiti berkali-kali karena kekhilafan komunikasi bisa muncul kapan saja, dari mana saja dan oleh siapa saja. Tetapi jangan khawatir, itu hanya terjadi di awal-awal, setelah anda terbiasa dan tidak menyerah dengan rasa sakitnya, niscaya akan menjadi terbiasa. Jangan pedulikan distorsinya tetapi pedulilah untuk ramah kepada siapa saja dalam momen yang bijak. Dengarkan kata hatimu yang akan memberitahu seperti apa momen bijak itu: tentu pemahaman ini berawal dari pembelajaran hidup try & error.

    Oleh karena itu, tidak perlu mempersoalkan distorsi keramahan dalam komunikasi. Biarlah keadaan tersebut kita lakukan tulus tanpa pamrih dan tanpa menuntut sesuatu. Sebab sadar atau tidak, ada kepuasan dalam hati saat kita bisa ramah dalam momen yang cerdas tanpa mempersoalkan respon orang lain. Suara di dalam hati menjadi tenang (tidak terus melawan dan mempersalahkan kita) karena telah berbuat yang benar. Ini seperti hati yang menjadi lega karena kita melaksanakan apa yang menjadi tanggung jawab pribadi sekaligus menimbun harta di sorga kelak.

  3. Karena orang tua kita.

    Apakah anda merasa seperti kami yang dicobai dimana-mana. Seolah kemana pun kami berjalan, ada-ada saja yang menguji diri ini. Jika anda merasakan hal semacam ini, kemungkinan besar pergumulan semacam itu datangnya dari orang tua. Bisa saja yang menantang kehidupan anda adalah saudara kandung sendiri, saudara jauh, tetangga, pemilik warung, pelayan resto dan orang lain mana pun. Namun sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang diajak kerja sama oleh orang tua anda. Ini tentu saja hanya terjadi selama hidup kita belum mandiri dan masih dibawah pemeliharaan ortu.

    Biasanya soal-soal yang diujikan ortu kepada anak adalah gangguan indera dan distorsi komunikasi. Keadaan umumnya terjadi tanpa disengaja dan pikiran yang cerdas dapat menyesuaikan diri hingga dewasa menjalani semua tantangan tersebut. Tantangan lainnya yang agak disengaja adalah racun ringan yang tidak menyakitkan badan tetapi merenggut kenyamanan anak untuk sementara waktu. Akan tetapi, keadaan ini akan menjadi sangat parah jika rumah telah di susupi oleh orang yang berniat buruk. Penyusup tidak masuk melalui pintu dan jendela tetapi melalui lobang/ celah kecil yang terdapat di dalam rumah.

    Sikap terbaik kita sebagai anak adalah pasrah pada keadaan dan berserah kepada Tuhan. Sebab kita percaya bahwa tidak ada orang tua yang rela menyakiti anaknya sendiri. Yang perlu dilakukan seorang anak adalah menyesuaikan diri dengan keadaan orang tua. Maklum dengan soal-soal recehan yang mereka timbulkan dan berusaha untuk tetap menjadi orang baik. Jangan sampai rasa hormat dan patuh kepada ortu berkurang karena mereka suka cari-cari masalah dengan kita. Melainkan berusahalah untuk tetap ramah terhadap mereka pada momen yang bijak.

  4. Karena mereka pengasuh anda.

    Siapa yang mengasuh kita saat tidak ada orang tua? Mereka yang di sekitar menolong kita untuk menyambung hidup merupakan pengasuh yang perlu dihormati layaknya orang tua sendiri. Sekalipun ada di panti asuhan, patuhlah kepada orang dewasa yang menjadi pembimbing anda.

    Dimanapun bekerja, pasti ada pemimpin yang menjadi atasan kita. Hargailah mereka sepantasnya sekalipun ada sikap-sikap pemimpin yang tidak kita sukai. Percaya sajalah bahwa dia telah menyelesaikan apa yang menjadi tanggung jawabnya. Percaya saja bahwa sistem sudah dan akan adil membagi jatah sumber daya antara pekerja di post anda ditempatkan.

    Pemerintah juga merupakan pengasuh bagi seluruh masyarakat. Tetapi bukan dalam arti bahwa orang-orang pemerintah lebih tinggi dan lebih berhak mendapatkan banyak sumber daya dari masyarakat pada umumnya. Sebab negara adalah ibu pertiwi tetapi pemerintah adalah anak sulung yang mengasuh adik-adiknya, yaitu seluruh penduduk negeri. Jika pekerjaan pemerintah sangat banyak: tambahlah pegawainya dan bila jam kerja pemerintah lebih panjang: tambah juga pegawainya agar bisa diberlakukan sistem shif. Dengan demikian sistem bisa adil membagi sumber daya kepada seluruh kalangan.

    Sistem adalah pengasuh sekaligus penguji manusia. Ambil saja contoh seperti sistem di smartphone. Apakah anda menggunakan smartphone sekaligus untuk mencari uang? Anda bisa membuka wirausaha online melalui smartphone namun tidak selesai dalam waktu sehari. Ada tantangan yang perlu kita lalui untuk mendapatkan semuanya itu dan semuanya itu hanya berlaku sebatas aktivitas di dunia online saja. Tidak ada hubungannya antara masalah pribadi kita dengan masalah yang ditimbulkan oleh sistem kerja online; sekalipun keduanya secara kebetulan terjadi dalam waktu yang bersamaan.

  5. Karena masalah yang kita sebabkan sendiri (disengaja/ tidak disengaja).

    Ketidakwaspadaan membuat kita sering berada dalam masalah. Tanggung jawab yang belum terselesaikan juga bisa membuat seolah-olah, kita ditekan oleh orang-orang yang ada di sekitar. Kebiasaan buruk lupa/ pikun, juga turut membuat diri ditawan oleh pergumulan hidup. Misalnya saja, saat seseorang sering lupa minum maka berbagai penyakit pun akan mendatangi hari-harinya.

    Ada juga persoalan yang terjadi tanpa kita sengaja. Biasanya, hati baru tersadar telah melakukan sebuah kesalahan sesudah kejadian tersebut berlalu. Jadi apa kesalahan yang tidak disengaja baru disadari dikemudian hari. Lain halnya dengan kesalahan yang disengaja: kita sudah tahu itu salah dan suara hati sendiri pun turut mengingatkan kita untuk menghentikannya. Namun nasihat dan peringatan tersebut tidak kita hiraukan hingga terjadilah suatu kesalahan fatal yang dilakukan secara sengaja.

  6. Karena masalah yang dibuat orang lain (disengaja/ tidak disengaja).

    Masalah yang dibuat orang lain di dalam hidup kita, tidaklah separah di film-film. Beberapa hanya peristiwa biasa yang membuat hidup turut tercampuk-aduk karena fokus ditujukan untuk membahas-bahas peristiwa tersebut. Masalah dengan orang lain, selesaikanlah secara pribadi: muka berhadapan dengan muka (face to face). Atau soal-soal dalam keluarga, selesaikan jugalah itu di dalam keluarga sendiri dan tidak perlu di bahas-bahas di tempat lain dengan orang asing.

    Biasanya manusia yang cerdas lebih sedikit melakukan kesalahan. Pikiran yang bijak membuat setiap keputusan diambil dengan hati-hati. Menimbang-nimbang sesuatu dengan cermat sebelum diungkapkan agar hal-hal yang negatif tidak turut dimuntahkan. Oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa jarang sekali kejadiannya dimana kita berperkara dengan sesama manusia lainnya. Terlebih bila sistem yang memangku kehidupan kita dilandaskan oleh kebenaran dan keadilan yang dari Allah.

  7. Penyebabnya adalah perjanjian yang telah anda sepakati.

    Beberapa anak yang sombong mengambil tindakan ekstrim untuk melawan cobaan hidup yang didatangkan orang tuanya. Mereka tidak mau lagi berada dibawah tekanan ortu dan lebih memilih untuk lari dari keluarga demi membebaskan diri dari masalah. Padahal manusia tidak pernah bebas dari masalah, hanya saat kita di sorgalah 100% tidak ada masalah. Simak kembali, Level kemerdekaan hidup.

    Saat masalah anda terus-menerus datang secara beruntun selama berhari-hari, berminggu-minggu bahkan sampai berbulan-bulan. Mungkin hati bertanya-tanya, mengapa hal-hal yang kurang menyenangkan terus-menerus menyerang anda tanpa henti? Mungkin saja keadaan tersebut merupakan efek dari perjanjian yang telah anda tanda tangani/ setujui sebelumnya. Keadaan ini menggambarkan bahwa anda telah menjadi objek penelitian kapital. Orang yang dengan sengaja dibayar mahal oknum tertentu untuk dijadikan sebagai kelinci percobaan sosial. Semuanya itu akan terus terjadi, sampai kepada hari terakhir, sesuai dengan pakta perjanjian yang telah disahkan. Saksikanlah, Sistem kerja bergaji tinggi tanpa melakukan apa-apa.

Kesimpulan

Jika anda percaya Tuhan berarti meyakini bahwa segala yang terjadi dalam hidup kita atas seizin Tuhan, termasuk dalam hal ini adalah ujian kehidupan. Ingatlah bahwa Tuhan tidak mencobai manusia. Hanya saja dalam situasi yang menyebabkan beratnya penderitaan, kita terkadang emosional dan kurang bisa menerima pencobaan tersebut. Seiring berjalannya waktu, akhirnya kita mengerti mengapa semua itu terjadi sehingga dapat merelakan kejadian tersebut.

Dunia banyak masalah namun semuanya berada dalam taraf yang terkendali. Hidup yang bermasalah bisa kita kendalikan asal berpegang pada standar kehidupan yang benar. Siapa orang yang mau bermasalah dengan orang yang baik hati? Siapa orang yang mau berperkara dengan orang yang berjalan di jalan yang benar? Tidak ada pihak yang mau dipermalukan karena menentang keadilan. Lebih dari itu, tidak perlu mempersoalkan hal-hal recehan yang menimpa kehidupan ini. Melainkan tetaplah bersikap positif dan jauhi balas dendam atas segala penderitaan yang dialami. Sebab soal-soal kehidupan bisa mendatangkan pengetahuan, kebahagiaan, kedewasaan bahkan kebijaksanaan dalam keseharian anda!

Salam, Hari tak selalu cerah
kadang juga kelabu.
Itulah warna-warni kehidupan
yang mendidik manusia
menjadi pribadi positif
!

2 comments

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.