Level Kemerdekaan Manusia

Manusia adalah peliharaan yang tidak merdeka

Dalam pemikiran pesimistis, manusia tidak pernah merdeka sampai kapan pun sebab hidup dipenuhi aturan di sana dan di sini yang membatasi kebebasan itu sendiri. Akan tetapi, dalam pemikiran optimistis manusia selalu bisa memerdekakan diri dengan membuka pikiran, meluaskan wawasan dan menambah pengetahuan yang dimiliki. Sebab pada dasarnya kebodohan intelektual dan kebodohan emosionallah yang membuat seseorang terpuruk dalam kekangan rasa sakit sepanjang waktu. Tanpa pengetahuan yang bijaksana, seseorang akan terus merasa dirinya berada di bawah tekanan, terlilit oleh banyak persoalan yang tidak ada habisnya dan merasa tersakiti oleh sikap-sikap aneh orang di sekitarnya.

Kita butuh merdeka dari berbagai rasa yang kurang menyenangkan hati. Hal-hal yang membuat kita merasa tidak nyaman. Situasi yang menggelitik membuat jiwa serasa tidak tenang menjalani hari. Ketahuilah bahwa kemerdekaan sejati terjadi secara konstan di dalam pikiran masing-masing. Sebab di dalam kehidupan sehari-hari tidak mungkin meraih kebebasan sempurna karena ada orang lain yang sama bebasnya dan sama pentingnya dengan diri sendiri. Bila masing-masing orang menuntut kebebasan yang lebih maka timbullah perselisihan, pertengkaran bahkan konflik yang berkepanjangan. Sampai akhirnya salah satu atau keduanya diperhadapkan di balik jeruji besi atau dipembaringan tidur sakit yang panjang.

Sekalipun kita bisa menganggap diri telah bebas secara psikis tetapi itu tidak terjadi sepanjang jalan. Sebab di dalam lubuk hati terdalam manusia ada yang disebut dengan perbuatan daging. Kita tidak bisa sepenuhnya bebas dari pengaruh kedagingan tetapi kita bisa memanfatkan hal-hal positif untuk menekan yang jahat tersebut. Semata-mata agar hal buruk seperti perbuatan daging tidak sampai diekspresikan dalam bentuk perkataan maupun perbuatan. Dari perumpamaan ini, kita bisa menyadari bahwa dunia berada dalam dua sisi layaknya mata uang. Kita tidak bisa berlaku sebebas-bebasnya di kedua sisi melainkan membatasi yang satu dan mempraktekkan/ mengaplikasikan yang lain.

Level Kemerdekaan Manusia

Level kemerdekaan manusia dari masalah kehidupan menurut tempat tinggal

Seperti apakah yang namanya kemerdekaan tertinggi? Atau pertanyaan lainnya adalah pernahkah ada orang yang meraih kehidupan paling bebas sepanjang zaman? Atau jangan-jangan yang namanya merdeka sesungguhnya merupakan hal semu yang mustahil dapat dicapai oleh manusia? Semuanya ini mungkin terjadi sebab dunia tempat kita berada begitu kompleks yang membuat kebebasan itu sendiri mengandung banyak makna. Berdasarkan makna-makna tersebutlah maka kami telah mengurutkan beberapa tipe hidup bebas dan tingkatannya. Berikut akan kami jelaskan seadanya saja tentang perbedaan makna dan tujuannya.

Merdeka dari masalah menurut tempat tinggal. Tidak ada hidup yang lebih kompleks selain hidup manusia. Bila hewan dan tanaman bisa hidup dan tumbuh dalam berbagai medan asalkan ada makanan, minuman dan tempat berteduh serta bebas dari predator. Manusia tidaklah demikian sebab ada banyak faktor pendukung yang kita butuhkan selama hidup di dunia ini. Sesuatu yang disebut dengan sarana dan prasarana inilah yang membantu seorang individu, bukan saja untuk bertahan hidup melainkan dalam hal ini termasuk untuk berkembang, baik secara badani maupun secara rohani.

  1. Tinggal di hutan.

    Tetap berada di hutan adalah sebuah resolusi aktif yang sederhana asalkan anda berada di daerah strategis pinggiran sungai atau danau. Akan tetapi, hal ini akan mendatangkan kendala besar bila anda kebetulan sakit, cukup jauh untuk memanggil bantuan di tengah hutan belantara. Mungkin bagi orang dewasa yang pernah hidup di kota lalu hijrah ke hutan tidak terlalu sulit asalkan tetap mengadakan kunjungan ke kota untuk persediaan. Namun siapa yang memperkerjakan anda di hutan? Siapa yang mendidik anak anda jika memang ada? Dari mana uang untuk menafkahi keluarga? Artinya, tinggal di hutan meningkatkan 75% masalah yang harus dihadapi. Merdekanya mungkin hanya dari gangguan suara keras yang biasanya ramai di perkotaan.

  2. Tinggal di pedesaan.

    Hidup di pedasaan memang lebih tenang. Memberikan anda kebebasan untuk berkebun dan beternak sesuai dengan kesanggupan masing-masing. Hanya saja tinggal di pedesaan mungkin kurang menyenangkan saat tidak menjangkau teknologi pendukung jaringan online. Biasanya tidak ada hiburan dan tempat kumpul-kumpul di desa-desa terpencil yang jarang penduduknya. Selain itu, pekerjaan lebih berat fisik karena perlu mengolah tanah dan berjalan jauh menuju ladang. Bagi mereka yang sudah terbiasa melakukannya, terasa tidak ada masalah. Tetapi orang baru yang melakukannya akan merasa beratnya tingkatan masalah sebanyak 50%.

  3. Tinggal di perkotaan.

    Tinggal di perkotaan adalah idola orang-orang zaman sekarang. Sebab sudah tersedia fasilitas berteknologi tinggi untuk membuat manusia bisa jalan-jalan ke seluruh dunia tanpa menginjakkan kaki di tanah. Fasilitas penghubung antar dunia dan antar wilayah yang berbeda mampu membuat anda menyaksikan berbagai hal dalam banyak sudut pandang. Teknologi internet membuat anda tidak perlu berjalan jauh sebab segala hal bisa diantarkan ke rumah anda sesuai pesanan (COD).

    Khusus pada bagian ini, sekali pun tempat anda ada istilah “desa” tetapi bila sudah sampai akses internet dan bisa kirim-bayar barang di tempat (COD) berarti tempat anda termasuk perkotaan. Sebab dengan teknologi internet yang memadai, banyak hal yang bisa diakses dan didatangi serta beberapa bisa dibeli dari tempat yang jauh. Sekali pun demikian, tinggal di perkotaan tetap saja memperhadapkan anda dengan masalah sebanyak 25%.

  4. Kembali ke sorga.

    Kalau anda hidup baik-baik dan matinya pun baik-baik, semoga Tuhan menyambut kedatangan anda di sorga kelak. Ini adalah tempat penuh harapan yang dinanti-nantikan oleh semua orang. Sebab tidak ada lagi kefanaan: tidak ada tubuh yang lembek, tidak ada perut yang lapar, tidak ada nafsu yang besar karena manusia akan memiliki kekuatan super melebihi cerita superhero yang laris manis di layar kaca. Manusia sorgawi hidup dalam sukacita selamanya karena Tuhan yang sangat disayanginya bisa dilihat oleh mata kepala sendiri. Tidak ada masalah (0%) yang akan anda alami sebab Tuhan telah memberikan kekuatan sejati-Nya sehingga mampu memenuhi kebutuhan sendiri dan mampu menyelesaikan masalah sendiri.

    Tetapi jangan khawatir bagi anda yang masih memiliki masalah karena tinggal di hutan, pedesaan atau di perkotaan. Sebab Tuhan telah menitipkan firman-Nya agar duniamu menjadi sorga kecil bagi dirimu sendiri. Turutilah perintah-Nya dan jauhi larangan-Nya, bukankah itu tidak sulit? Tentu saja yang terpenting adalah tujukanlah hati untuk selalu memuliakan nama-Nya maka dimana pun kita berada, selalu bahagia tanpa henti.

Tingkat kemerdekaan manusia secara materi – finansial

Merdeka menurut umur. Sadar atau tidak, umur membatasi kita untuk melakukan banyak hal di dunia ini. Sebab umur menentukan kemampuan fisik dan kemampuan untuk menikmati sesuatu. Pekerjaan berat tidak akan diberikan kepada orang muda yang belum cerdas secara intelektual agar hasilnya jangan sampai tidak memuaskan. Keberadaan faktor ini sangat menentukan kemandirian hidup seseorang.

  1. Bayi baru lahir.

    Seorang bayi tidak benar-benar merdeka karena mereka tidak memahaminya. Keinginannya sederhana dan tidak banyak sehingga bahagianya pun cukup cepat. Saat apa yang mereka inginkan tidak dipenuhi, tidak ada protes selain menangis sekuat-kuatnya. Mereka akan semakin menangis bisa apa yang diinginkannya dapat diperoleh dengan cara menangis. Tetapi dia akan berhenti menangis saat menyadari bahwa tindakan tersebut tidak mengubah apa-apa. Bayi baru lahir tidak bebas sama sekali (0%) dibandingkan manusia pada umumnya.

  2. Anak kecil.

    Yang masih kanak-kanak memiliki keterbatasan untuk menikmati teknologi karena mereka masih berada di bawah umur. Selain itu, beberapa fasilitas penting yang dimiliki keluarga tidak dapat dipakai karena tidak mampu mengoperasikannya. Mereka perlu di temani oleh orang tua atau saudara yang lebih tua untuk menikmati fasilitas yang tersedia di dalam keluarga maupun di dalam masyarakat. Tingkat ketidakbebasan hidupnya berada pada taraf setengah harga atau sekitar 25%.

  3. Remaja – anak muda.

    Para remaja dan anak muda telah mampu menikmati fasilitas yang terdapat di dalam keluarga dan masyarakat. Hanya saja mereka butuh izin dari orang tua untuk mengakses hal-hal tertentu. Ada beberapa hal yang bisa mereka gunakan secara bebas karena telah menjadi milik pribadi seperti smartphone dan kendaraan sendiri. Akan tetapi, tidak boleh sembarangan atau terlalu berlebihan sebab biar bagaimana pun, biaya operasional berasal dari ortu. Ayah atau Ibu masih bisa mengontrol kehidupan anak muda, tatkala mulai lupa diri dan lupa melakukan tanggung jawabnya di dalam keluarga. Orang tuanya berhak menguji anak tersebut agar dewasa dalam berpikir dan bersikap. Anak muda kurang bebas (50%) karena pengaruh orang tua yang masih cukup besar.

  4. Orang dewasa, sudah kerja.

    Banyak orang yang sudah dewasa secara mental namun belum dewasa secara materi. Sikap boleh menjadi bijak karena pengaruh pendidikan dan kemampuan fokus kepada hal-hal positif tetapi masih butuh perjuangan panjang untuk mendapatkan pekerjaan tetap. Anda butuh waktu ketika mulai mendedikasikan diri terhadap sesuatu. Apa yang dilakukan tidak langsung berhasil dalam sekejap mata tetapi semuanya butuh waktu bertumbuh yang lumayan lama. Seperti layaknya petani yang tidak langsung menuai setelah bibit ditaburkan melainkan butuh waktu dan ketekunan yang panjang sampai pekerjaannya membuahkan hasil. Sekalipun sudah mandiri, anda tetap masih terikat dengan dunia pada taraf 25% lewat berbagai peraturan tertulis dan norma yang tak tertulis lainnya di dalam masyarakat.

Level kemerdekaan hidup dari masalah secara mental (merdeka secara rohani)

Merdeka hatinya, tidak ditempuh dengan cara yang mudah. Ada banyak masalah yang perlu dihadapi sampai seseorang benar-benar merdeka hatinya. Tidak ada yang bisa memerdekakan hati dari hal-hal buruk selain diri sendiri. Sekalipun teman-teman anda mampu, belum tentu anda mampu. Sekalipum guru anda mampu, ia tidak bisa mentransfer kemampuan tersebut secara mekanik atau secara otomatis ke dalam diri ini. Melainkan setiap orang yang mempelajarinya perlu pengalaman praktek yang panjang sampai memberikan hasil yang konsisten.

  1. Rendah hati.

    Semua orang lahir dalam kesombongan diri masing-masing. Sebab ada hal-hal tertentu yang membuatnya terkesan lebih baik dari orang lain. Bila orang tersebut hanya fokus pada kelebihannya dan lupa untuk menyangkal diri maka sombong akan berkuasa di dalam hati. Padahal sikap angkuh merupakan permulaan dari banyak kesalahan yang dilakukan oleh seorang manusia. Rendah hati hanya dicapai dengan menjatuhkan diri sendiri di bawah kaki Tuhan agar sikap yang buruk & berlebihan dapat dihindari. Anda bisa merdeka dari banyak pergumulan hidup yang tidak penting sebanyak 25% dengan merendahkan hati.

    Paham lain yang sejalan dengan rendah hati adalah kesederhanaan hidup. Bila kita berpatokan pada materi maka kesederhanaan sama artinya dengan tidak berfoya-foya. Menggunakan uang yang diperoleh seefisien dan sehemat mungkin agar di waktu-waktu sulit tetap memiliki cadangan keuangan yang memadai. Selain itu, mereka yang rendah hati tidak menuntut balasan dari semua kebaikan yang pernah dilakukukannya.

  2. Ikhlas dalam banyak situasi.

    Tidak semua situasi yang dihadapi mampu kita kendalikan seratus persen. Mungkin lewat serangkaian kejadian yang kita peroleh dapat bersikap legowo menghadapi fluktuasi yang menyertainya. Sekalipun seorang pemimpin, sikap hati yang ikhlas akan lebih banyak dibutuhkan karena tidak semua hal yang diinginkannya dapat dilakukan oleh orang-orang yang dipimpinnya. Sikap ikhlas yang paling efektif adalah mengikhlaskan sesuatu yang tidak melanggar aturan umum di dalam masyarakat. Pelanggaran terhadap aturan jangan hanya diikhlaskan saja tetapi ditegur dan dilaporkan juga selama kita punya hak untuk melakukannya.

    Di sisi lain, kita pun perlu mengikhlaskan kejadian yang menguras ego sendiri. Bila merasa diri mulai dengki terhadap seseorang, berikanlah pengakuan, pujian dan doa berkat di dalam hati agar ikhlas menghadapinya. Bila merasa diri tidak dihargai orang lain, tidak perlu cemburu buta: selama orang tersebut tidak melanggar aturan, kita tidak berhak menuntut untuk dihormati. Ikhlaskanlah keadaan tersebut dengan merasa bahwa “dihormati atau tidak dihormati, hati tetap bahagia karena puji-pujian kepada Tuhanlah yang menjadi sukacita jiwa.” Sikap yang ikhlas dapat menghindarkan anda sebanyak 50% dari masalah yang tidak penting. Biasanya perlu rendah hati agar kita sanggup mengikhlaskan sesuatu yang mengganggu kenyamanan fisik sendiri.

  3. Sabar itu baik.

    Orang sabar kasihan Allah. Betapa manisnya kesabaran itu sampai tindakan yang penyabar menjadi ciri khas anak-anak Allah. Sebab memang dalam seumur hidup kita, ada banyak momen yang perlu dilalui sambil menunggu sesuatu. Menunggu beberapa menit terasa bukan masalah, akan tetapi menunggu berjam-jam, berhari-hari, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan bisa membuat stres. Sebelum hal tersebut terjadi, berupayalah untuk menjadi penunggu yang aktif melakukan hal-hal positif agar bisa melalui proses tersebut dengan hati yang bersuka. Keahlian menunggu momen yang tepat sebelum bertindak dapat menjauhkan anda dari masalah sebanyak 75%. Orang yang sabar sangat memerlukan keikhlasan dan kerendahan hati saat menanggapi situasi yang kurang mendukung.

  4. Fokus kepada Tuhan.

    Tidak ada kemampuan multifungsi di dunia ini sehebat aktivitas fokus kepada Tuhan. Anda bisa mengatasi seribu satu hal yang tidak penting dalam sehari dengan fokus kepada firman, doa dan puji-pujian memuliakan nama-Nya. Aktivitas ini pun dapat dilakukan secara multitasking sambil mengerjakan hal-hal ringan lainnya. Misalnya seperti sambil membersihkan rumah, sambil membersihkan pakaian, sambil merawat tanaman, sambil bermain game, sambil berkendara dan lain sebagainya.

    Beberapa hal yang membuat anda gagal fokus kepada Tuhan adalah keinginan yang salah, kesombongan diri, rasa bersalah dan termasuk karena kurang tekun melakukannya. Lebih mudah mengatur suasana hati saat fokus kepada Tuhan menjadi selalu berbahagia dan tidak terpengaruh dengan rasa yang didesak-tendangkan lingkungan ke hadapan kita. Kebiasaan ini bisa mengatasi kebanyakan masalah, yaitu 99,99999%.

Kesimpulan

Merdeka secara pengetahuan adalah tidak ada lagi yang menegur atau mengingatkan kita untuk melakukan ini dan jangan melakukan itu sebab kita tahu dan sadar betul dengan apa yang sedang dijalani saat ini. Dan pada akhirnya, teknologi (hasil dari banyak pengetahuan) akan membantu kita untuk merdeka dalam banyak hal positif selama hidup di dunia ini.

Fisik kita tidak pernah merdeka secara nyata sebab ada orang lain dan ada makhluk lainnya di sekitar. Ada peraturan yang ditetapkan oleh sistem untuk di taati yang mengikat secara nyata. Juga ada peraturan kelompok atau aturan pribadi yang kita tetapkan sendiri sehingga membatasi diri untuk melakukan ini dan itu/ membatasi diri untuk mengonsumsi ini-itu/ membatasi diri untuk memikirkan ini-itu. Demikian juga secara psikhis, kita tidak bisa terlalu bebas karena membatasi otak untuk berprasangka buruk, berpikir negatif dan sakit hati. Artinya, kebebasan mutlak tidak ada sebab dunia berada di antara dua sisi layaknya mata uang. Tiap-tiap orang perlu memilih untuk berada di sisi yang mana. Tidak ada seorang pun yang dapat hidup bebas menjalani sisi negatif dan turut pula menekuni sisi positif tetapi yang terjadi adalah melapangkan diri di satu sisi dan membatasi diri di sisi lainnya. Siapa pun mampu tetap berbahagia di tengah banyaknya perbedaan tingkat kemerdekaan hidup asalkan selalu fokus kepada Tuhan.

Salam, Pada akhirnya kemerdekaan
yang seutuhnya
tidak pernah kita dapatkan
karena di dalam dunia
ada dua jalan
yang tidak bisa
ditapaki secara bersamaan.
Tetapi setidaknya
merdekanya kita di jalan yang benar
tidak perlulah merdeka di jalan yang salah
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.