Kesombongan Kecanduan Yang Menyenangkan

Kesombongan Kecanduan Yang Menyenangkan

Apa lagi yang diinginkan manusia di dunia ini selain hidup bahagia? Tidak ada seorang pun yang bisa mengelak dari keinginan tersebut. Suatu keinginan yang tentulah menjadi sebuah kebutuhan yang diidam-idamkan oleh semua orang. Bahkan beberapa orang yang kurang pertimbangan, rela menghalalkan berbagai cara semata-mata untuk membuat dirinya senang di segala waktu. Katakan saja bahwa kesenangan itu mudah dibagikan, semudah tersenyum kepada orang lain. Lantas anda ingin mengambil rasa senang tersebut agar selalu ada di segala waktu. Usaha yang dilakukan adalah dengan tetap tersenyum, saat bergembira, saat menangis, saat belajar, saat bekerja bahkan tetap senyum-senyuman manis saat sedang sendiri.

Usaha yang bagus jika kita punya salah satu tujuan hidup yakni untuk bahagia. Suatu rasa yang menurut orang awam bisa dicapai dengan banyak cara dan metode yang berbeda-beda. Mulai dari bersikap yang baik dan benar dari hari ke hari, aktif memberi lebih lebih baik daripada menerima. Karena bahagianya diri bergantung kepada aktivitas yang kita lakukan. Apakah semuanya itu sudah di arahkan kepada tujuan-tujuan positif? Sebab tindakan bertujuan negatif juga bisa terasa menyenangkan untuk sesaat saja. Tetapi apalah artinya tiga puluh detik yang menyenangkan, bila harus dibalas dengan dua puluh empat jam yang memahitkan karena dihimpit rasa bersalah? Lagipula semakin besar kesalahan yang dilakukan, semakin panjang kenangan seputar hal tersebut maka semakin lamalah galaunya hati saat mengingat kejadian yang sama.

Ada orang-orang yang menghidupkan bahagianya lewat konsumsi materi yang lebih bernilai. Berpikir bahwa barang-barang mahal dapat membuat hari-harinya menyenangkan. Namun berujung sia-sia karena tenggelam dalam bosannya megah-megah kehidupan. Beberapa yang lain mengira bisa menemukan bahagia lewat konsumsi materi yang jumlah porsinya ekstra jumbo. Namun tidak lama kemudian malah diserang oleh penyakit kronis yang tidak ada habisnya. Mereka awalnya menganggap materi sebagai sesuatu yang mendatangkan kebahagiaan kelas dua. Lebih mendedikasikan hidup pada yang baik dengan tidak fokus pada materi. Sayang, mereka tidak tahan untuk terus berbuat baik karena berat derita yang menyertainya. Setengah putus asa yang disemangati oleh film-film duniawi, membuat mereka mulai berpikir untuk lebih banyak lagi mengejar materi karena kesenangan itu bisa dibeli dengan mudahnya.

Film-film duniawi yang syarat dengan kebanggaan dan kemewahan mengajak kita untuk menyombongkan diri dengan demikian hidup seperti layaknya penguasa kaya raya. Tidak dapat dipungkiri bahwa hari-hari menikmati hidup adalah saat-saat yang memukau untuk dibicarakan, setelah kesombongan berkembang dari dalam pikiran. Merasa hidup sudah lebih baik dari orang lain karena kelimpahan materi yang sesekali di umbar lewat kata-kata. Menjalar terus rasa angkuh itu dalam bentuk bentuk yang lebih sederhana yang dipamerkan di media sosial. Tidak masalah, selama hal tersebut adalah euforia yang menghinggapi pengalaman perdana/ pertama. Akan tetapi, setelah terbiasa suara yang berbangga-bangga itu meredup juga. Lain halnya dengan orang-orang yang sudah ketergantungan dengan keangkuhan yang menyenangkan. Dirinya akan terus berupaya mencapai puncak yang lebih tinggi semata-mata untuk merasa senang.

Televisi di zaman kami masih muda sangat memfokuskan pencapaian hidup pada kenikmatan dan kemuliaan duniawi yang tinggi-tinggi. Seolah-olah hanya orang-orang besar, kuat dan berkuasalah yang bisa hidup bahagia. Padahal di zaman modern ini, cukup memiliki Tuhan di dalam hati maka siapa saja bisa bahagia.

Hidup dalam ilusi merupakan salah satu akibat dari keburukan candu menonton film. Kami sendiri pun gemar menonton TV tetapi tidak fokus kepada gejolak sosial dan gejolak emosi yang termuat di dalamnya. Sebab besar sekali efek merasa diri seperti artis dan mengalami hidup seperti yang dialami tokoh. Bila hati terlalu mengidolakan rangkaian drama tersebut, muncul generalisme terhadap tokoh yang disukai. Artinya, kita menganggap bahwa semua hal yang diperankan tokoh adalah benar dan patut ditiru. Padahal tidak serta-merta demikian sebab semua kisah dalam film/ sinetron/ reality show/ berita dan yang lainnya telah dibubuhi efek megalomania. Ada hal-hal tertentu di dalamnya yang dibesar-besarkan atau ditiadakan sama sekali agar terciptalah cerita yang seru penuh kontroversial. Membanggakan tokoh tertentu bisa membuat penonton ketergantungan dan meniru lakon yang tidak sehat.

Televisi/ film/ sinetron tidak pernah menyajikan tokoh yang sempurna tetapi selalu bermasalah sehingga memicu konflik dan tidak baik untuk ditiru, tetapi enak & seru untuk ditonton.

Film adalah ilusi yang bisa saja membuat anda merasa hebat. Ini terjadi bukan tanpa alasan tetapi karena ada kemiripan prinsip dan sikap yang diperankan artis dengan yang kita lakukan sehari-hari. Bangga karena seolah-olah kisah hidup kita diangkat dalam sebuah cerita, padahal itu hanyalah kebetulan dari suatu anomali sandiwara perfileman. Bangga satu dua kali terhadap suatu peristiwa, tidak berakibat fatal akan tetapi bila terus-menerus diingat dalam pikiran  dan sering diumbar dalam bentuk kata-kata angkuh. Dua kebiasaan ini sangat menyenangkan sampai membuat candu dan tergila-gila dengan diri sendiri. Sikap egomania justru bisa mengarahkan orang untuk melakukan kekerasan saat apa yang diinginkannya tidak dituruti. Orang tersebut cenderung sangat benci dan fobia dengan segala karya/ teori/ paham/ pandangan yang tidak sesuai dengan dirinya. Keadaannya bisa bertambah parah karena paranoid terhadap perbedaan kecil di dalam masyarakat. Terbiasa menyombongkan diri membuat seseorang berani berbicara dan bertindak kasar saat keadaan tidak seperti yang dipintanya. Padahal peraturan yang berlaku masih mentolerir perbedaan persepsi tersebut.

Tinggi hati bisa membuat seseorang dengan mudah membenci sesuatu. Keangkuhan membuat hati sangat sensitif dengan perbedaan persepsi. Seolah-olah ada rasa benci yang berkembang ketika sesuatu yang tidak kita sukai terjadi. Padahal itu hanyalah sebuah kepura-puraan sandiwara televisi yang ada demi keanekaragaman karakter tokoh dan untuk memulai/ memicu konflik sehingga cerita semakin seru dan diminati penonton. Anda tidak perlu khawatir sebab ilusi tetap hanya ada di balik layar kaca sedang yang terjadi di dunia nyata pasti sudah sesuai dengan aturan yang benar: peraturan Tuhan & aturan negara.

Dunia bisa seolah-olah melegalkan kesombongan kita, sebab kenyataannya memang diri ini adalah orang yang berkelebihan dalam sisi-sisi tertentu. Tidak ada orang yang akan menegur kata-kata yang sok-sok’an karena memang kenyataannya demikian. Tetapi bagaimana jadinya rasa bangga tersebut ketika masa aktif kelebihan anda kadaluarsa? Dengan apa lagi berbangga hati bila ternyata ada yang lebih baik di luar sana? Ada orang yang lebih kreatif menemukan dirinya bisa senang jika mampu mencapai  rekor aneh di seluruh dunia. Melakukan sesuatu bukan karena dirinya membutuhkannya tetapi karena ingin menjadi pusat perhatian semua manusia. Keadaan ini bisa menggiring seseorang menjadi over kapasitas dan stres karena hari-hari terlalu sibuk mencari sensasi terpuji di jagad maya.

Mengalahkan taktik lawan itu baik. Anda adalah orang yang beruntung jika mampu melewati berbagai konspirasi manipulatif yang hampir menyentuh semua lini kehidupan. Hati bersenang-senang ketika mampu mengeluarkan diri sendiri dari zona negatif yang sengaja di buat lawan. Ada kesenangan yang sangat besar yang ingin menendang ke luar. Bila tidak mampu ditahan lewat sikap yang menyangkal diri maka akan meluaplah kata-kata sombong penuh cemooh terhadap lawan. Tantangan hidup pun terus bergulir dan kemenangan semu diperoleh tetapi langsung diumbar dalam bentuk kata-kata yang syarat arogansi. Orang yang ketergantungan menyombongkan diri akan menemukan kepahitan ketika menyadari bahwa lawan masih jauh lebih baik dalam banyak hal. Perkataan angkuh yang awalnya menyenangkan malah memberatkan karena tingginya rasa bersalah dan lenyapnya ide-ide positif.

Menyombongkan diri memang menyenangkan, kata-kata pun bisa dikotori oleh arogansi karena ada niat untuk balas dendam menyakiti lawan. Bahkan sesuatu yang kita kenal dengan kata-kata motivasi menjadi syarat dengan kebanggaan diri dan penuh ejekan terhadap pihak-pihak tertentu. Sadarilah bahwa hal-hal negatif semacam ini bisa melemahkan kreatifitas dan membunuh ide-ide positif. Oleh karena itu, memaafkan lebih baik dan ikhlas menerima rasa sakit lebih melegakan jiwa. Biarkan musuh menang dan tanggunglah penderitaan anda, tetapi jangan biarkan diri sendiri melakukan hal-hal yang salah (termasuk bersikap tinggi hati) sebab dengan demikian musuh-musuh anda lebih bersenang-senang.

Ada juga orang-orang yang senang bahagianya dicapai dengan mencari aman, hidup menyendiri jauh dari tetangga dan kebisingan di benteng yang kokoh. Mereka mewujudkan kesenangannya dengan bertindak tegas mengeliminasi hal-hal kecil yang mengganggu. Padahal kesenangan yang dicapai dengan memanjakan diri membuat hidup lebih rapuh layaknya kanak-kanak yang kurang rajin belajar. Justru recehan seputar komunikasi dan aktivitas yang beradu antar manusia melatih otak untuk mengatur fokus pada kesenangan yang stabil. Ada kekuatan baik yang konsisten di tengah penatnya panca indera. Bahagianya hati tidak lagi mudah goyah oleh hal-hal kecil yang tidak terkendali sebab mampu ikhlas, sabar dan rendah hati. Kesombongan diri yang lebih banyak membesar-besarkan persoalan akan redup, mundur dan menghilang seiring berlalunya waktu-waktu pembelajaran hidup.

Kesimpulan

Menganggap kebenaran pribadi harus selalu dituruti oleh orang lain adalah kurang tepat. Sebab yang lebih tinggi dari kebenaran pribadi adalah hukum dan peraturan yang berlaku di dalam masyarakat. Akan tetapi yang lebih tinggi dari hukum negara adalah kebenaran hakiki (kasihilah Tuhan seutuhnya dan sesama manusia seadil-adilnya).

Berhenti menggunakan kelebihan anda untuk balas dendam menyakiti lawan. Sebab dengan demikian, kemampuan tersebut tidak akan bisa memajukan anda. Ide-ide positif akan hilang secara berangsur-angsur ketika hati mulai dikotori oleh niat jahat. Sebelum hal itu terjadi, maafkanlah lawan-lawan anda dan ikhlaslah menerima derita yang harus anda alami. Sebab penderitaan anda sudah sesuai aturan di dalam masyarakat dan direkomendasikan oleh Firman Tuhan. Sabarlah dan miliki sikap yang rendah hati karena badai pasti berlalu.

Sombong adalah sikap dengan tingkat keparahan yang tinggi karena dapat merusak wadah positif dalam kehidupan manusia. Sifat yang terwujud karena diri sendiri berasa lebih baik dari orang lain, entah itu nyata atau semu. Ada yang namanya kesombongan dalam ilusi yang didorong oleh perasaan sama terhadap karya seni populer. Merasa kisahnya diangkat oleh film-film sehingga muncullah kebanggaan diri. Awalnya ini menyenangkan yang disertai dengan kebanggaan terhadap diri sendiri. Orang yang kecanduan dalam ilusi karya seni untuk menemukan kesenangan cenderung merasa diri paling benar dan paling utama dibandingkan yang lain. Ketika menghadapi situasi yang tidak sesuai dengan keinginannya, muncullah perlawanan dan sikap kasar yang mengacaukan kehidupannya sendiri. Egomania yang timbul setelah tinggi hati membuat orang tersebut menolak, membenci dan menghina habis-habisan karya yang tidak disukainya. Tetapi karya seni yang mirip-mirip dengan keinginannya akan ditiru tanpa pikir panjang. Akibatnya yang buruk-buruk pun dicopy-paste membuat hidupnya diujung tanduk.

Salam, Karya seni memicu rasa bangga.
Seraya bersenang-senang.
Akhirnya hidup kacau balau
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.