10 Cara Menjaga Kesehatan Gigi

Cara Menjaga Kesehatan Gigi

Gigi dan makanan tidak bisa dipisahkan. Bagai dua sejoli yang jalan cintanya berbeda, saling ada jotos, adu ketangkasan sampai yang lemah dilumatkan. Tidak ada yang kalah atau pun menang, baik yang keras mau pun yang telah melembut sama-sama senang. Yang lembut akan didorong masuk dengan riang sedang yang keras berbaris menonton sambil bersorak-sorai. Demikianlah bahagianya makanan dihancurkan oleh para gigi yang terus menangis sampai makanan tersebut lembut di mulut. Tidak ada pihak yang tidak bahagia di tempat dimana keberadaannya bermanfaat; karena itulah yang menjadi tujuan awalnya semenjak ia dibuat oleh tangan-tangan ahli dan mesin-mesin mengagumkan di pabrik roti.

Tidak masalah bila tidak memiliki gigi tetapi ada beberapa kesenangan yang tidak dapat dinikmati. Bagi yang memilikinya dalam keadaan sehat dapat menikmati semua jenis makanan dan minuman yang ada kecuali bagi orang yang alergi terhadap sesuatu. Seperti persepsi kebanyakan orang, “hanya makananlah yang menjadi bagian dari diri kita yang dibawa kemana-mana.” Memang masih ada kenikmatan hidup lainnya, beberapa hanya bisa digunakan sesaat saja dan beberapa yang lainnya perlu ditinggalkan begitu saja. Pakaian indah dan perhiasan lainnya merupakan kenikmatan sesaat yang dapat digunakan di waktu-waktu tertentu saja. Sama halnya dengan pemandangan di lingkungan sekitar yang memukau hati, tidak bisa dikantongi untuk dibawa pulang walau bisa diabadikan dalam jepretan kamera foto.

Menjaga kesehatan gigi merupakan langkah awal untuk memastikan bahwa kita dapat menikmati makanan dan minuman apa saja yang menarik hati. Mulai dari santapan yang lembut sampai sekeras permen membutuhkan kunyahan agar rasa yang terkandung di dalamnya meluruh menembus indera pengecap. Mengunyah lebih banyak butuh ketegasan terutama untuk bahan pangan yang agak keras dari buah-buahan. Tetapi kadang-kala untuk menghancurkan yang terkuat tidak butuh kekerasan kunyahan, melainkan hanya butuh sentuhan/ jilatan/ isapan yang sabar seperti saat mengemut bon-bon. Tidak perlu dijelaskan bagaimana cara makan ini-itu (kecuali saat makan obat, caranya lain-lain) sebab aktivitas makan adalah eksplorasi sederhana yang menantang di waktu senggang.

Cara memelihara gigi agar tetap sehat

Bila kita hendak menjaga sesuatu dari sesuatu yang lain, kita perlu yang namanya standar. Suatu keadaan yang menunjukkan bahwa gigi berada dalam kondisi fit merupakan indikator kesehatan. Contohnya adalah tidak sakit, tidak bengkak, tidak berlubang, tidak berbau dan lain sebagainya. Keadaan semacam ini perlu dijaga karena ancaman penyakit bisa datang dari mana saja. Oleh karena itu, persiapkan diri dari sekarang yang dimulai dengan memperluas pemahaman dan pengetahuan tentang teknik sederhana merawat keuletan yang mendatangkan faedah bagi diri sendiri dan bila perlu orang lain juga.

  1. Meminum air putih.

    Apa yang lebih penting dari air? Hanya sajal kebanyakan manusia mudah sekali melupakan aktivitas ini seiring dengan banyaknya kesibukan yang lain. Sekalipun ada banyak hal yang perlu kita kerjakan sehari-hari, berupayalah untuk meletakkan gelas airmu di samping meja kerja. Biasanya dengan meletakkan sesuatu lebih dekat maka besar kemungkinan ingatan untuk minum air tetap kentara. Bila perlu mohonkan agar Tuhan mengingatkan anda untuk meminum air sambil bernyanyi memuji-muji kebesaran ciptaan-Nya di dalam hati.

  2. Mengonsumsi garam.

    Garam memang baik bila dikonsumsi dalam jumlah yang tepat. Ini adalah senyawa mayor yang mendominasi laut lepas tanpa henti. Lihat saja ikan-ikan di laut, beberapa spesies memiliki ukuran gigi yang besar, runcing, tajam dan mematikan namun tidak digunakan untuk makan. Makhluk laut tidak menggigit karena lapar tetapi semata-mata karena penasaran sebab lingkungan air yang kaya garam adalah makan bergizi sehari-hari.

  3. Menyikat gigi pada waktunya.

    Segala sesuatu ada waktunya. Jika anda sudah terbiasa untuk menyikatnya dua kali sehari, jangan menunda-nunda sampai nanti tetapi lakukanlah semuanya itu tepat pada waktunya. Sikat dan odol dapat menyingkirkan kotoran makro dari sela selanya sehingga tidak ada kesempatan bakteri melakukan fermentasi yang bila dibiarkan selama beberapa waktu dapat meningkatkan pengapuran (gigi keropos). Tetapi berhati-hatilah agar lapisan emailnya tidak rusak akibat sikatan keras: lakukanlah dengan singkat dan lembut. Untuk diperhatikan, “menyikat bukanlah obat untuk menghilangkan sakit gigi.”

  4. Membersihkan gigi dengan lidah.

    Solusi saat tidak ada sikat gigi mungkin rasanya agak kurang menyenangkan, bila kebetulan lupa saat berpergian ke suatu tempat. Sebagai suatu benda yang dimasukkan ke dalam mulut, pemakaiannya sangat pribadi. Artinya, beberapa orang enggan untuk menggunakan sikat orang lain saat kebetulan lupa membawa sikat sendiri. Lagi pula waktu pergi-pergi atau waktu nginapnya cuma satu malam, jadi tidak masalah tidak menggosoknya dulu asalkan sering minum air putih dan untuk sementara membersihkannya menggunakan lidah sendiri.

  5. Menjaga pH gigi dengan air liur sendiri.

    Biasanya, perubahan tingkat keasaman di dalam mulut menimbulkan rasa kurang nyaman. Tahukah anda bahwa pH mulut lebih netral sekitar tujuh, dibandingkan dengan pH lambung yang berada pada kisaran …… pH netral tersebut bisa berubah akibat refluks cairan lambung ke tenggorokan (GERD). Juga dapat terjadi perubahan keasaman akibat fermentasi sisa makanan yang dilakukan oleh bakteri mulut dan beberapa keadaan lainnya disebabkan oleh pengotor (racun ringan). Oleh karena itu, pancing air liur sendiri dan basahilah gigi agar tingkat keasamannya yang sempat berubah kembali netral.

  6. Tutup mulut lebih sehat.

    Diam lebih baik ketimbang menjawab kata-kata negatif dari orang lain. Walau harus disadari bahwa diam-diaman seharian penuh dapat Ini sejalan dengan manfaat menutup mulut agar bakteri dan virus termasuk demu tidak hilir mudik mengotorinya. Dampak lainnya saat mulut terus-menerus kontak dengan dunia luar adalah keringnya permukaan akibat tingginya tingkat penguapan. Inilah alasannya, mengapa saat kita banyak bicara perlu lebih sering minum air putih agar kelembaban terjaga dan terhindar dari batuk yang tiba-tiba.

  7. Hindari aktivitas makan/ ngemil terus-menerus.

    Ada satu lagi hal yang bisa membuat pH mulut berubah, yaitu karena makanan dan minuman itu sendiri. Makan selama lima belas menit sampai setengah jam adalah waktu yang cukup untuk menggunakan gigi secara aktif. Lebih dari itu, aktivitas makan selama berjam-jam (misalnya saat ngemil) dapat mengubah tingkat keasamannya yang turut pula di dorong oleh aktivitas fermentasi bakteri. Oleh karena itu, mengonsumsi cemilan seharian penuh tidak dianjurkan tetapi berikanlah juga jeda bagi mulut untuk kembali pada keadaan normalnya (tingkat keasaman seperti biasa).

    Hindari terlalu banyak mengemut bon-bon. Melumat permen butuh waktu lama sehingga beresiko mengubah tingkat keasaman pada gigi sampai membuat mulut terasa kurang nyaman. Bila keadaan ini terus terjadi maka pengeroposan tidak bisa dihindari sehingga mempersingkat umurnya, alias gigi cepat patah atau cepat busuk dari keadaan normal.

  8. Hati-hati mengonsumsi makanan yang terlalu keras.

    Saat anda makan permen, lebih suka diemut atau dikunyah? Perhatikan kekuatan anda, hindari sembarangan mengunyah makanan dengan kasar. Bila anda merasa kurang mampu melumatkan panganan tersebut, lebih baik ditanggungkan sebab gigimu tidak sekuat baja yang bisa menghancurkan beton. Bila perlu, makanan yang strukturnya keras, diemut/ diisap terlebih dahulu agar strukturnya lebih ringan sehingga dapat dikunyah sampai habis. Tentu saja ini membutuhkan kesabaran dan waktu mengunyah yang lebih lama.

  9. Lebih berhati-hati saat beraktivitas.

    Aktivitas yang baik direncanakan terlebih dahulu. Bila perlu datang lebih cepat agar tidak terburu-buru untuk sampai di tempat pelaksana. Berkendara dengan hati-hati meminimalisir resiko terjadinya kecelakaan. Sebab benturan di daerah wajah dan dagu dapat mempengaruhi keutuhan gigi sampai membuatnya copot/ ompong. Berjalanlah dengan mematuhi peraturan lalu lintas dan tidak lupa untuk bekerja menyelesaikan tanggung jawab sesuai protap yang menjadi bagian penting dalam hidup kita.

  10. Mengonsumsi makanan yang seimbang.

    Makanan yang seimbang dapat membantu menjaga kesehatan gigi dari dalam. Merawatnya tetap awet hingga beberapa waktu lamanya bahkan bila perlu seumur hidup. Ini bukan soal membeli makanan mahal sebab makanan bergengsi tidak selalu sehat. Tetapi mengonsumsi sesuatu sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan badan dan sebanding dengan jumlah aktivitas yang dilakukan. Semakin sedikit aktivitas fisik maka jumlah makanan pun bisa diminimalisir. Sedangkan buah dan sayur adalah pilihan terbaik sebagai sumber vitamin dan mineral untuk memelihara prajurit penjaga putih tetap tangguh melakukan tugas negara.

Kesimpulan

Mulut adalah zona nikmat yang selalu basah di daerah kepala. Gangguan kesehatan yang terjadi di dalam rongga tersebut dapat membuat hari-hari terasa buruk, seperti sakit gigi, busuk, ngilu, patah, bau dan lain sebagainya. Akan tetapi, meminum air putih lebih sering membantunya selalu bersih bebas dari beragam penyakit. Jaga kesehatan mulut dengan membersihkannya dari sisa makanan, baik menggunakan sikat, maupun dengan lidah sendiri. Hindari aktivitas ngemil terus-menerus agar tingkat keasaman mulut tidak berubah dalam waktu lama sehingga tetap nyaman saat bekerja, belajar maupun bersantai. Lebih dari itu, konsumsilah makanan yang seimbang agar gigi ternutrisi dari dalam dan selalu berhati-hati saat beraktivitas dari waktu ke waktu.

Salam, Pelihara selagi sehat,
Agar bisa menikmati hidup
dengan maksimal
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.