7 Cara Mengatur Manipulasi Otak Tapi Bukan Menipu Diri Sendiri

Pengaturan Manipulasi Otak Tapi Bukan Menipu Diri Sendiri

Perasaan ditentukan oleh cara kita memandang kehidupan. Banyak rupa-rupa keadaan yang bergerak di sekitar dan ada pula yang statis namun memberikan warna yang menyenangkan hati. Memang ada saatnya dimana sesekali terjadi sesuatu yang yang tidak kita kehendaki. Namun tidak ada rasa khawatir terhadap hal-hal tersebut sebab ada Tuhan yang tak terlihat namun menjaga hari-hari dengan mengajari kita untuk selalu waspada dan bersikap positif. Demikian juga, ada peraturan logis yang selalu terngiang dalam hati menjaga sikap-sikap manusia terkendali pada jalurnya. Selama kita bisa menjaga sudut pandang pada area yang positif, selama itu pula hati tetap bahagia.

Dalam pemahaman awal kehidupan, manusia hanya bergantung dari apa yang dirasakan oleh panca inderanya. Saat situasi sepi, kita merasa hidup ini penuh dengan tenang. Sewaktu tidak ada suara-suara yang mengganggu, kita merasa penuh dengan damai. Ketika tidak terjadi masalah, kita merasa hidup dengan tenteram. Sayang sekali, hari-hari yang dijalani sangat situasional, tidak tertutup kemungkinan ada getaran fisik yang berpotensi mengguncang kenyamanan secara fisik. Biasanya gangguan kenyamanan tersebut hanya berupa tekanan di wilaya indera manusia. Tidak ada gangguan yang yang terlalu besar karena orang lain juga punya perasaan yang sama dan berpegang teguh pada Tuhan serta aturan yang sama.

Tidak mungkin hidup ini dilalui sendiri sebab kebersamaan turut mendatangkan yang baik dalam hari-hari kita. Tidak ada manusia sempurna yang selalu mampu memenuhi semua kebutuhannya: beberapa ada yang dapat dipenuhi sendiri dan yang lainnya diperoleh dari peran orang lain. Beranjak dari hidup bersama yang disertai dengan gejolak: manusia merasa tersakiti dan tidak nyaman dengan ramainya keadaan di sekitarnya. Dirinya seorang tidak mungkin untuk mengontrolnya sebab apa yang terjadi hanyalah aktivitas biasa yang pada saat itu berbeda dari apa yang ditekuninya. Perbedaan aktivitas atau perbedaan kepentingan ini masih berada dalam taraf yang wajar dan tentunya tidak melanggar aturan yang berlaku.

Dalam beberapa keadaan yang kita hadapi ada masalah recehan yang mengacaukan hari-hari. Ada potensi yang membuat diri sendiri melakukan kesalahan kecil sehingga hati tidak damai. Berbagai hal yang terjadi mungkin beresiko membuat tekanan rasa di panca indera sehingga jadi tidak tenang. Terdapat informasi tertentu yang menggelitik rasa cemas dalam dunia yang fana. Bila kita membiarkan diri dipermain-mainkan oleh situasi maka besar kecenderungan hari-hari menjauh dari kebaikan: dimana sikap berubah menjadi kering syarat dengan kekerasan, baik secara fisik, terlebih lagi secara verbal. Jika gejolak situasi mampu mempengaruhi suasana hati maka keadaan kita bisa terpuruk dalam sekejap.

Bila kita hanya bergantung dari penilaian fisik yang dibawakan oleh panca indera; maka kita cenderung menilai dunia buruk di sana dan jelek di sini. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, manusia tidak ingin terus-menerus terjebak dalam derita akibat tekanan yang impresif oleh panca inderanya sendiri. Manusia mulai belajar memahami situasi untuk menyesuaikan diri dengan segala gejolak yang terjadi. Kehidupan tidak selalu memihak kepada pribadi yang hanya statis layaknya benda mati. Melainkan ada juga saat dimana kita perlu bersikap dinamis mengikuti alunan keras-lembut di sekeliling sambil menyibukkan diri dengan dua tiga hal yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang di sekitar.

Percaya atau tidak, rasa sakitlah yang memaksa dan mendorong manusia untuk tidak lagi bergantung pada penampakan di panca indera. Tidak mau lagi menderita karena sesuatu yang tidak mungkin untuk dihentikannya, manusia belajar beradaptasi. Berhenti dari penyiksaan yang sering kali disodorkan oleh indera membuat manusia belajar untuk tidak fokus pada apa yang terekspose oleh inderanya. Dirinya mulai memahami bahwa tidak ada yang lebih baik selain melakukan apa yang menjadi kerinduan hati untuk memiliki hidup yang teduh. Tidak ada jalan lain untuk menempuh titik ini selain membuat diri sendiri tetap sibuk melakukan hal-hal yang bermanfaat.

Hidup yang teduh, bebas dari panasnya situasi tidak dilakukan dengan memisahkan diri dari situasi secara ekstrim. Boleh saja “menjaga jarak” tetapi tidak juga sampai membangun benteng sendiri yang bebas gangguan. Bukan pula dengan membangun rumah yang bertaman dan berpagar tinggi di atas area yang sangat luas. Sebab kemegahan dan kemewahan hidup sedikit saja keuntungannya tetapi kerugiannya banyak. Oleh karena itu, tidak ada jalan lain untuk membuat hati teduh selain dari mengesampingkan penampakan yang mengganggu panca indera. Lalu kemudian menujukan hati pada apa yang baik, apa yang benar dan apa yang adil. Tidak fokus pada apa yang diamati dari luar tetapi menetapkan diri sendiri untuk menekuni apa yang dimaksud oleh “suara hati” sebagai suatu jalan kepada keselamatan.

Tiap-tiap orang perlu belajar untuk melakukan manajemen terhadap pikiran sendiri. Tidak lagi membiarkan arus informasi yang menendang panca indera, turut pula menendang hati sehingga keteduhannya berubah kacau. Mengabaikan peristiwa di sekitar tetapi tidak mengabaikan hal-hal bermakna yang terjadi. Bukan dengan sama sekali menyendiri di dalam tabung kaca anti pecah tetapi tetap berbaur seperti layaknya manusia yang suka bersosialisasi dengan siapa pun. Mengalihkan perhatian dari peristiwa yang menurutnya tidak penting lalu beralih pada aktivitas pribadi demi kepentingan diri sendiri dan/ atau kepentingan orang lain di sekitar. Bahkan tanpa kesibukan fisik sekalipun, hati tetap sejuk dalam diam saat selalu bernyanyi memuji-muji Tuhan.

Hal-hal yang mempengaruhi pengaturan manipulasi otak

Manipulasi tidak selalu jahat. Manipulasi masih positif karena dilakukan dengan tujuan untuk mendatangkan kebaikan bagi diri sendiri maupun orang di sekitar serta lingkungan kehidupan kita secara keseluruhan. Pengaturan manipulasi otak adalah mengkondisikan suasana hati selalu positif sekalipun kondisi di sekitar dan di dalam kehidupan sendiri tidak selalu baik. Pada prinsipnya usaha tersebut dilakukan dengan latihan terus-menerus untuk memisahkan suasana hati dari apa yang diamati. Memang apa yang diamati indera tidak semuanya buruk tetapi kalau ada yang kurang baik, kita bisa mengantisipasinya sehingga tidak memperkeruh/ memperburuk keputusan dan pilihan hidup. Berikit ini adalah faktor yang mempengaruhi pengaturan manipulasi otak.

  1. Fokus kepada Tuhan.

    Inti dari pengaturan yang baik untuk memanipulasi otak adalah hati yang selalu memuji-muji Sang Pencipta. Lihatlah alam sekeliling dari ujung ke ujung, tidak semua hal yang ada di dalamnya dapat kita cerna namun semua keheranan yang anda temukan dapat dijadikan sebagai syair lagu untuk memuliakan Allah. Fokus kepada Tuhan (bernyanyi, berdoa, membaca firman) lebih berasa nikmatnya daripada kenikmatan materi dan kemuliaan duniawi. Sebab gemerlapan dunia yang ada hanya bisa dinikmati sesekali untuk sesaat saja tetapi nikmatnya fokus kepada Tuhan dapat dirasakan kapan pun dan dimana pun.

    Tidak ada yang bisa membuat manusia belajar mengendalikan pikirannya selain dari Tuhan pencipta yang agung. Bila anda ingin belajar mengatur hati maka hal pertama yang diperlukan adalah mengembangkan kemampuan fokus kepada Tuhan. Lakukanlah kolaborasi sederhana dari lagu ringan yang dibawakan oleh orang-orang populer kemudian menghubung-hubungkannya dengan peristiwa yang dihadapi agar lebih variatif. Manfaatkan waktu luang agar tidak terbuang sia-sia karena kebiasaan ini membantu memperbaiki kepribadian kita yang kadang retak oleh situasi.

    Nikmatnya memuliakan Tuhan setara bahkan lebih baik dari kenikmatan dan kemuliaan duniawi. Sebab hal-ha duniawi hanya dapat dinikmati sesekali dan sesaat saja sedangkan fokus kepada Tuhan nikmatnya terus-menerus, kapan pun dan dimana pun berada.

  2. Mencari kesibukan positif.

    Kesibukan positif membuat otak selalu aktif. Kesibukan merupakan cara terbaik untuk mengalihkan hal-hal buruk dalam daging agar tidak keluar. Perkara negatif tidak memiliki kesempatan untuk mengetori kebahagiaan anda sebab selalu sibuk pada yang benar. Anda tidak bisa memanipulasi suasana hati menjadi positif sementara sibuk memperjuangkan yang negatif. Mustahil mampu bahagia bila kita bersikap buruk kepada sesama sebab sikap kasar tersebut beresiko menimbulkan rasa bersalah yang melenyapkan ketenangan jiwa. Kesibukannya bisa berupa belajar, bekerja, berolahraga, menulis, menekuni hobi, main game dan lain-lain. Bila dimungkan, tulislah sesuatu, buat syair lagu, ceritakan kehidupan sendiri dan rangkai mimpi menjadi sebuah kisah. Kebiasaan menulis membantu membangun emosi positif di waktu luang.

  3. Tetap positif dalam masalah.

    Beberapa masalah ada penyelesaiannya, sedang masalah lainnya hanya perlu dibiarkan berlalu begitu saja, terlupakan seiring berjalannya waktu. Pada awal-awal kehidupan, adalah hal normal bila persoalan hidup dapat membuat hati sakit dan jauh dari damai. Akan tetapi, kedewasaan mengajari kita untuk tidak terbawa dengan suasana negatif yang disetrum oleh suatu permasalahan. Tidak perlu terbawa emosi karena memikir-mikirkan perkara tersebut melainkan tetaplah fokus kepada Tuhan dan hal-hal baik lainnya.

  4. Tidak menipu diri sendiri.

    Sekalipun pengaturan yang tertulis berhubungan dengan manipulasi atau lebih dikenal sebagai kelicikan yang tersembunyi. Bukan berarti kita bisa memanipulasi segala hal dalam hari-hari dijalani ini. Contohnya, saat hendak makan kue ini, anda membayangkannya, seolah-olah memakannya memikirkan betapa nikmatnya rasanya,  dan senang karena hal tersebut. Tindakan semacam ini jelas manipulasi sesat karena semua itu hanya permainan pikiran yang sama saja dengan menipu diri sendiri. Biar bagaimana pun kita perlu menerima kenyataannya bahwa apa yang diinginkan sedang tidak ada karena suatu alasan. Tetapi jangan khawatir, kita tetap bahagia menjalaninya, sebahagianya orang yang sudah kenyang karena senantiasa memuji-muji Tuhan di dalam hati.

  5. Menjaga keinginan.

    Sadar atau tidak, dunia ini penuh dengan godaan. Ada banyak hal di sekitar yang membuat dorongan dalam hati untuk menginginkan ini-itu. Bila kita terpaku pada hasrat tersebut maka kita tidak akan pernah bahagia sebelum memilikinya. Artinya, tidak masalah menginginkan ini-itu tetapi bila belum waktunya dan belum cuku dana. Sebaiknya kita tidak memikir-mikirkannya di dalam hati atau membayangkan bagaimana rasanya seolah hal tersebut ada di depan mata menjadi kepunyaan pribadi. Sadarilah bahwa kebiasaan ini bisa merenggut kebahagiaan kita terpukul oleh kekecewaan karena nafsu yang tidak terwujud/ terwujudnya masih sangat lama. Fokus kepada nafsu justru semakin mengganggu pengaturan positif terhadap suasana hati sehingga bahagia semakin jauh. Namun di sisi lain, kekusutan dan kegalauan hati malah mendekat.

  6. Memelihara Kesehatan otak.

    Agar pikiran kita senantiasa jernih, kita perlu mengisinya dengan hal-hal yang baik. Tidak perlu memperdalam masalah yang beresiko membuat suasana hati menjadi kalut. Tetapi pikirkanlah hal-hal yang baik maka hidup pun berjalan dengan semestinya. Jangan sampai lupa untuk menjaga asupan air sehari-hari, setidaknya dua liter perhari untuk orang dewasa. Konsumsilah garam secukupnya atau turunannya serta goyang-gelengkanlah kepala sesering mungkin agar otak ternutrisi dengan baik. Kesehatan otak secara fisik perlu dijaga terus-menerus agar bahagianya hatipun selalu kentara.

  7. Kopi paste rasa senang.

    Dalam pengaturan manipulasi otak, bagaimana kita menciptakan rasa senang yang terus-menerus itu? Dengan menikmati materi, kita hanya merasakannya dalam sesaat saja lalu hilang begitu saja seiring dengan lenyapnya rasa di panca indera. Akan tetapi, pola suasana hati yang sedang senang tersebut dapat kita hafalkan setelah pengalaman bertahun-tahun menikmati hidup. Manfaatkanlah pola yang telah diingat oleh memori otak tersebut sebagai cetakan sehingga rasa senang yang sama bisa dicicipi untuk kesekian kalinya. Sedangkan untuk mempertahankan hati yang bersenang-senang itu yang perlu dilakukan adalah bernyanyi memuliakan Tuhan sambil menyelesaikan pekerjaan yang baik lainnya.

Kesimpulan

Pengaturan manipulasi otak terlahir di tengah pahitnya rasa sakit akibat indera yang mudah terganggu. Bila manusia menggantungkan hidup seutuhnya pada apa yang dicitrakan panca indera maka kebahagiaan, kedamaian, kelegaan dan ketenteraman hati tidak bisa tercapai. Sebab tidak mungkin menepis sekelumit kekacauan kecil yang terjadi di sekitar kita. Oleh karena itu, hal terbaik yang dapat kita lakukan adalah dengan tidak fokus pada hal yang mengganggu melainkan fokus pada aktivitas positif yang dilakukan. Dengan memuji-memuliakan Tuhan di dalam hati, hidup pun tetap bahagia sepanjang waktu. Begitu juga saat belajar, bekerja dan berbagi kebaikan kepada sesama dapat membuat hati berbahagia melewati masa-masa yang disertai gejolak.

Salam, Situasi yang buruk
tidak bisa memperkeruh hati
karena selalu fokus kepada Tuhan
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.