Kesetaraan Rasa Dalam Hati – Apa Yang Mempengaruhi Kesamaan Persepsi Hati Mencerna Segala Kenikmatan

Kesetaraan Rasa Dalam Hati – Apa Yang Mempengaruhi Persamaan Persepsi Hati Mencerna Segala Kenikmatan

Kami punya smartphone buatan Asia, cukup murah-meriah yang telah digunakan selama satu tahun lebih. Selama itu, kami menggunakannya dalam berbagai kondisi termasuk di saat-saat ekstrim sehingga kacanya retak-retak akibat terjatuh. Ada rasa puas-bahagia di dalam hati saat memakainya karena dapat melakukan banyak hal: mulai dari jalan-jalan di dunia maya, menyapa teman-teman di media sosial, bermain-main dengan game, menyimpan pesan dan termasuk mengerjakan tugas-tugas. Lantas di dalam iklan televisi kami melihat Iphone (Apple) yang kelasnya lebih tinggi dan lebih mahal. Menurut anda: lebih bahagia mana “yang menggunakan smartphone biasa dengan layar kaca agak retak” atau yang menggunakan smartphone paling mahal sedunia.“

Bila kita mengamati kedua barang ini dengan seksama menggunakan panca indera maka Iphone (Apple) lebih menarik, lebih elegan, lebih berwibawa, lebih mahal, lebih bergengsi di bandingkan dengan smartphone China yang murah-meriah. Tetapi kalau ditinjau dari segi fungsinya, bisa dikatakan hampir sama/ mirip-mirip, sekalipun ada perbedaan, tidak terlalu besar. Perasaan kami senang-senang saja saat menggunakan gadget butut yang tampilannya kusut dan retak-retak. Sederhana memang tampilannya tetapi gadget tersebut sangat membantu pekerjaan dan cukup berdaya guna mencari penghiburan. Keadaan ini menunjukkan bahwa banyak perbedaan yang diidentifikasi oleh panca indera tetapi pikiranlah yang memutuskan apakah kita bahagia atau tidak menikmatinya.

Banyak perbedaan yang diidentifikasi oleh panca indera pada materi/ kekayaan/ harta yang kita miliki tetapi pikiranlah yang memutuskan apakah kita bahagia atau tidak menikmati hal-hal tersebut.

Keadaan ini sama halnya ketika kita ditawarkan dengan rumah mewah dan rumah sederhana. Menurut anda, siapa yang lebih bahagia dari kedua properti yang sangat berbeda itu? Secara tinjauan panca indera yang lebih menarik adalah orang yang hidup dalam kemewahan dan kebesaran materi sedangkan yang sederhana itu kecil dan tidak begitu mencolok. Dengan demikian orang yang hidupnya mewah dapat tertawa terbahak-bahak, merasa sombong sendiri karena yang dimilikinya lebih dari yang lain menurut pengamatan panca indera. Orang kaya raya memang sangat bersenang-senang dengan apa yang dimilikinya. Lain halnya dengan si miskin terlihat tetap hidup namun tidak sesenang yang mewah materinya. Akan tetapi, bila ditanya kepada keduanya, “apakah bahagia?” Pasti jawaban keduanya sama: “ya saya bahagia.”

Orang super kaya bisa lebih banyak tertawa untuk bersenang-senang dibandingkan orang yang miskin, tetapi keduanya sama-sama bahagia. Hanya saja kebahagiaan orang kaya dapat disaksikan oleh orang banyak lewat tingkahnya yang mencolok dan pameristik namun kebahagiaan orang miskin kadang tidak tampak oleh siapa pun karena sikapnya biasa-biasa saja.

Indera manusia memang sudah bekerja dengan semestinya lalu menerjemahkan dunia secara berbeda-beda. Ada hal-hal sederhana, ada yang sedang-sedang saja dan ada pula yang besar-besar. Tiap-tiap bagian materi ada bagian-bagiannya dimana dapat dikategorikan berdasarkan fungsinya. Fungsi berhubungan dengan manfaat yang dapat didatangkan suatu materi dalam hidup kita. Selama fungsinya sama maka nilai barang tersebut juga sama dalam kehidupan ini.  Di sisi lain ada hal yang mempengaruhi penilaian kita yaitu harga dan popularitas materi tersebut. Saat suatu harga barang lebih besar dari barang lainnya maka pembelinya akan dimungkinkan untuk mengumbar nilai barang tersebut kepada rekan-rekannya. Barang yang lebih populer lebih ramai dibicarakan orang termasuk media entertainment ternama dan media sosial. Jadi, harga dan popularitas barang berhubungan dengan rasa bangga yang tinggi.

Nilai materi berbeda-beda tetapi bahagia yang ditimbulkannya tidak ada bedanya asalkan fungsi materi tersebut sesuai kebutuhan.

Hal-hal yang mempengaruhi penilaian indera

Dunia informasi yang berputar kencang di sekeliling kita sangat mempengaruhi kinerja panca indera. Akibatnya, fokus kepada hal-hal tersebut sangat tinggi yang meningkatkan nilainya. Keadaan ini turut didorong oleh adanya keinginan yang kuat untuk memilikinya. Bila seseorang semakin fokus pada faktor-faktor pendukung ini maka muncullah niat untuk mendewakan materi yang menciptakan ilusi seolah-olah “seseorang tidak bisa senang bila tidak memiliki barang tersebut.” Padahal semuanya itu tidak benar sebab dengan materi yang sederhana pun sudah bisa senang asalkan fungsinya serupa. Sederhana di sini bukan berarti di bawah standar melainkan manfaatnya sesuai dengan kebutuhan saat itu. Berikut ini beberapa faktor yang mempengaruhi persepsi materi.

  1. Bentuk dan ukuran.

    Ada dua benda: motor biasa dengan motor sport. Dari segi bentuk dan ukurannya sangat berbeda. Tetapi secara fungsi, keduanya dapat membuat siapa saja datang tepat waktu di lokasi yang sama. Di sisi lain, motor sport lebih boros dari motor biasa sebab untuk menghasilkan suara yang sangar butuh bahan bakar yang lebih. Keduanya pasti merasa senang selama perjalanan asalkan tidak ada yang celaka. Bila mengendarai motor sambil memuji-muji Tuhan di dalam hati pasti bahagianya penuh sehingga tidak ada bedanya. Artinya, bentuk dan ukuran bisa berbeda tetapi senangnya hati menikmati sesuatu sama saja karena dilakukan dalam rasa syukur sambil memuliakan Tuhan di dalam hati.

  2. Harga produk.

    Harga baju kaos dengan harga baju berbahan jeans berbeda. Keduanya dibandrol dengan berbagai corak dan model yang berbeda namun fungsinya sama-sama bisa menutup aurat. Mungkin kelebihan baju jeans dapat dipamerkan dalam gaya yang lebih stylists di akun-akun media sosial yang dapat menuai pujian hangat. Tetapi, saat kedua pemakainya ditanya tenang bagaimana rasanya? Pasti jawabannya sama, “saya senang memakai baju ini?” Tidak ada kesaksian bahwa “yang ini bisa menghasilkan emas otomatis tiap-tiap menit.” Jika masing-masing beraktivitas sambil memuliakan Tuhan di dalam hati, pasti masing-masing merasakan kebahagiaan yang sama.

  3. Popularitas produk.

    Ada obat farmasi yang populer dari berbagai media dan ada obat pasaran yang sangat dikenal di antara masyarakat. Keduanya punya fungsi yang sama, dapat menyembuhkan penyakit ini-itu jika digunakan dengan tepat. Satu-satunya perbedaannya adalah sedikit rasa bangga di dalam hati karena obat yang digunakan banyak digunakan oleh artis. Apapun yang digunakan, hati tetap senang melakukannya terlebih ketika penyakitpun menjadi sembuh. Di atas semuanya itu, material apa pun yang dikonsumsi bila dibarengi dengan rasa syukur dan pujian hati untuk Tuhan.

Hal yang mempengaruhi kebahagiaan hati saat menikmati materi

Materi dapat memicu ilusi jika manusia fokus pada hal-hal tersebut. Seolah-olah ada sesuatu yang lain dapat membuatnya senang: yang disebut dengan barang idaman. Dia begitu menginginkan produk tersebut sampai mengidamkannya dengan membahas-bahasnya dalam hati. Akibatnya, terbentuklah persepsi yang telah bercampur dengan emosi negatif yang cenderung menciptakan ilusi yang mendewakan sesuatu namun merendahkan yang lain. Kemunculan rasa sombong dan iri hati semacam ini menunjukkan bahwa kebahagiaan hati semakin menjauh. Berikut akan kami jelaskan sedikit tentang hal yang mempengaruhi nilai kebahagiaan materi.

  1. Fokus kepada Tuhan.

    Tidak ada kebahagiaan di dunia ini bila hati tidak fokus kepada Tuhan. Kita mungkin bisa menikmati kesenangan materi namun rasanya terlalu dangkal lalu menghilang dengan cepat. Kesenangan sesaat itu bisa saja timbul ketika kita bersama orang lain namun dikala sedang sendiri, tidak ada yang akan menghibur hati bahagia selain diri sendiri. Saat kita memuliakan Tuhan, kesenanganpun akan akan memenuhi rongga jiwa selama aktif melakukan hal-hal positif.

  2. Aktivitas positif yang dilakukan.

    Pada dasarnya, segala aktivitas yang tidak melanggar hukum (hukum Tuhan dan aturan negara) adalah merupakan aktivitas positif yang bisa dilakukan kapan pun dan dimana pun. Berbuat baik kepada sesama termasuk, demikian juga saat bekerja maupun mempelajari sesuatu. Hati pun bisa senang kalau tanggung jawab yang sesuai protap dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Kerjakanlah aktivitas tersebut sambil memuji Tuhan di dalam hati agar sukacita anda penuh kecuali untuk pekerjaan/ belajar yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

    Hidup yang aktif menyehatkan badan dan jiwa manusia. Jangan biarkan diri anda kosong sepanjang waktu. Cobalah cari kesibukan positif yang bisa ditekuni hari lepas hari. Pelajarilah hal-hal yang perlu dipelajari di waktu luang, belajar bahasa asing, tulis catatan harian, buat cerita berdasarkan mimpi, buat lagu atau puisi kreatif, menulis ini-itu, bermain game teka-teki dan lain sebagainya.

  3. Mengasihi musuh.

    Kita tidak akan pernah bahagia selama merasa bahwa ada musuh di sana dan di sini. Sebab merasa memiliki musuh menciptakan efek cemas yang menghimpit rasa bahagia di dalam hati. Rasa takut cenderung mendorong manusia melakukan tindakan pencegahan dan kewaspadaan yang berlebihan sehingga terkesan memiliki fobia sampai terlihat paranoid.

    Sikap yang merasa tidak punya musuh dimulai dari berbuat baik kepada siapa saja yang dimulai dengan mendoakan sesama dan sikap ramah terhadap siapapun. Saat melihat orang lain kesusahan, tolong mereka dari dalam hati dengan mendoakannya seperti, “Tuhan sabarkan orang ini, sabarkan kami, sabarkan semua orang.” Ketika ada orang yang bermasalah dengan anda, berkatilah dia di dalam hati dengan berkata: “ya Tuhan berkati orang ini, berkati kami, berkati semua orang.” Aktivitas hati yang positif membantu kita tetap senang di segala waktu

  4. Iri hati.

    Orang yang memiliki rumah sederhana bisa menjadi kurang senang menjalani harinya karena iri hati terhadap mereka yang hidup di tempat mewah. Pemilik motor bebek tidak bisa bahagia bila dengki dengan orang yang memiliki motor sport.

    Oranga yang punya rumah sederhana bisa tidur tenang di malam hari karena begitu hati dengki terhadap orang yang hidup mewah langsung dipangkas dengan pengakuan positif dan niat yang memberkati. Katanya, “dia menang, dia hebat, semoga Tuhan memberkatinya dan semua manusia pun diberkati Tuhan.” Pemilik motor bebek dapat berkendara dengan santai saat menyaksikan motor sport karena mengakuinya, “dia menang dan lebih unggul, semoga hidupnya beruntung dan semoga hidup semua orang beruntung.”

  5. Kesombongan diri.

    Sifat sombong membuat ketergantungan. Orang yang sudah terbiasa sombong, harus sombong terus-menerus agar dirinya merasa senang. Bila orang yang sudah duluan sombong sedikit saja merasa lebih kecil dari orang lain, pasti emosinya meledak yang diiringi dengan tingginya hawa nafsu. Keadaan ini bisa diiringi dengan keingininan yang kuat untuk membelanjakan uang. Bahkan dia rela meminjam sana-sini demi membeli barang yang membuat hatinya terfokuskan. Barulah setelah itu, hidupnya mulai merasa tenang karena telah memiliki materi yang lebih unggul dari orang lain.

  6. Belum terbiasa dengan rasa sakit.

    Bagaimana kalau ada yang mengejek smarphone anda yang kebetulan retak layar dan keluaran dua-tiga tahun lalu? Mungkinkah itu artinya bahwa orang yang memiliki smartphone terbaru hidupnya lebih senang? Tentu saja tidak, bila anda mampu menerima kenyataan tersebut dengan berkata, “tidak masalah soal penampilan yang penting fungsinya masih bagus.” Bisa juga dengan mengatakan, “biarpun smartphone ini butut, tapi dia adalah cinta pertamaku, banyak kenangan bersamanya.” Ada juga yang berkata, “punyamu memang lebih kinclong tapi punyaku lebih antik.” Atau bisa juga, “ya kamu menang, kamu terbaik, semoga Tuhan memberkatimu dan memberkati semua orang.”

  7. Kemampuan manipulasi otak.

    Di dalam dunia ini, anda butuh menjadi cerdas agar mampu merasakan kebahagiaan, kedamaian, kelegaan, ketenteraman, kenyamanan dan rasa positif lainnya di segala waktu. Sebab semua yang ada di sekitar kita berpotensi untuk mendidik menjadi pribadi yang mampu senang terus-menerus. Tidak ada yang bisa menghalangi kita untuk menciptakan bahagia di dalam pikiran sebab masih ada kenangan tentang pola suasana hati senang di masa lalu. Kita selalu bisa menikmatinya karena mampu melakukan copy-paste pada pola rasa positif yang membuat suasana hati gembira-tenang mengikuti alunan situasi yang bergejolak di lingkungan sekitar tanpa terbawa pengaruh buruknya.

Kesimpulan

Defenisi, kesetaraan/ kesamaan rasa di hati adalah persamaan suasana hati di tengah penilaian panca indera yang berbeda-beda. Lagipula secara fisiologis susunan otak tiap-tiap manusia adalah sama jadi sangat dimungkinkan bila pola yang dilakukan otak untuk membahagiakan tiap-tiap manusia pun sama saja.

Materi yang dimiliki tiap-tiap orang mungkin berbeda-beda tetapi secara struktural otak/ pikiran/ hati manusia hampir sama dengan manusia lainnya.

Apa yang dilakukan panca indera sudah tepat tetapi manusia yang fokus pada perbedaan nilai materi menipu dirinya sendiri. Layaknya kehidupan, ada materi yang mewah dan ada yang sederhana dimana semuanya dapat membuat hati senang. Namun bagi orang yang mendewakan materi akan menganggap bahwa hidup bermewah-mewahan lebih menyenangkan daripada hidup sederhana, apa adanya. Padahal mahal harga yang harus dibayarkan untuk membeli kemewahan. Keadaan ini mendorong seseorang untuk bekerja sekeras-kerasnya, tanpa kenal waktu dan menghalalkan segala cara. Akibatnya, kehidupan pribadi terbengkalai, badan sakit-sakitan, jiwa merana walau hidup senang, keluarga terabaikan, musuh dimana-mana, rasa takut menghantui hari dan lain sebagainya. Artinya, fokus kepada materi mengacaukan suasana hati, namun fokus kepada Tuhan dan hal-hal positif lainnya mengantarkan kita dalam kebahagiaan tanpa batas.

Salam, Ini-itu terlihat berbeda,
rasa yang dicicipi indera berbeda
tetapi rasa yang diterjemahkan
oleh hati selalu sama
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.