7 Cara Kapitalis Mengendalikan Orang-Orang

Cara Kapitalis Mengendalikan Orang-Orang

Manusia yang selalu menginginkan lebih dan belum puas dengan apa yang dimilikinya, tidak akan pernah hidup tenang di bumi ini. Sebab bumi adalah sarang maut keinginan, tidak ada seorang pun yang menginjakkan kakinya di tanah, yang tidak menginginkan sesuatu dari tempatnya berasal. Lazimlah keinginan tersebut sebab demikianlah seharusnya. Pada awalnya, keinginan manusia sah-sah saja untuk dilanggengkan sampai berhasil terwujud. Sayang, seiring bertambahnya jumlah orang, mewujudkan semua keingian jutaan bahkan miliaran individu menjadi mustahil. Sebab keterbatan sumber daya tidak mampu mengimbangi hawa nafsu yang sifatnya unlimited (tidak terbatas).

Keinginan manusia tidak selalu sama. Di antara semua yang ada, manusia adalah tipe makhluk yang suka  mengikuti pesona duniawi. Sesuatu yang berbeda-beda saat dikecap oleh kelima panca indera yang membuatnya senang. Ada orang-orang yang menginginkan kemewahannya terhadap materi tetap ada. Ada yang menginginkan keunggulannya dari orang lain tetap diakui dan ada pula yang menginginkan agar kehormatan hidupnya tetap lebih tinggi dari siapa pun. Semuanya ini adalah kapasitas yang tinggi-tinggi yang dapat dicapai oleh umat manusia. Akibatnya, masing-masing orang saling berebut, masing-masing organisasi saling menunjukkan kehebatannya agar menjadi individu yang menguasai sumber daya lebih banyak dari siapapun.

Adanya hawa nafsu bombastis yang harus dipenuhi membuat sumber daya yang terserap sangat banyak. Akibatnya, sedikit saja yang tersisa di dalam sistem yang jika dibagi-bagi menciptakan jatah receh yang hanya untuk kelas miskin (sekedar makan dan minum). Ketika muncul oknum pembocor keadilan yang mengingatkan kesenjangan penyerapan sumber daya di dalam masyarakat, mulailah oknum kapital terguncang ribet sana-sini menanggapinya secara diam-diam. Para kapital licik menggunakan segala cara yang “tampaknya benar” untuk mendiamkan bahkan mempersalahkan pembocor keadilan tersebut. Mereka harus mengendalikan banyak hal agar bocoran yang adil ini tidak sampai merembes kemana-mana menggoyahkan singgasana kekuasaannya. Tapi mereka tidak mampu karena kebenaran dan keadilan selalu menemukan jalannya!

Teknik licik kapital mengendalikan lawan-lawannya

Para kapital menyebut dirinya sebagai penguasa karena memang mereka memiliki sumber daya yang lebih melimpah dari rata-rata orang di sekitarnya. Lantas karena keunggulan tersebut mengasyikkan, mereka ingin terus menguasainya dengan menyiksa pembocor keadilan. Mereka bangga dengan apa yang dilakukannya sebab semuanya demi materi dan kemuliaan hidup yang lebih tinggi dari kebanyakan orang. Padahal dengan berlaku demikian, mereka menomor duakan Tuhan demi mendahulukan pencapaian duniawi, dimana cenderung menghalalkan segala cara dengan dalil-dalil yang sama sekali tidak di dasari oleh firman. Memanfaatkan ujian kehidupan untuk mengerjai lawan-lawannya dengan memperbesar efek kekerasan di dalamnya. Berikut akan kami jelas seadanya, betapa manipulatifnya oknum kapital untuk melanggengkan kebesaran dan kehebatan hormat materi.

  1. Lewat orang tua.

    Anak yang cerdas cenderung berpihak pada apa yang benar dan apa yang adil karena hal-hal semacam ini masuk akal untuk dijalani. Sebelum dicobai oleh kapitalis besar, sosialis kecil lebih banyak dicobai oleh orang tuanya. Bapa-ibunya seolah-olah tidak menyukai kehadiran si anak, namun secara kebutuhan materi selalu dicukupi. Tantangan yang dihadapi sebenarnya sebatas kata-kata saja. Bila anak terlalu fokus pada kata-kata negatif orang tua maka pikiran kacau dan hidup pun mengarah kepada hal-hal negatif. Hanya anak yang baik yang menyelesaikan tanggung jawab yang diberikan dan mengembangkan apa yang menjadi bakatnya dengan memanfaatkan teknologi.

    Ujian yang masih wajar selama kita hidup adalah ujian komunikasi dan ujian aktivitas sosial (tabrakan kepentingan). Akan tetapi, oknum penguasa yang jahat menginginkan seuatu yang lebih: sesuatu yang halus tetapi keras menghantam kehidupan seseorang. Mereka berupaya melegalkan pencobaan berupa rasa sakit dengan menghajar bagian dalam orang lain. Racun yang tidak kelihatan adalah alat manipulatif paling top untuk menyiksa seseorang secara diam-diam lewat makanan atau minuman yang dikonsumsinya. Padahal kenyataannya, meracuni orang lain dilarang oleh agama dan negara sebab rasa sakit yang timbul setara dengan pukulan keras yang dihantamkan pada bagian tubuh tertentu. Di tengah kesimpang-siuran ini, tetaplah ikhlas, sabar dan rendah hati menghadapi situasi yang agak sulit.

    Jangan terlalu khawatir, karena semua cobaan yang mendatangi anda sudah sesuai aturan. Cobalah untuk menyesuaikan diri dan menemukan solusi yang biasanya tidak jauh-jauh dari sekitar kehidupan anda.

  2. Lewat kemurahan hati, memberi hadiah fantastis tanpa melakukan apa pun.

    Menerima surprize super gede tanpa melakukan apa-apa dianggap keberuntungan dan kebanggaan terhebat oleh beberapa orang cerdas. Padahal, mereka tidak paham bahwa hal-hal tersebut memaksa mereka untuk menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku. Akibatnya, hidup pun dicoba-cobai orang terus-menerus sebagai ganti hadiah mewah tanpa melakukan apa pun. Ada banyak cara kapital untuk menyesakkan hidup orang-orang cerdas, tentu saja hal tersebut akan dilakukan serapi mungkin tanpa menyinggung hukum yang berlaku di dalam masyarakat. Kapitalis akan memanfaatkan orang-orang yang dibawahinya untuk mengusik kehidupan lawan agar tertekan mental lewat dera-deru yang melesat kencang di sekitarnya. Setelah hadiahnya sampai, kesialannya juga semakin menjadi-jadi. Akan ada banyak masalah  yang menghinggapi hari-harinya sebab surprizenya  pun bisa disombongkan, karena nilainya di atas rata-rata. Baca juga, Tidak baik menerima uang tanpa usaha apapun.

  3. Lewat kemurahan hati memberi pekerjaan paling mudah gaji selangit.

    Ada kapital licik yang tiba-tiba baik kepada korbannya. Mereka bermurah hati untuk menjebak korbannya dalam “syarat dan ketentuan aneh” sehingga melegalkan mereka untuk mengerjai korban sesuka hatinya. Besarnya mahar yang mereka berikan dijadikan alasan untuk mempermain-mainkan orang yang telah terpaut dalam perjanjian gelap tersebut. Ini seperti menjadikan manusia sebagai objek penelitian untuk diuji-ujikan dengan berbagai hal yang memuakkan hidupnya.

    Di sisi lain, ada juga pemberian materi yang ditujukan secara langsung dengan menyebutkan tugas-tugas yang wajib dilakukan oleh penerima manfaat. Orang cerdas tidak perlu susah-susah ngantor atau bangun lebih pagi sebab pekerjaannya sangat mudah bahkan anak esde-pun bisa membereskannya. Suatu pekerjaan yang menghasilkan benefit super mahal layaknya mesin pengganda uang sedang anda tinggal duduk manis sambil menunggu moneypulated-nya berjalan. Orang dengan logika tinggi akan mencium bau-bau kemustahilan dari pekerjaan tersebut. Namun mereka yang tidak mau pikir panjang dan terbius dengan uang gede menyetujui syarat dan ketentuan yang menyiksa diri sendiri di kemudian hari. Simak juga, Pekerjaan gaji selangit tanpa melakukan apa-apa.

  4. Lewat kemurahan hati menjanjikan jabatan tinggi.

    Cara jitu lain bagi sekelompok kapital untuk menghentikan ketangkasan berpikir para idealis sosial adalah dengan menawarkan mereka jabatan yang menggiurkan. Orang yang tidak menyadari jebakan ini mau-mau saja dengan posisi yang menggiurkan tersebut di daerah lain. Seperti masuk dalam sistem yang awalnya ditolak mentah-mentah karena tidak tahan dengan sindiran yang membuatnya bersedih hati. Kali ini, dia harus merelakan ide-idenya yang brilian tentang keadilan karena tidak tahan menganggur terus-menerus. Akan tetapi, ganjaran gila dibalik pekerjaan jabatan tinggi adalah kehidupan yang tidak tenang. Sebab semua hal yang dilakukannya bertentangan dengan suara hati yang membisikkan keadilan tanpa henti.

  5. Menggunakan perempuan licin.

    Cara lain yang cukup terkenal dilakukan kapitalis untuk merusak idealisme dalam diri seseorang adalah dengan memanfaatkan perempuan (lawan jenisnya). Penguasa kapital dapat memanfaatkan perempuan tersebut untuk mempermain-mainkan korbannya. Menempatkan wanita tersebut seolah-olah dalam jangkauannya namun mengecewakannya berkali-kali dengan berbagai alasan. Bila sosialis cerdas tersebut tidak menyadari jebakan di depannya maka ada kemungkinan melakukan pelarian dengan menikmati hidup lewat cara-cara yang menyimpang. Hanya mereka yang idealisnya bijak mampu move on, sebab menyadari bahwa ini bukan waktunya. Nanti juga pasti ada seiring berjalannya waktu, kalau dirinya telah memiliki pekerjaan, mandiri dan mapan.

  6. Mendokumentasikan dosa/ kesalahan lawannya.

    Cara epik lain yang digunakan para kapital untuk mengendalikan orang-orang dibawahnya adalah dengan mendorong kuat-kuat agar lawannya melakukan dosa. Kapital paham betul bahwa dokumentasi dosa adalah alat paling tragis untuk mengendalikan manusia termasuk orang-orang cerdas. Oknum idealis tersebut akan diawasi terus agar tidak lagi menyuarakan keadilan melainkan menenggelamkan idenya karena orang tersebut telah tertangkap melakukan banyak kejahatan di bawah kamera tersembunyi.

  7. Menyebar informasi penuh ketakutan yang bombastis.

    Menebar informasi tentang ketakutan yang dibuat-buat adalah cara paling umum yang digunakan kapitalis untuk sedapat-dapatnya mengancam oknum idealis. Ada banyak desas-desus aneh yang sengaja dilemparkan untuk mendatangkan kecemasan dalam hati orang cerdas. Kaum borjuis memanipulasi kejadian-kejadian di dalam masyarakat sehingga seolah-olah para pembela keadilan tersebut dibenci pemerintah dan tidak disukai masyarakat. Pada idealis muda yang masuk dalam manipulasi informasi nyeleneh tersebut tidak lagi melanjutkan penjajakannya tentang keadilan. Lagi pula dalam kehidupan sehari-hari, banyak masalah yang mendatanginya karena mencoba mengutak-atik tentang keadilan di dalam masyarakat. Di sisi lain, para idealis muda ini diajarkan untuk tidak peduli dengan nasib orang lain sebab orang lain pun tidak peduli dengan nasibnya. Padahal orang-orang di sekitarnyalah yang telah diperalat oleh konspirator kapital sehingga seakan-akan tidak ada pihak lain yang membelanya. Simak juga, Penipuan yang dilakukan pemerintah (sebelumnya) sepanjang zaman.

Kesimpulan

Ada banyak orang yang tidak sadar dengan hak-haknya karena mereka kurang cerdas dan terlena dengan nikmatnya gaungan situasi yang memanjakan sekaligus menekan kehidupan mereka. Di sisi lain, ada orang cerdas yang menyadari keadaan tersebut dan hendak membongkarnya sehingga mengancam posisi tertinggi para kapital penyerap sumber daya terbesar. Kaum yang kapitalistis akan menyesatkan  para idealis muda yang dimulai dengan menyebarkan informasi bohong tentang sosialis dan informasi yang merugikan seputar keadilan itu sendiri. Mereka yang bisa bertahan dari hoax kapital akan diuji-siksa oleh orang tuanya sendiri agar ide-idenya tenggelam dalam rasa sakit yang memuakkan. Sedang oknum idealis lainnya yang mencari pekerjaan akan diberikan tawaran kerja menggiurkan yang hampir tak bisa ditolak oleh siapa-pun dengan syarat meninggalkan ide-ide briliannya. Jika masih ada petahana maka akan dijebak dalam syarat dan ketentuan aneh yang menggiurkan sehingga oknum idealis tersebut jadi bulan-bulanannya.

Salam, Kekayaan dan kekuasaan besar
membuat manusia bisa
membesar-besarkan hal kecil
untuk menakut-nakuti lawannya.
Janganlah gentar terhadap mereka
selama anda berada di sisi
yang adil dan benar
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.