+10 Contoh Pikiran Positif Vs Pikiran Negatif Menciptakan Keseimbangan Mindset

Pikiran Positif Versus Pikiran Negatif

Hidup ini dipenuhi dengan dualisme: orang-orang berkata bahwa ini adalah bukti bahwa manusia butuh kejahatan dan kebaikan menyatu dalam dirinya. Mereka meyakini bahwa perlu ada yang jahat-jahat berkeliaran dalam keseharian kita agar benarnya diri sendiri menjadi bahan uji coba. Mereka berpikir bahwa dirinya bisa bermain-main sejenak dengan kejahatan untuk menggapai apa yang diinginkan. Lama kelamaan, apa yang dilakukannya malah terjerumus kepada kejahatan besar sebab instabilitas sosial bisa memicu yang kecil-kecil semakin bengkak hingga besar menjadi-jadi. Karena tabrakan situasi cenderung membuat manusia tidak dalam kendali diri yang utuh tetapi yang biasa dilakukannya malah dibesar-besarkan (termasuk kejahilan kecil).

Bila orang sudah terbiasa melakukan sesuatu maka hal tersebut cenderung dianggap sebagai sebuah kebenaran. Kejahatan kecil sekalipun, kalau sudah dibiasakan akan menjadi terasa bagus-bagus saja saat dilakukan terus-menerus. Akan tetapi, desakan sosial dalam berbagai bentuk dapat muncul dari mana saja, membuat yang kecil-kecil tersebut semakin besar hingga menjadi-jadi. Oleh karena itu, biasakanlah bepikir baik pada hal-hal yang terjadi dalam hidup kita. Pikiran positif adalah sesuatu yang sederhana tetapi bisa mendorong kita untuk melakukan kebaikan yang lebih kompleks, yang bisa terwujud dalam bentuk perkataan maupun tindakan nyata. Bila kita terbiasa mengulang-ngulangnya akan melatih stabilitas sikap di tengah situasi yang berada di luar kendali diri.

Manajemen pola pikir yang baik membuat suasana hati tenang dalam carut-marut dunia yang tidak selalu bisa diperkirakan sekalipun masih berada dalam koridor hukum. Pikiran positif membantu kita untuk merasa nyaman karena berpikir bahwa semuanya baik-baik saja atau berpikir bahwa semua yang terjadi sudah sewajarnya. Akan tetapi, pikiran negatif cenderung membuat kita tertekan (mengusik kenyamanan hati) sehingga terhasut untuk lebih waspada dan serba hati-hati. Kedua jenis pemikiran ini sudah ada dalam diri manusia namun diekspresikan dan dimaknai dengan cara yang berbeda-beda. Pada dasarnya semua sudut pandang kita perlukan untuk membuat suasana hati jadi tenteram. Sebab baik yang positif maupun yang negatif sama-sama mampu mendukung yang baik dan menekan yang buruk dari dalam hati.

Manusia tidak berarti bila tidak memiliki hati. Kita tidak lebih dari robot yang hanya menunggu dan melaksanakan instruksi yang diberikan bila tidak mampu memikirkan kehidupan sendiri. Berpikir membuat kita hidup dalam dinamisme suasana yang kerap kali berada di luar kendali pribadi. Masalahnya adalah tidak semuanya yang terjadi cocok dengan apa yang diinginkan dan tidak pula selalu sesuai dengan apa yang dapat dipahami. Kadang sesuatu terjadi, malah menimbulkan banyak pertanyaan sehingga berujung menimbulkan kebingungan. Jika pikiran bingun, maka suasana hati cenderung tidak tenang sehingga sedikit saja gangguan sudah bisa mencampakkan kebaikan yang mendorong timbulnya kekerasa verbal maupun fisik. Berikut ini akan kami tampilkan perbedaan sekaligus perbendingan antara pikiran positif dan negatif dalam berbagai situasi yang sering kita hadapi.

No. Situasi yang terjadi Pikiran negatif Pikiran positif
1 Saat beberapa orang ribut-ribut karena senang. Dasar orang-orang ini tidak bisa menjaga ketertiban. Ya Tuhan, terimakasih. Saya turut bersuka karena Engkau menambahkan berkat kepada orang-orang di sekitarku.
2 Saat ada seseorang yang sedang sedih karena masalahnya. Bisakah orang ini sedikit lebih kuat? Dari tadi cengeng terus… Tolong tabahkan dia Tuhan, semoga dia belajar lebih dewasa.
3 Waktu ada orang yang tertawa karena kehadiran anda. Orang ini sok sempurna kalilah… jago kali ngejek orang lain. Terimakasih Tuhan, satu lagi orang yang Engkau buat bersukacita hari ini.
4 Ketika ada orang yang tiba-tiba marah. Ini orang marah sama sayakah? Dia pasti bersandiwara agar bisa bersuara keras mengganggu saya. Tolong orang ini Tuhan, berilah kesabaran agar bisa mengendalikan diri.
5 Saat ada orang yang cerita-cerita ke temannya sambil sindiri sana-sini. Orang ini nggak diganggu malah gangguin orang lain. Dia menyindir saya karena ceritanya ngaco. Terimakasih Tuhan, Kau buat orang-orang di sekitarku kreatif. Semoga mereka bisa mengarahkannya pada hal-ha positif.
6 Ada-ada saja orang yang bernyanyi aneh dengan syair yang merendahkan seseorang. Orang ini buruk sekali, kreatifnya malah diarahkan ke hal-hal negatif. Ya Tuhan, biarlah mereka bersenang-senang. Kiranya mereka menemukan makna hidup dari semuanya itu.
7 Ada orang bernyanyi dengan suara besar. Orang ini nggak tau aturan, apa dia tidak peduli dengan keberadaan orang lain? [Tidak pikir panjan – Anda mengikuti alunan nadanya sambil menyanyi memuji Tuhan di dalam hati]
8 Ada yang bernyanyi dengan sound sistem kencang. Mereka ini maniak orang nggak ada kerjaan. [Tidak pikir panjang – Anda menyibukkan diri dengan bekerja sambil multitasking mengikuti alunan nada yang didengar dengan menggerakkan kepala]
9 Masalah datang menghampiri anda. Lagi-lagi si kawan ini buat masalah. Ini sudah kesekian kalinya, apa tidak bosan? Terimakasih Bapa. Palajaran hidup ini melatihku lebih bersabar dan lebih dewasa menjalani hidup.
10 Ada orang yang tiba-tiba mengejek anda. Sok kalilah orang ini, ngaca dong…. ngaca…. Emang kamu itu siapa? Terimakasih Tuhan, ada satu lagi orang yang bersenang-senang karena kehadiran saya. [mengejek-buat hati senang]
11 Ketika seseorang bersikap sombong pada anda. Ini orang macam hebat kali, benar-benar nggak tau diri. Terimaksih Tuhan, satu pelajaran lagi hari ini. Mohon kuatkan hatiku menjalaninya.
13 Ketika anda merasa seseorang mendengki kehidupan anda. Ini orang nggak ada kerjaan kah? Berusahalah bro biar kamu bisa kayak aku…. Terimakasih Tuhan, ternyata saya punya penggemar juga. Diam-diam ada yang memerhatikan kehidupan saya selama ini.
14 Saat ada orang berbicara keras kepada anda. Orang ini kasar kali… tidak tahu tata krama. Terimakasih ujiannya Tuhan. Mungkin dia lagi banyak masalah. Mohon kuatkan dia dan kuatkanlah saya ya Tuhan.
15 Ketika orang lain seolah-olah tidak menghargai anda. Si kawan ini nggak ada sopannya…. Nggak tau dia saya lebih dewasa darinya kah…. Terimakasih cobaan ini ya Tuhan. Tidak perlu dihargai orang pun, saya sudah bahagia memuji-muji Engkau di dalam hati.
16 Ketika anda merasa diracuni orang. Siapa yang melakukan ini? Kalau ketahuan pasti saya balas orang itu…. Kuatkan saya menghadapinya Tuhan sebab hidup saya pasrahkan dalam tangan-Mu dan keadaan ini masih dalam koridor hukum yang logis.
17 Waktu hati senang karena dipuji orang. Saya ini sampah saja Tuhan, namun Engkaulah yang sesungguhnya layak ditinggikan. Pujian ini indah sekali, lagi dong….
18 Saat lawan menang dalam game. # Ini pasti karena sistem bermain yang buruk.

# Ini pasti sengaja/ hasil setingan adminnya.

# Dia pemain hebat, selamat bagimu kawan.
# Anda memang pemenang, semoga Tuhan memberkatimu.
19 Ayam berkokok begitu saja. # Nenek moyang ayam memuji Tuhan di zaman purba kala dengan cara demikian dan ayam itu masih melakukannya sampai sekarang.

# Itu anomali alam yang bisa terjadi kapan pun.

# Saya tidak dekat dengan ayam, tidak mengerti bahasa ayam dan itu bukan ayam saya.

# Ayam itu pastinya memuji saya.

# Ayamnya menyambut kehadiran saya.

 

20 Burung berkicau-kicauan. # Bahasa burung tidak pernah berubah: dari dulu di masa penciptaan mereka memuji Tuhan dengan cara yang sama sampai sekarang. Jangan mencuri kemuliaan Tuhan.

# Terimakasih Tuhan, burung saja bersukaria karena berkat-berkat-Mu yang melimpah, apa lagi manusia.

# Burungnya sedang menyanjung saya.
# Burungnya tau aja nih kalau saya sudah tiba.
21 Ada orang yang mengabaikan kata-kata anda. # Macam hebat kali orang-orang ini, hidup cemen gitu aja udah disombongkan. # Terimakasih Tuhan, masalah ini adalah latihan bagi kesabaran hatiku.

# [Tidak perlu pikir panjang – lanjut bernyanyi-nyanyi memuji Tuhan dalam hati].

# [Tidak perlu pikir panjang – lanjutkan rutinitas positif yang biasa anda lakukan].

# [Tidak perlu dibahas-bahas – tetaplah baik kepada siapapun].

22 Dan lain sebagainya silahkan cari sendiri. semoga berhasil dikembangkan.

Ada alasan logis dari setiap situasi kurang baik yang kita hadapi. Pada umumnya pemikiran yang baik selalu dilandaskan berdasarkan iman percaya kita kepada Tuhan. Karena kita percaya bahwa Dia telah mengatur segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan dalam kehidupan ini sekalipun awalnya berasa kurang menyenangkan. Setelah pergumulan itu berlalu, barulah kita sadari bahwa ada manfaat yang kita dapat. Jika kita menyadari bahwa masalah-masalah kecil yang timbul dalam keseharian kita memiliki faedah maka hati lebih ikhlas menjalaninya. Kita bersandar di Tangan Tuhan yang tepat sehingga percaya bahwa semua pasti akan membaik. Kita berterimakasih karena telah diberi kekuatan dan inspirasi untuk menilai masalah sepositif mungkin.

Negative thinker tidak selalu buruk. Pemikiran yang penuh tekanan dan cenderung memberatkan ini bermanfaat untuk mengimbangi rasa senang di dalam hati. Sebab kesenangan tanpa batasan cenderung membuat manusia melupakan hal-hal benar dan mengarahkannya untuk menjadi pribadi yang buruk dengan temperamen labil. Oleh karena itu, sadarkan diri agar tidak terlalu senang dengan merendahkan hati di hadapan Tuhan. Sadarkan diri dari rasa sombong yang kebanyakan mengada-ngada dengan akal sehat yang rendah hati. Keangkuhan adalah esensi yang perlu diratakan dengan cara memandang kehidupan sendiri dari sudut pandang negatif yang logis.

Kesimpulan

Berpikir sepositif mungkin menanggapai situasi membuat kita bisa legowo (ikhlas) walau banyak goncangan yang sesungguhnya beresiko (berpikiran negatif) membuat bimbang dan cemas. Sebab biar bagaimana pun kita punya sandaran hidup yang teguh: Tuhan Allah yang maha kuasa dan ada hukum logis yang berlaku dalam masyarakat. Namun saat kelebihan kita mulai mencuat ke permukaan: tekanlah kebanggaan hati dengan berpikir negatif halus. Karena memang manusia hanya penghasil sampah yang memakan kotorannya sendiri (sekalipun itu terjadi secara tidak langsung).

Apa yang sudah biasa kita lakukan lama kelamaan akan menjadi insting yang meluap secara spontanitas (terjadi begitu saja, hampir tidak disadari). Bila kita membiasakan diri memikirkan hal-hal yang jahat maka tanpa kita sadari yang jahat tersebut meluap menjadi kekerasan verbal atau fisik. Keadaan ini akan semakin terdorong keluar oleh kemelut kehidupan yang menghampiri hari-hari kita. Oleh karena itu, biasakanlah untuk memandang segala sesuatu dari persepsi positif agar hati seirama dengan situasi yang terjadi. Walau situasinya mulai sedikit pincang, sikap spontan kita tetap baik dan benar kepada sesama. Satu-satunya pikiran negatif yang bermanfaat selama kita hidup adalah “faham yang menginjak diri sendiri” karena diunggulkan dari yang lain. Pikiran buruk ini sengaja kita adakan agar hati tidak meninggi karena apa yang dianugerahkan Allah selama kita hidup: sebab hanya Tuhan saja yang pantas ditinggikan!

Salam, Pikiran positif
membuat hati lapang
walau situasi kadang tegang.
Pikiran negatif
membuat rendah hati
walau pujian bertubi-tubi
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.