+10 Sandiwara Pemerintah Dan Ketakutan Yang Disebarkannya

Sandiwara Pemerintah Dan Ketakutan Yang Disebarkannya

Hati kecil kami bertanya-tanya, “apalah pemerintah ini, tukang tipukah? Macam nggak ada kerjaan, tapi gaji bukan main, fasilitas maha hebat!” Seolah-olah mereka punya musuh lalu lawan-lawannya itulah yang dijejali dan ditelanjanginya. Padahal, dari pihak manakah muncul lawan-lawannya? Bukankah mereka adalah penguasa, oknum terkaya dan termulia di negeri ini? Lantas siapa yang berani menyingkirkan manusia super kapitalis segala kapital? Mereka seperti dikejar-kejar anjing, padahal tidak ada siapa-siapa di belakang dan di sekitarnya. Mereka menciptakan beban mereka sendiri, seolah-olah tanggungan mereka lebih besar dan lebih ektrim dari tanggungan manusia biasa. Masyarakat biasa yang menyaksikan kemahahebatannya terheran-heran dan termangu-mangu. Akan tetapi, orang yang memahami sandiwara pemerintah akan menanggapinya dengan santai.

Pemerintah memenuhi telinga masyarakat dengan berbagai kebohongan walau tidak sepenuhnya menipu. Mengapa kami katakan demikian? Sebab kejadian yang mereka infokan, mungkin saja telah terjadi namun berlangsung dalam skala kecil. Di sinilah letak penyimpangan sebuah informasi: kejadiannya memang ada tetapi semuanya itu hanya peran yang dibayarkan kepada pelakon yang ahli di bidangnya. Atau bisa juga bahwa yang terjadi sesungguhnya hanya berlangsung dalam skala kecil namun yang diwartakan malah terkesan dibesar-besarkan. Kadang juga sesuatu itu, memang sudah terjadi hanya saja di masa lalu namun diungkit-ungkit seolah-olah barusan terjadi.

Kecenderungan pemerintah untuk memenuhi masyarakat dengan peristiwa khayalan, mungkin terjadi karena memang mereka itu orang-orang cerdas yang terdidik. Kaum yang memiliki banyak cerita untuk dikibarkan di antara orang-orang. Para pemimpi yang suka berjalan di luar logika.  Mereka yang berkhayal lalu masyarakat di bawa-bawa dalam perspektif yang mereka kehendaki. Tentu saja perspektif tersebut seyogianya seimbang: ada yang positif dan ada yang negatif. Dimana ada keseimbangan informasi, di situlah dekat hal-hal yang benar. Ini berlaku dan bagus adanya, seandainya  yang mereka wartakan adalah suatu karya seni, sekelas film, sinetron, drama, cerpen, novel, dagelan, wayang, konser dan pertunjukan lainnya. Sama halnya seperti yang dilakukan oleh Amerika yang pandai berkreasi membuat film-film kepahlawanan.

Ini menunjukkan bahwa bukan hanya karya hasil besutan beberapa seniman saja yang di dasarkan kepada kepura-puraan. Melainkan, sejarah di berbagai museum dan berita terkini di berbagai media juga merupakan bagian dari sandiwara yang tersistem. Mengapa tersistem? Sebab fakta yang syarat pura-pura tersebut tidak hanya melibatkan satu-dua orang melainkan ratusan, ribuan bahkan jutaan orang. Semua aktor dan artis profesional maupun dadakan yang tergabung di dalamnya mendapatkan honor yang bukan main. Tidak ada yang berani buka mulut sebab setiap pemain telah menandatangani syarat dan ketentuan tertentu yang melarang hal tersebut. Sedang bukti-bukti fisik dari kejadian sandiwara di lapangan bisa dikondisikan oleh para arsitek kecelakaan dan arsitek bencana.  Jadi tanpa ragu bisa dikatakan bahwa sandiwara yang mereka lakukan hampir nyata.

Sayangnya, sehebat-hebatnya konspirasi yang dilakukan oleh pemerintah, sebanyak apa pun orang yang dapat mereka bayar dan seotentik apapun bukti kejadian di lapangan tetap saja ada celah yang bisa membongkar kebohongan tersebut. Kami secara pribadi tidak bisa menentang sandiwara mereka sebab banyak yang dapat gaji dan penghidupan yang layak dari permainan tersebut. Demikian juga jika melihat dari segi bukti-bukti yang termaktum di lapangan, tentulah mereka memiliki berkas-berkas dan foto entah berantah yang ada kaitannya. Akan tetapi, kami akan membongkar kebohongan tersebut dengan melihat dari sudut pandang logika. Sebab pada hekekatnya, kebohongan tidak ada yang masuk di akal.

1001 Kebohongan pemerintah dari zaman ke zaman

Bersandiwara sah-sah saja tetapi sandiwara yang tidak masuk akal adalah bahan lawakan orang pinggiran.  Pertanyaan besar dai kejadian ini adalah “mengapa pemerintah membohongi rakyatnya sendiri? Apalagi manfaat menipu orang banyak selain mendatangkan keuntungan bagi diri mereka sendiri? Agar mereka terkesan sebagai superman dan super girl yang beroleh penghormatan serta penghargaan yang lebih tinggi. Jadi bisa dikatakan bahwa pendapatan maha hebat dan fasilitas superior yang mereka miliki sesungguhnya tidak layak karena apa yang mereka kerjakan sebenarnya sama saja atau mirip-mirip dengan pekerjaan lainnya yang syarat dengan kepura-puraan. Berikut akan kami ungkapkan beberapa kejadian bohongan yang terbukti tidak masuk akal.

  1. Indonesia pernah di jajah Portugis, Belanda dan Jepang.

    Benarkah Indonesia pernah di jajah oleh bangsa lain? Kami meragukan hal ini sebab jarak antara negeri kita dengan negeri para penjajah sangatlah jauh. Di zaman tersebut dimana pelayaran hanya mengandalkan angin dan tenaga manusia, butuh waktu berminggu-minggu agar para penjajah bisa menginjakkan kaki di Nusantara. Untuk apa bangsa Eropa dan orang barat mengambil rempah-rempah di Indonesia, bukankah mereka sudah tahu manfaat garam yang adalah alat penikmat makanan dan bahan dari segala obat?

    Hawa nafsu penjajah atas nusantara jelas tidaklah logis. Sedang bangsa-bangsa yang dicap sebagai penjajah itu saja tidak menguasai wilayah lain di sekitarnya. Macam nggak ada kerjaan saja, pergi jauh selama berminggu-minggu dari kampung halaman hanya demi menguasai daerah primitif di ujung dunia. Biaya perjalanan yang dibutuhkan lebih tinggi daripada hasil yang yang mereka dapatkan. Alias besar pasak daripada tiang!

    Alasan lainnya yang menunjukkan bahwa Indonesia tidak pernah di jajah oleh bangsa lain adalah armada kapal yang tidak memungkinkan karena kepadatan penduduk bangsa yang dianggap menjajah cukup sederhana di masa itu. Sedang mereka yang hidupnya sejahtera tidak mau pergi terlalu jauh dari keluarganya. Demikian juga mereka tidak akan mau bekerja sebagai pelaut melainkan hanya orang miskin dan gelandangan yang mau meninggalkan tanah airnya yang notabene sudah makmur duluan.

  2. Kepahlawanan tokoh Indonesia di berbagai daerah melawan penjajah.

    Mungkin kebenarannya adalah kapal penjelajah Eropa (BUKAN penjajah) pernah singgah di Indonesia. Kapal yang tujuan utamanya bukan untuk menguasai wilayah lain dan memperbudak manusia melainkan untuk mencari dunia baru. Kapal tanpa tujuan ini mustahil ditumpangi politikus beken melainkan hanya orang-orang petualang yang hendak menorehkan penemuan baru dalam hidupnya.

    Sumber daya yang dibutuhkan untuk perjalanan selama berminggu-minggu tidaklah sedikit. Hanya konglomerat yang berjiwa petualanglah yang rela mengorbankan sebagian besar kekayaannya untuk itu. Dari sini bisa kita pastikan bahwa armada kapal yang mengunjungi nusantara terbatas hanya satu atau paling banyak dua kapal saja. Lantas bagaimana logikanya orang-orang yang sedikit ini bisa menguasai masyarakat yang begitu banyak? Bagaimana pula mereka yang sedikit membagi-bagi diri untuk mengunjungi berbagai daerah di seluruh Indonesia?

    Kita harus faham dan menerima kenyataan bahwa nenek moyang orang Eropa lebih maju daripada nenek moyang kita yang lebih primitif. Jika di masa itu, mereka punya senjata maka senjata api dan meriam merupakan hal yang menakutkan di antara masyarakat primitif. Jangankan orang pintar, masyarakat yang bodoh saja ketakutan melihat senjata api dan meriam tersebut. Lantas bagaimana orang-orang ini berjuang kalau pun penjajah itu memang ada? Jadi pahlawan perjuangan dari berbagai daerah adalah kebohongan dan tidak masuk akal di zaman yang primitif.

  3. Kejadian G30S PKI.

    Jelas sekali bahwa peristiwa G30S PKI adalah kebohongan pemerintah sebab sampai sekarang dua tokoh inti (Soekarno dan Soeharto) dari kejadian tersebut tidak pernah diperhadapkan dipengadilan manapun. Pahami saja cerita pemberontakan tersebut: jangankan hakim agung, anak sma pun tahu siapa tokoh dibalik kejadian tersebut. Lantas lihat-lihat dulu orang di dalam pemerintah, bukankah sampai sekarang trah Soekarno dan Soeharto masih sangat berkuasa?

    Kejadian palsu yang menunjukkan kesewenang-wenangan pemerintah, seolah mereka bisa berbuat apa saja terhadap musuh-musuhnya. Orang sosialis idealis sekali pun bisa merasa terancam hidupnya dan berhenti meneriakkan perubahan yang ideal bila menganggap bahwa kejadian ini nyata. Sadarilah bahwa tidak ada satu pun penguasa yang kebal hukum: penguasa di zaman itu tidak dihukum karena memang tidak pernah ada penganiayaan dan pembunuhan yang terjadi.

  4. Perselisihan antara Malaysia dan Indonesia.

    Ini merupakan salah satu isu yang cukup hangat bagi para pencari berita. Tetapi, kami yakin bahwa Presiden Soekarno bukanlah orang bodoh yang mau bermasalah dengan Inggris dan sekutunya sebagai pemangku di malaysia kala itu. Bilang saja mereka berkata kepadanya, “emang kamu siapa? Yang ingin menguasai wilayah yang sudah kami kembangkan?” Bodoh amat kalau kala itu Indonesia mau melawan Inggirs, logika para pemimpin kita dimana? Tentara primitif mustahil menang melawan tentara yang lebih maju. Jadi perselisihan antara Malaysia dan Indonesia adalah hoax yang belum pernah terjadi.

    Hindari memiliki rasa permusuhan (sentimen) dengan Malaysia. Anggap saja karya-karya orang Malaysia sebagai karya orang asing lainnya, seperti orang India, Amerika dan Eropa. Sukai saja layaknya menyukai film bollywood dan hollywood walau tidak mesti ditonton.

  5. Kerusuhan Poso.

    Isu tentang kerusuhan poso adalah sebuah pancingan untuk memicu kebencian antara Kristen dan Muslim. Pelakunya juga seolah-olah sudah diadili dengan tegas namun sesungguhnya semua itu hanya sesumbar. Semata-mata untuk menakut-nakuti kalangan tertentu bahwa pihak ini berbahaya dan seolah-olah bisa membunuh siapa saja. Padahal ajaran dari kedua agama tersebut sangat jelas dan tidak dapat disangkal, yaitu “jangan membunuh.”

  6. Penggusuran dan pengrusakan gereja.

    Ini gereja yang mana dulu? Jangan-jangan dua tiga keluarga juga bisa dikatakan memiliki gereja. Itu hanyalah informasi di wilayah yang tidak jelas dan cenderung dibesar-besarkan. Orang islam bukanlah musuh bebuyutan kristen. Malah keduanya adalah saudara jauh yang saling membantu. Lagi pula gereja maupun mesjid di Indonesia tidak menyatu dengan politik. Artinya tidak ada yang perlu diperebutkan oleh kedua lembaga tersebut, baik dari segi sumber daya maupun kekuasaan. Siapapun yang berkuasa, keduanya pasti dapat suntikan dana sesuai peraturan.

  7. Kerusuhan 98’.

    Ada kerusuhan yang memakan korban jiwa dan materi demi menggulingkan Soeharto. Padahal tokoh-tokoh yang memimpin kerusuhan tersebut merupakan anak dari saudara atau sahabat atau kolega Soeharto itu sendiri. Mana mungkin pemerintah membasmi anak dari orang-orang pemerintah itu sendiri? Mereka hanya bersekongkol seolah-olah presiden sangat korup. Padahal mereka sendiri turut dapat komisi fantastis dari korupsi orde baru.

    Kejadian ini pun menunjukkan betapa kejamnya pemerintah dan mereka bisa saja melakukan hal-hal apa saja. Tidak ada yang bisa membatasi kesewenang-wenangan mereka sebab ada senjata di tangannya, yang bisa mengeksekusi oknum yang melakukan koreksi/ kritik terhadap pemerintahan.

  8. Tembak mati bandar narkoba dan penjahat lainnya.

    Tidak ada pemimpin yang cukup bodoh dan kurang memahami arti dari “Kemanusiaan yang adil dan beradap.” Bahkan di negera lain pun hukuman mati telah ditiadakan. Lagipula di negeri ini hukuman bagi penjahat saja sangat ringan seolah pemerintah enggan menghakimi oknum tertentu. Bagaimana mungkin di negeri dimana hukuman bagi penjahat sangat ringan malah tega menghukum mati orang orang jahat lainnya.

    Ini seperti pemerintah menegaskan dirinya sebagai pihak yang kejam dan diktator. Jangan ada yang macam-macam dan jangan main-main sebab mereka bisa melakukan apa saja untuk melenyapkan orang yang mencoba menentangnya. Semangat perubahan di dalam jiwa seseorang menjadi lemah karena diperhadapkan dengan kekejaman tanpa ampun.

  9. Pemboman dan terorisme di berbagai wilayah.

    Dari mana pemberontak memperoleh sumber dana? Apakah teroris dapat keuntungan dari pemboman acak dan gagal yang pernah mereka sebarkan? Lantas apa keuntungan lainnya dari teror yang mereka sebarkan? Kalau tidak ada, siapa yang mendanai mereka? Kalau orang luar negeri, pejabat kaya raya yang super tajir maka seharusnya dia tidak menyewa pengebom amatiran yang kerjanya kebanyakan nggak becus ketahuan densus. Lalu apa keuntungannya mendanai aktivitas teror tersebut? Tidak mungkin juga kan, kalau Indonesia sudah meledak, terus datang penjajah mengklaim tanah kita di tengah kuatnya perdamaian yang digalakkan PBB dan Amerika?

    Kejadian ini bisa membuat orang ketakutan lalu membuat rumah dengan pagar besi dan tembok setinggi langit. Orang-orang semacam disugesti untuk membuat rumah sekelas “safe house” dengan penjagaan dan teknologi canggih yang menyertainya buat berjaga-jaga dari teror bom.

  10. PT. Freeport tidak pernah ada.

    Buat apa Amerika menambang emas jauh-jauh di Indonesia jika di toko onlinenya emas dijual dengan harga murah? Untuk apa perusahaan asing menambang sesuatu dari bumi jika sesuatu tersebut bisa disintesis di laboratorium?

    Ini bisa dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk membenci Amerika. Padahal negara yang satu ini sudah banyak sekali membantu negara-negara kecil yang sedang berkembang seperti Indonesia.

  11. OPM (organisasi Papua merdeka).

    Untuk apa papua memerdekakan diri padahal sudah menjadi daerah yang diistimewakan? Adakah super kapitalis lokal (orang kayar raya yang haus kekuasaan) yang turut ambil andil? Siapa yang mensponsori kaum OPM selama menjalankan operasinya? Tidak ada pihak asing yang berani mendanai OPM sebab kedaulatan Indonesia telah diakui secara internasional (defakto/ dejure).

    Berhati-hatilah memperjuangkan keadilan, lakukan dengan cara-cara yang benar dan cinta damai. Kekerasan sama sekali tidak mendatangkan keuntungan bagi pihak manapun. Justru dengan mengedepankan kekerasan, seseorang menjadi lebih mudah diamankan oleh aparat.

  12. Perusahaan persenjataan Indonesia.

    Pemerintah tidak pernah memiliki perusahaan pembuat senjata nasional. Jenis ini adalah perusahaan paling mandul sebab tidak menghasilkan apa-apa. Padahal mesin-mesin pembuat senjata perlu selalu dijalankan agar tidak berkarat dan performanya bagus. Sedang zaman sekarang, tidak ada perang di sana sini. Bahkan perang yang kanyanya pernah terjadi di masa lalupun terbukti tidak masuk akal.

    Tidak perlu takut terhadap penjualan dan kepemilikan senjata api. Sebab produk semacam itu tidak benar-benar diijinkan peredarannya. Lagipula untuk apa senjata api jika ada hukum yang berlaku dan andapun dapat berbicara baik-baik untuk mencapai kebersamaan hidup di dalam masyarakat yang majemuk.

  13. Bencana di sana-sini.

    Logikanya bencana adalah bukti kegagalan pemerintah dalam memanajemen kehidupan bermasyarakat. Seyogiyanya tidak ada orang yang terlalu naif mengkoar-koarkan kesalahan prosedur yang ditimbulkannya. Namun karena semuanya itu sandiwara makanya tidak ada yang mempersalahkan mereka. Seandainya itu benar maka beban akibat rasa bersalah karena kebijakan yang tidak pantas akan membuat hati para pemangku keputusan sangat tertekan merana.

  14. Orang ini mati dan orang itu mati.

    Oknum tertentu bisa saja dihidupkan atau dimatikan, padahal sebenarnya orang tersebut hanya pindah tugas atau pensiun. Mungkin beberapa di antaranya berganti identitas baru di tempat lain atau hidup sebagai orang baru di wilayah yang baru pula. Tidak ada orang normal yang membanggakan dukanya agar didengarkan oleh semua orang.

  15. Dan lain sebagainya, silahkan cari sendiri.

Kesimpulan

Pemerintah yang baik-baik, mengapa ingin dikenal masyarakat sebagai diktator yang kejam dan suka sewenang-wenang. Mengapa pemerintah memperburuk citra dirinya sendiri dengan sandiwara gelap yang masif? Jangan-jangan informasi hoax yang seolah-olah fakta ini ditujukan untuk menggertak oknum tertentu. Oleh karena itu, (satu) jangan ragu untuk melaporkan hal-hal yang salah dari oknum alat negara menurut prosedur yang tepat: milikilah bukti yang kuat, baik lewat rekaman suara maupun rekaman video agar laporan anda semakin meyakinkan.

Kedua, jangan mudah percaya dengan isu kejahatan aparat pemerintah yang dibawa oleh kabar burung. Bisa jadi kabar buruk itu hanyalah hoax sebagai usaha oknum entah berantah untuk memperkeruh sudut pandang dan meningkatkan sentimen terhadap sistem. Suatu rasa yang bisa mengarahkan orang menjadi jahat, memberontak, mengedepankan kekerasan dan melegalkan aksi teror.

Ketiga, Indonesia perlu keadilan sosial dalam hal pengetahuan, kekuasaan dan pendapatan. Tidak ada profesi/ pekerjaan yang lebih baik dari yang lain dan tidak ada pekerjaan yang lebih mulia dari yang lain. Sebab semua manusia terlibat dan bagi yang belum bisa dilibatkan dalam ekonomi sandiwara yang tersistem.

Dengan cetakan uang di tangan pemerintah, mereka bisa membayar siapa saja untuk menjalankan usaha manipulasi yang berlangsung tanpa diketahui oleh siapa pun. Semua pekerjaan sandiwara yang mereka rancangkan sangat rapi  dan blak-blakkan. Ini semata-mata demi menunjukkan bahwa mereka tidak pernah tenang sehingga pantas dihormati dan dibayar lebih tinggi jauh di atas profesi yang lain. Dari segi saksi mata dan bukti-bukti, mungkin pemerintah bisa memenangkan perkara yang kami ungkit ini sebab merekalah yang berkuasa atas seluruh sumber daya yang ada. Akan tetapi, dari sisi akal sehat argumen mereka sangatlah mudah untuk ditumbangkan lewat penalaran positif. Mari anggap saja kebohongan di atas hanyalah sebuah kebetulan yang berpotensi membingungkan sekaligus menguji ketakutan pemirsa/ seluruh rakyat infonesia. Dengan demikian, tidak ada lagi yang merasa cemas dan kuatir ketika informasi seperti di atas mulai didengungkan oleh media.

Salam, Bukti dan saksi bisa dikarang-karang.
Tetapi logikalah yang meneguhkan
apakah suatu kejadian benar atau bohong
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.