8 Cara Belajar Tidak Iri Hati (Menjauhkan Kedengkian Sejak Dini)

Cara Belajar Tidak Iri Hati (Menjauhkan Kedengkian Sejak Dini)

Hati manusia bagaikan jelaga, hitam pekatnya bisa menempelkan noda dimana-mana. Baju yang awalnya bersih dan putih akan menjadi kotor dan terkesan kumuh karena terkena jelaga. Akan tetapi, pikiran manusia yang cerdas mampu memanipulasinya sehingga jelaga hitam pekat tersebut terlihat bersih saat dilihat orang lain. Kita membungkusnya dengan plastik kebaikan, ketulusan dan kelemah-lembutan agar buruknya tidak kelihatan melainkan apa yang positiflah yang kita pertontonkan. Sayangnya, dalam beberapa keadaan plastik bungkusnya kedodoran dan merembes sehingga jelaga hitam pekat tersebut mengotori kehidupan sendiri, mengganggu kehidupan orang lain dan merugikan lingkungan sekitar kita.

Sifat-sifat yang kita pelihara merupakan sebuah kebiasaan yang bisa menjadi magnet bagi yang baik atau bagi yang jahat. Bila kita memutuskan/ memilih untuk melakukan segala yang baik maka suasana hati tetap positif. Namun bila yang menjadi pilihan kita adalah apa yang buruk maka hal tersebut akan memancing jelaga hitam semakin pahit pekat dari dalam hati sehingga perkataan dan perbuatan pun semakin menjadi-jadi. Oleh karena itu dalam suasana sadar, bagusnya kita berusaha untuk selalu berada di sisi terang kehidupan, memihak kepada hal-hal yang benar dan berprinsip untuk melakukan yang adil. Sebab memilih untuk berpihak kepada yang salah bisa jadi memancing jelaga hitam dari alam bawah sadar semakin mendominasi kehidupan ini.

Iri hati merupakan jelaga hitam yang sudah ada sejak manusia dilahirkan. Rasa dengkilah yang membuat seseorang suka meniru orang lain sejak dari masa kanak-kanaknya. Sebab anak-anak tidak hanya meniru apa yang dibutuhkannya tetapi juga apa yang diinginkannya. Seperti saat seorang anak menirukan gaya-gaya artis dari televisi dimana menurutnya hal tersebut bisa membuatnya senang. Keadaan ini juga turut diperkuat oleh karena sanjungan dan tawa orang-orang di sekitar yang menurutnya mendukungnya untuk melakukan hal tersebut. Padahal tidak semua hal yang ada di televisi baik, ada juga yang kurang-kurangnya sebagai pelengkap dari suatu gejolak sandiwara seru.

Defenisi, Dengki adalah jelaga hitam yang sudah ada sejak manusia dilahirkan yang berupa hasrat sangat kuat terhadap sesuatu setelah menyaksikan sesuatu.

Tahukah anda bahwa panca indera manusia mengambil peran sangat banyak terhadap proses pembentukan rasa dengki? Orang yang mengalami disabilitas salah satu indranya memiliki sedikit keinginan ketimbang mereka yang indranya lengkap. Sebab mereka tidak menyaksikan hal-hal tertentu dimana manusia tidak mungkin iri terhadap sesuatu yang tidak diketahuinya. Keadaan ini sama halnya dengan seseorang yang buta teknologi: dia tidak mengetahui apa-apa dan tidak mengirikan apa-apa sehingga diapun tidak menginginkan apa-apa. Semakin banyak hal yang anda saksikan, semakin banyak pula keirian yang muncul dan mendorong manusia untuk mengusahakannya dengan cara-cara yang legal ataupun yang tidak legal.

Tips belajar mengatasi iri hati sejak muda.

Masa-masa belia rapuh sekali. Kami sendiri banyak melakukan kekhilafan bahkan beberapa kejahatan waktu muda. Semuanya itu terjadi karena kita tidak mampu memahami diri sendiri dan tidak mampu mengantisipasi gejolak di dalam hati serta kurang menyaring informasi dengan bersih. Sedang rasa dengki merong-rong dari dalam, malah membuat hidup tidak tenang. Sadar atau tidak kedengkian ini secara otomatis menggali keinginan kita semakin banyak. Jika saat ini anda merasa sebagai orang yang terlalu boros saat berbelanja: periksa dan atasilah rasa dengki dari dalam diri sendiri agar nafsu tidak mudah diseret oleh iklan. Berikut akan kami jelaskan beberapa hal tentang tips dan trik berlatih untuk tidak lagi mendengki orang lain.

  1. Antar anak dan orang tua.

    Sebagai seorang anak di bawah asuhan orang tua, kita tidak dapat bebas dari pengaruh mereka. Biar bagaimana pun, hidup kita tergantung dari sumber daya yang mereka miliki. Apa yang ortu miliki tentu saja lebih hebat daripada apa yang kita miliki. Misalnya saja dalam segi hal barang-barang elektronik dan aksesoris lainnya. Secara bawaan, kita tidak mengirikan hal tersebut sebab sudah bawaan dan sudah terjadi lama sebelumnya sehingga telah terbiasa. Lagi pula ada sebuah pola yang membuat kita terbebas dari tekanan dengki yaitu saat kita boleh memakai barang-barang ortu. Pola pinjaman ini mengajar dan melatih kita untuk mengatasi sifat-sifat dengki dari dalam hati. Artinya, untuk apa mendengki jika hal tersebut bisa turut kita pinjam seolah milik sendiri? Bila memang masih ada yang membuat seorang anak iri terhadap bapa/ ibunya: tidak susah untuk mengakui keunggulan ortu dan memberi beberapa sanjungan agar kesalnya kedengkian berlalu.

  2. Antar saudara.

    Hampir tidak ada rasa dengki saat seseorang lahir bersama saudara kembar sebab semua yang diberikan kepada mereka rata-rata sama. Akan tetapi, lain halnya saat kita hidup bersaudara dengan anak yang berbeda umurnya. Mungkin banyak rasa dengki yang terlibat saat kita memiliki saudara yang lebih muda. Perhatian dan kasih sayang orang tua seolah terfokus kepadanya saja. Sadarilah bahwa itu adalah hal yang wajar sebab anda juga dahulu saat berumuran sama ditawari hal-hal demikian. Bila tidak, berarti ekonomi keluarga telah membaik dibandingkan masa kecil anda. Anggap saja dahulu orang tua memberikan yang terbaik dan sekarang adik anda pun mendapatkan yang terbaik menurut kapasitas pendapatan ayah/ ibu. Sama-sama mendapatkan yang terbaik tetapi nilainya sajalah yang berbeda seirng dengan kemajuan ekonomi keluarga itu sendiri.

  3. Antar diri sendiri dan televisi.

    Televisi menjadi salah satu hiburan yang dapat diperoleh secara gratis asalkan kita memiliki alat penerimanya. Ada banyak hal-hal yang lebih baik di dalam acara-acara yang berjalan dari menit ke menit. Ini bisa mengundang rasa dengki untuk memilikinya. Atau menganggapnya sebagai sebuah sandiwara karena kenyataannya memang tidak demikian. Anggap saja tawaran yang tinggi-tinggi tersebut adalah ujian hati yang perlu diakui keberadaannya. Bila kita menyempatkan diri untuk memberi pujian dalam hati kepada orang-orang yang membuat iri, pastilah rasanya lebih lega. Akan tetapi, hati yang berkeras dan enggan mengakui penampilan para artis yang luar biasa bisa menciptakan rasa jengkel yang mengganggu konsentrasi.

  4. Antar diri sendiri dan game.

    Amatlah besar kedengkian yang muncul dari dalam hati sehingga kita terus-menerus ingin memainkan suatu permainan. Seolah admin game tidak pernah kehilangan ide untuk menciptakan hal-hal baru yang bisa dicapai oleh setiap pengguna asalkan bekerja keras dengan tekun memainkannya. Terlebih ketika kita diperhadapkan dengan permainan PVP yang menyuguhkan lawan-lawan dengan bintang terbaru yang dapat dikoleksi dari toko. Seolah para hero mahal ini selalu berjaya menghadapi tim kita. Kita perlu membiarkan mereka menang dan mengakui kekalahan yang dialami agar hati tetap senang memainkan game tersebut. Bila pengaruh iri hati kuat maka kita pun akan turut ikut-ikutan mengumpulkan uang untuk membelinya. Padahal semuanya itu tidak semudah yang kita duga sebab secara tidak langsung kita terlibat dalam pembelian berantai yang beresiko menimbulkan kecanduan. Bisa-bisa akibatnya kantong tipis padahal akhir bulan belum habis. Ujung-ujungnya bisa terlibat dalam hutang-piutang yang membuat hidup melarat.

  5. Antar diri sendiri dan media sosial.

    Media sosial selalu bisa mempertontonkan hal-hal yang menawan, jika tidak demikian maka tidak ada banyak orang yang menggandrunginya. Semua yang tertulis, tergambar dan terekam kamera bisa saja membangkitkan kedengkian dari dalam hati. Akan tetapi satu like yang kita berikan sudah bisa membuat hati lega sebab kita mengakui keunggulannya. Bila kita enggan mengakui atau tidak memberi pujian kepada user yang diunggulkan bisa-bisa tidak betah berlama-lama membuka aplikasi yang bersangkutan. Sebab hati mudah panas dan semakin mendidih ketika kita terus menyeret halaman ke atas. Namun ada juga orang yang tidak betah berlama-lama main media sosial karena sibuk bekerja.

  6. Di dalam masyarakat.

    Tidak banyak hal yang membuat kita iri hati dalam masyarakat yang berkeadilan. Sebab keunggulan yang dicapai orang lain secara materi dapat pula kita capai asalkan bersabar, bekerja keras dan bertekun mengisi waktu secara positif. Tidak banyak tantangan dengki yang kita temukan secara langsung dari lingkungan saat manusia memilih untuk hidup sederhana. Kehadiran kita yang tidak mencolok dari segi materi membuat orang lain merasa nyaman saat duduk bersama. Sebab orang-orang yang telah beroleh pencerahan hidup yang sesungguhnya tidak lagi menggantungkan rasa senangnya dengan membanggakan harta dan jabatan yang dimilikinya. Melainkan cukup dengan memuji-muji Tuhan saja, hati sudah merasa tenang dan nyaman sepanjang waktu.

  7. Di sekolah.

    Jika tidak ada aktivitas, pikiran manusia itu liar dan cenderung mengarah pada hal-hal yang buruk. Kadangkala waktu senggang les kosong digunakan untuk merenungkan hal yang macam-macam. Entah si itu lebih baik, lebih pintar, lebih banyak teman, lebih populer dan lain sebagainya. Pemikiran yang merasa apes semacam ini bisa membuat hati mendengki dan cenderung tidak senang saat dekat-dekat dengan orang tertentu atau saat menyaksikan orang tersebut tampil di depan. Daripada hidup tercekik sendiri akibat kebiasaan membanding-bandingkan diri dengan orang lain lebih baik membaca, mengingat dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan pengajar atau yang ada di buku pegangan masing-masing.

  8. Di tempat kerja.

    Sebenarnya kalau ada keadilan, hanya masalah waktu saja sampai kita memiliki sumber daya yang setara dengan yang dimiliki oleh pemimpin tim. Keadilan membuat dengki di dalam hati dapat dinetralkan dengan mudah sebab suatu saat di tahun entah berantah di masa depan, kita bisa memiliki apa yang teman sudah miliki asalkan sabar, kerja keras dan tekun bekerja. Mengucapkan selamat kepada rekan yang berhasil mencapai target atau keinginannya merupakan salah satu cara termanis untuk menepis kedengkian. Biasanya orang-orang yang sudah kerja mudah untuk berpuas diri dengan menikmati gaji yang diterimanya sehingga rasa dengki itu pun lenyap dalam senangnya menikmati hidup.

  9. Dan lain sebagainya, silahkan pelajari sendiri kehidupan anda.

Kesimpulan

Pengakuan kita dengan mangatakan “selamat anda menang, selamat anda berhasil, semoga Tuhan memberkati” merupakan cara termanis untuk menyingkirkan iri hati. Lebih dari itu, daripada rasa dengki menjalar saat hati takjub memandang kepada seseorang: lebih baik mendoakan keberkahan hidupnya lalu lanjut terus memuliakan Tuhan di dalam hati masing-masing atau mengambil kesibukan aktivitas positif lainnya.

Sesungguhnya iri hati bisa menjadi sebuah dorongan positif agar kita terus bergiat dan berkembang sama seperti orang lain juga. Sebab hasrat untuk setara dengan orang lain: mengejar apa yang dikejar orang lain dan memiliki apa yang dimiliki orang lain sudah ada dalam diri masing-masing orang. Namun apa hendak dikata bila sistem bermasyarakat belum memperlakukan setiap keluarga dengan adil. Akibatnya ada orang-orang tertentu yang tak terlampaui: mustahil menyetarakan diri dengan mereka sebab mereka adalah dewa-dewi yang ditetapkan sistem. Sekalipun demikian, irinya hati perlu kita atasi dengan mengakui kehebatan mereka dan di sisi lain berpuas diri dengan apa yang kita miliki. Kita doakan saja semoga pemerintah mulai berupaya mewujudkan cita-cita Pancasila dan kehendak Tuhan (mengasihi sesama seperti diri sendiri).

Salam, Semua hati bisa mengiri,
yang bisa mengkristal menjadi benci
dan rasa permusuhan pun timbul.
Tetapi anda bisa meredakannya
dengan mengucapkan selamat:
entah secara verbal,
entah di dalam hati,
entah secara tertulis
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.