7 Tanda Belum Boleh Pacaran Apalagi Menikah

Tanda Belum Boleh Pacaran Apalagi Menikah

Pada zaman yang kelam, banyak pribadi muda-mudi yang terjebak dalam kejahatan karena tidak sabar menantikan apa yang diinginkannya. Dorongan hasrat yang kuat yang tidak diiringi dengan logika yang sehat memungkinkan manusia diperbudak oleh hawa nafsunya. Ada yang menempatkan keinginannya seolah-olah menjadi sentral kehidupan untuk dicapai. Merasa bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang memuaskan dirinya, bersenang-senang menikmati hidup. Padahal dirinya tidak menyadari bahwa efek puas dan senang yang diperoleh dengan mewujudkan keinginan, sifatnya sementara saja. Setelah itu, rasa bersalah karena melakukan apa yang tidak benar hanya akan membuat batin tersiksa, kemana-mana hati tidak tenang.

Setiap manusia memiliki nafsu yang amat besar tetapi akal sehatlah yang menentukan arah tindakannya. Bila seseorang mampu mempertimbangkan dengan baik tentang dampak dari sikap yang ditempuhnya maka nafsu yang sesat tidak akan ditindaklanjuti, tetapi akan dikubur dalam-dalam dan dilupakan begitu saja. Pikiran yang positif mengarahkan keinginan manusia pada hal-hal duniawi yang tidak bertentangan dengan hukum Tuhan dan hukum negara. Selama pikiran anda sehat, selama itulah kehidupan tidak akan kacau balau oleh karena pilihan salah yang terlanjur ditempuh. Masa-masa muda yang dilalui pun akan berlangsung dalam damai dan bahagia walau kadang ramai gelombang masalah yang menerpa hari-hari.

Pertanda bahwa anda belum siap untuk berpacaran apalagi menikah

Sistem dalam masyarakat mengarahkan semua orang untuk ramai-ramai membentuk keluarga baru. Bila anda tidak percaya, amatilah berbagai acara di televisi maka akan menemukan bahwa kisah-kisah tentang percintaan manusia lebih dominan. Keadaan ini bisa saja mendorong seorang pemuda untuk buru-buru cari pacar baru namun belum melihat kondisinya. Belum menyadari bahwa ada hal-hal yang belum dimilikinya namun sangat dibutuhkan saat membentuk sebuah keluarga baru. Keputusan ini perlu dipikirkan matang-matang sebab hidup berkeluarga tidak hanya satu-dua tahun saja melainkan sampai menutup usia. Jadi lebih baik menunggu waktu yang tepat sambil-sambil mempersiapkan segala yang dibutuhkan untuk menjalin asmara dalam bahtera rumah tangga. Berikut ini adalah tanda bahwa anda masih belum waktunya untuk maju ke tahap kehidupan yang baru tersebut.

  1. Belum cukup umur.

    Betapa indahnya masa-masa sekolah atau kuliah yang dilalui setiap orang. Bertemu banyak orang, ada yang berkulit gelap dan ada yang berkulit terang; silahkan dipilih mana yang suka. Semua anak, tanpa terkecuali pasti memiliki hasrat yang menggebu-gebu untuk menjalin hubungan yang romantis dengan lawan jenisnya. Akan tetapi, mereka yang mampu berpikir jernih akan melihat dirinya baik-baik dan mengatakan bahwa: “ini bukan waktunya untuk berpacaran tetapi ini adalah waktunya untuk menuntut ilmu dan mengembangkan potensi diri.”

    Negara tidak menghambat anda karena telah melarang pernikahan di bawah umur. Tetapi sistem hanya ingin agar setiap keluarga baru siap secara fisik dan matang secara mental. Sebab hidup berkeluarga tidak mengurangi beban manusia tetapi justru menambah berat beban yang perlu dipikul oleh tiap-tiap orang. Dan berdasarkan teori keseimbangan, keadaan tersebut juga turut menambah kenikmatan yang menyenangkan dalam berumah tangga.

  2. Belum punya pekerjaan.

    Anda masih belum bisa punya mainan seperti seorang pacar sebab sumber daya yang anda hasilkan masih belum memadai untuk berdua.” Cukupkan dulu dirimu dengan main mobil-mobilan atau main kapal-kapalan yang bisa dibawa-bawa. Berpuas dirilah walau hanya memiliki teman bermain sekelas smartphone atau laptop-komputer. Teknologi sudah cukup menghibur hari-hari muda yang penuh ambisi dan emosi positif. Khusus untuk permainan yang lebih dalam dan lebih romantis, anda butuh pekerjaan tetap yang setidak-tidaknya bisa menafkahi dua orang (anda sendiri dan pasangan hidup kelak).

  3. Belum punya tempat tinggal.

    Tunggu dulu sampai pemerintah membangun rumah susun untuk masyarakat bila anda merasa bahwa rumah yang saat ini ditempati tidak cukup untuk menampung satu keluarga lagi. Ke depan ini pemerintah akan membangun rumah susun di kota atau pinggiran kota sehingga memudahkan masyarakat untuk mengakses berbagai fasilitas yang ada. Keuntungan lain jika ada rumah susun dengan harga terjangkau atau cicilan yang lumayan murah di dekat perkotaan adalah orang-orang tidak butuh transportasi pribadi bila pergi-pergi ke tempat strategis seperti rumah ibadah, pasar, gedung pendidikan, wahana hiburan, wahana olahraga dan lain-lain. Dampaknya akan merawat lingkungan tetap asri dengan tingkat pencemaran yang minimal.

  4. Belum punya calon.

    Saat sekolah, kita sibuk belajar; demikian saat kuliah, kitapun sibuk mengasah kemampuan diri sendiri. Tidak ada orang spesifik yang dekat dengan kita sebab kita welcome (ramah), bersahabat dengan semua orang. Saat kita hanya fokus kepada diri sendiri, orang lain terlupakan bahkan teman-teman sekolah yang dulu tidak lagi kita kenal atau tidak mengenal diri ini. Janganlah cemberut dan khawatir berlebihan karena hal tersebut, masih banyak hal yang bisa mempertemukan anda dengan kekasih hatimu. Mungkin itu dari keluarga, sahabat, rekan kerja dan tidak tertutup kemungkinan dari aplikasi chatting atau aplikasi perjodohan. Jadi, tenang saja dan hindari galau-galau basah keringat dingin karena anda pasti akan menemukan pujaan hatimu.

  5. Belum disetujui oleh orang tua.

    Minta izin dulu sama orang tua kalau mau pacaran. Anda bisa saja terjebak dalam penolakan besar-besaran karena belum dapat izin ortu. Cewek/ cowok yang anda incar bisa menolak berkali-kali. Lantas anda pun berpikir bahwa doi terlalu berani mempermain-mainkan perasaan anda. Padahal semua cobaan besar yang melanda proses pedekate yang digiatkan semata-mata karena orang tua belum mengizinkan. Sementara orang tua punya banyak kenalan termasuk sama ortu calon pacar yang anda goda bahkan doi sendiri pun kenal sama ortu anda.

    Biar bagaimanapun, sebagai rasa hormat kepada orang tua, seorang anak perlu menunggu persetujuan dari orang tuanya. Terlebih ketika tempat tinggal keluarga baru kelak serumah dengan orang tua. Dibutuhkan sebuah kecocokan yang biasanya bisa terjalin dengan mudah saat seorang anak/ calon menantu mampu bersikap sabar dan rendah hati menghadapi mereka yang lebih dewasa. Zaman sekarang, rata-rata orang tua tidak memaksakan pilihannya ala Siti Nurbaya sebab ada keadilan di antara rakyat. Kecerdasan dan moralitas manusia bisa dibilang rata-rata berada dalam taraf baik asalkan bertuhan dan memiliki teknologi pendamping (khususnya smartphone).

  6. Belum mau/ tidak sedang buru-buru menikah (Belum punya komitmen).

    Dalam dunia yang kecil tapi luas ini, manusia berbeda-beda niat dihatinya. Ada orang tertentu yang masih belum melakukannya karena masih ada hal lain yang dikerjarnya. Orang lain yang memilih untuk tidak menikah karena berhubungan erat dengan pekerjaan yang digelutinya. Ada juga orang yang merasa tidak membutuhkan itu karena segala sesuatu dalam hidupnya bisa dilakukan sendiri: baik itu bekerja mencari duit maupun sambil mengurus rumah dan pekerjaan recehan di dalamnya. Mereka yang sudah puas dengan kehidupannya, untuk apa mencari kepuasan lain? Bila yang anda cari dalam hidup ini adalah kepraktisan dan kesederhanaan maka yang dibutuhkan adalah hidup sendiri tanpa seorang yang spesial di sisi tetapi mencintai semua orang.

  7. Belum mencukupi biaya pernikahan.

    Saat-saat sekarang ini, biaya pernikahan tidak sebesar yang dulu-dulu. Manusia mulai menyadari bahwa adat istiadat yang mengajak mereka untuk berfoya-foya selama berhari-hari tidak ada artinya. Menyenangkan orang lain dalam sebuah pesta pernikahan bukanlah tujuan utama saat membentuk rumah tangga baru. Sebab carut-marut yang dialami dalam keluarga yang baru tidak diurus/ dicampuri oleh orang lain tetapi semua beban dilimpahkan kepada suami dan istri menurut kemampuan masing-masing. Jadi, hindari terlalu fokus menyenangkan orang lain tetapi utamakanlah untuk menyenangkan biduan hati anda. Bila biaya pernikahannya belum memadai, bersabarlah sedikit lagi sampai semuanya siap.

    Tidak masalah jika anda adalah seorang anak yang menikah dengan didanai oleh orang tua. Hanya saja, ada kemungkinan ortu menjadi lebih dominan untuk mengatur keluarga anda. Menikah dengan biaya sendiri adalah pilihan yang cukup menantang sebab sekalipun sudah memiliki pekerjaan mapan tidak langsung nikah. Namun perlu menunggu beberapa bulan untuk mengumpulkan biaya pernikahan yang memadai. Kami tidak menyarankan anda untuk mengajukan kredit atau pinjaman koperasi sebab biaya hidup dalam berumah tangga bukan semakin turun melainkan semakin tinggi yang beresiko utang menumpuk.

Kesimpulan

Sudah waktunya atau belum tergantung dari pribadi seseorang (fisik, mental) dan persiapan (materi) untuk menyambut kehadiran orang lain dalam lingkaran keluarga yang lebih intim. Tidak perlu buru-buru bila kondisi belum pas untuk itu agar lingkaran keluarga yang dibentuk kelak tidak kelonggaran atau kesempitan menyusahkan diri sendiri. Kelonggaran bisa terjadi karena fokus terpecah-pecah pada keinginan yang lain padahal pasangan kita butuh kasih sayang dan perhatian yang lebih intens. Kesempitan yang mencekik bisa terjadi karena terkejut dan stres karena masalah-masalah yang baru muncul setelah berkeluarga. Oleh karena itu, bersabarlah sedikit lagi sampai semua yang dibutuhkan untuk membentuk rumah tangga baru tersedia. Ingatlah bahwa masa depan adalah kumpulan dari usaha kita di masa lalu: jodoh yang baik hanya diberikan kepada mereka yang sudah menabung kebaikan mulai dari sekarang.

Salam, Belum boleh
mainin pacar?
mainin hape
aja dulu
….
😀 😀 😀

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.