+10 Tanda Tidak Butuh Pacaran Dan TIdak Perlu Menikah

Tanda Anda Tidak Butuh Pacaran Dan Menikah

Kebanyakan masyarakat meyakini bahwa menikah adalah kebutuhan tetapi bukan kewajiban. Artinya, ada waktunya orang-orang perlu menikah tetapi bagi yang tidak menginginkannya, tidak apa apa karena itu tidak diharuskan. Sisi kebebasan seputar pasangan hidup sifatnya sangat tertutup tergantung dari pilihan masing-masing pribadi. Tidak ada yang bisa memaksakan suatu hubungan kepada orang lain yang secara logika diperkirakan masih belum mampu menjalaninya. Keadaan ini mungkin disebabkan oleh karena kesiapan yang bersangkutan dari sisi fisiologis dan penghasilan. Tetapi di sisi lain kehidupan, ada juga orang-orang yang memang tidak berminat untuk menjalin hubungan yang lebih intim dan lebih intens dengan orang lain karena merasa bahwa dirinya telah memiliki semua yang dibutuhkannya.

Untuk apa mencari kepuasan lain, jika hidupmu yang sekarang sudah sangat memuaskan?

Ada baiknya bila tiap-tiap orang merenungi diri sendiri sambil menyelami isi hati dan situasi di sekitar. Tindakan ini bukan untuk mencari siapa yang lebih baik tetapi untuk menemukan apa yang menjadi keinginan real di dalam hati. Sesuatu yang memang kita butuhkan dan kita kehendaki agar terjadi sehingga hal tersebut bisa membuat diri sendiri puas. Tidak ada manusia yang bertindak untuk sesuatu yang tidak memuaskan: melakukan kejahatan adalah salah satu dari tindakan yang sama sekali tidak memberikan kepuasan melainkan menyisakan rasa bersalah. Lantas pertanyaan ini bila dihubung-hubungkan dengan aktivitas pacaran hingga menikah: apakah itu memuaskan? Atau mungkin pernyataannya adalah “untuk apa mencari kepuasan lain, jika hidupmu yang sekarang sudah sangat memuaskan?”

Saat-saat untuk mencari pacar adalah waktu yang menegangkan. Beberapa orang muda berhasil menemukan kekasihnya sendiri, beberapa yang lain gagal dan selebihnya menyerahkan proses ini di tangan orang tua untuk dijodohkan dengan yang pantas. Sebaiknya, siapapun anda yang sedang mencari seseorang untuk dicintai seumur hidup, lakukanlah itu setelah anda sepenuhnya mandiri. Campur tangan orang lain yang sangat besar selama proses pernikahan anda memungkinkan orang tersebut untuk mengintervensi keluarga anda kelak. Bila anda sudah merasa sudah cukup dana untuk pernikahan sederhana: pacarilah seseorang selama 3-4 minggu atau dua bulan (tidak lebih) untuk mengenalnya lebih dekat dan menyesuaikan minat anda dengan kebiasaannya. Jika semuanya lancar, segeralah menikah jangan tunggu sampai tahun depan!

Tandanya ketika kita tidak perlu mencari pacar apalagi menikah

Kami mohon maaf jika tulisan ini sedikit kontras dengan apa yang diinginkan oleh kebanyakan masyarakat. Hanya saja, ada rasa tidak enakan dengan orang yang melihat apa yang kami lakukan. Sehingga dibutuhkan suatu alasan agar sebuah tindakan bisa diterima oleh akal sehat. Sebab hidup ini bukan seperti karya seni fiksi yang tiba-tiba saja ada tanpa suatu alasan yang pasti. Karena ada penyebabnya, demikianlah sebuah tindakan akan terus bertahan dan terus dilakukan dari waktu ke waktu. Suatu dasar yang menjadi kokoh hingga dipegang teguh di dalam hati sampai waktu yang tidak ditentukan. Jika ada hal lain yang lebih logis untuk meruntuhkan teori ini maka gunakanlah hal tersebut sebagai jalan hidup sendiri. Berikut pertanda bahwa kita tidak perlu mencari seorang pacar dan tidak usah menikah.

Alasan umum.

  1. Belum cukup umur.

    Seorang pemula tidak membutuhkan teman hidup. Anak-anak dan remaja yang masih sekolah sebaiknya tidak perlu mencari pacar. Dalam masa muda penuh perkembangan, kerahkanlah energi anda untuk mengembangkan pengetahuan dan wawasan yang benar. Bentuklah diri untuk mengenali aturan umum di dalam masyarakat agar bisa membawa sikap dengan tepat. Ketahuilah bahwa dalam banyak kasus pacar di usia yang terlalu muda malah berpotensi mengganggu fokus untuk mengembangkan diri.

  2. Belum mandiri.

    Sekalipun umur sudah matang bagi seorang pria, namun belum bisa menikah bila belum dapat pekerjaan dengan penghasilan pasti. Kemandirian pendapatan umumnya hanya berlaku bagi laki-laki sebagai calon kepala keluarga yang mencari nafkah. Sedang bagi seorang perempuan, tidak harus mandiri financial baru boleh menikah sebab mereka adalah calon ibu rumah tangga yang merawat keluarga.

    Ada juga orang yang berpikir bahwa sekalipun belum mandiri, boleh saja cari pacar. Istilahnya adalah sambil-sambil cari kerja sambil juga cari pacar. Namun kami tidak menyarankan anda untuk melakukan hal ini sebab pacaran butuh dana, misalnya saat makan atau minum bareng: masakan diminta dari orang tua? Ini terutama bagi cowok: bila orang tua terlalu banyak kasih uang untuk biaya ngedate bareng kekasih maka besar kemungkinan pengaruh orang tua lebih banyak dan lebih dominan dalam keluarga yang anda bentuk kelak.

  3. Sudah punya.

    Lah kalau sudah punya kekasih, apalagi kalau sudah menikah: ngapain masih cari yang lain? Semoga makin langgeng dan makin sejahtera saja bagi yang sudah punya pasangan hidup.

    Biasanya semakin lama bersama orang lain maka semakin intim hubungan yang tercipta. Masing-masing sudah bisa saling menyesuaikan diri dengan kesukaan satu sama lain yang mungkin berbeda-beda. Serta sudah dewasa dan terbiasa menghadapi persoalan rumah tangga yang cukup pelik. Justru pasngan yang masih labil adalah yang baru-baru menikah karena masih perlu beradaptasi di tengah masalah-masalah yang baru muncul setelah menikah.

    Alasan profesional.

  4. Sudah mandiri penuh tapi masih belum mencapai tujuan yang lebih besar.

    Anda sudah mampu menafkahi diri sendiri dan tidak lagi membutuhkan bantuan dana dari orang lain. Apapun yang dibutuhkan bisa dicukup-cukupkan dengan cara menabung dan melakukan beberapa aktivitas tambahan di smartphone, seperti bermain game. Sadarilah kawan bahwa memainkan game online atau yang ada iklannya merupakan suatu tindakan menabung kecil-kecilan yang akan kita terima hasilnya setelah sekian lama waktu berlalu.

    Orang yang mandiri tidak sombong dengan berkata “saya tidak membutuhkan orang lain.” Melainkan ini hanya sebuah hasrat untuk hidup sendiri tanpa mau menjalin hubungan yang lebih intim dengan orang lain. Mereka lebih suka fokus melakukan apa yang sedang dikerjakan saat ini dan tidak ingin bayang-bayang pasangan resmi mengganggu atau secara tidak sengaja menggagalkan tujuan yang sedang diperjuangkannya. Artinya, ada sesuatu yang lain yang perlu dikerjakannya dengan gigih tanpa dibebani oleh kehidupan keluarga.

    Pada dasarnya, membentuk keluarga baru adalah tujuan terbesar dalam kehidupan seorang manusia. Akan tetapi, pada titik tertentu hal ini boleh ditanggungkan/ ditunda terlebih dahulu karena ada tujuan yang lebih utama daripada sekedar memiliki pasangan hidup. Ini dilakukan agar keluarga tidak terbengkalai/ terlantar hanya demi memperjuangkan sesuatu. Pastinya besar rasa bersalah di dalam hati kalau kita menelantarkan darah daging sendiri hanya untuk mengejar cita-cita yang lain.

  5. Mampu mengurus rumah sendiri.

    Keadaan ini mungkin menjadi alasan bagi seorang pria untuk tidak lagi mencari seorang ibu rumah tangga sebab ia bisa menghendel semua yang perlu dilakukan untuk mengurus dirinya sendiri. Mulai dari memasak, mencuci piring, mencuci baju dan pekerjaan rumahan lainnya sambil juga bekerja mencari uang. Mungkin cowok ini telah membuat hidupnya lebih simple sehingga untuk kebutuhan hariannya tidak perlu lagi bergantung terhadap orang lain sebab bisa dilakukan sendiri. Kesederhanaan dan kemudahan hidup yang ditekuninya menjadi sebuah dasar yang baik untuk tetap sendiri.

  6. Sudah enak menikmati diri sendiri.

    Apakah anda puas dengan diri anda? Puas dengan apa yang sudah dimiliki saat ini? Demikian juga puas dalam hal seksual walau dilakukan seorang diri saja (privat seks). Kami tidak tahu bagaimana seorang perempuan menikmati hal-hal seksual tetapi bagi seorang pria: lebih enak ditahan-tahan. Tidak lazim bila seorang pria melepaskannya setiap hari namun menahan keluarnya lebih lama merupakan tantangan yang membuahkan kenikmatan. Jadi, untuk apa lagi pacar atau istri/ suami jika kita sudah merasakan kepuasan mumpuni saat menikmati diri sendiri.

  7. Seks pribadi bebas hasutan lawan jenis.

    Biasanya seorang jomblo mandiri yang sudah seharusnya menikah adalah yang hasratnya kuat untuk masturbasi karena mengingat lawan jenis (entah itu orang yang dikenal/ pacar/ orang asing/ artis). Ingat-ingatan terhadap orang lain sebagai pendorong nafsu onani menunjukkan bahwa hasrat anda masih sangat besar untuk menginginkan seorang pendamping hidup yang sepadan. Pilihan terbaik jomblo mandiri hasrat tinggi adalah punya pacar untuk dinikahi dalam waktu dekat. Akan tetapi mereka yang mampu menikmati seks pribadi tanpa menggerayangi siapa pun dalam hatinya dimungkinkan untuk hidup tanpa memiliki kekasih atau istri/ suami dalam waktu dekat.

  8. Tidak sedang merindu/ tidak kangen siapapun.

    Bagaimana kita bisa menyatakan bahwa apa yang dirasakan telah terbebas dari pengaruh lawan jenis? Salah satu bukti konkrit bahwa anda adalah manusia yang tidak terlalu membutuhkan seorang pacar atau seorang istri/ suami adalah tidak memikir-mikirkan orang yang menurut anda menarik. Setiap manusia mungkin saja bisa menarik hati untuk sesaat saja namun setelah itu semuanya terlupakan begitu saja. Sekalipun ada sisa-sisa ingatan tentang mereka namun hal tersebut tidak membuat hati merindu. Mungkin ada orang-orang lainnya yang pernah dekat dengan anda namun tidak merasa kangen dengan keberadaan mereka.

  9. Tidak butuh curhat.

    Ada orang-orang di dunia ini yang merasa perlu mengungkapkan setiap hal yang dialaminya kepada orang lain. Ini seperti sebuah cara bagi mereka untuk mengeluarkan unek-uneknya sambil meraih perhatian dan saran sekaligus solusi dari orang lain. Bila anda adalah orang yang seperti ini, sudah pasti membutuhkan yang namanya teman pendaping hidup agar bisa saling curhat. Akan tetapi bagi orang-orang tertentu yang merasa tidak rindu menceritakan hari-harinya kepada siapapun, dimampukan untuk hidup sendiri tanpa pasangan hidup.

  10. Tidak merasa kesepian.

    Apakah anda adalah orang yang merasa bahwa hari-hari yang dilalui penuh sepi? Padahal di dalam keluarga masih ada orang lain yang hidup serumah dengan anda tetapi masih merasa canggung untuk terbuka dengan mereka. Rasa kesepian yang mengisi hari-hari merupakan pertanda bahwa anda senang bila memiliki seorang di sisi sebagai teman sehati berdua memadu kasih sepanjang waktu. Akan tetapi, lain halnya dengan mereka yang hari-harinya penuh kesibukan sehingga tidak mengenal masa-masa sepi. Justru mereka merasa bahwa kehidupannya sangat ramai sekalipun statusnya hanya seorang singel. Mereka punya tujuan belum tercapai yang membuat aktivitasnya padat-merapat sampai-sampai menyingkirkan kesepian dari dalam dada.

  11. Tidak merasa kosong hati (hampa).

    Hampanya hati lebih banyak disebabkan oleh karena merasa hidup ini tidak berarti. Kita tidak mampu memberi manfaat kepada orang lain karena keterbatasan yang dimiliki. Lain halnya jika bisa memiliki seorang kekasih hati agar masing-masing bisa saling berbagi kasih. Dimana ada orang yang saling mengasihi, di situ ada niat untuk melakukan kebaikan dan dorongan untuk saling memberi manfaat kepada satu sama lain. Kebermanfaatan hidup inilah yang membuat kehampaan hati lenyap. Tidak demikian dengan mereka yang merasa bahwa hatinya selalu terisi dengan baik oleh berbagai-bagai hal positif. Mereka telah mendedikasikan hidup untuk mengusahakan apa yang adil dan apa yang benar. Sekalipun tidak memiliki pacar/ istri/ suami, tidak ada kehampaan. Dengan melakukan apa yang benar dan apa yang adil maka semuanya itu sudah menggantikan rasa hampanya hati.

Kesimpulan

Milikilah keluarga jika anda sudah mandiri kecuali anda masih punya tujuan lain yang belum tercapai. Fokuslah mengejar mimpi-mimpi logis itu terlebih dahulu: setelahnya dengarkan kata hati anda, apa masih perlu menikah?

Manusia mencari kepuasan selama hidup di bumi ini sehingga timbullah dorongan untuk membentuk suatu keluarga. Ada rasa saling mengasihi antar pasangan satu sama lain yang mendorong niat baik yang rela berkorban. Saling mengusahakan hal-hal yang bermanfaat dengan tulus hati agar merasa hidupnya berarti satu sama lain. Ada dorongan untuk berbagi kisah kepada pasangan yang bisa membuat hati lega sehingga mau tidak mau perlu mencari seorang pacar untuk dinikahi dalam waktu dekat. Akan tetapi, lain halnya dengan orang-orang yang merasa sudah puas dengan apa yang dimilikinya dan mampu menemukan kebermanfaatan hidup di tengah masyarakat yang kompleks. Serta tidak begitu candu untuk diperhatikan atau untuk didengarkan oleh orang lain. Mereka yang mandiri luar dalam dimungkinkan untuk tidak memiliki pacar bahkan tidak memerlukan pendamping hidup. Terutama ketika masih ada tujuan lain yang lebih penting dan masih perlu diusahakan. Ketika semuanya sudah tercapai maka berkeluarga bisa dipertimbangkan.

Salam, Memiliki pasangan hidup
bisa menjadi kebutuhan seseorang.
Tetapi tidak diharuskan agar
setiap orang segera
atau buru-buru menikah
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.