7 Ketidakcocokan dalam Hidup – Ya Anda Menang, Semoga Tuhan Memberkatimu!

Ketidakcocokan dalam Hidup - Ya Anda Menang, Semoga Tuhan Memberkatimu

Jalan memang terlihat mulus dari jauh, terutama saat tidak ada kerusakan: semua kendaraan lalu-lalang tanpa ragu di atasnya. Akan tetapi, tepat ketika kita mulai merabanya dengan permukaan jari, kasarnya terasa nyata. Tempat-tempat dengan dinding dan lantai keramik pun terlihat mulus dari jauh dan halus saat diraba dengan jari. Namun saat menggoyangkan jari ke depan atau ke belakang lebih jauh, kasarnya terasa nyata pada bagian pinggir keramik yang dihubungkan satu sama lain. Tidak semua hal di dunia mulus sesuai dengan yang kita inginkan. Ada segmen-segmen tertentu di dalam hidup ini yang memang tidak cocok dengan diri kita.

Sekalipun ada banyak ketidakcocokan dengan diri sendiri, bukan berarti hal tersebut salah dan kitalah yang benar. Kita perlu mempercayai bahwa orang lain dan sistem di tempat kita hidup adalah positif adanya. Tidak perlu meragukan hal-hal yang terjadi pada mereka selama kita masih hidup di dunia. Jadi, sekalipun ada ketidaksesuaian dalam berbagai bidang, hal tersebut semestinya tidak masalah. Sebab ketidaksuaian itu sifatnya masih dalam ranah yang positif. Kita melakukan hal yang satu dan dia melakukan hal yang lain namun sama-sama merupakan kebutuhan yang bermanfaat bagi satu sama lain. Perbedaannya hanya terbentuk dalam aktivitas yang meluap dari waktu ke waktu.

  1. Ketidakcocokan fisiologi

Umur, jenis kelamin, bobot dan tinggi badan menyebabkan banyak hal yang tidak sesuai. Tidak mungkin orang tua bisa cocok dengan aktivitas yang dilakukan oleh anak kecil. Terkecuali saat-saat tertentu dimana orang tua dan anak melakukan permainan bersama dan aktivitas yang membutuhkan kerja sama lainnya. Cowok tidak lazim menggunakan baju cewek dimana masing-masing orang punya ukuran pakaian yang berbeda. Umumnya, tidak ada orang yang bermasalah dengan ketidaksamaan yang telah berlangsung sejak manusia diciptakan. Mungkin karena keadaan ini telah berlangsung sangat lama dari sejak manusia dilahirkan sehingga tingkat penyesuaian diri terhadapnya sangat baik.

Ada gejolak seputar ketidaksesuaian fisiologis yang mungkin terjadi di zaman-zaman sebelumnya. Hal yang kami maksudkan seperti: kekerasan terhadap perempuan, kekerasan terhadap anak, kesetaraan gender, homoseksual, pedofil dan berbagai masalah sosial lainnya. Konflik yang terjadi di saat itu mungkin disebabkan karena manusia terlalu menganggarkan dirinya sebagai pribadi yang berhak dan bebas untuk melakukan segalanya. Seolah kejahatan yang mereka lakukan adalah suatu upaya untuk bersenang-senang walau hanya sesaat. Padahal di dunia ini masih banyak hal menyenangkan untuk dinikmati. Seolah mereka tidak memahami apa yang dikehendaki oleh Tuhan yang menciptakannya.

  1. Ketidakcocokan pekerjaan

Kalau kerjanya berbeda, biasanya aktivitas rutin yang dilakukannya juga berbeda. Beberapa orang merasa tidak masalah dengan hal tersebut karena mereka pun punya kesibukan masing-masing. Asal saja tiap-tiap orang melakukan hal yang positif, tidak perlulah merasa jengkel dengan hari-hari anda. Terlebih lagi kalau yang dikerjakan adalah hal-hal yang disertai dengan surat rekomendasi tertentu. Hanya koruptor dan penjahat yang diamankan petugas yang mungkin saja tidak menyukai pekerjaan orang yang bersiap untuk menangkapnya. Sedang orang normal hanya berupaya menyesuaikan diri dengan hiruk-pikuk kesibukan yang berputar di sekitar tempat kerjanya.

  1. Ketidakcocokan karena lokasi

Ada tempat-tempat tertentu di dunia ini yang nyatanya sangat tenang namun ada juga tempat yang ramai-riuh. Tiap manusia memiliki kesukaan dan kebiasaannya sendiri sehingga tidak masalah dengan kondisi yang dihadapinya. Terlebih kalau orang-orang tersebut sudah dari sejak lahirnya berada di sana: dia akan menjalaninya tanpa merasakan keanehan dan tanpa mengeluh berkomentar panjang-lebar. Kadangkala orang akan sedikit bermasalah saat suasana kehidupannya tiba-tiba berubah drastis. Misalnya saat terjadi perpindahan dari tempat sepi ke tempat ramai atau sebaliknya. Selama yang bersangkutan mampu bersikap ikhlas: semuanya bisa dipelajari dan dibiasakan dengan kepala dingin. Namun tanpa hati yang bersabar, ketidaksesuaian ini beresiko menimbulkan konflik sembunyi-sembunyi maupun konflik nyata.

  1. ketidakcocokan hobi

Kesukaan kita berbeda-beda, makanya dalam momen tertentu manusia diberi ruang untuk privasi. Kita mengejar apa yang kita sukai, demikian juga orang lain mengejar apa yang dicintainya. Bila dua pribadi berbeda ini dipertemukan untuk membicarakan hobi siapa yang lebih baik: tidak akan ada ujungnya. Sebab biasanya masing-masing kegemaran memiliki sisi yang disebut kelebihan dan kelemahan. Lagipula zaman sekarang tidak ada orang yang kurang kerjaan yang menjelek-jelekkan apa yang disukai sesamanya sebab masing-masing punya kekhasan. Mereka menikmati apa yang dilakukan dan hal tersebut tidak berdampak buruk pada kesehatan fisik dan kesehatan jiwanya. Lagipula jika itu berdampak negatif: sudah ada petugas kesehatan dan petugas keamanan yang siap siaga menyelesaikannya.

  1. Ketidakcocokan karena benci dan dendam

Ada yang merasa terganggu dengan ketidakcocokan yang dialaminya bukan karena hal tersebut salah melainkan ada sesuatu yang mempengaruhinya. Seolah keadaan mereka tidak mampu menerima kenyataan yang harusnya terjadi. Keadaan hati yang tidak mampu ikhlas semacam ini merupakan suatu pertanda yang menunjukkan bahwa ada sesuatu yang mengganjal di hati. Mungkin ini disebabkan karena peristiwa di masa lalu yang menimbulkan sakit hati yang terbawa-bawa sampai kini belum memaafkannya. Atau bisa juga keadaan ini hanya sebentuk dari kurangnya adaptasi dari proses-proses kehidupan yang dijalani.

Suasana hati menjadi sangat rapuh saat kita berhadapan dengan orang-orang yang berutang dendam terhadap diri ini. Sedikit saja sikap musuh yang terlihat mencolok, hati bisa-bisa berkomentar panjang lebar tentang hal tersebut. Tiap manusia perlu mengetahui dengan pasti suasana hati yang dihujam benci agar mampu menaklukkan egonya sendiri. Sebelum hal tersebut merusak kehidupan yang lainnya, segera mengalahkan diri sendiri dengan merendahkan hati. Menyangkal diri dengan menyampahi diri sendiri di dalam hati merupakan upaya terbaik untuk menekan kekesalan hati. Tidak bersikap terburu-butu menghakimi orang lain merupakan suatu upaya yang menurunkan derajat benci kepada seseorang. Daripada menghakiminya, lebih baik doakan pertobatan, kebaikan dan keberuntungannya agar rasa bencipun berlalulah.

  1. Ketidakcocokan karena iri hati

Ada hasrat besar dalam diri manusia untuk menjadi sama seperti orang lain, namun banyak faktor yang membuat hal tersebut tidak terwujud. Semua faktor-faktor yang kami sebutkan di atas bisa menjadi pemicunya. Tetapi, kebanyakan pemicunya adalah kekayaan dan ketenaran yang dimiliki manusia di bumi. Faktor kekayaan dan popularitas ini semakin meruncing karena media-media mendorong orang beramai-ramai untuk memilikinya. Mereka yang terjebak dalam hasutan media cetak/ elektronik bisa menjadi sangat dengki kepada sesamanya karana dua kelebihan tersebut. Mereka mengira hanya kekayaan dan popularitas yang membuat hati senang (padahal banyak hal di bumi ini yang menyenangkan walau sementara). Akibatnya, iri hati itulah yang membuat orang tersebut jahat, manipulatif dan membenci sesamanya.

Anda patut berbahagia jika tidak lagi terjebak dalam tarikan halus media-media yang berputar di sekeliling kita. Ada orang-orang muda yang mungkin masih saja terjebak dalam nafsu kaya dan populis sehingga hal tersebut memperbudak dan menyetir (mengendalikan) kehidupan mereka. Orang yang sudah dewasa tidak lagi terpengaruh dengan suara-suara yang menyesatkan hatinya sebab sudah merasa puas dengan apa yang dimiliki. Jika kedengkian itu muncul di dalam hatinya: tidak ditanggapi buruk melainkan orang-orang tersebut malah dipuji dalam hati. Atau mereka bisa membuat hati yang mendengki menjadi ikhlas dengan mengatakan: “ya anda menang, semoga diberkati Tuhan.”

  1. Ketidakcocokan karena ketidakadilan

Hak manusia yang sama dibutuhkan oleh setiap sistem sebab hal ini termuat dalam hukum puncak bernegara dan keyakinan yang dimiliki tiap-tiap manusia. Hak seseorang dari sumber daya pasti ada, mustahil sama sekali tidak ada sebab dia adalah warga negara yang sah secara hukum. Pemerintah memang melakukan pekerjaan nyata tetapi ada juga sebagian yang disandiwarakan bahkan pekerjaan yang sedikitpun bisa dibanyak-banyakkan karena ada sandiwara. Yang kita harapkan dari pemerintah adalah mengorganisir orang-orang yang belum bekerja atau sudah bekerja namun belum terorganisir. Lalu membuat sandiwara khusus untuk mereka agar semua orang bekerja dan semua dapat sumber daya yang adil tanpa ada yang diterlantarkan. Zaman sekarang tidak sulit mengorganisir manusia menggunakan smartphone yang dimiliki tiap-tiap orang.

Ketidakcocokan dengan keadilan yang berlaku bisa dibawakan oleh siapa saja ke mahkamah konstitusi. Ini semata-mata agar bukan hanya pemerintah yang berhak bersandiwara tetapi semua orang juga bisa. Ada baiknya jika mereka membuat sandiwara juga untuk seluruh masyarakat agar orang-orang yang belum terorganisir dan belum bekerja dapat sumber daya yang adil. Di berbagai negara juga demikian, manusia bekerja menggunakan perangkat teknologi yang mereka miliki untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan sistem. Masing-masing orang akan mendapatkan sumber daya yang setara sebagai upah dari kerja keras yang mereka lakukan. Pekerjaan semacam ini bahkan bisa lebih praktis dan ramah lingkungan sebab masing-masing orang diupayakan untuk bekerja dari rumah saja. #dirumahaja

  1. Dan masih banyak hal lain yang tidak cocok-cocok selama hidup di dunia ini.

Kesimpulan

Menyamakan diri dengan orang lain adalah sifat bawaan manusia, itulah rasa di hati yang mengawali prinsip keadilan sosial. Hanya saja, tidak mungkin semuanya sama: ada hal-hal tertentu yang bisa disamakan tetapi ada pula hal-hal yang memang sama sekali tidak cocok. Biasanya, ketidaksamaan ini bersifat recehan yang perlu dihadapi dengan sabar, penuh toleransi dan sebaiknya bebaskan dari iri hati.

Tidak cocok dengan seseorang bukan berarti orang tersebut salah. Mungkin kedengkian kitalah yang membesar-besarkan ketidaksesuaian itu sehingga terasa menyakitkan. Sebenarnya, ketidaksesuaian yang kecil-kecil bisa dihadapi dengan sukacita setelah anda terbiasa dengan semuanya itu. Lagipula bukan hanya hal-hal duniawi yang bisa memicu sukacita, saat memuji-muji Tuhan dalam hati pun kebahagiaan bisa selalu ada.

Ada banyak hal di dunia ini yang tidak sesuai dengan diri sendiri namun bukan berarti hal tersebut jahat sama sekali. Mungkin ketidaksesuaian itu disebabkan karena faktor fisiologi (umur, jenis kelamin, bobot dan tinggi badan); ada yang disebabkan karena faktor pekerjaan (tugas yang berbeda-beda). Juga ada yang disebabkan karena minat atau hobi yang berbeda satu sama lain. Dan tidak dapat dipungkiri bahwa keadaan tersebut juga turut disebabkan oleh karena kedagingan manusia yang jahat (benci, dendam, iri hati). Namun semuanya itu bisa diantisipasi dengan sikap yang sabar menyesuaikan diri ketika ditantang oleh ketidakcocokan. Cobalah tolerir keadaan yang berseberangan dengan menyampahi diri sendiri dan meyakini bahwa semua yang terjadi sudah sepantasnya (memang tidak ada peraturan yang dilanggar). Rasa dengki bisa diredakan dengan mengatakan “anda menang, semoga Tuhan memberkatimu.”

Salam, ketidaksamaan adalah
awal persinggungan
atau anda bisa
membangun mental adaptif
dari semua masalah itu
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.