Manfaat Jadi Penulis Tanpa Identitas Jelas (Anonim)

Manfaat Jadi Penulis Tanpa Identitas Jelas (Anonim)

Matius 18: 19  Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan.

Pada dasarnya, melayani merupakan aktivitas berbagi kepada orang lain tanpa mengharapkan apa-apa. Tiap-tiap manusia yang bekerja melayani sesamanya tanpa pandang bulu adalah hamba Tuhan. Melayani yang dimaksud di sini bukan hanya dalam hal berbagi firman Tuhan melainkan berbagi hal apa saja yang dapat diekspresikan oleh seorang manusia. Aktivitas ini bisa saja tidak terlihat, tidak terdengar dan tidak teraba namun ada juga yang bersifat sebaliknya. Peberian yang tidak dapat diamati panca indera adalah doa kepada orang lain yang dilakukan di dalam hati. Sedangkan pemberian lain yang terdeteksi indera adalah kata-kata santun dan perbuatan baik kepada sesama.

Semakin kita mendekat kepada Tuhan, semakin besar kerinduan untuk melayani orang lain. Artinya, keintiman dengan Sang Khalik yang memberi kebahagiaan di dalam hati adalah dorongan terkuat untuk berbagi kepada sesama. Sayangnya, niat kita yang menggebu-gebu untuk melayani sesama tidak dapat tersalurkan tepat saat itu juga. Sebab kita dibatasi oleh momen, kedekatan dan tupoksi (kewenangan). Tiga hal inilah yang membuat kita perlu cermat sebelum memberikan pelayanan kepada seseorang. Bila kita kurang memperhatikan ketiga hal tersebut maka kebaikan yang dilakukan cenderung mengalami bias. Seolah hal tersebut tidak tepat sasaran sehingga apa yang kita lakukan sia-sia saja.

Waktu yang tepat (momen)

Setiap kebaikan adalah energi positif yang dapat membantu mendorong semangat dari dalam hati. Sebab perlu aktif bila hendak melakukan hal tersebut sehingga dari aktivitas tersebutlah bertambah hasrat untuk semangat. Namun kita perlu memerhatikan waktu yang tepat sebelum melepaskannya ke hadapan orang lain. Beberapa orang menunggu sesuatu terjadi atau menunggu tanggal tertentu untuk berbagi kepada sesama. Satu-satunya kebaikan yang tidak perlu momen adalah doa hati kepada siapapun. Hati bisa berkata-kata untuk mendoakan keberuntungan, kesehatan dan kebaikan sesama kapan saja, dimana saja dan apa pun yang sedang dilakukan. Selanjutnya, kembangkanlah cara-cara anda melakukan hal positif pada waktu yang tepat.

Tupoksi (tugas pokok dan fungsi – kewenangan)

Ada hal baik yang disebut sebagai nasehat, penghiburan dan penyemangat. Semua hal ini berkaitan dengan kata-kata positif yang patut untuk dibagikan kepada sesama. Sayangnya, membagi kata-kata mutiara untuk menasehati seseorang tidak selalu bisa kita lakukan di dunia nyata. Sebab di dunia nyata, ada orang-orang tertentu yang melakukan tugas tersebut. Di dalam keluarga ada orang tua yang berwenang, di dalam gereja ada pendeta, di dalam sekolah ada guru, di dalam organisasi ada komisi tertentu yang melakukannya. Jadi, sekalipun seseorang bersikap buruk, kita tidak bisa serta merta menegurnya karena tidak memiliki tupoksi yang sah untuk melakukannya. Bahkan menegur antar teman saja tidak bisa kita lakukan di depan orang lain/ banyak orang/ umum melainkan kita perlu berbicara dengannya secara empat mata.

Peraturan yang berlaku

Betapa membaranya niat kita untuk melakukan apa yang baik namun tetap saja perlu memperhatikan berbagai faktor sebelum diekspresikan. Misalnya tentang aturan kesehatan menggunakan masker dan membatasi kontak dengan orang lain bagi yang sakit. Keadaan ini jelas membatasi kebaikan kita terutama keramahan kepada sesama. Tetapi, mau bagaimana lagi demi terwujudnya masyarakat yang sehat, bila sedang sakit sebaiknya mengurangi kontak dengan orang lain dan menggunakan masker agar kuman yang dibawa badan sendiri tidak tertular kepada orang lain. Ingatlah bahwa peraturan kesehatan semacam ini hanya berlaku bagi orang yang sedang sakit sedangkan bagi yang merasa dirinya sehat: beramah-tamahlah pada momen yang tepat.

Refleksi – penerapannya terhadap seorang penulis

Penulis adalah sebuah profesi yang memiliki wilayah kerja sendiri-sendiri. Ada dua tipe profesi tersebut: ada yang melakukannya lewat buku, majalah, koran dan media cetak lainnya. Tetapi ada juga yang disebut sebagai penulis lepas yang dapat melakukannya dimana saja. Wilayah kerja penulis lepas inilah yang cukup luas, yakni mencakup media apa saja yang bisa memuat opini terhadap sesuatu. Salah satu tempat publik yang paling banyak ditulisi orang-orang adalah dunia maya. Sebab pada dasarnya, semua manusia bisa dan telah diajari menulis sejak sekolah dasar. Sehingga siapa saja bisa melakukannya asalkan bisa terkoneksi dengan jaringan internet.

Bila kita bahas lebih dalam lagi, dari mana semua kata-kata yang kita tuliskan? Semuanya itu, tidak lain dari dalam pikiran masing-masing orang. Masalahnya adalah “hati manusia adalah markas besar kejahatan,” sehingga resiko terkotorinya ide-ide yang kita hasilkan sangatlah tinggi. Artinya, segala yang buruk-buruk perlu disaring dengan jeli oleh seseorang sebelum mengungkapkannya ke publik. Di sisi lain, di luar diri kita ada juga informasi bernada negatif yang berpotensi mengotori ide yang dimiliki. Kita perlu terlebih dahulu meneliti dengan benar, apa-apa saja yang perlu diungkapkan agar jauh dari kebanggaan diri dan tidak menyakiti orang tertentu.

Menulis di dunia maya memosisikan kita untuk berbuat baik kepada siapa saja bahkan kepada mereka yang tidak kita kenal. Tidak perlu susah hati memikirkan momen yang tepat karena apa yang dilakukan tidak mengganggu waktu siapa pun. Tidak perlu kewenangan khusus saat kita hendak menasehati berbagai manusia dari berbagai kalangan. Asal saja kata-kata yang kita sampaikan sopan, semua pasti dapat menerimanya secara sukarela maupun secara terpaksa. Hanya saja, sebaiknya tidak memfokuskan apa yang kita sampaikan kepada pribadi tertentu di dalam masyarakat. Gunakanlah kata-kata nasihat tersebut seperti menerapnya kepada diri sendiri. Bila diri sendiri tersinggung dengan apa yang diungkapkan, sebaiknya hindari mengungkapkan hal tersebut kepada orang lain di dunia maya. Temukanlah kata-kata yang tepat untuk menasehati diri sendiri agar dengan ungkapan tersebut orang lain turut tersadarkan tentang sesuatu.

Berhati-hatilah, sekalipun kita sangat kontras kepada seseorang di dunia maya hindari membawakan hal tersebut di dunia nyata. Sebab kebebasan untuk menegur orang hanya berlaku di dunia maya, itupun tidak kita lakukan secara spesifik. Saat terjun di dunia nyata, kembalilah kepada kehidupan normal anda dimana hanya akan berbuat yang baik berdasarkan momen, tupoksi dan peraturan yang berlaku. Kebebasan berpendapat sebaiknya dibatas-batasi saat kita kembali kepada realita kehidupan. Tidak perlu berbicara ini-itu bila belum diberikan kesempatan oleh orang yang bermasalah. Tidak usah berkomentar tentang sesuatu bila tidak berada dalam forum/ rapat dengan tema yang tepat. Belajarlah dari pengalaman sendiri: koreksi kesalahan yang terjadi, lakukan percobaan kecil-kecilan dan ambil makna yang bisa diterapkan dari semuanya itu.

Tanpa identitas yang jelas

Media sosial atau blog yang biasanya digandrungi oleh para penulis merupakan blog pribadi. Dari yang kami tahu, kebanyakan isinya merupakan cerita-cerita lazim yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Ini bisa dikatakan sebagai bagian dari catatan harian yang mengupas masalah-masalah pribadi. Sekalipun demikian, berhati-hatilah mengungkapkan tentang perasaan anda kepada internet. Sebab di dunia nirkabel orang lain dapat membaca ketergantungan anda terhadap sesuatu lalu di dunia nyata mereka akan mempermain-mainkan hal tersebut untuk menggelisahkan anda. Oleh karena itu, saran kami bagi para blogger yang hendak mengungkapkan hari-harinya ke publik adalah: kupaslah sesuatu yang sudah ada penyelesaiannya. Agar pembaca tidak hanya melihat anda sebagai pembawa masalah, melainkan juga sebagai pemberi solusi.

Identitas yang perlu dirahasiakan merupakan usaha terbaik penulis agar tidak terbeban berbicara dalam kekosongan. Sebab dalam dunia blogging tidak ada sistem cepat dimana tulisan segera disukai, dibagikan dan dikomentari serta tidak ada bayaran cepat untuk semua usaha anda. Bila sebelumnya telah memamerkan diri sebagai pemilik blog namun keberhasilannya nol besar pasti ada kesan malu dan menyesal karena sebelumnya telah membanggakannya. Sadar atau tidak, kebanggaan akan tulisan-tulisan bagus yang kita hasilkan tidak akan tersalurkan/ tidak ada artinya selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, lebih baik tidak menyertakan identitas agar tidak gede rasa pada hal-hal bermutu yang dituliskan.

Menulis tanpa identitas turut memberi kita ruang gerak agar tidak terlalu terikat secara pribadi dengan apa yang dimuat. Sebab biar bagaimana pun: kita hanyalah manusia biasa yang kadang juga melakukan kesalahan. Tidak akan ada orang yang akan menyalahkan anda secara pribadi karena hal-hal negatif yang termuat sebab tidak ada yang mengenal. Selama hal tersebut tidak mengandung makian dan kata-kata kotor, masih tetap terlihat sehat oleh mesin pencari. Demikian juga jika ada hal-hal populis yang dituliskan, tidak ada yang memuji secara pribadi. Inilah prinsip keseimbangan anonim yang tidak mendapatkan keuntungan langsung dari publik serta tidak menanggung kerugian yang dialami publik karena karya yang dihasilkannya. Sebab pendapatan yang diperoleh tidak berasal dari publik atau dari pemirsa lainnya melainkan dari sistem yang berkeadilan.

Rasanya kurang mengena jika semua isi karya seni dibawakan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab biar bagaimanapun di dalamnya bisa saja terdapat konflik yang biasanya melibatkan sisi baik dan sisi buruk kehidupan. Ketika ada pembaca yang bermasalah dengan tulisan kita, mereka bisa marah dan mengungkapkan kekesalahan hatinya. Hanya saja, semuanya itu tidak dilampiaskan terhadap penulis secara pribadi dalam kehidupan nyata melainkan dituliskan lewat kolom komentar yang terdapat pada akhir setiap tulisan. Tidak ada orang yang berhak menyalahkan anda karena sudut pandang negatif yang digunakan. Demikian juga saat ada pengunjung blog yang merasa beruntung karena menemukan manfaat tidak akan mengatakannya langsung kepada pribadi penulis tetapi diungkapkan lewat kolom komentar yang tersedia.

Hal terakhir dan yang paling penting, “mengapa perlu menulis tanpa identitas yang jelas” adalah untuk menjaga keutuhan berkat yang kita peroleh di akhir zaman. Ingatlah bahwa setiap orang yang telah menabur dan menuai pula di bumi tidak akan lagi menerima berkat di akhirat selain kebaikan karena menuntaskan tanggung jawab yang diemban. Segala hal bermanfaat dan populis yang telah dihargai oleh dunia tidak akan lagi menerima penghargaan saat kita hidup bersama di sorga kelak. Tentu hal ini merugikan kita sebab sehebat-hebatnya manfaat penghargaan di bumi tidak akan bertahan lama karena tertelan oleh kefanaan waktu. Akan tetapi, mereka yang merindukan penghargaan di sorga kelak, perlu lebih berlapang dada selama menulis tanpa identitas di bumi. Jangan khawatir, pada akhirnya penantian anda tidak akan sia-sia karena manfaatnya berlaku untuk selama-lamanya.

Pernyataan-pernyataan

Anda Tidak Berhak Menghukum Kami Secara Pribadi

Bagi para pembaca sekalian. Harap diketahui bahwa kami secara pribadi tidak ada hubungannya dengan Tulisan ini. Apa yang kami tuliskan: mungkin saja berlaku di tempat anda tetapi mungkin juga tidak sebab dunia kita berbeda. Misalnya saja tentang kejadian keracunan: bila ada tulisan kami yang membahas tentang toksin, itu bukan berarti kami tahan banting terhadap racun dan juga bukan berarti bahwa kami melegalkan toksin di tengah-tengah masyarakat. Melainkan semuanya itu tergantung dari peraturan yang berlaku. Tidak ada satupun peraturan atau hukum yang melegalkan penaburan kotoran pada makanan. Jangan memanfaatkan ketabahan dalam tulisan ini untuk mengerjai orang lain. Sebab tulisan ini hanyalah bagian dari karya seni dari sejengkal kehidupan manusia.

Berhenti menyamakan karya seni yang sejengkal sebagai peraturan yang berlaku sebab kehidupan di dunia nyata sangatlah kompleks. Kami sendiri telah menjadikan blok ini anonim. Artinya, kami secara pribadi tidak meraih popularitas apapun dalam setiap hal bermutu yang ada di dalamnya. Demikian juga saat ada tulisan yang tidak bermutu, kami pun tidak terpengaruh terhadap hal tersebut. Para seniman lain juga menuliskan, menceritakan, mendramakan dan memfilmkan hal-hal tentang racun dan mereka tidak terpengaruh dengan hal tersebut. Sekali lagi kami katakan: “jangan manfaatkan kesalahan dalam tulisan ini untuk menyakiti siapapun sebab ini hanyalah bagian dari karya seni.” Ambil yang baiknya tetapi tinggalkan buruknya yang dibandingkan dengan parameter kehidupan yang diyakini masing-masing.

Kesimpulan

Lazimnya pemerintahlah yang melaksanakan perubahan sedangkan anonim tetap tak terlihat. Nikmatnya menggenapi firman Tuhan (Matius 18: 19) lebih baik daripada penghargaan populis yang diberikan manusia.

Hanya memberi ide tidak ada artinya tanpa kewenangan untuk melaksanakannya. Hanya memberi ide bukanlah sesuatu yang besar dibandingkan dengan mereka yang berwenang melaksanakan ide tersebut.

Menulis di media soaial adalah kebaikan kepada siapa saja. Biar bagaimana pun, saat melayani di dunia nyata kita perlu paham betul-betul tentang momen yang tepat, tupoksi yang sah dan aturan yang berlaku. Tidak demikian saat berada di dunia maya: ada kelonggaran untuk berbicara kepada siapa saja tanpa diketahui oleh yang bersangkutan. Hanya saja saran dari kami adalah katakanlah hal tersebut seolah mengatakannya untuk diri sendiri: agar tidak ada kata-kata yang dilampiaskan terlalu kasar. Selain itu, jadilah penulis tanpa identitas yang jelas agar tidak terlalu terbeban secara pribadi dengan apa yang disampaikan. Lagipula, bukankah lebih baik bila kita bekerja dengan tulus (tanpa mengharapkan apa-apa) kecuali penghargaan dari sistem (pendapatan yang adil untuk semua orang) yang biasanya baru kelar setelah bertahun-tahun berkarya.

Salam, Untuk apalah
title di bumi,
itu sementara saja.
Lebih baik nantikan
title di sorga
yang berlaku
sampai selama-lamanya
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.