11 Cara Menjadi Pribadi Yang Unbroken (Tidak Dapat Dirusak Zaman)

Perlu diakui bahwa ada sisi-sisi tertentu dalam kehidupan yang menyenangkan hati tetapi ada juga sisi lain yang membuat sakit, galau, gundah hingga bersedih. Hindari sikap yang terlalu bangga dengan kesenangannya agar kita tidak menikmatinya sampai kebablasan karena mengabaikan nilai-nilai yang benar di dalam masyarakat. Tetapi tidak perlu kesal dan mempersoalkan rasa sakit yang ditimbulkan oleh diri sendiri dan dunia ini. Melainkan cobalah untuk bertahan tetap baik: mengikhlaskan kejadiannya, bersabar menunggu proses-prosesnya dan menanggapinya dengan rendah hati. Jsemua masalah itu terlalu diperdalam/ dibahas-bahas karena bisa mengganggu hubungan dekat dengan orang-orang di sekitar. Melainkan beralihlah pada fokus yang positif dan tanggapi dengan santai karenJa badai pasti berlalu dan bersiap-siaplah berputar-putar menghadapi badai yang lain! Lama kelamaan penderitaan anda menjadi rutinitas, sehingga tidak ada lagi rasa sakit dan penat hati yang ditimbulkannya!

Dunia ini lebih besar daripada diri sendiri sebagai individu yang soliter. Jadi bukan mustahil bila sampai dunia menekan dan merusak kehidupan kita yang kecil tak berdaya ini. Bencana alam mungkin akan menjadi kerusakan yang membawa dampak besar yang dramatis bagi manusia. Tetapi tahukah anda, bahwa hal-hal kecil dalam hidup ini juga berpotensi untuk mengoyakkan kehidupan bila kita menghadapinya tanpa kendali diri yang positif. Selayaknya masalah yang ada bisa mendatangkan dampak baik yang membangun kehidupan seseorang tetapi sekaligus beresiko menenggelamkan dirinya dalam keterpurukan tiada akhir. Bukankah semuanya itu tergantung dari “kemana fokus pikirannya diarahkan?”

Zaman memang sudah edan tetapi jangan khawatir sebab semuanya itu telah terkandangkan dalam petak-petak teknologi. Dualisme yang di bawa oleh teknologi bisa mendatangkan manfaat positif tetapi bisa juga mendatangkan manfaat negatif. Di dalamnya termuat sandiwara yang berisi tentang pertarungan antara yang baik dan jahat. Bahkan dalam beberapa sesi: yang baiknya pun melakukan kejahatan dan demikian juga yang jahatnya pun melakukan kebaikan. Jadi, tidak ada adegan yang dapat ditiru seratus persen dan tidak ada pemeran yang dapat dicontoh semua sikap hidupnya. Sebab segala sesuatu tidak sempurna, manusia juga tidak selalu bisa melakukan apa yang diinginkannya sehingga sandiwara yang terjadi semakin kompleks dan bersambung tak putus-putusnya untuk ditayangkan.

Defenisi – Pribadi yang tidak dapat dirusak zaman adalah pribadi yang prinsip dan sikapnya tidak berubah buruk sekalipun keburukan zaman menggelora di sekitar.

Cara menjadi pribadi yang tidak dapat dirusak oleh manusia atau situasi di sekitarnya

Kerusakan yang dialami oleh seorang manusia tidak semata-mata menyangkut hal-hal fisik, melainkan keadaan ini turut pula ditandai dengan rusaknya nilai-nilai mental (pikiran) dan moral  (sikap) positif yang ada padanya. Khusus pada bagian ini kami tidak membahas tentang kerusakan, kehancuran dan kematian fisik yang dialami seseorang. Melainkan kami lebih memusatkan pembahasan pada kekuatan psikis atau mental seseorang saat menghadapi pergerakan halus sampai kasar yang muncul dalam dirinya sendiri dan dari lingkungan tempatnya berada. Berikut ini akan kami jelaskan sedikit tentang tips menjadi pribadi yang tidak dapat rusak, yaitu.

  1. Fokus kepada Tuhan.

    Siapa lagi yang bisa kita harapkan untuk membuat diri ini tidak terpuruk dalam sikap yang kurang berfaedah, kalau bukan Tuhan? Allah adalah Sang Pencipta yang mengetahui seluk-beluk kehidupan kita. Hidup yang selalu terhubung pada Sang Pencipta, mendatangkan banyak manfaat dalam kehidupan ini. Hubungan yang berlangsung secara kontinu memposisikan kita untuk selalu diperbaharui di dalam kebenaran-Nya. Kehadirannya menjadi pengingat yang manjur untuk memperingatkan kita tentang berbagai-bagai hal positif.

    Kehadiran-Nya di dalam hati membuat kita selalu sadar dalam setiap sikap yang diekspresikan sehingga kecil kemungkinan timbulnya perbuatan daging dalam perkataan maupun perbuatan. Allah seperti korektor ajaib yang siap-sedia mengingat-ngingatkan kita kalau-kalau mulai ada perbuatan atau perkataan yang kurang tepat. Lagi pula hati yang selalu aktif memuji-muji Tuhan dipacu untuk lebih cerdas bahkan bijak menjalani hari. Tidak ada lagi ketakutan sebab nyanyian adalah kekuatan yang meneguhkan sikap dan prinsip hidup yang kita tempuh.

  2. Baik kepada siapa saja.

    Hanya orang yang mau berlelah yang bisa berbuat baik sebab menjadi baik itu merepotkan. Jauh sebelum kita berbuat baik, yang perlu dimiliki adalah kebahagiaan dan kepuasan terhadap diri sendiri. Orang yang sudah bahagia dan merasa puas dalam hidupnya akan lebih mudah untuk berbagi kepada sesama dimulai dari hal-hal kecil, misalnya ramah-tamah. Kebaikan yang lebih sederhana dari itu adalah mendoakan orang lain: Saat dirinya senang mendoakannya agar bertambah-tambah baik dan saat dirinya bersedih mendoakannya agar kuat menjalani apapun beban hidupnya.

    Kemampuan kita untuk berbagi kepada sesama merupakan bukti kongkrit kemakmuran hidup. Orang lain bisa menyadari perubahan hidup kita lewat kebaikan yang diekspresikan. Sikap yang tidak lagi suka berbagi keramahan kepada sesama mulai menunjukkan betapa banyaknya masalah yang mendera kehidupan ini. Oleh karena itu, tanggunglah beban anda sedemikian rupa agar efeknya tidak sampai melemahkan sikap yang baik kepada sesama. Tidak ada orang/ pihak yang bisa merusak anda bila mampu bersikap positif kapanpun, dimanapun dan kepada siapapun anda.

  3. Mematuhi peraturan yang berlaku.

    Beberapa orang rusak atau menyimpang dari jalan benar karena tidak sengaja dan karena belum mengetahui peraturan yang berlaku. Oleh karena itu, ketahuilah apa yang perlu anda ketahui dan jangan sampai terlambat mendengar informasi tentangnya. Sebab hanya orang yang mampu memahami aturanlah yang bisa menempuh cara-cara yang benar dalam bersikap. Lebih dari itu, pahamilah aturan universal tentang kasih yang utuh kepada Sang Pencipta dan kasih yang adil kepada sesama manusia. Tidak ada hukum yang menentang dua kebenaran hakiki tersebut.

  4. Ikhlas saat diuji oleh diri sendiri.

    Tahukah anda bahwa “markas besar kejahatan” pusatnya dalam hati manusia itu sendiri? Ada hal-hal jahat yang meraung-raung di dalam hati sendiri dan hal-hal jahat itulah yang perlu diredam dari waktu ke waktu. Cara terbaik meredamnya adalah dengan menujukan hati kepada Tuhan dan menyibukkan diri dengan bekerja, belajar dan berbuat baik kepada sesama. Kita bisa hancur oleh keinginan yang buruk bila tidak mampu mengenali dan menghalau ide-ide yang tidak baik tersebut.

    Kita diuji oleh hati sendiri yang menyuguhkan hal-hal yang kurang tepat untuk dilakukan. Bila terbawa dalam sugesti yang kurang tepat tersebut, kita cenderung hanyut dalam kekhilafan sikap. Oleh karena itu, jangan ragu untuk meminta maaf pada kesalahan apapun yang kita lakukan (kepada Tuhan maupun kepada manusia). Jangan marah terhadap diri sendiri yang kadang mensugestikan hal yang kurang tepat, melainkan ikhlaskanlah kejadian tersebut dan jadikanlah pengalaman agar tidak melakukan kesalahan yang sama dilain waktu. Perkaya diri anda tentang pengetahuan yang baik dan benar agar bisa menepis hasutan negatif tersebut. Misalnya dengan rutin membaca Kitab Suci, buku, majalah, blog, koran dan lain-lain.

  5. Tabah saat diuji oleh keluarga sendiri.

    Ujian dari keluarga cukup luas bila anda masih belum bisa hidup mandiri. Apapun perkara yang datang, cobalah untuk bersabar menghadapinya. Berhenti menjadikan keunggulan nama keluarga sebagai kebanggaan sebab dapat mendorong mental menuntut kesempurnaan. Padahal tidak ada keluarga yang benar-benar sempurna, sebab masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya. Oleh sebab itu, berusahalah untuk mensyukuri dan menikmati apa yang ada tanpa mengabaikan nilai-nilai kebenaran. Jangan bosan menghadapi berbagai kejanggalan kecil yang selang-seling menghampiri hari sebab semuanya itu hanyalah persoalan biasa yang pada dasarnya juga ditanggung oleh semua anak zaman sekarang.

  6. Rendah hati saat diuji oleh lingkungan sekitar.

    Pada dasarnya, lingkungan tidak berbuat jahat kepada kita selama bisa menjaga sikap tetap baik, entah itu kepada manusia, hewan, tumbuhan dan fasilitas umum yang ada. Biasanya, lingkungan sekitar bisa menguji karena telah turut bekerja sama dengan orang tua untuk mencobai kita. Di sisi lain, cobaan dari lingkungan biasanya muncul akibat persinggungan aktivitas. Oleh karena itu, bertoleransilah terhadap gangguan yang wajar dan sikapi semuanya dengan tetap tenang. Diam sejenak namun tetap menyibukkan diri sendiri dengan berbagai aktivitas positif seperti fokus Tuhan, bekerja, belajar dan berbuat baik kepada sesama. Sikap yang rendah hati dibarengi dengan hidup sederhana agar semua yang diperlukan dapat dipenuhi sampai kapanpun. Biasanya orang yang kebutuhannya terpenuhi lebih siap menghadapi masalah yang datang lewat gangguan-gangguan biasa. Tanda utama bahwa anda tidak tersinggung dengan gangguan kecil yang terjadi adalah tidak ada dendam sehingga dimampukan untuk menanggapi mereka dengan ramah.

    Sikap yang rendah hati turut tampak saat kita mampu melalui berbagai tantangan yang ada. Hindari mencari kepuasan dengan mengejek para penggoda. Anda mungkin bisa saja lulu uji kali ini tetapi tidak ada yang tau apa yang terjadi besok. Membanggakan diri karena mampu menjalani cobaan hidup dengan mengumbar kata-kata angkuh dapat memicu ketergantungan. Pada satu titik, bangga karena lulus ujian menciptakan tumpukan tekanan di masa depan tepat saat kita tidak mampu atau gagal menghadapi cobaan yang datang. Ditambah lagi ketika menyadari memiliki banyak kekurang dalam diri kita mengubah momen sombong yang menyenangkan malah menjadi kepahitan.

  7. Kuat menghadapi ujian dari teknologi.

    Kecanggihan teknologi sangat menawan untuk dimiliki. Tidak ada seorang pun yang tidak menginginkannya dan tidak ada satupun manusia yang tidak membutuhkan teknologi. Hanya saja, tantangan lewat hal-hal canggih sangat menggoda hawa nafsu di dalam dada. Selama anda mampu mengembangkan logika di atas keinginan: selama itulah kita jauh dari efek buruknya. Satu-satunya cara untuk mengembangkan akal sehat adalah dengan menambah pengetahuan dan wawasan tentang kehidupan. Sebab pada dasarnya, apa yang jahat tidak masuk akal, menjijikkan, buruk, berlebihan, melanggar hukum, melawan Tuhan, menentang kebenaran, berlawanan dengan kebaikan dan lain sebagainya. Kita perlu menyadari tantangan tersebut agar bisa menangkisnya dengan sebagus-bagusnya.

    Tantangan lain lewat teknologi dapat melatih kemampuan kita untuk sabar menunggu, cerdik, tetap tenang, menjauhi benci dan tidak cepat marah. Semua kompleksitas ini dapat kita temukan saat memiliki smartphone: menggunakan aplikasi tertentu dan game. Alat modern ini mampu membantu kita untuk terbiasa dengan banyak rasa sakit yang kerap ditemukan dalam kehidupan nyata sehari-hari.

  8. Mengenali informasi sumbang.

    Tidak semua informasi salah tetapi beberapa di antaranya tidak cocok buat diri kita atau tidak sesuai dengan profesi yang digeluti. Info tersebut mungkin tidak sesuai dengan tugas yang dipercayakan sistem kepada kita maka lebih baik diabaikan saja. Ada juga informasi yang berupa fitnah dalam gosip-gosip hangat di tengah masyarakat. Suara hati yang dekat kepada Tuhan pasti bisa mengenali suatu kejadian yang pura-pura agar bisa ditanggapi dengan santai sebagai sebuah lelucon. Bandingkan jugalah informasi yang diperoleh dengan parameter kehidupan yang dimiliki. Seleksi itu berdasarkan kebenaran kasih sejati dan peraturan yang lumrah di dalam masyarakat.

    Tidak perlu terlalu memperdalam pembahasan berita-berita yang didengarkan lewat beragam media. Kebanyakan hal tersebut hanyalah sandiwara yang memicu kontroversi yang membingungkan dan mencemaskan hati. Lebih baik pujilah Tuhan dan sibukkan dirimu dengan aktivitas positifmu sendiri.

  9. Konsisten untuk bersikap baik dan benar.

    Tidak mudah untuk bersikap konsisten dikala orang lain plin-plan. Kembalilah kepada tujuan di balik semua sikap anda: “untuk siapa anda bersikap?” Jika anda bersikap untuk menyenangkan orang lain maka pantas saja kebaikan itu sifatnya hilang-timbul. Belajarlah berbuat baik tanpa memikirkan keuntungan yang didapatkan dari tindakan tersebut. Sebab tidak semua kebaikan memberikan benefit setara, sebab biar bagaimanapun yang namanya berbuat baik itu pasti ada ruginya. Oleh karena itu, tidak perlu membagikan hal-hal yang terbatas (misalnya materi) tetapi rajin-rajinlah membagikan kebaikan yang tidak terbatas seperti hati yang selalu mendoakan kebaikan orang lain, kata-kata yang santun kepada sesama dan perbuatan sederhana lainnya demi menolong orang lain.

    Butuh waktu yang lumayan panjang untuk melatih diri menjadi konsisten. Salah satu yang perlu dipahami adalah “jangan terlalu membeda-bedakan manusia dan hindari perasaan benci terhadap siapapun.” Bila anda mampu membersihkan hati dari dua hal ini maka bisa dipastikan bahwa sikap konsisten itu bisa dibangun perlahan-lahan tapi pasti.

  10. Terbiasa dengan rasa sakit.

    Kita tidak berbicara tentang sakit fisik, sebab ini bisa diredakan dengan berkunjung ke instalasi kesehatan publik yang ada di sekitar. Rasa sakit hati bisa muncul karena berbagai alasan tetapi hindari merasa kesal karena kepahitan yang diderita. Berupayalah untuk ikhlas menerima kenyataan tanpa menyalahkan siapa pun. Kadang-kadang rasa sakit itu bisa membuat kepala pusing pikiran penat karena terus-menerus dipikirkan. Biasakan diri tersekiti dengan tidak lagi fokus mempersoalkan: menyesali, menyalahkan seseorang dan menangisi suatu kejadian buruk. Hindarilah fokus kepada masalah yang menyakitkan hati melainkan carilah kesibukan agar hal tersebut tenggelam dalam banyaknya aktivitas yang dilakukan.

  11. Menikmati hidup dan mengatasi efek sampingnya.

    Hidup memang keras sebab berpotensi menghancurkan kepribadian kita. Namun di sisi lain, hidup inipun begitu lembut dan enak untuk dinikmati. Apa yang anda miliki, nikmatilah itu dengan penuh rasa syukur. Jangan percaya dengan bualan informasi yang mengatakan bahwa lebih mahal lebih enak sebab yang murah-meriah asalkan halal pun dapat memberi kenikmatan sesaat. Panca indera kita memang mudah tertarik dengan hal-hal indah yang kita amati lewat media-media yang ada, sadarilah bahwa semuanya itu fana. Cobalah tambah wawasan kehidupan sambil menikmati hari dengan menonton film, baik yang ada di televisi nasional maupun yang diunduh melalui internet.

    Nikmati makanan dan minuman selama hal tersebut ada tetapi batasi konsumsi terhadap daging, susu dan telur. Sebab bahan dari protein ini mengandung zat tertentu yang jika dimakan cenderung menimbulkan bau badan. Bahkan bila perlu jangan dikonsumsi sama-sekali dan tentukan di akhir pekan atau akhir bulan saja dimakan. Nasi, roti, tepung dan sayur merupakan makanan ideal yang tidak menimbulkan bau badan.

    Tidak mungkin menikmati hidup bila badan tidak sehat. Oleh karena itu, jangan lupa meminum air putih kira-kira dua liter per hari, jaga konsumsi garam dengan manambahkannya pada masakan dan beraktivitaslah hari demi hari. Olahraga rutin seperti berlari dalam ruangan adalah baik bagi kesehatan termasuk dalam hal ini adalah menggoyang-gelengkan kepala. Semua tindakan ini adalah pencegahan dini agar tubuh tetap fit dan tidak dirusak oleh zaman ini.

Kesimpulan

Perlu diakui bahwa ada sisi-sisi tertentu dalam kehidupan yang menyenangkan hati tetapi ada juga sisi lain yang membuat sakit, galau, gundah hingga bersedih. Hindari sikap yang terlalu bangga dengan kesenangannya agar kita tidak menikmatinya sampai kebablasan karena mengabaikan nilai-nilai yang benar di dalam masyarakat. Tetapi tidak perlu kesal dan mempersoalkan rasa sakit yang ditimbulkan oleh diri sendiri dan dunia ini. Melainkan cobalah untuk bertahan tetap baik: mengikhlaskan kejadiannya, bersabar menunggu proses-prosesnya dan menanggapinya dengan rendah hati. Janganlah semua masalah itu terlalu diperdalam/ dibahas-bahas karena bisa mengganggu hubungan dekat dengan orang-orang di sekitar. Melainkan beralihlah pada fokus yang positif dan tanggapi dengan santai karena badai pasti berlalu dan bersiap-siaplah berputar-putar menghadapi badai yang lain! Lama kelamaan penderitaan anda menjadi rutinitas, sehingga tidak ada lagi rasa sakit dan penat hati yang ditimbulkannya!

Salam, Saat dunia
berupaya menghancurkanmu
Jangan membencinya
tetapi bersahabat dan
tetaplah jadi orang baik
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.