8 Cara Betah Di Rumah Aja Sampai Karatan

Cara Betah Di Rumah Aja Sampai Karatan

Pada dasarnya, barang-barang yang karatan lebih banyak ditemukan di luar rumah. Sebab di luar ada cuaca: angin, hujan dan panas matahari yang membuat suatu perabotan lebih cepat berkarat. Akan tetapi, saat barang yang kita sukai disimpan di dalam rumah, strukturnya cenderung awet bebas pembusukan. Terutama kalau perabotan tersebut terbuat dari bahan kuat, seperti kayu, baja, aluminium dan lain-lain. Kalau barang-barang saja makin awet ketika disimpan di dalam rumah, lantas mengapa kita merasa karatan saat berada terus-menerus di dalam hunian dambaan hati? Mari belajar bersikap bijak dari benda-benda yang dianggap tidak bernyawa tersebut agar bisa berbahagia tinggal di dalam ruang-ruang rumah sendiri.

Manusia bukan tipe makhluk yang berlama-lama diam di suatu tempat. Kita tidak seperti kebanyakan pohon-pohon hijau yang ada di lingkungan sekitar. Merekalah pribadi yang benar-benar karatan setelah berdiam diri selama bertahun-tahun, berpuluh tahun bahkan hingga beratus tahun di suatu tempat. Betapa tabahnya mereka berada di situ. Serta betapa bahagianya mereka karena terus berkembang walau sedang berdiam diri. Bukankah demikian seharusnya kehidupan kita yang perlu dihabiskan untuk menyelesaikan tanggung jawab sembari bersenang-senang menari di atas waktu dan kehidupan yang berputar-putar? Manusia jauh lebih cerdas dari tumbuhan yang lumutan sehingga tidak mustahil bagi kita untuk merasa betah berlama-lama di dalam keluarga sendiri.

Tips & trik betah sampai karatan di rumah aja

Ketika benda-benda yang tidak bernyawa dibiarkan terlalu lama dimakan usang oleh waktu maka makhluk hidup sebeliknya. Tanaman yang lumutan telah hidup puluhan hingga ratusan tahun yang tumbuh membesar, menjulang tinggi ke atas dan mengembangkan cabang-cabangnya ke berbagai arah. Sepatutnya, demikian jugalah dengan manusia, bahkan lebih lagi karena mampu berkembang: bukan hanya dari sisi materi melainkan yang lebih utama adalah perkembangan mental kepribadiannya. Tidak sukar mencari materi asal kita bekerja keras, tekun dan tabah menjalani proses. Akan tetapi, lebih sulit xmeningkatkan kecerdasan emosional dan kepribadian yang lebih dewasa. Berikut ini, beberapa teknik yang anda perlukan untuk melakukan semunya itu.

  1. Fokus kepada Tuhan.

    Coba amati pepohonan yang menjulang tinggi: mereka fokus kepada Tuhan dengan cara, mau tumbuh terus menyentuh langit tertinggi. Pertumbuhannya menuju ke atas, jauh melebihi manusia manapun. Bila pepohonan saja bisa fokus sama yang di atas maka sebaiknya manusia juga perlu menujukan hati pada perkara-perkara yang benar dan adil. Tidak hanya menyibukkan diri dengan aktivitas dunia tetapi turut pula memberi diri menekuni aktivitas sorgawi dengan mengikuti kebaktian dan persekutuan lainnya sesuai jadwal tiap-tiap minggunya.

    Tidak sampai di situ saja, sebab justru aktivitas memuji-muji Tuhan dalam hatilah yang mengiringi kehidupan kita selama di rumah aja. Tidak ada lagi kesempatan bagi pikiran-pikiran buruk untuk merasuk dan merusak hari ini. Rasa-rasa jenuh telah lenyap karena rutinitas yang berputar-putar di dalam keluarga dilalui sambil bernyanyi-nyanyi. Mulailah bersenandung dengan lagu rohani yang anda kuasai. Bila ingin berkembang lagi: lantunkanlah pujian dalam sepatah atau dua patah kata yang diulang-ulang. Berkreasi dan berimprovisasilah dengan menghubungkan nyanyian hati dengan aktivitas yang dilakukan dan dengan apa yang dirasakan dari waktu ke waktu. Ini adalah sumber kebahagiaan yang tidak terbatas dan dapat dilakukan oleh siapa saja.

  2. Suka berbagi kasih.

    Pada dasarnya, semua yang kita lakukan di dalam rumah adalah kebaikan untuk diri sendiri, untuk anggota keluarga lain dan untuk lingkungan abstrak serta hayati yang ada di sekitar. Kita berbuat baik kepada diri sendiri dengan cara menjaga kesehatan dan kebersihan pribadi. Mengonsumsi makanan yang sehat dan terukur. Juga dengan membersihkan diri secara rutin pada waktu-waktu yang sudah ditetapkan. Termasuk dalam hal ini adalah meminum air, mengonsumsi garam secukupnya dan menggoyang-gelengkan kepala.

    Kita bisa menikmati momen khusus saat berbuat baik kepada orang-orang yang dicintai. Memberikan apa yang mampu kita berikan tanpa mengharap sesuatu yang lebih. Memberi semuanya itu dengan tulus tanpa dihitung-hitung, sebab kita menantikan buahnya di akhir yang indah sorga yang kekal. Tanpa keraguan bersikap santun dan lembut satu sama lain karena apapun yang terjadi, kita akan melewatinya bersama-sama sebagai sebuah keluarga. Namun di atas semuanya itu, memberikan kesempatan kepada satu sama lain untuk menyelesaikan masalah pribadinya terkeculi jika ia curhat meminta bantuan karena suatu masalah yang tidak bisa dipecahkannya.

    Berbuat baik dengan lingkungan abstrak dengan rajin merawat apa yang kita miliki agar sedapat-dapatnya awet dan tidak karatan (rusak). Mulai dengan rajin membersihkan pakaian, aksesoris, perabotan dan lingkungan sekitar rumah. Kita menjaga barang-barang yang dimiliki karena merasa puas dengan manfaat yang diberikan oleh barang-barang tersebut dalam kehidupan kita.

  3. Mau mengasihi musuh.

    Tidak ada musuh di dalam rumah sendiri karena kita adalah rekan sekerja Allah. Sebab apa yang dilakukan ayah, bunda dan anak-anak hanya untuk menyenangkan hati Tuhan. Bila ada perselisihan tentang sangkut paut perbedaan bisa diselesaikan secara baik-baik dari hati ke hati. Bila anak-anak melakukan kesalahan tidak perlu diomelin merepet sampai sore. Melainkan cukup dengan diajari untuk fokus kepada Tuhan agar otaknya berkembang dan kesadarannya meningkat. Bila anak sudah keterlaluan, lebih baik dihukum dengan teknik berlapis memukul diri sendiri.

    Memberi waktu tiap-tiap sore atau saat makan malam untuk bercengkrama tentang hari yang dijalani. Memberi apresiasi yang wajar terhadap pencapaian yang diraih dan saling membuka unek-unek bila ada sesuatu yang dirasa kurang menyenangkan. Tidak ada keluarga yang sempurna tetapi keluarga yang suka berbagi kisah satu sama lain menyempurnakan berbagai keretakan yang mungkin terjadi tanpa disadari.

  4. Suka hidup sederhana.

    Mengapa memilih yang sederhana? Karena apa yang sederhana bisa selalu ada dan bisa dinikmati selama kita masih bernafas di bumi ini. Kebutuhan sederhana adalah apa adanya yang rutin kita perlukan dari waktu ke waktu. Jika ada kebutuhan yang lain yang lebih besar, baiknya direncanakan terlebih dahulu agar keuangan rumah tangga tidak terganggu. Waktu spesial tidak setiap hari tetapi ditentukan suatu hari dimana kita menikmati sesuatu yang lebih dari biasanya.

    Pribadi yang sederhana tidak menjadikan materi sebagai kebanggaan yang disombongkan agar dirinya menjadi senang. Melainkan menyangkal diri bahkan menginjak diri sendiri saat pikiran yang “merasa hebat” menggema di dalam sanubari. Mereka yang sederhana dengan rendah hati: “tangan kanan memberi, namun tangan kiri tidak melihatnya.” Tidak mengumbar kemurahan hatinya agar beroleh pengakuan tetapi memberi tanpa menyesalinya di kemudian hari.

  5. Menuntaskan tanggung jawab.

    Apa lagi yang menyenangkan saat kita di rumah aja selain menyelesaikan pekerjaan yang diemban? Tiap-tiap pribadi dalam rumah tangga punya beban kerja yang berbeda-beda: semuanya itu diatur oleh orang tua. Zaman sekarang tidak ada manusia yang malas sebab kebiasaan buruk ini memuakkan hati dan membodohkan pikiran. Tiap-tiap orang memiliki kapasitas untuk menuntaskan apa yang dibebankan sambil-sambil multitasking memuji Tuhan di dalam hati.

    Kebanyakan yang kita kerjakan di rumah adalah hal-hal rutin yang bisa menjemukan hati. Atau kita bisa mengubah rutinitas tersebut jadi menyenangkan dengan melakukannya sambil memuji-muji Tuhan di dalam hati masing-masing. Tidak ada lagi pikiran buruk yang bisa memusingkan kepala karena kita tidak membiarkan hati kosong, tetapi mengisinya dengan fokus kepada Tuhan.

    Ada banyak pekerjaan melalu smarphone: cari dan temukan sendiri sesuai dengan minat masing-masing. Aplikasi berbagi konten, aplikasi olahraga dan aplikasi permainan adalah tiga aplikasi yang biasanya disertai dengan reward yang pantas. Jika anda sabar menunggu lama maka kesemua aplikasi tersebut bisa menghasilkan sesuatu. Awalnya memang berat seperti bekerja dalam kekosongan tetapi tidak ada usaha yang sia-sia jika anda bekerja keras, tekun dan sabar melakukannya.

  6. Suka dengan masalah.

    Pergumulan hidup pasti ada; tidak ada seorang pun manusia yang hidupnya bebas dari masalah. Pada awalnya, kesesakan hati bisa bertaburan di hadapan kita karena kerasnya pergumulan hidup. Tetapi bila kita bisa menghadapinya dengan pikiran tenang, penuh pengendalian terhadap amarah: niscaya tidak ada yang tersakiti. Mencari tahu penyebab dan tidak fokus memarahi orang yang melakukannya. Melainkan berusaha mengantisipasinya dikemudian hari dengan menghindari faktor-faktor yang berpengaruh.

    Milikilah pengharapan bahwa semua keberatan yang kita alami pasti akan terselesaikan. Ada sesuatu yang menyenangkan di balik setiap soal-soal kehidupan yang terjadi. Kelak saat kita membahasnya bersama-sama di dalam rumah tangga: ada ekspresi rasa senang dan rasa syukur setelah badai tersebut berlalu. Seolah beratnya telah lama terlupakan namun nikmat yang kita peroleh dari masalah tersebut bermanfaat sampai hari ini.

  7. Tau menghibur diri dan menikmati hari.

    Berlimpah-limpah waktu luang di rumah, bisa dibuat untuk apa aja. Mengisi waktu-waktu tersebut dengan mencari penghiburan lewat hal-hal yang digemari. Bisa dengan mendengarkan radio, menonton televisi, memutar dvd player dan mengotak-atik smartphone. Menghibur diri lewat teknologi sangat dianjurkan terlebih ketika kita bisa terkoneksi dengan internet. Segala keindahan, keromantisan, keunikan dan kelucuan dari berbagai belahan dunia bisa kita nikmati bersama lewat teknologi multimedia zaman sekarang. Ada juga hiburan pribadi yang kita miliki dengan menikmati diri sendiri lewat seks pribadi.

    Merawat anak hingga besar adalah sebuah kepuasan yang bisa dirasakan oleh tiap orang tua. Terlebih ketika anak tersebut takut akan Tuhan, berkelakuan baik dan pintar melakukan apa yang menjadi tanggung jawabnya. Memelihara hewan juga dapat memberi kepuasan asal kita bertanggung jawab terhadap kebutuhannya. Demikian juga saat merawat tanaman rumahan, selain dapat menambah nilai estetika di rumah, bagian-bagiannya dapat dikonsumsi (misalnya buah, sayur dan lain-lain). Ada satu lagi peliharaan yang cukup mengasyikkan untuk dimiliki yaitu permainan. Milikilah game yang cukup ringan untuk dimainkan untuk mengisi waktu luang anda. Bila perlu tidak hanya bersegmen peperangan tetapi ada pula yang menambah wawasan berupa puzzle, teka-teki, tts dan lain sebagainya.

  8. Memahami kesetaraan rasa di hati sekalipun beda banget menurut indera.

    Panca indera bisa terbius oleh fatamorgana dunia yang beraneka macam rupanya. Misalnya saja saat kita ke pasar untuk membeli baju, ada banyak sekali modelnya tetapi manfaatnya sama. Demikian juga saat kita membeli makanan, ada banyak sekali jenisnya tetapi sama-sama bisa membuat perut kenyang. Artinya rupa, bentuk, harga dan popularitas suatu barang memang berbeda-beda tetapi pada dasarnya manfaatnya sama. Sama halnya saat kita beraktivitas di dalam rumah maupun di luar rumah, sama-sama bermanfaat asal diarahkan pada tujuan yang baik dan benar. Tinggal di dalam atau di luar rumah tidak ada bedanya asalkan kita tetap sibuk mengisinya dengan hal-hal positif.

    Sama halnya saat kita sekeluarga piknik ke pantai sambil bawa-bawa cemilan sederhana. Itu sama senangnya bila makan cemilan di rumah aja sambil nonton film. Memang kedua aktivitas ini berbeda menurut deteksi panca indera namun sesungguhnya kebahagiaan yang ditimbulkannya adalah sama dan setara. Asal saja tidak terhasut oleh iri hati dan gengsi yang tinggi, niscaya dimana pun berada, hati selalu bersenang-senang menjalaninya. Sebab yang ada di dalam hati, tidak lain adalah yang selalu aktif bernyanyi memuji-muji Tuhan tanpa henti.

    Daripada iri hati terhadap keadaan orang lain, cobalah untuk memuji dan memberkatinya, pasti hati lebih ikhlas menanggapi perbedaan dan dengki pun berlalu. Ikut gengsi berarti mengikuti trend yang berkembang, seolah-olah hidup lebih menyenangkan bila kita membeli ini-itu. Padahal itu hanyalah persepsi dangkal, buktinya ada orang yang tidak mengikutinya tetapi hari-harinya tetap bahagia karena Tuhan yang di tempatkannya di dalam hati.

Kesimpulan

Di atas semua teori yang telah kami uraikan panjang lebar, ketahuilah bahwa tidak ada yang namanya “keadaan tetap alias mutlak.” Satu-satunya yang mutlak dalam kehidupan ini adalah kasih kepada Allah dan kasih yang adil kepada sesama. Prinsip untuk tetap di rumah aja, bukan berarti tidak keluar sama sekali. Melainkan selama tidak ada sesuatu yang penting untuk dilakukan di luar, maka tetaplah di dalam rumah. Akan tetapi, saat merasa ada hal penting dan mendesak untuk di lakukan di luar, silahkanlah keluar: sendirian ataupun bersama keluarga. Yang paling penting adalah kebermanfaatan aktivitas yang dilakukan bagi Tuhan, diri sendiri dan bila perlu bagi orang lain serta lingkungan alamiah.

Benda-benda yang tidak digunakan menumpuk di gudang biasanya lama-kelamaan akan karatan. Hidup kita juga kalau tidak bermanfaat akan cepat tua dan melapuk. Oleh karena itu, aktiflah melakukan hal-hal baik dan benar selama di rumah aja agar keberadaan kita di bumi tetap awet hingga beberapa ratus tahun lagi.

Hidup di rumah aja selama berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun dan sampai menutup mata: bukanlah sesuatu yang buruk. Tumbuhan adalah makhluk yang lebih rendah derajatnya dari manusia tetapi tanaman betah di situ-situ aja. Tetapi tumbuhan tersebut tidak begitu-gitu aja melainkan dirinya berkembang dalam hitungan tahun bahkan puluhan tahun berlalu. Hindari terlalu fokus untuk mengembangkan materi sebab bumi ini tidak akan sanggup menahan limpahnya kekayaan yang dapat ditemukan oleh manusia. Melainkan kembangkanlah diri anda: kembangkan pengetahuan dan wawasan yang dimiliki, kembangkan kemampuan mengendalikan emosi dan kembangkan cara-cara bersikap sopan-santun kepada sesama. Tidak lupa juga untuk mengembangkan bakat yang dimiliki lewat berbagai aplikasi canggih di dalam ponsel anda. Termasuk dalam hal ini adalah mengembangkan game yang disukai sehingga fluktuasi menang-kalahnya bisa dinikmati tanpa rasa sesal.

Salam, Di rumah aja
tidaklah buruk
asal sibuk positif
semuanya jadi enak
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.