Racun Paling Manipulatif Dan Paling Jahat Serta Paling Merusak Kepribadian Manusia

Racun Paling Manipulatif Dan Paling Jahat Serta Paling Merusak Kepribadian Manusia

Manusia memang suka menghubung-hubungkan satu hal dengan yang lainnya karena ada kesamaan. Terlebih lagi tentang berbagai argumen yang ditujukan untuk mengekspresikan suatu keadaan. Ada beberapa kesamaan yang bisa mewakili suatu keadaan walaupun konteksnya berbeda-beda. Hanya karena sisi yang sama itu, seniman cenderung mengkait-kaitkannya dengan segmen lain dalam kehidupan yang berbeda. Sekalipun aktivitas yang ini dan yang itu berbeda-beda namun kesemuanya itu bisa digeneralisasikan dalam suatu ungkapan yang lantang menantang atau syahdu menyejukkan atau menjadi ungkapan yang biasa-biasa saja. Dimana tidak ada aturan umum yang menjadi standar untuk memproyeksikan situasi dalam frase tertentu.

Pola-pola penggabungan peristiwa dalam suatu ungkapan yang populer memang tidak memiliki batasan. Sebab, biar bagaimana pun keindahan seni kata-kata hanyalah kata-kata yang mudah sekali terlupakan dalam sekejap mata seiring semakin bertambahnya kata-kata lain yang terucap oleh berbagai sumber. Di atas semuanya itu, bukan berarti bahwa kita terlena oleh nikmatnya ungkapan-ungkapan indah seniman yang berduyun-duyun di dunia maya. Kita juga perlu mempertimbangkan hal lainnya yang lebih penting dalam kehidupan ini, yaitu hukum yang berlaku di dalam masyarakat. Perkataan seniman memang boleh asal masuk aja, seperti anak kecil yang mungkin berkata kotor namun masih dimaafkan oleh orang dewasa. Akan tetapi, ada bagusnya bila sikap kita sehari-hari tidaklah demikian.

Karya seni memang indah walau berisi kesemerautan di dalamnya. Tetapi saat sisi tertentu dan sisi yang lain dalam dunia nyata mirip-mirip, bukan berarti hal tersebut selalu sama sekalipun bisa disama-samakan sebab ada peraturan yang membatasinya. Misalnya saja tentang smartphone yang dimiliki mempunyai merek dan tipe yang sama persis dengan orang lain. Bukan berarti kita bisa tukaran smartphone sesuka hati tanpa seizin pihak lainnya, itu namanya penipuan alias manipulasi. Sama halnya ketika di satu sisi ada orang yang menganggap bahwa majalah, surat kabar, televisi, smartphone, laptop dan komputer bisa meracuni masyarakat. Bukan berarti bahwa racun yang sesungguhnya dapat pula dilegalkan di tengah-tengah kita.

Memang masuk akal, opini publik yang menyama-nyamakan kebohongan dengan toksin sejalan adanya. Sebab bagi korban yang diracuni, toksin tersebut merupakan makanan atau minuman lezat. Namun lama kelamaan penikmatnya beresiko menderita berbagai penyakit yang mengganggu kesehatan fisik dan mental. Lain halnya dengan racun informasi, satu kali menyimak manusia belum tentu terintimidasi oleh hal buruk tersebut. Karena tiap-tiap orang bisa memilih untuk tidak terpengaruh olehnya, terutaman bagi mereka yang memiliki pertimbangan berpikir yang baik. Namun toksin nyata yang diberikan kepada seseorang dengan alasan untuk menguji tidak memberikan pilihan kepada korban: apakah dia mau sakit atau tidak. Sebab toksin yang masuk ke badan sudah pasti menimbulkan gejala penyakit.

Sekalipun ada ekonomi sandiwara yang membenarkan pemberian racun di instalasi kesehatan, hal tersebut dilakukan dengan perjanjian tertentu. Orang yang menerima dan pihak yang memberi sama-sama menyadari bahwa apa yang akan dikonsumsi adalah racun. Penerima atau pasien sandiwara menggunakannya dengan mengetahui efeknya. Gejala penyakit akan timbul layaknya pasien yang menderita penyakit akut atau kronis tertentu. Penderitaan mereka tidak berlangsung lama sebab akan segera diberikan obat oleh tenaga kesehatan. Lain halnya jika toksin tersebut diberikan kepada masyarakat umum: mereka tidak menyadari bahwa yang dikonsumsi adalah jahat dan tidak mengetahui gejala penyakit yang timbul.  Pihak yang melakukannya bisa saja berlaku semena-mena dengan memperlama pemberian antitoksin sehingga derita korban berkepanjangan dan aktivitas pun terganggu.

Sedang dari antara semua jenis racun, yang paling manipulatif adalah toksin kalium. Sebab pada awalnya, toksin ini adalah obat yang manjur untuk menurunkan tekanan darah penderita hipertensi. Namun konsumsi yang bersifat terus-menerus beresiko membuat pasien mengalami kelainan metabolisme tubuh. Makanan dan minuman tertentu yang dikonsumsi dapat menyebabkan nyeri sendi, kaku otot, gatal-gatal sampai kelumpuhan. Naasnya, yang menyebabkan hal-hal tersebut adalah makanan yang mengandung kalium yang tinggi. Artinya bukan racun-makanan danya  yang menyebabkan gejala penyakit melainkan makanan tinggi kalium semakin menambah jumlah dan konsentrasi kalium darah sampai kadarnya jadi beracun, Akibatnya, timbullah gejala penyakit seperti dehidrasi (kehausan), tekanan darah lemah, otot kejang, badan kaku, nyeri di seluruh badan, nyeri sendi, badan gatal-gatal sampai kelumpuhan. Semakin banyak makanan dengan kalium tinggi yang dikonsumsi maka gejala kelumpuhan semakin cepat terjadi.

Masyarakat biasa yang mengalami gejala ini tidak akan menduga penyebabnya. Sebab secara harafiah, masyarakat menganggap rasa sakit yang timbul tidak jauh-jauh dari penyebabnya. Saat sendi-sendinya mulai sakit setelah mengonsumsi ikan, udang dan kerang maka yang dianggap beracun adalah lauk-pauk yang disajikan. Saat badan gatal-gatal setelah mengonsumsi pisang dan pepaya maka buah-buahan itu dianggapnya telah diracuni sebelum disajikan. Ketika seseorang mengonsumsi telur, durian dan kacang lalu kakinya terasa berat – tegang maka yang dianggap toksin adalah makanan tersebut. Padahal, penyebabnya bukan hal tersebut dan sekalipun diperiksa di laboratorium: makanan-makanan tersebut layak konsumsi karena tidak ditemukan antigen berbahaya. Akibat tuduhan sembarangan yang tidak berdasar, korbannya justru dituduh telah mencemari nama baik pihak pemberi panganan tersebut.

Mereka yang terjebak oleh racun kalium namun tidak ikhlas menjalaninya beresiko tinggi mengalami stres. Orang yang terjebak toksin kalium namun tidak kuat hatinya cenderung menghalalkan segala cara untuk membuat dirinya sembuh. Sedangkan orang yang kurang rendah hati menghadapi racun paling manipulatif tersebut terintimidasi untuk balas dendam: melakukan kekerasan verbal atau fisik. Racun ini merupakan akar dari sebuah konspirasi paling licik untuk mempersalahkan argumen seseorang. Sesuatu yang mampu mendongkrak keyakinan manusia karena penderitaan berkepanjangan. Terlebih ketika kapitalis yang menafkahi hidupnya suka berlaku sewenang-wenang. Para penguasa naif tersebut bisa saja membenarkan diri karena menganggap keracunan adalah hal lumrah. Televisi, smartphone, majalah, komik dan koran juga dianggap bisa meracuni masyarakat tetapi tetap eksis, maka hal tersebut dianggap pula berlaku terhadap toksin asli yang langsung menyerang badan.

Beratnya penderitaan karena racun kalium tidak terletak pada kalium itu sendiri. Melainkan efek samping yang membuat korban tidak bisa menikmati makanan yang di sajikan. Hal-hal yang bercitarasa lezat seperti lauk-pauk, buah-buahan dan umbi-umbian tidak dapat dikonsumsinya. Jika kapitalis yang berkuasa atas orang itu memberikan kadar kalium yang tinggi maka semua pantangan tidak boleh dimakan sama sekali. Tetapi jika penguasa memberi kalium kadar rendah maka makanan pantangan masih dapat dikonsumsi secukupnya/ sedikit-sedikit. Keadaan ini masih diperparah jika ada racun lainnya yang diberikan (doble tap) yang diiringi dengan kebiasaan korban yang lupa meminum air putih. Akibatnya, rasa sakit yang timbul bukan main hingga berjam-jam bahkan berhari-hari. Siapa pun orangnya akan menggila karena hal tersebut kecuali mereka berhati baik, lembut dan tenang menghadapi situasi.

Orang bisa menggila karena racun K+ sebab tidak bisa menikmati hidup seperti layaknya manusia normal. Akibatnya manusia yang kurang dewasa menikmati hidupnya dengan cara yang aneh dan cenderung salah.

Berdasarkan dengar-dengaran dari informasi yang kami peroleh, mereka yang tidak ikhlas, tabah dan rendah hati menghadapi toksin kalium bisa mengakhiri hidupnya sendiri. Ada yang bertahan namun stres sehingga mengikuti gaya hidup hura-hura menikmati waktu tanpa berpikir resiko kedepannya. Ada lagi dari mereka yang justru menjadi penderita kelainan, pengidap heteroseksual: homo, lesbian, pedofil dan orang yang suka berhubungan badan dengan makhluk hidup lain. Ada pula yang depresi, menjadi jahat sebagai zombi gila yang membuat resah penduduk di sekitarnya. Melakukan kekerasan kepada orang yang tak dikenal sehingga masuk bui atau rumah sakit jiwa. Tidak jarang karena berat dan lamanya penderitaan, beberapa orang menjadi ateis yang merasa tidak ada Tuhan yang menolong saat melalui masalahnya.

Menikmati Hidup Untuk Bersenang-Senang Sama Seperti Saat Fokus Kepada Tuhan

Kesimpulan

Tidak ada imunitas tubuh terhadap racun dan setiap orang yang teracuni tidak dapat memilih “mau tersakiti atau tidak” melainkan mau tidak mau harus mengalami derita. Sedang rasa sakit yang timbul sama seperti sayatan-sayatan kecil yang memilukan. Jadi meracuni sama seperti memukul seseorang dimana hal tersebut di larang keras oleh ajaran agama manapun dan ditentang oleh hukum negara.

Apa saja hal di dunia ini bisa kita kait-kaitkan asalkan digunakan untuk tujuan yang positif. Tetapi berhati-hatilah saat menganggap televisi, radio, smartphone, komputer, majalah dan koran sebagai racun yang dapat merusak masyarakat. Lantas anda pun menganggap racun informasi sama dengan racun nyata yang bisa menyakiti tubuh. Sehingga merasa bahwa jika racun informasi saja dapat beredar luas, mengapa tidak dengan racun yang nyata? Padahal dua jenis toksin ini berbeda dampaknya dalam diri manusia. Racun informasi tidak dapat menyakiti fisik dan sekalipun bisa merusak mental, itu karena orangnya sendiri yang memilih secara sadar untuk menempuh jalan yang salah. Sedang racun nyata dapat menyakiti tubuh korban dimana hal tersebut terjadi bukan karena dia menyadari dan memilihnya. Tetapi, mau tidak mau efek sampingnya pasti menjadi nyata dalam tubuh. Dimana yang berada pada puncak tertinggi sebagai racun paling manipulatif adalah toksin kalium.

Salam, Seseorang akan menganggap
suatu makanan sehat beracun
namun sebenarnya tidak.
Tetapi tubuhnyalah yang
telah keracunan duluan
karena darah mengandung
kalium dalam kadar
di atas nilai normal
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.