Mengutuk Dengan Anggun Demi Pertobatan Dan Bukan Untuk Menertawai Kesialan Orang Lain

Mengutuk Dengan Anggun Demi Pertobatan Dan Bukan Untuk Menertawai Kesialan Orang Lain

Meracuni orang lain dengan alasan mengujinya mungkin saja dilegalkan oleh beberapa orang. Kebiasaan ini ternyata sudah lama dipelihara dalam ekonomi sandiwara rumah sakit. Ternyata calon pasien yang diberi racun tertentu dapat menunjukkan gejala dan tanda sakit seperti layaknya seseorang yang menderita penyakit kronis atau akut. Mereka akan datang untuk berobat ke rumah sakit untuk disembuhkan namun obat yang diberikan tidak digunakan karena ada cara tertentu mengobati orang yang mengalami keracunan ringan bahan kimia. Lantas beberapa orang berpikir, “kalau di sebuah instansi meracuni boleh dilakukan, mengapa tidak boleh dilakukan di dalam masyarakat? Kan efeknya ringan!” Padahal ini jelas-jelas salah bila diterapkan untuk menguji seseorang karena:

  • Di instansi kesehatan meminum racun dilakukan secara sadar oleh calon pasien (sadar sedang/ akan minum racun). Namun, saat dilakukan untuk menguji masyarakat tertentu, mereka tidak menyadari hal tersebut, sebab dalam benaknya yang dikonsumsi adalah makanan dan minuman biasa.
  • Di instansi kesehatan efek samping meminum racun sandiwara telah diketahui oleh pasien. Namun, masyarakat awam yang diracuni tidak mengetahui bahwa ada efek negatif saat mengonsumsinya sesuatu.
  • Pasien sandiwara menderita rasa sakit yang singkat karena segera disembuhkan. Sedangkan masyarakat yang dikerjai dengan racun bisa menderita sakit hingga berjam-jam, berhari-hari bahkan bisa jadi berbulan-bulan.
  • Pasien sandiwara diberikan insentif yang sangat memuaskan untuk menikmati hidup yang selayaknya. Masyarakat yang diracuni belum tentu mendapatkan apa-apa untuk derita yang dialaminya.
  • Orang yang terus-menerus diracuni memicu efek menggunung. Sebab toksin biasanya memiliki daya lekat dan meninggalkan residu dalam organ-organ tertentu. Jika racun terus diberikan maka yang menumpuk pada organ tersebut semakin lama semakin banyak sehingga efeknya pun makin besar. Orang biasa yang diberikan racun sama, mungkin merasakan gejala ringan namun orang yang telah menerima toksin tersebut beberapa kali di hari-hari sebelumnya cenderung mengalami efek penyakit yang lebih berat.
  • Racun dilarang keras oleh hukum negara.
  • Meracuni orang tidak sesuai Alkitab, sebab orang kristen justru diajak untuk menyembuhkan keracunan yang ada seperti saat nabi Elisa menghilangkan racun di dekat kota Yerikho (bnd. 2 Raja-Raja 2:19-22).

Mengutuk adalah bagian dari kebenaran hakiki yang berlandaskan kasih. Ini seperti mendoakan keburukan orang yang terus-menerus jahat agar menemukan pencerahan hidup. Tindakan ini merupakan bentuk representatif dari emosi yang meluap secara terkendali karena menyadari ada orang yang menyimpang dari firman dan menjauh dari aturan logis yang berlaku di dalam masyarakat. Terlebih-lebih kalau pelanggaran tersebut bukan tindakan pertama kali melainkan orang yang sama melakukan pelanggaran secara terus-menerus selama berhari-hari, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Tentu saja, pelanggaran yang mereka lakukan berhubungan erat dengan kehidupan pribadi namun tidak bisa diilaporkan kepada pihak yang berwajib karena bukti yang sangat minim.

Defenisi – Kutuk adalah doa sial atau celaka terhadap seseorang agar hati dan sikapnya yang terus-menerus jahat berbalik arah.

Anda sebagai penderita sudah cukup sabar menghadapi kondisi fisik yang terus terguncang. Aktivitas yang dilakukan rasa-rasanya menjadi kurang maksimal karena tubuh tidak mampu bertahan menghadapi tekanan sekunder dari luar diri sendiri. Beratnya langkah menjadi lebih sukar, dinginnya malam menjadi terlalu beku untuk dilalui, kantuk yang lama turun menjadi panas, hausnya dahaga lebih sering terjadi, sesaknya dada berasa penuh, gatalnya kulit tidak berhenti, sakitnya badan berlangsung selama berjam-jam. Masih banyak derita yang timbul saat diuji dengan berbagai-bagai jenis toksin yang tidak hanya melemahkan fisik namun juga turut merepotkan secara psikhis. Bila kita tidak bisa ikhlas, sabar dan rendah hati: akan meluap erangan kosong yang bisa berlanjut pada tindakan kekerasan.

Mengutuk yang anggun merupakan luapan emosional yang terkendali. Namun orang yang mengutuki sesama tanpa kontrol diri mencampurkan tindakannya dengan amarah negatif yang berujung pada perselisihan verbal maupun fisik. Kutuk yang anggun tidak perlu kita sampaikan kepada manusia sebab kita berada dalam situasi “yang teracuni” atau sebagai “korban tanpa penjahat.” Dimana tidak mengetahui dan tidak menyadari sesiapa saja orang yang mungkin melakukan hal tersebut. Jadi, tidak ada gunanya bersuara keras mengutuki orang lain di depan masyarakat banyak sebab teriakan kita malah beresiko mengganggu kehidupan orang yang di sekitar. Lebih baik melakukan hal tersebut di dalam hati saja agar situasi di lingkungan sekitar tetap kondusif.

Orang yang salah dan mengulang-ulangi perbuatannya sekalipun telah ditegur secara luas: bisa dikutuki bukan agar dia mati. Melainkan agar Tuhan memberikannya peringatan yang sepantasnya sehingga bertobat dan menghentikan aksi brutal melanggar hukum secara diam-diam. Hindari emosional negatif yang berlebihan dengan menginginkan kematian lawan yang dikutuk. Melainkan ucapan ini sekedar sebagai bentuk luapan emosi positif karena tidak ingin menyaksikan orang lain jatuh dalam dosanya secara terus-menerus. Tidak perlu mencari perhatian orang lain dengan membicarakannya kepada siapapun karena kita tidak tahu dengan pasti siapa yang meracuni panganan yang dikonsumsi.

(Ulangan 11:26-28) Lihatlah, aku memperhadapkan kepadamu pada hari ini berkat dan kutuk: berkat, apabila kamu mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini; dan kutuk, jika kamu tidak mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, dan menyimpang dari jalan yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal.

Mengutuki orang jahat yang terus melakukan pelanggaran berulang, di dalam hati sifatnya lebih aman untuk diri sendiri. Sebab di sisi lain turut pula mengasihi dan memberkati pihak yang berlawanan dengan diri sendiri. Artinya, kita memperhadapkan orang asing tersebut dengan berkat dan kutuk. Biarkan Tuhan memutuskan apa yang harus dialami orang tersebut. Kita melemparkan kepada mereka kutuk dan berkat namun bukan kita yang menentukan apa yang harus mereka alami. Tetapi hal tersebut ditentukan oleh keputusan Tuhan dan oleh tindak-tanduk yang mereka perbuat selama ini. Bisa jadi keputusan Tuhan tidak kelihatan oleh kita, melainkan hanya merekalah yang merasakan sialnya. Jadi, hindari harap kosong untuk menyaksikan celaka orang lain saat mengutukinya sebab tujuan kita bukan untuk menertawai celakanya dengan bangga melainkan untuk pertobatannya.

Kutuki penjahat asing yang mengulang-ngulang kejahatannya tetapi hindari menentukan seperti apa kesialan yang akan dialaminya. Lakukanlah itu secara general (umum) tanpa menghubung-hubungkannya dengan nasib tertentu.

Di atas semuanya itu sadarilah bahwa mengutuki orang tidak mengobati penderitaan, dalam arti tidak mampu menghilangkan rasa sakit yang mungkin sedang kita alami. Lagipula, apa yang kami tuliskan bukanlah peraturan sehingga teror keracunan yang di derita mungkin masih belum kunjung mereda. Berharap sajalah agar orang-orang yang merancang keburukan dalam hidup kita undur dan tidak lagi melakukan tindakan yang melanggar aturan. Pada akhirnya kita menyadari bahwa bukan kutukan yang kita lemparkan yang mendatangkan kesialan dan kecelakaan dalam kehidupan manusia. Melainkan semuanya itu ditentukan oleh pikiran, keputusan, pilihan dan sikap orang itu sendiri.

Kesimpulan

Mengutuki Orang Tetapi Tetap Bersikap Baik Kepada Siapa Pun

Biar hati mengutuki tetapi sikap jangan sampai memburuk kepada siapa pun. Artinya, tidak perlu membahas-bahas kutukan tersebut sepanjang hari melainkan berupayalah menjadi orang yang baik kepada siapa pun.

Fokus mengutuki orang justru membuat hati tidak damai: perkatakanlah itu sekali saja lalu tetaplah fokus memuliakan Tuhan di dalam hati atau belajar dan bekerjalah menggiatkan hal-hal positif lainnya.

Hindari terlalu banyak mengutuki kesalahan kecil yang beresiko membuat hati tidak tenteram, tetapi utamakan untuk memberi maaf agar hati damai. Mengutuki sesama hanya dilakukan kepada mereka yang mengulang-ngulang kejahatannya lagi dan lagi selama berhari-hari, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

Meracuni adalah tindakan gerilya mendatangkan susah fisik dan susah hati dalam kehidupan seseorang. Praktek ini memang dilakukan dalam ekonomi sandiwara dimana kedua belah pihak menyadari hal tersebut. Akan tetapi, penerapan di dalam masyarakat, yang menyadarinya hanya salah satu pihak sedangkan pihak lain tidak mengetahuinya: itu namanya konspirasi manipulatif. Aksi semacam ini bisa saja mengarah kepada tindakan keji dan jahat karena derita yang dirasakan selama berjam-jam bahkan berhari-hari. Bila anda mengalami apa yang kami bicarakan: bersabar, ikhlaskan dan rendah hatilah agar sikap tenang dan tetap benar. Namun di sisi lain, kutukilah pelakunya dengan anggun tanpa merepeti siapapun. Agar siapapun orangnya bisa bertobat karena aksi tersebut dilarang oleh agama dan negara. Hiduplah sederhana, hindari menerima barang mewah murah-meriah, hadiah dan pekerjaan tanpa usaha agar ketulusan hati anda benar-benar terbukti.

Salam, Di masa-masa sukar,
ketika seseorang berlaku
semena-mena,
sedang kita adalah
orang tak berdaya
anak yatim
orang cacat
pengangguran
orang miskin
yang tidak punya kekuatan
tidak memiliki wewenang
untuk menyadarkan lawan.
Mengutuki adalah pilihan
agar mereka menemukan
jalan kepada pencerahan hidup
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.