Uang Adalah KEHIDUPAN

Uang Adalah KEHIDUPAN

Hidup di bumi ini sangat sederhana namun sesungguhnya bila diperhatikan lebih detail maka akan tampak kompleksitas yang sangat rumit. Misalnya saja tentang aturan umum di dalam masyarakat seperti yang diajarkan Alkitab: “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (bnd. Markus 12:33). Dan aturan lainnya berkata “lakukanlah apa yang anda ingin orang lain lakukan kepadamu” (bnd. Matius 7:12). Dua hukum ini sangat mudah dipahami sebab intinya adalah kita menganggap bahwa orang lain itu bukan sesuatu yang asing melainkan cerminan dari diri kita sendiri. Maka apa yang kita lakukan untuk diri sendiri, perlu juga kita lakukan untuk orang lain yang ada di sekitar. Semuanya ini bertujuan demi hidup bersama yang adil dan makmur.

Sayangnya, dalam kehidupan sehari-hari banyak kerumitan yang kita temukan dari waktu ke waktu. Sebab pada dasarnya, untuk memahami peraturan dalam masyarakat sangatlah rumit: masing-masing pribadi memiliki peran yang berbeda dari orang lain. Seperti kebanyakan aturan yang berlaku: ada hak dan kewajiban yang termuat di dalamnya dimana masing-masing memiliki konsekuensi berupa hukuman atau bisa juga berupa keuntungan yang dapat diperoleh (benefit) sesudah atau sebelum hal tersebut diperbuat. Semua kerumitan ini muncul  karena perbedaan profesi tiap insan dan sistem yang tidak memperlakukan manusia yang satu sama seperti manusia yang lainnya.

Ada orang-orang tertentu yang didewakan atas orang lain. Mereka adalah orang-orang dengan kemampuan spesial yang mendapat gaji yang tak terlampaui oleh kebanyakan orang. Mereka hidup seperti orang pada umumnya tetapi keadaan ekonominya luar biasa baik, hidupnya makmur dimana-mana dan kebutuhan keluarganya terpenuhi bahkan tersaji dengan limpahnya. Saking hebatnya, banyak yang dibuang begitu saja karena tidak terpakai atau tidak termakan sampai memenuhi tempat sampah. Bukan hanya bungkus yang tidak terpakai saja yang dibuang-buangi sama mereka; isinya juga turut disampahkan saking limpahnya kekayaan rumah tangga itu. Namun mereka sepele dengan hal-hal berharga yang terbuang sebab pikirnya “nanti itu akan masuk sistem daur ulang.” Simak juga, Superman dan supergirl di sekitar kita.

Ada lagi kelakuan orang dengan sumber daya besar di tangannya. Mereka melakukan pemborosan dimana-mana: punya rumah sangat banyak tetapi yang dihuni cuma satu. Kamar rumah sangat banyak tetapi yang ditempati hanya dua kamar saja. Punya ruang bawah tanah namun kamar-kamar yang ada saja belum terisi semuanya. Punya halaman depan-belakang yang sangat lapang, kosong dan luas tetapi tidak ada yang bermain-main di sana. Memiliki super mega sound sistem namun yang mendengarkannya hanya satu orang. Buat makanan banyak-banyak tetapi yang dikonsumsi hanya satu dua piring saja. Naik kendaraan besar berkursi banyak tetapi yang terisi hanya satu kursi dibelakang kemudi.

Tidak cukup sampai di situ saja, fakta-fakta tentang kehidupan orang yang super kaya raya. Mobilitasnya yang sangat tinggi membuat rumah hanya menjadi tempat istirahat di malam hari saja. Anggota keluarganya hanya tiga namun koleksi kendaraan mewahnya lebih dari tiga. Buangan dari gas-gas pengotor yang dihasilkan oleh kendaraan besarnya mengotori udara. Pohon yang ditebang dan tanah yang digali demi istana barunya yang megah mengorbankan wilayah hutan lindung. Mereka cuma dua orang sekeluarga tetapi pembantu yang mengurus kekayaannya banyak sekali. Hidupnya berkelimpahan, semua yang diinginkan dapat diperolehnya bahkan Tuhan pun sudah tidak dianggap lagi. Bila keluarganya ketahuan melanggar aturan, semua aparat bisa dibuatnya diam sehingga kaum keluarganya bebas dari hukuman.

Bukan cuma sampai di situ saja kejahatan dan pemborosan yang dilakukan orang yang super kaya. Mereka juga suka mengerjai orang lain secara diam-diam. Berkonspirasi dengan banyak kapitalis untuk pura-pura baik kepada orang lain. Menawarkan korbannya dengan barang-barang mewah yang murah-meriah, memberi pinjaman besar berbunga rendah, memberi pekerjaan yang hampir tanpa usaha, memberi hadiah yang megah-megah dan masih banyak lagi kemurahan hatinya kepada sesama. Soal kemurahan hati: merekalah jagonya bila ada yang diinginkannya dari kehidupan orang lain. Tanpa peringatan, korbannya ditimpa kecelakaan, dikerjai habis-habisan dan diracuni terus-menerus. Lantas mereka menganggap tindakannya sudah benar karena impas telah membayar kejahatannya lewat kebaikan yang telah dilakukan sebelunnya.

Inilah peran kekayaan besar yang lebih parah. Saat orang-orang kaya bebas melakukan kejahatan kepada seseorang karena merasa sudah banyak berbuat baik kepada orang tersebut. Bila kebanyakan orang yang kaya raya merasa berhak menyakiti orang lain secara diam-diam maka kehidupan masyarakat kecil tidak benar-benar damai. Siapa yang tidak tergiur dengan barang mewah murah meriah? Siapa yang tidak terpana dengan hadiah gratis barang langit? Siapa yang tidak tertarik dengan pekerjaan tanpa usaha sedikitpun di rumah sendiri? Siapa yang tidak terkesima dengan pinjaman mega bunga secuil? Besar kemungkinan masyarakat biasa yang tidak tau apa-apa terjebak oleh tindakan maha baik orang super tajir. Padahal di samping itu kehidupan korbannya akan dirong-rong, dikerjai habis-habisan dan diracuni terus-menerus. Baca juga, Hati-hati dengan hadiah dan uang tanpa usaha.

Defenisi: Uang adalah akses vital agar manusia bisa hidup nyaman dan senang di dunia yang sibuk dan penuh dengan aturan.

Uang adalah akses vital agar manusia bisa hidup di dunia yang penuh aturan. Bila seseorang tidak dikaruniai fulus, ia tidak dapat menikmati hidup bahkan makan dan minum pun terkatung-katung karena berharap kepada orang-orang yang pelit. Jika orang zaman sekarang tidak punya duit, tidak bisa kemana-mana, tidak bisa ke sekolah, tidak bisa ke perpustakaan, tidak bisa ke museum dan wahana pendidikan lainnya. Seseorang yang tidak memiliki dana dikantongnya tidak bisa mengakses internet berkecepatan tinggi untuk melihat dunia lebih dekat. Orang yang uangnya hanya cukup buat makan dan minum saja tidak akan mampu hidup lebih cerdas karena televisi, laptop dan smartphone tidak dimilikinya.

Uang Adalah Kehidupan Sumber Daya

Jangan salahkan mengapa ada orang-orang bodoh dan malas karena sistemlah yang tidak memberikan mereka akses kepada wawasan dan pengetahuan yang lebih baik. Orang lain yang kehidupannya cerdas, karena dari awal sistem memberikannya atau memberikan kepada kaum keluarganya sumber daya yang mencukupi bahkan berkelimpahan. Pada titik inilah, semua orang membutuhkan keadilan sosial tanpa terkecuali. Sebab manusia yang terlalu kaya raya moralnya buruk, cenderung merusak lingkungan dan merasa berhak mengerjai/ menyakiti orang lain. Demikian sebaliknya, kalau manusia terlalu miskin, moralnya pun buruk dan cenderung tidak tanggap terhadap aturan yang berlaku (tidak faham peraturan). Oleh karena itu, manusia butuh takaran sumber daya yang sedang-sedang saja agar hari-harinya aktif dan dipenuhi kebaikan masif.

Kesetaraan antar profesi adalah target selanjutnya bagi pemerintah yang peduli dengan kesejahteraan dan kedamaian di dalam masyarakat. Ini diupayakan agar keributan yang syarat manipulasi tidak tercipta secara intern (masyarakat vs masyarakat; masyarakat vs kapitalis). Agar mereka yang hidupnya kecil tidak dipermain-mainkan oleh orang yang merasa diri lebih besar. Mereka yang miskin tidak lagi dijebak dan dijadikan bahan percobaan oleh orang-orang yang merasa kaya. Sistem adil yang berfokus pada tiga kekuatan: pengetahuan, pendapatan dan kekuasaan membuat manusia mengutamakan kepentingan bersama dan hidup ramah dengan lingkungan hayati di sekitarnya. Tanpa keadilan kesewenang-wenangan terus terjadi dan manipulasi picik takkan berakhir dimana semuanya itu dilakukan dalam kelompok-kelompok masyarakat kecil sehingga tidak terpantau oleh sistem.

Uang Harus Diadilkan Karena Uang Adalah Kehidupan

Kesimpulan

Kalau orang sudah merasa kaya raya, dia buang uangnya seratus ribu di jalan lalu dikamerakan untuk merekam siapa pelaku yang memungutnya. Kemudian orang super kaya tersebut melaporkan ke pihak berwajib bahwa si “itu” telah mencuri hartanya. Dia punya bukti sehingga orang miskin itu tidak bisa bertekak dan akhirnya dihukum berat atau si miskin bisa memilih untuk berada di bawah kendalinya . Orang yang kaya raya punya 1001 cara untuk mempengaruhi & menjebak mereka yang berkekurangan materi. Dengan kelimpahan uang dan mega kekuasaan yang dimiliki, ia bisa mengatur orang-orang untuk melakukan tindakan keji secara sembunyi-sembunyi. Cara-cara licik yang kotor tersebut dilakukan secara diam-diam dalam kelompok kecil tanpa diketahui aparat. Namun bila ada keadilan antar profesi: orang lain tidak bisa lagi dikendalikan oknum konglomerat jahat sebab semua orang makmur dan hidup tenang serta tidak ada hal-hal tinggi lain yang perlu dikejar.

Salam, Apalah uang?
Hanya kertas belaka.
Tetapi bila tidak diadilkan
akan menjadi alat
manipulasi untuk
menyakiti  dan
mengendalikan
orang yang hidupnya
melarat miskin
minim sumber daya
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.