Masalah Dan Teori Keseimbangan – Hatimu Akan Mampu Mengimbangi Pergumulan Hidupmu

Masalah Dan Teori Keseimbangan – Hatimu Akan Mampu Mengimbangi Pergumulan Hidupmu

Mungkin ada yang pernah berpikir tentang apa yang selalu difilmkan tentang orang-orang kuat dari berbagai negara. Mereka digambarkan sebagai pemecah masalah yang timbul di sekitarnya. Soal-soal yang mereka hadapi bukan sesuatu yang lumrah, melainkan sesuatu yang tidak bisa dipecahkan oleh manusia pada umumnya. Lantas muncullah pertanyaan “dari mana datangnya orang tersebut dan dari mana datangnya musuhnya?” Kalau memang pertanyaan semacam ini pernah anda rasakan, itu pasti sangat menarik untuk dibahas dan membuat minat tinggi untuk menonton awal-mula dari cerita fiksi tersebut. Sebab pada dasarnya “orang jahat dan orang baik dalam film selalu ada – selalu seimbang.” Jika tidak demikian maka film tersebut menjemukan karena hanya ada orang baik saja atau terkesan memuakkan karena orang jahatnya saja yang diekspose.

Alam selalu menemukan titik keseimbangannya. Misalnya antara karnivora dan herbivora: pemakan tumbuhan selalu lebih banyak jumlahnya daripada pemakan daging. Ada hubungan antara matahari dan bumi yang selalu seimbang: atmosfer dipenuhi air jika hari panas (kelembaban tinggi), atmosfer mengandung kadar uap air yang lebih rendah jika hari dingin-gelap. Tumbuhan selalu lebih banyak daripada hewan dan manusia. Kejahatan manusia yang banyak merusak bisa diimbangi oleh alam: kerusakan lingkungan memicu bencana alam yang melenyapkan orang-orang jahat di muka bumi. Apapun yang ada di alam semesta hidup dalam sistem yang berputar-putar dan selalu mencapai titik keseimbangan yang mengikis kelemahan serta menekan kelebihan satu sama lain.

Apapun yang terjadi dalam kehidupan kita, selalu menemui titik seimbang yang nyata. Jika sesuatu belum imbang maka rasa-rasanya ada yang janggal. Seolah ada sesuatu yang masih kurang sesuai. Akan tetapi, bila semuanya telah imbang: rasanya akan sama-sama enak. Contoh kecilnya saja adalah keadilan yang harusnya diterapkan di dalam masyarakat. Tanpa keadilan pemborosan sumber daya meningkat dan keadaan masyarakat tidak aman dimana-mana. Desas-desus ketakutan disebarkan agar orang-orang yang mematok sumber daya yang tinggi terkesan memiliki super power. Mereka akan tampil bak malaikat menetralkan kejahatan yang senyatanya hanya angin belaka. Karena tidak ada keadilan maka informasi yang salah dibesar-besarkan agar orang-orang bergaji besar terlihat bekerja keras dan pantas digaji besar.

Titik seimbang semacam ini akan terus terjadi walau sebenarnya salah. Hanya waktulah yang bisa membuka tabir kebohongan tersebut karena telah tertutup rapi oleh kerja sama banyak orang. Mereka tak bisa dilawan dalam banyak hal kecuali alam semesta berkehendak lain. Bagi orang yang menyadarinya perlu banyak sabar sebab akan sangat banyak kesukaran yang didatangkan para penipu tersebut. Tetap tenang dan ikuti aturan yang berlaku agar tidak terjerat oleh hukum yang beresiko menyingkirkan kita dari kehidupan bermasyarakat. Bersandarlah kepada Tuhan dalam banyaknya gejolak yang datang, sebab pada dasarnya hal tersebut hanyalah gangguan kepentingan yang memancing ketakutan atau amarah. Temukan nikmat hati di balik aktivitas yang dilakukan agar bisa bertahan dalam cobaan tanpa henti.

Teori keseimbangan mengatakan bahwa selalu ada kekuatan di balik tekanan dan selalu ada tekanan di balik kekuatan. Bila saat ini anda merasa tertekan oleh situasi, berhentilah menyusahkannya dalam hati. Jika sikon yang memburuk terus-menerus dipikirkan, bisa pusing kepala dibuatnya kacau pikiran hingga sikap terkesan negatif menanggapi sesama. Kita tidak akan mampu mengimbangi persoalan bila bersandar pada persoalan tersebut. Justru keadaan ini, membuat kita terlena, terombang-ambing, jatuh, terluka dan terpuruk karena merenungi nasib yang terus-menerus sial. Melainkan fokuslah kepada Tuhan, fokus pada kemampuan diri (bakat) yang dimiliki dan beraktivitaslah melakukan hal-hal positif untuk mengisi hari demi hari. Serta jangan lupa untuk berbuat baik kepada siapapun yang anda temui dari waktu ke waktu lewat sikap yang ramah.

Persoalan akan meremukkan kita bila tidak mampu mengimbanginya. Keseimbangan atau dalam hal ini adalah kesamaan kekuatan antara diri sendiri dengan lawan selalu dapat tercapai. Kekuatan yang kami maksud bukanlah kekuatan otot yang seperti di film-film: satu orang bisa melawan ratusan bahkan ribuan orang serta meluluh lantakkan kehidupan di sekitarnya. Kekuatan fisik semacam ini hanya dibutuhkan di abad kekelaman dimana kejahatan merajalela. Sedangkan di zaman sekarang ada kedamaian, kamanan dan kemakmuran di semua tempat. Tidak perlu lagi fisik sekuat beton atau sekuat baja sebab semua manusia yang memiliki masalah dapat menyelesaikannya secara akal sehat. Anda akan diberi otak yang cerdas untuk dapat kuat secara batiniah.

Titik keseimbangan antara mental yang kuat dan pergumulan hidup yang datang secara bertubi-tubi, awalnya sulit untuk dicapai. Ada hantaman besar di dalam hati bila keadaan ini tidak bisa diantisipasi. Terlebih lagi ketika sebentuk rasa sombong memenuhi jiwa, hasrat untuk melawan kesia-siaan bisa muncul begitu saja. Seolah keangkuhan membuat hati menjadi rapuh sehingga mulai jengkel/ benci, terpancing emosi, marah, judes, melakukan kekerasan dan lain sebagainya. Setiap bentuk gangguan kepentingan yang berputar di sekitar kita menjadi tendangan yang sangat keras dan menggetarkan hati. Bila instabilitas ini terus-menerus terjadi, bisa-bisa salah mengekspresikan sikap yang kesannya berlebihan dan mungkin saja menyimpang dari aturan benar yang berlaku di dalam masyarakat.

Perkembangan kekuatan hati mengikuti perkembangan persoalan hidup yang kita alami dari waktu ke waktu. Jika yang kita alami adalah soal-soal biasa maka kekuatan mental pun berkesan biasa saja. Sama halnya saat tempat tinggal seseorang ada di tepi jalan: mentalnya pasti kuat menghadapi berbagai kebisingan. Tapi, coba bandingkan dengan orang yang tinggal di perumahan yang ramah dan jauh dari keramaian: pasti kebisingan sedikit saja sudah bisa mengacaukan hatinya. Jadi, manusia terus-menerus berkembang sesuai dengan “apa-apa saja yang diperhadapkan” kepadanya. Bila saat ini anda masih belum menemukan titik nyaman terhadap arus pergumulan hidup yang terjadi: jangan menyerah! Teruslah belajar dan berusaha menyesuaikan diri agar lambat-laun titik keseimbangan tersebut dapat tercapai. Baca juga kawan, Cara mengalihkan konsentrasi.

Pertanda jelas yang menunjukkan bahwa kita belum mampu mengimbangi masalah yang sedang dihadapi adalah timbulnya rasa takut, kuatir dan gelisah. Suasana hati semacam ini bisa membuat kita putus asa lalu melakukan pelarian untuk menikmati materi sebanyak-banyaknya, bersedih, melukai diri sendiri, menggertak orang lain dan merusak fasilitas/ lingkungan sekitar. Hadapi saja dengan ikhlas segala rasa yang kurang menyenangkan dan pertahankan sikap tetap baik. Mohonkan petunjuk pada Tuhan bagaimana selanjutnya, apa yang perlu anda perbuat? Pelajari baik-baik kejadian tersebut dan catat langkah-langkah pencegahan, antisipasi dan cara menyelesaikannya. Bila anda masih belum paham banyak hal, tunggu inspirasi dari Tuhan sambil tetap aktif positif hari demi hari.

Sebagai makhluk yang fleksibel, manusia diberikan kemampuan adaptasi yang mumpuni terhadap berbagai-bagai situasi. Masalahnya sekarang adalah semuanya itu butuh proses yang tidak singkat dan menyisakan rasa sakit hati yang banyak. Hanya orang rendah hati yang mampu mempertahankan kebenarannya saat direndahkan orang lain. Ikhlas saja pada kenyataan karena tidak mampu sepenuhnya mengontrol keadaan. Tidak ada yang tahan terhadap gangguan sambung menyambung bila tidak berlapang dada dan tetap baik selama menjalani hari. Hanya Tuhanlah yang melatih dan mempersiapkan kita dari dalam agar dimampukan untuk menghadapi goncangan dari luar tanpa kehilangan sikap-sikap baik dan benar yang dimiliki.

Jangan cemas berlebihan karena apa yang kita alami sudah sesuai dengan saran dari firman Tuhan dan peraturan yang berlaku. Bila masalah yang mendatangi kita terlalu besar sehingga menyebabkan luka-luka dan kerugian nyata: bukankah kita bisa melaporkannya kepada pihak yang berwajib? Jadi, berhenti menganggap bahwa masalah yang anda alami terlalu rumit sebab pada kenyataannya hal tersebut juga dialami oleh orang lain. Oleh karena itu, belajarlah mengembangkan diri dari segi mental dan pengetahuan serta pelajarilah pengalaman buruk yang dialami. Upayakanlah untuk menempuh cara-cara yang benar dan terpimpin untuk menyelesaikan masalah sebab nilai yang benar bisa terus-menerus diterapkan selama kita hidup.

Kesimpulan

Imbang berarti sama. Artinya pergumulan hidup anda sama dengan kekuatan hati yang anda miliki. Sekalipun anda merasa bahwa hati masih belum terlalu kuat, teruslah belajar: ikhlas, sabar dan rendah hati. Berupayalah sibukkan diri sendiri dengan perkara positif: fokus kepada Tuhan, belajar, bekerja, melakukan kebaikan dan lain sebagainya.

Segala sesuatu pasti mencapai titik keseimbangan, cepat atau lambat. Ini bisa berarti kesamaan alias kesetaraan sehingga tidak ada yang lebih tinggi dan tidak ada pula yang lebih rendah. Itulah artinya keadilan: karena sekalipun kita berlebihan di satu sisi pasti ada kekurangan besar di sisi lain. Semuanya ini bertujuan agar hati tidak sombong menjalani hidup. Demikian juga saat masalah bertubi-tubi datang menghampiri hidup: Tuhan akan menuntun pada titik seimbang yang layak. Ini bukan soal kekuatan fisik untuk mempermalukan dan memusnahkan lawan-lawan kita. Melainkan tentang kekuatan mental dan kepintaran berpikir yang lebih baik. Bila kita mampu mempertahankan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran yang dimiliki sekalipun situasinya tambah buruk: dari sinilah mulai terjadi yang namanya pembaharuan pola pikir. Anda akan dimampukan untuk memanajeman pikiran sendiri, menanggulangi keadaan dan membaca situasi sambil tetap aktif menebarkan hal-hal positif sesuai dengan potensi masing-masing.

Salam, Kecerdasanmu akan mampu
mengimbangi banyaknya masalahmu.
Lambat laun tapi pasti
asal Tuhan di hatimu dan
hal-hal positif tetap
menjadi kesibukanmu
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.