Terserah Orang Mau Melakukan Apa, Tetaplah Baik

Terserah Orang Mau Melakukan Apa, Tetaplah Baik (2)

Berjalan ke sana ke mari mencari sesuatu yang lain hanya melelahkan badan. Mencari hal-hal yang nikmat: kedengarannya memang beda tetapi rasanya masih sama saja. Manusia melakukan apa yang diinginkannya lalu berharap ada sesuatu yang baik keluar menghampirinya. Lama menanti sesuatu yang tak pasti, tidak kunjung datang juga. Mencoba melakukan aksi heroik menghilangkan kebosanan menunggu lebih lama tetapi tidak ada hasil. Akibatnya, mulai putus asa menyalahkan orang lain, menyalahkan diri sendiri, menyalahkan sistem: membuat hari semakin kacau. Mencoba menggenggam dan mencoba memaksa: malah keadaaannya semakin rumit. Begitulah hari-hari orang yang mendesak sesuatu masuk pada yang bukan tempatnya: selalu menemui kegagalan, kebencian dan amarah.

Siapa orang yang tidak pernah menemui kegagalan? Siapakah dia yang tidak pernah melakukan kekhilafan? Adakah yang tidak pernah tersandung karena keinginannya? Semua yang dialami oleh teman dan orang-orang di sekitar pasti sudah pernah (di masa lalu) dan (di masa depan) akan kita alami juga: itulah kesetaraan hidup umat manusia. Hanya saja perbedaannya adalah kapasitas (besar kecilnya) hal-hal tersebut dan respon yang diekspresikan oleh masing-masing orang. Ada yang mengalaminya dalam cakupan besar dan ada yang kecil; ada yang merasakannya sesekali terputus-putus dan ada pula yang mengalaminya berulang-ulang tanpa jeda sedikitpun. Pada dasarnya, semua itu sudah sesuai dengan kemampuan yang dapat ditanggung oleh masing-masing orang.

Tidak ada yang terbebas dari kesalahan, yang mungkin terjadi adalah menciutnya kesalahan tersebut bertransformasi menjadi khilaf yang kecil-kecil. Inilah kadar lazim yang biasanya terjadi dalam kehidupan manusia yang mungkin bisa menjadi gangguan bahkan sampai menimbulkan rasa sakit terhadap orang lain. Tetapi semuanya itu bukanlah apa-apa sebab efek samping yang ditimbulkannya sangatlah kecil. Dalam beberapa sisi, bila pandai-pandai menyesuaikan diri pasti akan menemukan titik adaptasi yang benar-benar tidak menimbulkan masalah. Semuanya bisa diabaikan seiring dengan berjalannya waktu tanpa harus menyakiti siapapun. Justru dari berbagai gejolak yang terjadi, manusia bisa menuai pelajaran hidup yang membuat hari-hari yang dilalui sama-sama enak di tengah ombak yang menggoyangkan rasa.

Justru manusia yang kurang mampu menyesuaikan diri akan menemui kendala dalam banyak situasi yang tak terkendali. Mungkin orang tersebut terlalu lama berada dalam zona nyaman kehidupan tanpa masalah. Akibatnya, sedikit saja masalah sudah bisa meremukkan hari-harinya. Bisa juga kekurangan ini disebabkan oleh karena hidup yang menyendiri, tidak terbiasa dengan orang lain dan tidak memiliki tetangga. Mereka perlu memaksakan diri untuk beradaptasi dengan menguji diri sendiri pada pola-pola gangguan yang lumrah terjadi dalam masyarakat. Orang yang merasa mampu menyesuaikan diri bisa berkata: “terserah orang lain mau melakukan apa, yang penting saya masih orang sama yang yang bersikap baik.” Tetapi pemberani yang susah beradaptasi akan mengatakan: “kamu harus ini, kamu harus itu,” tanpa berpegang pada aturan manapun.

Tidak perlu khawatir dengan situasi yang akan dihadapi sebab tidak ada sesuatu yang terlalu berlebihan yang akan kita alami. Sebab semuanya terjadi dalam kendali yang telah di atur dalam batas-batas yang selayaknya. Lagipula sesama manusia sama-sama punya minat yang tidak jauh berbeda satu sama lain. Perbedaan sedikit saja bukan berarti bencana melainkan awal pembelajaran hidup yang mendatangkan peningkatan, setidak-tidaknya dalam hal kecerdasan otak. Demikianlah yang namanya kemajuan hidup, selalu membutuhkan yang namanya pengorbanan. Salah satu pengorbanan yang kita perlukan adalah ego yang perlu diredam dalam rasa kebersamaan. Sebab kita tidak bisa memungkiri bahwa kita hidup dengan orang lain yang memiliki minat yang berbeda: disinilah titik adaptasi cerdas sangat diperlukan.

Ada lagi yang disebut dengan peraturan yang berlaku di dalam masyarakat. Ini dibuat berdasarkan kebutuhan bersama untuk mengendalikan penyimpangan yang terjadi. Sebab biar bagaimanapun perbedaan seseorang bisa dirasakan sebagai penyimpangan oleh orang lain. Di sinilah aturan atau hukum diperlukan agar tampil bedanya manusia tidak berada di luar kendali dan melampaui batas. Perbedaan yang terkendali: sekalipun agak pedas tetapi tidak sampai membakar hangus satu sama lain. Hanya saja, peraturan perlu dibuat sedemikian rupa agar tidak mengatur hal yang kecil-kecil. Agar hal-hal kecil itu tetap ada untuk menguji hati antara manusia yang satu dengan manusia yang lain. Perbedaan juga tidak sampai melampaui batas atas-bawah dalam masyarakat yaitu kebenaran: mengasihi Allah seutuhnya dan mengasihi sesama dengan adil. Bukankah semuanya itu sudah termuat dalam peraturan?

Tidak perlu khawatir dengan sikap manusia sebab jaman sekarang rata-rata sudah berpendidikan. Mereka pun peka: merasakan apa yang orang lain rasakan. Tahu dengan pasti bahwa apa yang sakit baginya pastilah sakit juga dirasakan oleh orang lain. Masing-masing orang yang sudah terbiasa hidup dalam masyarakat yang majemuk pasti menyadari etika dalam kebersamaan. Terlebih-lebih ketika orang tersebut memiliki Tuhan di dalam hatinya. Mustahil suara hatinya diam saja jika rancangan hati mulai menyimpang jauh. Sebab Roh Tuhanlah yang selalu berkomunikasi menimbulkan hal-hal baik dalam hati dan memperingatkan jika mulai terdapat hal buruk dalam dirinya. Jadi, kesemua hal tersebut merupakan jaminan yang membebaskan kita dari kekuatiran yang tidak diperlukan (lebay).

Tulisan ini adalah motivasi bagi semua orang agar tidak jengkel dengan perbedaan kepentingan yang terkadang mewarnai hari-hari. Tidak perlu menjadikan berbagai gangguan yang terjadi sebagai dendam yang kelak harus dibalaskan. Melainkan maklumilah hal tersebut dengan ikhlas sebagai perbedaan yang manusiawi. Berupaya rendah hati menghindari respon yang berlebihan karena gulungan ombak kecil yang membasahi kaki celana. Serta setulus hati menunggu dengan sabar dan tenang sampai benar-benar mampu menyesuaikan diri dengan keadaan. Memang proses pembelajaran ini tidaklah semudah kata-kata dan tidak semudah apa yang dapat dibayangkan. Apapun itu, ikutilah proses-proses kehidupan agar anda menjadi pribadi yang mampu mengendalikan diri dan meningkatkan kecerdasan emosional bahkan menjadi bijak.

Kesimpulan

Mengapa kita berani mengatakan: “terserah saja kamu mau melakukan apa, silahkan….” Bagaimana kalau orang tersebut melakukan hal yang aneh-aneh, sesuatu diluar dugaan kita dan merugikan kita? Apa jaminan bagi kita bahwa orang yang kita kenal atau tidak dikenal sama sekali akan melakukan hal-hal yang wajar? Beruntunglah kita hidup dalam masyarakat yang modern dimana sudah tersistem dengan baik. Ada organisasi terpercaya yang disebut “pemerintah” telah mengatur apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam kehidupan bersama. Lagipula sudah ada Roh Tuhan di dalam hati yang senantiasa mengingatkan dan melatih orang per orang untuk selalu baik bahkan dilingkungan yang kurang baik sekalipun. Orang yang sudah berpendidikan pasti punya etika dan sopan santun serta mau belajar menyesuaikan diri dengan hiruk-pikuk manusia yang sibuk dengan urusannya masing-masing. Jadi, semuanya itu membuat kita lebih mempercayai orang lain bahkan memberi kebebasan dengan mengatakan “terserah orang lain hendak melakukan apa saja, yang penting saya tetap baik!”

 Salam, Mengatakan kepada
orang lain “terserah saja…”
menunjukkan bahwa kita
percaya Tuhan membimbingnya
dan iapun mengenal aturannya.
Jadi tidak ada yang perlu
ditakutkan atau dicemaskan
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.