8 Penyebab Mimpi – Mengapa Manusia Bermimpi?

Penyebab Mimpi – Mengapa Manusia Bermimpi

Malam akan berlalu sangat singkat ketika kita melaluinya dengan tenang, damai dan bahagia. Seolah gelap yang menyamankan hati itu sangat mudah terlupakan. Akan tetapi, semua menjadi kebalikannya ketika ada kendala yang dihadapi. Sesuatu terjadi seperti masalah pribadi atau masalah keluarga yang secara langsung atau tidak melibatkan kita. Mungkin ada perselisihan kecil yang memaksa diri melek sampai larut. Atau bisa juga karena diri sendirilah yang tidak bisa tertidur dengan pulas karena ada gejolak kecil yang mengacaukan pikiran. Persoalan yang terus bermunculan dalam benak sendiri bisa berupa kekhilafan pribadi, gangguan sosial dan mimpi buruk. Hal-hal tersebut bisa mengacaukan pikiran atau malah mengasah kemampuan kita untuk memahami kehidupan.

Tidak ada orang yang tidak pernah bermimpi. Masing-masing pernah merasakan dampaknya bahkan beberapa orang bisa menceriterakan apa yang mereka alami dalam dunia entah berantah yang tidak mereka kenal. Di sisi lain, ada juga yang mengalaminya tetapi tidak menyadarinya karena telah dilupakan begitu saja. Pengalaman menunjukkan bahwa aktivitas psikis ini: ada yang hanya terjadi di dalam hati/ pikiran belaka. Namun ada pula orang yang mimpinya terbawa-bawa dalam perilaku fisik. Akibatnya, dalam tidur pun mereka bisa saja berbicara dan tertawa tidak jelas bahkan berjalan sendiri. Mereka dikuasai oleh alam bawah sadarnya dalam dunia yang menyenangkan atau menyedihkan tanpa ada seorangpun yang tahu apa itu. Kecuali mereka mampu mengkomunikasikannya kepada sesama.

Alasan mengapa seseorang bermimpi

Ada mimpi yang indah dan ada pula yang buruk. Pasti masing-masing pernah mengalaminya. Kalau bukan semalam atau beberapa hari belakangan, mungkin itu terjadi di masa-masa yang telah berlalu dan melelahkan. Suatu masa remaja bermuda dimana kita sangat menyukai sesuatu sehingga membawanya dalam tidur panjang yang dipoles dengan kisah penuh sensasi bak di film-film. Apakah ini terjadi hanya karena faktor pikiran (mental), mungkin dipengaruhi oleh faktor fisik dan kebiasaan yang dijalani dari waktu ke waktu. Berikut akan kami bahas secara singkat dan seadanya: faktor yang menyebabkan manusia bermimpi.

  1. Fokus kehidupan yang mulai serong.

    Tidak ada orang yang fokus pada sesuatu jika tidak menyukai hal tersebut. Manusia selalu menguras energi otaknya pada hal-hal yang sangat tertarik oleh panca indranya. Selama seseorang belum dewasa dari godaan duniawi yang menarik hati, besar kemungkinan selama itu jugalah fokusnya bisa mengarah kepada hal-hal duniawi. Bila yang terus ada dalam pikiran kita adalah yang indah-indah tentang dunia ini. Bagaimana kita bisa mendapatkannya dan seperti apa rasanya setelah mendapatkannya? Berbagai-bagai macam pembahasan yang menarik inilah yang cenderung dimimpikan.

  2. Rasa bersalah yang menghantui.

    Perasaan bersalah yang terus-menerus berputar dalam pikiran menjadi sangat jelas ketika kesalahan dilakukan secara sengaja. Seolah besarnya tuntutan hati untuk meminta kelapangan dada (maaf) dari orang lain terus saja bersua. Terlebih ketika ada kerugian nyata yang dialami orang lain akibat pelanggaran yang kita lakukan. Mengabaikan suara hati sama saja dengan mengacaukan fokus dan membuat kejadian tersebut kepikiran terus-menerus hingga termimpi-mimpi membuat tidur tidak lagi senyaman dulu.

  3. Kekurangan cairan.

    Faktor fisik utama yang sering sekali membuat malam-malam diselingi mimpi buruk adalah lupa meminum air putih. Tubuh yang kekurangan cairan turut pula mengurangi kadar cairan dalam otak. Akibatnya, aktivitas otak yang semula biasa saja mengalami tekanan yang mengguncang penyimpanan memori. Berbagai ingatan tercampur-campur sampai hampir tidak dapat dikenali lagi lalu mengapung di antara alam bawah sadar dan alam sadar manusia. Inilah penyebab utama bermimpi yang bisa dialami oleh siapa saja.

  4. Kekurangan garam.

    Mineral yang satu ini sangat bermanfaat menjaga stabilitas metabolisme tubuh hingga batas terendah. Artinya, sekalipun sumber daya untuk melakukan metabolisme kurang memadai tetapi proses metabolisme tetap berjalan dan membuahkan hasil yang baik. Sangat bermanfaat menjaga keseimbangan asam dan basa dalam tubuh serta menjaga persediaan air. Garam menjadi mineral yang mampu menarik air sehingga kandungan cairan dalam tubuh bisa dipertahankan selama beberapa waktu. Kemampuan tersebut membuat tubuh tidak mudah mengalami dehidrasi yang berimbas langsung pada tercukupinya kandungan cairan dalam otak. Namun bila jumlah garam yang dikonsumsi tidak memadai, tubuh mudah kehilangan cairan hingga memori otak terguncang meluapkan mimpi di malam yang gelap.

  5. Kurang beraktivitas.

    Aktivitas yang hampir tidak ada demi memanjakan diri, tidak baik jika dilakukan secara terus-menerus (selama berhari-hari). Sesekali mengambil waktu luang untuk menghentikan kegiatan sambil beristirahat: tidak masalah. Akan tetapi, sama sekali tidak beraktivitas bisa membuat kepekaan dan ketajaman pikiran menurun. Bila kebiasaan buruk ini terus dibiarkan, bisa mempengaruhi kemampuan daya ingat sehingga melupakan yang penting-penting. Bila apa yang sangat dibutuhkan tubuh terlupakan (contohnya minum air sedikit, lebih sering dan lebih banyak) berbagai kelainan mulai bermunculan. Ada banyak penyakit menyerang secara perlahan yang lambat laun merusak kehidupan itu sendiri. Misalnya saja adalah mimpi seram di malam yang dingin gelap.

  6. Kebiasaan ngences di saat tidur.

    Seseorang yang biasanya ngiler di malam hari dapat mengalami tayangan acak dari kehidupannya sendiri. Umumnya, ngences di saat tidur mengurangi kapasitas cairan di daerah kepala. Sebab elektrolit yang dibawa oleh pembuluh kapiler ke otak cenderung mengalami kebocoran sebelum sampai di otak, yaitu tepatnya di kelenjar ludah. Jumlah rutin cairan yang dialirkan ke kepala kebanyakan terbuang lewat aktivitas bawah sadar yang disebut ngiler. Akibatnya, otak mengalami dehidrasi sementara sehingga informasi yang terdapat dalam memori mulai melayang-layang di antara alam bawah sadar dan sadar manusia. Keadaan ini diiringi dengan aktivitas otak yang cukup tinggi karena ditekan oleh dehidrasi sekalipun orang tersebut sedang tertidur pulas.

  7. Tontonan yang kurang baik.

    Panca indra adalah penghubung kuat kehidupan personal dengan dunia luar. Sementara semua orang sudah tahu bahwa sebagian dari keburukan yang terjadi berasal dari tontonan yang tersaji di depan layar kaca (televisi, laptop, smartphone). Sebab tidak ada yang namanya film atau sinetron yang tidak diisi dengan perang antara tokoh yang dirasa ada benarnya (tidak semuanya/ tidak mutlak) dan tokoh yang dianggap salah. Berhati-hatilah menonton kisah yang menyajikan keseraman audio visual. Anda mungkin bisa memaksakan diri untuk terbiasa dengan film horor tetapi efek memimpikan kejadian yang mengerikan tersebut bisa muncul kapan saja (terutama saat pikiran kacau di bawa tidur).

  8. Masalah berat (trauma) – tingginya stres.

    Tiap-tiap orang memiliki kapasitas sendiri selama menanggung pergumulan hidup di dunia ini. Lazimnya, kapasitas tersebut senantiasa berkembang bila berhasil dihadapi dengan tenang dalam sikap yang benar. Ketika besarnya persoalan yang ditanggung seseorang terlalu besar atau datangnya bertubi-tubi: resiko stres semakin tinggi. Bila orang tersebut tidak mampu mengembalikan fokus berpikir dan menenangkan diri, akan timbul stres yang menggiringnya dalam pelarian terhadap keduniawiaan dan kejahatan. Menikmati hidup sebanyak-banyaknya bahkan bertindak kasar terhadap orang lain dan diri sendiri telah menyisihkan hal-hal baik dalam dirinya. Dimana salah satu kebiasaan baik tersebut adalah rutinitas memenuhi asupan cairan tubuh harian. Akibatnya, hari-hari yang buruk semakin diperparah dengan malam-malam yang dipenuhi dengan mimpi buruk pengganggu kenyamanan tidur.

Kesimpulan

Defenisi – mimpi adalah memori yang tercampur-campur dan mengapung berada di antara alam bawah sadar dan alam sadar manusia. Sebab kejadian tersebut sebagian tidak disadari namun sebagiannya lagi disadari.

Setiap orang punya mimpi terhadap masa depannya. Suatu keadaan yang dicita-citakan dan diharapkan terjadi suatu saat nanti di waktu dan tempat yang tidak ditentukan. Lain halnya dengan orang yang bermimpi yang dimaksudkan dalam tulisan ini. Peristiwa tersebut mungkin membawa seseorang di dunia entah berantah yang sebagian dikenalnya dan sebagian lagi tidak dipahaminya. Ini bisa terjadi karena otak mengalami tekanan yang membuat laci-laci ingatan berantakan sehingga beberapa memori tercampur-campur mengapung di antara alam bawah sadar dan alam sadar manusia. Ruang imajinasi mengalami penglihatan tentang berbagai kejadian yang ada hubungannya dengan masa-masa yang telah dilewati atau kejadian lainnya yang tidak ada hubungannya (akibat pencampuran acak memori). Antisipasilah tekanan psikis dan fisik dalam otak, mudah-mudahan malamnya tidak lagi memimpikan yang aneh-aneh.

Salam, Malam sepertinya
ramai sekali sekalipun anda
sedang sendiri
terkejut bangun
dari khayalan tidur
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.