Mendoakan Rencana Dan Tata Cara Bukan Hanya Harapan Utama (Cita-Cita/ Harapan Akhir)

Mendoakan Rencana Dan Tata Cara Bukan Hanya Harapan Utama (Cita-Cita Harapan Akhir)

Sekalipun ada penyakit yang mendera, ada masalah yang mengamuk, ada kekhilafan yang melukai dan ada gejolak lainnya yang datang silih berganti. Kita tetap percaya bahwa masih ada harapan, masih bersemangat menjalani hari karena Tuhan yang kita sembah adalah yang terbesar dan terhebat serta agung nama-Nya di mana-mana. Dalam banyak hal yang kita inginkan, mungkin tidak semuanya tercapai, setidaknya hati tetap bersukacita menerima kenyataan tersebut.  Indra mungkin menyaksikan hal yang penuh kekurangan dan keterbatasan tetapi hati tidak khawatir karena Tuhan mengajari kita untuk merasa cukup. Allah ada bukan untuk mewujudkan semua mimpi melainkan juga turut menguatkan umat untuk menerima kenyataan saat ada keinginan yang tidak cocok untuk dimiliki.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa hari-hari yang dijalani manusia dipenuh dengan hawa nafsu. Maunya ini, maunya itu, maunya ada-ada saja bahkan bila perlu semuanya pun boleh dimiliki. Sistem menawarkan kita banyak hal dan tampaknya hal-hal tersebut cocok untuk diri ini. Kita perlu memilih dengan hati-hati, apakah penawaran tersebut benar-benar dibutuhkan atau jangan-jangan nafsu tersebut timbul sebagai pelarian dari masalah. Biasanya, manusia yang memiliki beban hidup suka menghibur diri dengan mencari senang lewat aktivitas belanja. Bila seseorang terjebak dalam kebiasaan buruk ini, maka barang dan/ jasa yang tidak dibutuhkan sekalipun akan dibeli. Akibatnya lebih banyak prodak terbeli yang secara fungsi menganggur di dalam lemari dan sudut-sudut rumah.

Pengharapan yang kita miliki, apakah sudah sesuai dengan kebutuhan? Atau apakah hal tersebut sudah sesuai dengan kemampuan yang dimiliki? (1) Biasanya, kebutuhan yang mau tidak mau diharapkan akan menghambat aktivitas atau merugikan diri sendiri jika hal tersebut tidak ada. Silahkan bertanya kepada diri sendiri, “apakah keinginan ini menghambat aktiitas bila tidak terwujud atau apakah ketiadaan produk ini merugikan saya?” Jika anda bisa menjawab dua pertanyaan ini, akan ada kesimpulan yang diambil: apakah produk tersebut: tidak perlu dimiliki, harus segera dimiliki atau ditunda pembeliannya? Pertanyaan untuk membanding-bandingkan keadaan di dalam pikiran imajinatif sendiri, membantu anda menentukan manfaat sesungguhnya dari suatu produk untuk diri sendiri.

Tahukah anda bahwa tidak ada manusia yang secara sadar ingin melanggar peraturan? Rata-rata pelanggaran aturan alasannya pasti lupa ini dan lupa itu. Sedang doa yang kita ucapkan dari waktu ke waktu membantu mengingatkan diri sendiri untuk menjadi seperti pribadi yang diperkatakan. Artinya, apa yang selalu disebutkan di dalam hati membantu kita untuk mengingat hal-hal tersebut sehingga akan melakukannya pula hari demi hari. Semakin sering memperkatakan hal-hal positif, semakin jauh pelanggaran dari diri ini. Demikian juga saat berdoa, membantu kita untuk mengingat apa yang dibutuhkan dan menjauhi keinginan yang tidak diperlukan. Jadi, lambat laun apa yang kita doakan akan dilaksanakan sehingga membentuk kepribadian masing-masing.

Sama halnya ketika kita mendoakan harapan terbesar selama hidup di dunia ini. Apalagi harapan tersebut kalau bukan sorga? Memang masih banyak hal lain dalam dunia ini yang diinginkan, namun yang terutama adalah hidup dengan benar sampai mencapai kediaman Allah dalam kekekalan. Kita selalu mendoakan hal tersebut, yang lambat laun mengarahkan pikiran, perkataan dan perbuatan pada kebenaran sejati. Demikianlah juga sepatutnya kita perbuat untuk harapan lain-lain yang dimiliki: selalu didoakan agar selalu diingat dan dapat direalisasikan sampai pengharapan tersebut terwujud. Masalahnya sekarang adalah, apakah anda hanya mendoakan tujuannya saja tanpa tahu jalannya? Bagaimana bisa sampai pada tujuan kalau tidak paham cara-cara yang dibutuhkan untuk mencapainya?

Apa yang didoakan adalah didikan bagi diri sendiri untuk berlaku demikian. Lengkapilah permohonan hati dengan rencana yang ingin dilaksanakan untuk memperoleh sesuatu. Agar terus mengingat-ngingat hal tersebut dan melaksanakannya pada momen yang tepat. (2) Biasanya harapan yang tidak masuk akal tidak memiliki jalan yang jelas untuk ditempuh. Diri sendiri bisa menilai dengan pasti, “apakah yang dicita-citakan sudah sesuai dengan diri ini/ sudah sesuai dengan potensi yang dimiliki?” Atau jangan-jangan hal tersebut hanyalah imajinasi film yang terbawa-bawa dalam mimpi dan ingin pula dirasakan dalam kehidupan nyata. Pada konteks ini, kita perlu belajar membedakan: “apa yang dapat ditiru dan apa yang tidak dapat ditiru dalam film karena kental dengan konten khayalan belaka.”

Jikalau pengharapan anda logis, selalu ada jalan untuk meraih hal tersebut. Walau di sisi lain perlu menyadari bahwa waktu yang tepat untuk memperolehnya bukan kitalah yang menentukannya. Bahkan pada beberapa keinginan, bisa jadi tidak terwujud seberapa besar pun usaha yang telah dilakukan. Oleh karena itu, peliharalah keikhlasan saat berdoa: “biarlah kehendak-Mu yang jadi dan bukan kehendakku.” Berusaha sebaik mungkin sesuai rencana untuk mewujudkan pengharapan yang dinanti-nantikan, namun ikhlas menerima apapun hasil yang diperoleh. Bila memang masih belum dapat meraihnya, silahkan mencobanya lagi dan lagi. Atau persiapkan rencana cadangan untuk diperjuangkan sampai berhasil.

Kesimpulan

Sesuatu yang anda ketahui prosesnya adalah sesuatu yang masuk akal sehingga besar kemungkinan akan dapat diwujudkan. Tetapi impian yang tidak diketahui cara mencapainya (tidak jelas prosesnya) merupakan harapan yang cenderung tidak masuk logika sehingga besar kemungkinan tidak akan terwujud.

Proses atau hasil sama-sama perlu didoakan. Mendoakan “hasil” membuat kita bersemangat untuk menjadi orang yang sabar, ikhlas dan rendah hati menjalani hari karena ada yang dituju. Sedang mendoakan proses membantu mempertajam memori pikiran agar merealisasikan segala yang dirancangkan dengan tepat.

Zaman sekarang kalau ada keadilan: tidak ada hal yang terlalu besar untuk dimiliki dan tidak ada tujuan yang tidak bisa direncanakan sebab hasrat terbesar manusia terhadap sumber daya telah disamaratakan. Anda berhak memiliki tujuan apapun dalam hidup, selama menurut pertimbangan pribadi hal tersebut positif adanya. Saat mendoakannya, tidak lengkap rasanya jika hanya menuturkan tujuan utama saja, melainkan perlu juga mendoakan berbagai rencana yang ditempuh untuk mewujudkan hal tersebut. Doa semacam ini bisa menjadi aktivitas untuk mempertajam daya ingat pada apa yang perlu diperjuangkan dari waktu ke waktu. Semoga apa yang diharapkan terwujud pada waktu-Nya Tuhan; bila tidak ikhlaskanlah… Atau silahkan coba lagi atau beralihlah pada cita-cita lainnya yang pantas untuk anda!

Salam, Doakan prosesnya,
ingat caranya,
lakukan rencananya.
Moga-moga dikabulkan
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.