+10 Jenis Puasa Yang Bisa Anda Lakukan Kapan Saja

Macam Jenis Puasa Yang Bisa Anda Lakukan Kapan Saja

Kenyataannya adalah hidup selalu fluktuatif. Pada satu sisi, fluktuasi tersebut bisa merugikan karena terjadi secara ekstrim (lebay) dan tidak terkontrol. Akan tetapi pergerakan hidup yang bergonta-ganti menciptakan sensasi rasa nikmat bervariasi sehingga manusia tidak pernah jenuh. Hidup terus bergerak terkendali sekalipun ada fenomena naik-turun yang sudah lazim terjadi. Semuanya ini terjadi karena kita hidup dalam sistem yang mendukung masyarakat yang beragam, dengan kebutuhan dan potensi yang berbeda. Selain itu, memiliki sumber daya alam yang berbeda dan melimpah meskipun terbatas untuk semua. Satu-satunya sumber daya yang melimpah dan cukup untuk semua adalah produk yang dihasilkan oleh industri bioteknologi modern. Jadi selalu ada pergantian konsumsi terhadap sumber daya hayati dan pemutakhiran produk oleh industri biosintetis. Itulah semua yang membuat aktivitas konsumsi bersifat tidak menetap walau sangat terkendali

Salah satu fluktuasi konsumsi yang cukup menekan kehidupan seseorang adalah “berpuasa.” Tidak mengonsumsi semua atau sebagian dari bahan pangan yang ada membuat lonjakan rasa yang cukup menyusahkan bagi mereka yang belum terbiasa melakukannya. Nikmatnya makan-minum yang biasanya dilakukan setidak-tidaknya tiga kali sehari (belum termasuk cemilan) lenyap demi sesuatu yang diyakini lebih baik. Pada kondisi tertentu melakukan puasa bermanfaat tetapi melakukannya secara berlebihan hingga menimbulkan penyakit perlu diantisipasi. Biasanya gejala penyakit yang lazim karena membatasi aktivitas makan secara berlebihan adalah cepat lelah, sering mengantuk, bau mulut, radang tenggorokan (GERD), perut kembung (maag), kekurangan gizi, anoreksia.

Ada baiknya sebelum melakukan puasa konsumsi, pertimbangkan kepadatan aktivitas yang dilakukan. Orang yang kegiatannya banyak: bekerja di luar rumah dan di bawah sinar matahari langsung; sebaiknya tidak menghentikan konsumsi sama sekali. Bagi mereka yang seharian di rumah aja, berpuasa dimungkinkan karena tidak begitu banyak pekerjaan berat yang perlu diselesaikan. Terlebih kalau di rumah ada orang lain yang membantu menyelesaikan pekerjaan rumah (pramuwisma, anak, saudara), Aktivitas menghemat konsumsi dimungkinkan. Sekarang, masalahnya adalah apa tujuan khusus dari aktivitas tersebut? Biasanya semakin besar tujuannya makin besar pula niat dan perjuangan untuk menekuni hal tersebut.

Jenis-jenis puasa yang bisa membuat hidup lebih baik

Konsep puasa yang kami maksud di sini tidak melulu pada tradisi masyarakat awam melainkan lebih kepada hal-hal yang lebih luas. Berikut macam-macam aktivitas menghemat konsumsi menurut tujuan .

  1. Puasa Ramadhan.

    Adalah tradisi khusus yang dilakukan oleh umat Islam untuk menyambut Ramadhan. Lazimnya, pembatasan yang mereka lakukan tidak hanya menyangkut makanan dan minuman belaka namun hal tersebut berlaku luas dalam berbagai bidang kehidupan. Sesuatu yang mereka rasa memicu/ memancing keburukan tidak akan dicicipi, baik oleh lidah, mata dan panca indra lainnya. Tetapi di awal malam ada waktu berbuka yang kembali dapat melegalkan mereka untuk terbuka dari pembatasan sebelumnya.

  2. Puasa total.

    Biasanya orang yang melakukannya menjauhkan diri dari kehidupan bermasyarakat (menyendiri) yang disebut juga sebagai bersemedi. Makanan dan minuman dikonsumsi secara terbatas di waktu-waktu tertentu saja. Mereka hendak menyucikan jiwa dan raga dari segala hal yang dirasa buruk untuk mencapai ketenangan jiwa. Suatu titik dimana tidak ada lagi pertentangan di dalam hati yang memiliki satu tujuan rohani untuk dicapai. Sedang segala kesemerautan dunia luar yang telah dijauhi tidak dapat lagi mengacaukan hidupnya.

  3. Puasa bicara.

    Menghemat kata-kata bahkan tidak tidak mau bicara yaitu menahan lidah untuk tidak berkata-kata dengan siapapun. Jika mereka butuh sesuatu akan menggunakan bahasa isyarat atau menulisnya pada kertas/ buku. Biasanya yang melakukan aktivitas ini akan memberi petunjuk kepada orang yang hendak bersosial dengannya, bahwa dia sedang tidak mau berkomunikasi secara lisan. Mulut diam walau badan aktif mungkin dilakukan untuk meminimalisir kesalahan karena terlalu banyak berkoar-koar tidak karuan.

  4. Puasa bercinta.

    Mereka yang berupaya untuk tidak melakukan hubungan senggama dengan lawan jenis selama beberapa waktu. Semua jomblo melakukan bagian yang satu ini, kecuali yang melibatkan aktivitas seks pribadi (masturbasi). Jika anda adalah jomblo yang cerdik, akan mengetahui bagaimana cara istimewa memuaskan diri dengan memanfaatkan jemari sendiri sebagai istri/ suami portable. Tidak ada yang melarang anda melakukannya bahkan Tuhan pun tidak! Asalkan dilakukan di tempat yang bersifat pribadi untuk menjaga privasi tanpa mengkhayalkan lawan jenis manapun.

  5. Berpuasa dengan menjaga mata.

    Yaitu membatasi penglihatan/ pandangan pada hal-hal tertentu saja. Mereka mungkin tidak ingin menyaksikan berbagai keburukan yang sengaja ditimbulkan oleh dunia ini sehingga hati bersih dari kebencian, dendam, amarah dan keburukan lainnya. Mungkin memilih untuk tidak membaca dan tidak menonton berbagai media yang tidak disukainya. Terlebih ketika beberapa media secara khusus dianggapnya sebagai penyebar gosip dan fitnah tanpa dasar yang jelas karena hanya menimbulkan kekuatiran belaka.

  6. Puasa diabetes.

    Kalau sudah makmur jangan keterusan, masa semuanya dimakani? Lihat-lihat batasannya juga dong… biar tidak kelebihan gizi akhirnya jadi pesakitan. Biasanya penghematan ini dilakukan oleh pasien yang positif menderita penyakit diabetes. Mereka akan melakukan pembatasan konsumsi pada jenis makanan dan minuman tertentu yang mengandung gula yang tinggi. Misalnya saja, gula pasir, nasi, kue dan gorengan (cemilan) serta aneka minuman yang nikmat dengan penambahan gula. Sekalipun manisnya makanan benar-benar dibatasi, bukan berarti tidak boleh dimakan sama sekali. Melainkan jumlahnyalah yang harus dikurangi (dari segi porsi).

  7. Puasa asam urat.

    Orang sibuk yang pekerjaannya di kantor terus terlalu fokus pada pekerjaan sehingga lupa meminum air maka timbullah berbagai penyakit. Biasanya, orang yang memiliki asam urat tinggi akan mengalami gejala penyakit nyeri pada persendian terutama di daerah lutut. Mereka perlu mengurangi konsumsi terhadap sayuran dan daging agar terbebas dari gejala tersebut. Bila pembatasan jenis makanan ini tidak dilakukan maka nyeri sendi yang diderita membuat mereka tidak mampu lagi berjalan. Lebih baik mengunci beberapa kancing mulut daripada mobilitas terbatas sama-sekali.

  8. Puasa kolesterol.

    Penyakit langka ini bisa menyerang siapa saja yang mengonsumsi terlalu banyak hal yang berlemak namun lupa mengimbanginya dengan cairan. Lemak dan daging jadi satu bila dipanggang memang enaknya nggak tertahankan tetapi tiap hari makan daging berlemak, sebaiknya dikurangi. Biasanya bagian penting dalam tubuh yang diserang penyakit adalah pembuluh darah dan jantung. Bahkan ini bisa berujung pada pemasangan ring, cangkok jantung dan gagal jantung.

  9. Puasa vegetarian.

    Daging memang lezat namun pada keadaan tertentu mengonsumsinya justru menyebabkan rasa sakit pada tubuh yang tidak sehat. Di sisi lain, ada orang yang berkeyakinan bahwa makan tanpa daging atau olahannya dapat membuat tubuh lebih bugar. Teori ini mungkin saja, sebab beberapa penyakit memang ditularkan lewat daging yang disajikan dengan tidak higienis (kurang matang). Manfaat utama dari vegetarian adalah bau badan menyengat yang tidak sedap lenyap. Lagi pula mengurangi konsumsi daging sama dengan mengurangi kekejaman pembunuhan pada hewan ternak. Tentu saja ini hanya berpengaruh jika dilakukan bersama-sama oleh seluruh masyarakat. Tetapi lain halnya jika daging tersebut diperoleh dari peternakan biosintetik modern (kloning).

  10. Puasa kalium.

    Kami sendiri tidak tahu mengapa seseorang bisa kelebihan kalium namun gejala khas dari keadaan ini adalah pengentalan darah khususnya di daerah kaki. Akibat pembekuan darah yang tidak terkendali, kaki akan terasa nyeri bahkan seluruh persendian tubuh mengalami nyeri yang sangat berat. Semuanya ini karena makanan yang dikonsumsi mengandung kalium tinggi. Misalnya ikan laut, ikan asin dan seafood lainnya serta pisang, alpukat, susu, kacang-kacangan, telur, nanas. Oleh karena itu, bagi yang menderita penyakis sendi darah kental sebaiknya membatasi konsumsi dengan menjauhi hal-hal di atas.

  11. Puasa sarapan.

    Ada pola kebiasaan makan tiga kali sehari. Apabila seseorang hanya mengonsumsi makanan dua kali atau satu kali sehari maka aktivitas ini juga tergolong dalam kegiatan berpuasa. Orang yang tidak sarapan biasanya hanya makan di siang dan malam hari saja. Ada yang memang jelas-jelas tidak makan apa-apa (tetap minum air putih) namun ada juga yang masih ngemil ganti makanan di pagi hari.

  12. Puasa malam (makan malam).

    Sebagian orang berkeyakinan bahwa di malam hari tidak ada kegiatan yang begitu berat. Mereka tertidur pulas dengan tulus hati sampai menjelang pagi. Tidak perlu menambah energi jika memang tidak digunakan. Penambahan tanpa pemakaian dapat membuat energi tersebut menjadi lemak sehingga memperbesar masa tubuh. Istilah kata orang: “pelebaran lebih cepat daripada peninggian badan.” Resikonya, satu kursi plastik tidak akan sanggup menahan bokong yang besar dan bisa jadi kursi tersebut patah.

  13. Puasa alergen.

    Manusia tidak sesempurna imajinasi di film-film superhero. Justru di dalam tubuh yang kuat terdapat bagian yang lemah. Beberapa orang memiliki sensitivitas tinggi terhadap hal-hal tertentu yang membuat rapuh. Mereka perlu membatasi diri terhadap alergen khusus agar kebugaran tubuh tidak menurun. Tanpa pembatasan, hari-hari akan dilalui dengan rasa sakit aneh yang mungkin tidak dialami oleh orang lain. Lebih baik menjauhinya ketimbang tidak mengikuti perkumpulan penting dalam komunitas kecil yang digandrungi karena sakit melulu.

  14. Puasa travelling.

    Orang-orang ini menyebut diri mereka dengan hastag #DiRumahAja. Demam musim stay at home menyebar dimana-mana karena suatu fenomena yang berasal dari entah berantah negeri yang belum pernah kami kunjungi. Sesungguhnya ini hanya berlaku bagi sebagian orang saja atau selama beberapa waktu saja. Sebab pada kenyataannya, tiap-tiap orang punya urusan tertentu di luar rumah pada waktu yang berbeda satu sama lain. Waktu berbarengan keluar rumah mungkin dibatasi karena beberapa tempat umum telah ditutup.

  15. Dan puasa jenis lainnya yang intinya adalah menjaga dan membatasi diri dari aktivitas tertentu.

Kesimpulan

Tidak ada konsumsi yang mutlak dibatasi. Mungkin saja pada keadaan tertentu kita tidak boleh melakukannya tetapi pada kondisi berikutnya, hal tersebut bisa dilakukan. Hanya saja, yang berbeda adalah penyebutannya: (1) ada yang menganggapnya sebagai pembatasan biasa karena dilakukan setiap hari. Tetapi (2) ada pula  yang menganggap bahwa pembatasan tersebut adalah puasa yang spesial sehingga perlu dirayakan kecil-kecilan. Demikianlah hidup manusia di dunia ini, selalu saja bergonta-ganti layaknya langit yang berubah rupa pada waktu tertentu. Nikmati saja geloranya karena peralihan tersebut membawa warna-warni rasa yang menyenangkan hati. Jadi, selama apapun kita hidup di dunia ini, tidak ada kata jenuh karena ada variasi rasa yang bisa dinikmati bersama.

Salam, Berpuasa sah-sah saja
asalkan tujuannya positif!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.