Rasa Syukur Yang Sulit Diungkapkan – Kapankah Manusia Sukar Bersyukur?

Rasa Syukur Yang Sulit Diungkapkan – Kapankah Manusia Sukar Bersyukur?

Setiap tindakan anda bisa diartikan bercabang-cabang oleh orang lain. Terlebih lagi soal kata-kata yang terucap: apa yang diucapkan dengan lurus, bisa saja dibengkokkan tanpa sepengetahuan orang yang mengucapkannya. Bukan sampai di situ saja, tindakakan pun bisa dibelokkan sehingga maksudnya menjadi berbeda, mengarah kepada hal yang negatif. Sikap yang suka membengkak-bengkokkan sesuatu disebut sebagai fitnah. Sikap buruk ini bisa dilakukan oleh siapa pun: umumnya lewat pikiran dan sebagian kecil lewat sikap (terutama perkataan) sehari-hari. Tahukah anda bahwa manusia yang sering menilai sesamanya di dalam hati berpotensi melakukan fitnah karena berprasangka buruk terhadap orang lain? Oleh karena itu dari pada menilai orang lain lebih baik sibuk memuji-muji Tuhan di dalam hati.

Penilaian yang kita lakukan kepada sesama memang terkadang ada salahnya. Contoh kasus tentang “bersyukur,” bila seseorang menyuruh kita untuk melakukannya, dia seolah-olah menyarankan kita untuk mengasihani diri sendiri. Seolah-olah tidak mampu melakukan sesuatu dan dianjurkan untuk menyerah pada keadaan yang terjadi. Pandangan berpikir semacam ini berpotensi mematahkan semangat sendiri. Oleh karena itu, jangan terlalu dalam memikirkan kata-kata seseorang kepada anda. Sebab mau seperti apapun sikap orang lain: bisa saja diartikan bercabang-cabang oleh pikiran. Bijaklah memilih cabang arti yang baik agar pikiran tetap positif. Sedang maksud-maksud negatif lainnya diabaikan untuk dilupakan begitu saja.

Tidak ada orang yang mengungkapkan rasa syukurnya kepada orang lain kecuali saat diminta untuk bersaksi. Dalam ruang-ruang diskusi kecil sampai besar, seseorang akan mengungkapkan pengalaman hidup sekaligus rasa syukurnya kepada Tuhan. Tetapi pada kondisi tertentu, kebanyakan manusia termasuk kami sendiri menjadi sukar mengucap syukur. Ini bukan kondisi biasa yang dapat dimengerti karena kejadiannya langka dan memicu sakit fisik dan sakit hati. Saat ada kejadian yang tidak kita pahami, sulit rasanya mengatakan terimakasih terlebih jika hal tersebut telah menguras lalu meledakkan emosi. Panas hati, kegeraman dan kebencian menghambat masuknya hal-hal baik dalam pikiran. Redakan, tepis dan lupakanlah terlebih dahulu energi negatif yang ada agar rasa syukur kepada Sang Pencipta mengalir melegakan hati.

Sebaiknya kita tidak membatasi diri untuk mensyukuri kekurangan sendiri. Sekalipun awalnya ada keengganan karena pahitnya keadaan karena kita terlalu fokus pada kelemahan yang dimiliki. Cobalah untuk memahami situasi dan kondisi yang anda hadapi secara menyeluruh, bukankah masih ada hal-hal baik lainnya yang anda alami? Sadarilah bahwa tindakan mensyukuri kekurangan yang dimiliki sekaligus menjadi sikap untuk merendahkan hati. Bila memiliki disabilitas fisik, bersyukurlah atas hal tersebut di hadapan Tuhan. Bagi yang memiliki kekurangan, syukurilah hal tersebut dihadapan-Nya. Jika masih miskin materi, bersyukur jugalah atas hal tersebut kepada Tuhan. Aktivitas ini bisa membantu anda menjadi ikhlas, merasa bahagia dan berpuas diri. Intinya dalam hidup ini apapun yang kita alami, mau tidak mau atau suka tidak suka, kita perlu berterimakasih atas segala sesuatu yang terjadi dalam hari-hari yang dilalui.

Sulit rasanya mengatakan terimakasih kepada Tuhan bila masalah yang kita hadapi belum terselesaikan. Persoalan tersebut seolah masih membebani hidup dan menimbulkan rasa sakit yang cukup mengganggu. Pada masa-masa sukar semacam ini, tidak perlu menuntut apa-apa dari Tuhan: biarlah kehendak-Nya yang jadi atas hidup kita. Sabarlah menunggu sampai Tuhan membukakan jalan dan nantikanlah inspirasi dari-Nya sambil tetap sibuk melakukan kebaikan dan fokus pada hal-hal positif lainnya. Ambillah sudut pandang yang bagus untuk menilai kehidupan sendiri lalu mulailah mensyukuri tiang-tiang kebaikan yang masih berdiri kokoh dalam hidup anda. Misalnya: walau keadaan memburuk tetapi masih bisa hidup, bernafas, memiliki keluarga, sahabat, masih ada damai, kebahagiaan, ketenteraman, keamanan dan lain sebagaianya.

Ucapan terimakasih kepada Tuhan bukanlah sesuatu yang dipaksakan. Melainkan sesuatu yang disadari secara mendalam oleh orang yang mengenal adanya kekuatan lain yang lebih besar dari dirinya sendiri. Menyadari bahwa dirinya bukan kebetulan ada di bumi ini tetapi karena ada yang menciptakan. Inilah hal paling mendasar yang membuat kita mesti bersyukur kepada Tuhan yang telah menciptakan dan memberi kita hidup sampai sekarang. Di atas semua kerja keras yang ditekuni hari demi hari, kita mesti bersyukur terhadap hasil yang diperoleh. Sekalipun hasilnya kadangkala kurang memuaskan: itu tetap disyukuri agar hati ikhlas dan bersukacita menerima sesuatu tanpa bersungut-sungut.

Kesimpulan

Kapankah rasa terimakasih kepada Tuhan menjadi berat untuk diungkapkan atau apa yang sulit disyukuri manusia? Apa yang membuatnya lemah, kurang dan bermasalah! Ketiga keadaan tersebut tidak diinginkan oleh siapapun tetapi perlu kita alami demi kedewasaan hidup.

Dalam banyak peristiwa yang dihadapi, ada hal-hal yang terjadi yang tidak sesuai dengan keinginan pribadi. Bahkan seorang raja atau presiden sekalipun sering mengalami kejadian yang tidak dikehendakinya. Tidak ada orang yang selalu mengalami apa yang diinginkannya saja! Sering kali kehidupan digoncangkan oleh ombak masalah yang tidak diingini dan tidak disadari. Kita terkejut karena persoalan tersebut dan marah terhadap situasi sehingga lupa bersyukur kepada Tuhan. Tidak perlu memaksakan diri untuk mengatakannya bila hati masih berat. Berdiam dirilah dan renungkan kehidupan anda, bukankah masih ada hal-hal baik yang masih tersisa? Istilahnya: “sekalipun gempa meluluh-lantakkan bumi, masih ada puing-puing yang bisa dimanfaatkan untuk tetap hidup.” Itulah yang mesti disyukuri sehingga hati tetap lega. Jangan fokus terhadap apa yang kurang-kurang tetapi fokuslah kepada Tuhan, melakukan kebaikan dan kepada aktivitas positif lainnya. Lambat laun persoalan akan berlalu dan inspirasi akan dicurahkan: rendah hati, bersabar dan ikhlaslah menghadapi semuanya itu.

Salam, Tidak mudah
mensyukuri pergumulan hidup.
Tetapi syukurilah
kebaikan yang masih ada
dalam dirimu
dan di sekitarmu
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.