7 Alasan & Bukti Matahari Menarik Hidrogen

Alasan & Bukti Matahari Menarik Hidrogen

Alam sekitar kita termasuk alam semesta adalah rahasia terbesar yang pernah ada. Mereka yang telah menguaknya memperoleh keuntungan besar dengan memproyeksikannya ke dalam bentuk-bentuk lain yang lebih bermanfaat bagi kehidupan. Mereka menyebut hal tersebut dengan populer sebagai teknologi. Tidak ada yang dapat menolak perkembangannya sampai sekarang kecuali orangnya ingin terus terbelakang. Tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi adalah bukti dan alat untuk memajukan hidup menjadi lebih baik lagi. Sampai sekarang ini masih dalam proses, sampai kebaikan itu dirasakan adil menembus seluruh penjuru bumi. Alam sekitar dan teknologi pada dasarnya baik tetapi manusia pada dasarnya jahat.

Coba perhatikan matahari yang selalu rajin terbit di pagi hari. Itu tidak pernah lelah dilakukannya sekalipun kita kadang bosan melihatnya dan lebih memilih untuk memperhatikan gadget sendiri. Manfaat cahayanya sangat baik menerangi aktivitas sehari-hari. Kecuali kita jahat pada bumi dan berfoya-foya terhadap energi yang menimbulkan polusi sampai gelombang panas kering merusak manusia itu sendiri. Jadi, tindakan kita yang jahat terhadap dunia tempat berpijak ini, lambat laun akan dibalaskan oleh derasnya panas cahaya langit. Oleh karena itu, baik-baiklah terhadap bumi ini maka sang surya pun akan baik-baik terhadap umat manusia. Sebab dunia ini dan cahaya besar langit adalah cinta sejoli yang sedang LDR-an (long distance relationship): intinya jangan macam-macam!

Adakah yang lebih ringan dari udara?

Selama ini yang kita ketahui adalah udara merupakan komponen paling ringan di muka bumi. Saking kecil molekulnya tidak kasat mata (tidak dapat dilihat dengan mata telanjang). Jika hampir semua benda bisa kita sentuh, tidak demikian dengan udara: kita baru bisa merasakannya saat bergerak (molekulnya atau kita yang bergerak). Akibat beratnya yang sangat ringan, saat tersentuh angin sepoi-sepoi berasa paling lembut dari segala sentuhan yang pernah kita rasakan. Menurut anda, apa yang lebih ringan dari udara? Harap diketahui bahwa udara tersusun dari berbagai-bagai jenis lepisan molekul yang berbeda. Perbedaan lapisan ini sangat dipengaruhi oleh berat masing-masing molekul.

Biasanya yang berada pada lapisan paling bawah (dekat permukaan bumi) adalah karbondioksida, setelah itu oksigen dan masih banyak lapisan lainnya yang meliputi seluruh permukaan bumi. Dimana secara keseluruhan, semua lapisan tersebut dinamakan atmosfer. Udara yang berlapis-lapis ini sewaktu-waktu bisa bercampur aduk akibat aktivitas manusia dan perputaran atmosfer itu sendiri (lebih dikenal sebagai gerakan angin). Lalu apa yang paling ringan dari atmosfer? Atau bisa juga dikatakan “apa yang berada di atas udara?” Itulah hidrogen, suatu atom yang dihasilkan oleh bumi secara terus-menerus melalui proses pembakaran dan pelapukan (pembusukan berbagai hal).

Faktor penyebab matahari menarik hidrogen

Setelah muak membahas percintaan alam semesta, kita kembali ke topik yang telah kami tuliskan sejak dari awal. Apa itu hidrogen? Ada yang mengatakan bahwa ini adalah molekul yang paling ringan dari semua molekul yang pernah ada. Matahari dipercaya sebagai tempat yang kaya dengan hidrogen. Beberapa mengatakan bahwa posisi molekul di bumi berurutan dari yang terberat sampai yang paling ringan. Bumi memiliki berat atom yang tinggi sehingga tetap berada di bawah, namun atom H yang ringan membuatnya selalu terbang ke atas menjauhi bumi. Atom tersebut naik lebih tinggi dan tinggi lagi sampai kunjungannya tiba di tempatnya berawal yaitu matahari. Kami akan membuat sedikit contoh/ ekperimen bayangan yang bisa kita imajinasikan dalam benak masing-masing.

Ambil dua balon yang diisi dengan udara. Di bawahnya diletakkan beban sehingga keduanya tidak bisa naik ke atas. Yang satu diletakkan di permukaan tanah sedangkan yang satu diletakkan di dasar air. Balon di permukaan tanah, dipadatkan hidrogen di dalamnya dengan membakar bagian bawahnya. Sedang balon di dalam air padatkan kandungan oksigen/ karbondioksidanya (pilih salah satu) dengan menggantinya. Keduanya memiliki ventilasi keluar masuk di bagian bawah yang dekat dengan beban yang diletakkan. Balon di permukaan tanah pasti akan naik ke atas bila kandungan hidrogen di dalamnya diisi terus-menerus lewat pembakaran tanpa mengubah ukuran balon. Sedangkan balon di dalam air tidak akan bisa naik sekalipun udaranya terus dimurnikan dengan menambah oksigen/ karbondioksida tanpa mengubah ukuran balon. Satu-satunya yang bisa mengangkat balon di dalam air adalah dengan mengubah ukurannya menjadi lebih besar sehingga terangkat ke permukaan.

Percobaan tersebut menunjukkan bahwa udara bergerak ke atas air hanya karena masa jenisnya yang berbeda. Ini terbukti dari gerakannya yang menuju ke atas setelah ukuran balonnya diperbesar. Tekanan air terhadap balon tersebut menjadi lebih ringan bahkan hampir tidak ada karena permukaannya bertambah luas. Lain halnya dengan balon hidrogen yang akan terus naik bila jumlah atom bebasnya ditambah tanpa mengubah ukuran balon tersebut. Untuk lebih jelasnya, perhatikan beberapa alasan mengapa sang surya menarik sesuatu yang strukturnya sama. Atau lebih tepat bila faktor-faktor ini dikatakan sebagai bukti dari gravitasi bintang terbesar di alam semesta.

  1. Karena matahari itu sendiri.

    Logikanya, jika bumi adalah tempat yang paling berat sehingga tetap berada di bawah tetapi atom H yang paling ringan maka selalu menuju ke atas. Sedang kita sendiri tahu bahwa hal yang paling besar yang ada di atas kita adalah bola lampu raksasa yang ukurannya melebihi ukuran planet manapun. Bila hanya mengacu pada sudut pandang masa jenis: matahari kemungkinan memiliki berat yang lebih ringan karena itu adalah sarang hidrogen. Padahal nyatanya, mentari adalah tempat yang lebih besar dari planet manapun. Jadi, mustahil bila bola lampu raksasa tersebut merupakan tempat yang paling ringan di seluruh alam semesta. Melainkan ini terjadi karena ada tarikan khusus yang dilakukan oleh markas besar sehingga semua atom/ melekul H sangat beria-ria untuk berterbangan ke arahnya.

  2. Adanya aksi memberi dan menerima dalam sistem yang seimbang.

    Ini adalah kisah persahabatan tanpa henti antara dua pihak yang telah berlangsung sejak awal sampai akhir yang tidak dapat ditentukan. Matahari menganugerahkan cahaya yang hangat sehingga perusahaan di bumi terus menghasilkan produk. Industri yang paling sederhana di antara semuanya adalah tumbuh-tumbuhan. Mereka menggunakan sinarnya untuk mengubah unsur bumi anorganik menjadi organik dimana beberapa di antaranya bisa dikonsumsi manusia dan hewan. Sebaliknya, bumipun menyumbangkan hidrogen bebas kepada matahari saat proses pembusukan atau demineralisasi terjadi. Hubungan yang saling memberi dan menerima ini menciptakan ikatan yang sekaligus menjembatani pertukaran energi yang terjadi. Bumi selalu siap menerima hangatnya cahaya lalu menyerapnya menggunakan klorofil. Sedangkan sang surya selalu siap menerima paket kiriman dari dunia kita lalu menarik hidrogen tersebut ke arahnya.

  3. Revolusi bumi.

    Bumi berputar secara singuler mengelilingi matahari adalah bukti konkrit bahwa matahari menariknya. Hanya saja sang surya tidak mencintai seluruh isi bumi. Ia hanya jatuh cinta kepada hidrogennya saja sehingga pengaruh gaya tariknya kuat-lemah menciptakan perputaran singuler yang ramah lingkungan. Tidak ada pihak yang rela mengelilingi kehidupan anda bila tidak mampu menarik hatinya. Buktinya, sampai sekarang tidak ada orang yang mengeluh soal revolusi bumi kecuali penulis yang kehilangan ide tentang hal tersebut. Untuk diketahui bersama, waktu total yang dibutuhkan bumi berevolusi sejauh satu putaran tidak bisa ditentukan. Satu kali revolusi sama dengan satu tahun hanyalah prediksi yang diyakini bersama sampai sekarang.

  4. Balon udara.

    Sesungguhnya balon udara akan tetap di bawah bila udaranya tidak digantikan. Pembakaran bermanfaat untuk membebaskan hidrogen agar kandungan H di dalam balon semakin lama semakin banyak dan padat namun udara jenis lainnya akan terdorong keluar. Semakin banyak kandungannya maka kemagnetan terhadap matahari semakin kuat menarik tinggi apapun sesuai kapasitasnya. Pernahkah anda menaiki balon udara atau setidak-tidaknya pernahkah anda melihatnya, baik secara langsung maupun tidak?

  5. Awan di langit.

    Awan merupakan uap air yang terkumpul dan kaya dengan hidrogen. Semakin besar ukurannya maka semakin tinggi awan tersebut namun yang ukurannya kecil-kecil pasti letaknya lebih dekat dengan permukaan. Ketika pesawat terbang menabrak awan, rasanya seperti menabrak balon sehingga meletup yang turut menimbulkan getaran kecil di atas besi terbang tersebut. Beberapa penumpang pesawat kecil bisa merasa khawatir sejenak karena goncangan yang terjadi. Semakin besar awan yang ditabrak, semakin besar pula goncangan yang terjadi.

  6. Jatuhnya embun di malam hari.

    Pernahkah anda keluar rumah di malam hari? Jika tempatmu berada merupakan kawasan hijau (bukan padang gurun yang kering), maka anda akan melihat bintik-bintik air yang sangat halus di permukaan rumput. Satu faktor yang menyebabkannya adalah perubahan suhu udara. Sedang faktor lainnya menunjukkan bahwa kemagnetan matahari terhadap jenisnya telah berkurang yang membuat awan kecil berjatuhan menjadi bintik air halus di permukaan bumi. Sedangkan awan besar tetap di atas karena pengaruh masa jenis (tekanan udara di atasnya lebih ringan daripada di bawahnya karena pengaruh luasnya permukaan benda). Serta dipengaruhi juga oleh gesekan antar partikel yang menghasilkan listrik mikro sehingga awan tersebut tetap lengket di atas lapisan udara di malam hari.

  7. Masih ragu-ragu dengan kemagnetan matahari?

    Percobaan ini sedikit memakan biaya tetapi semuanya demi membuktikan sesuatu yang cukup menarik untuk dipahami. Jadi mengapa tidak, demi ilmu pengetahuan? Coba gunakan balon udara di malam dan siang hari. Bedakan pemanasan yang dibutuhkan untuk mengangkatnya sejauh beberapa meter ke atas. Jika pembakaran di malam hari diperlukan lebih lama daripada di siang hari untuk mengangkat balon udara dalam ketinggian yang sama. Itu artinya, kemagnetan matahari terhadap hidrogen di siang hari positif terjadi sedangkan di malam hari hal tersebut hampir tidak ada (hilang sama sekali). Satu-satunya yang dapat mengangkatnya di malam hari adalah faktor masa jenis. Hal ini bisa dicapai dengan memperbesar ukuran balon sehingga tekanan di atasnya lebih kecil daripada di bawahnya.

    Dalam eksperimen ini anda dapat menggunakan lentera terbang yang diberi lilin di dalamnya. Namun ada kemungkinan perbedaan waktunya tidak terukur karena kapasitas hidrogen yang kecil. Alangkah lebih baik jika anda menggunakan balon terbang yang asli (lebih besar) dimana balon tersebut bisa dimuati oleh (membawa) manusia. Ini sebagai antisipasi siapa tahu tarikan matahari berkekuatan kecil sedang yang membawa balon ke atas lebih dominan disebabkan oleh perbedaan masa jenis.

Kesimpulan

Ada dua faktor yang membuat hidrogen selalu menuju ke atas: yang pertama adalah apa yang disebut sebagai perbedaan masa jenis dan yang kedua adalah karena gravitasi matahari itu sendiri.

Susah membuktikan sesuatu yang tidak bisa kita amati secara langsung dengan mata kepala sendiri. Namun hal tersebut bisa dipahami lewat peran/ pengaruhnya saat dipadukan dengan berbagai benda/ teknologi yang ada di dunia ini. Balon udara merupakan objek yang bisa mengapung di atas langit karena perbedaan masa jenis dan kemagnetan (gravitasi) matahari. Dua kekuatan ini bekerja sama untuk membuat perangkat terbang tersebut meninggalkan bumi sejauh yang diperlukan. Hidrogen adalah atom yang senang meninggalkan bumi untuk menuju suatu tempat yang jauh lebih besar dari bumi ini. Jika tempat yang dituju paling besar, mustahil tempat tersebut paling ringan sebab perbedaan ukuran yang sangat mencolok pasti mempengaruhi berat benda. Artinya, atom H+ tidak semata-mata menuju ke atas karena beratnya sangat ringan. Melainkan turut pula dipengaruhi oleh gaya tarik/ kemagnetan matahari terhadap gas tersebut.

Salam, Sang surya butuh energi.
Ia rutin memberi bumi energi
maka kitapun turut
menyumbang H+
sebagai energinya.
Bukankah ini
salah satu kebaikan
yang paling romantis
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.