Kapitalis Yang Dilawan Selama Ini Ternyata…

Kapitalis Yang Dilawan Selama Ini Ternyata…

Zaman sekarang tidak ada manusia yang ingin tampil jahat di mata sesamanya, apalagi di mata Tuhan. Tiap-tiap orang ingin selalu dikenal sebagai orang yang memiliki perawakan sikap yang baik dan benar. Seburuk apapun buruk keadaannya, masing-masing pada enggan melakukan apa yang tidak sedap dilihat maupun didengar oleh sesamanya. Itu jugalah yang kami lakukan dalam hari-hari menegangkan yang kadang-kala menggoyangkan hati. Berusaha untuk tampil sebaik mungkin atau setidak-tidaknya berdiam diri saja, walau tangan dan kaki sibuk terus dalam lingkaran pasti. Sehingga tidak ada orang yang tersakiti dengan apa-apa yang diperbuat, sekalipun khilaf angkanya sangat minimal.

Salah satu upaya kami untuk membuat Tuhan dan manusia senang menyaksikan kehidupan fana yang otentik ini adalah mengurangi prasangka buruk kepada sesama. Sekalipun diberondong oleh berbagai perkara secara halus, berusaha untuk menyikapinya dengan cara-cara positif. Sedapat-dapatnya berusaha untuk tidak terlibat dalam banyak perbantahan yang bisa saja bangkit di tengah percakapan biasa dengan sesama. Mencoba menenangkan hati di tengah sibuknya suara-suara keramaian tanpa henti. Meyakini hal-hal yang jernih dan segala yang keruh-keruhnya dianggap tidak ada atau dilemparkan menjadi kesalahannya si jahat: iblis yang dari awal menyesatkan manusia.

Dalam banyak perbincangan yang pernah disusupi, kami tidak mengatakan bahwa hidup selalu baik, walau pada umumnya baik-baik saja. Perlu diakui bahwa banyak pula hal-hal yang kurang baik menyusupi kehidupan ini. Kami akui bahwa itu memang menyakitkan dalam sekejap saja dan terlupakan dalam sibuknya kehidupan. Akan tetapi, saat ada orang yang bertanya, “siapa yang melakukan semua yang buruk itu?” Besar keinginan hati yang enggan untuk melepaskan prasangka kepada orang lain. Lagipula, kami tidak ingin menuduh siapapun tanpa menyaksikan peristiwa persekongkolan keji tersebut atau setidak-tidaknya melihat bukti-bukti yang bisa ditangkap oleh kecanggihan teknologi suara, kamera dan video.

Usaha berprasangka baik di tengah buruknya situasi, kami layangkan dengan menganggap bahwa dalang dari peristiwa tersembunyi itu adalah iblis. Simak juga, Alibi Iblis. Ini bukan usaha untuk mengibliskan manusia melainkan usaha untuk tidak menuduh siapapun atas pengalaman kurang menyenangkan yang dialami. Sebab mungkin saja salah bila menuduh seseorang, mungkin bukan dia orangnya dan mungkin itu orang lain. Lagipula, keadaan ini bisa membuat hubungan dengan seseorang menjadi regang walau untuk sebentar saja. Jadi, tuduhan kepada iblis adalah sesuatu yang masuk akal di tengah konspirasi terselubung yang kita alami. Anggapan ini juga memutihkan hubungan dengan sesama, rasa jengkel menjauh dari rasa persaudaraan dengan semua orang yang di sekeliling kita.

Seiring berjalannya waktu, kami menyaksikan tantangan hidup yang dialami seolah makin berat. Semakin banyak orang yang terlibat dan kelakuan mereka makin aneh. Bahkan orang-orang tersebut pun kebanyakan  tidaklah kami kenal. Sempat berpikir bahwa ini dilakukan oleh orang tua sendiri sebab biar bagaimana pun, kami masih di bawah asuhan mereka. Namun sedikit ragu dengan anggapan tersebut karena menyaksikan kapasitas manusia yang terlibat mengusik hari-hari sepi yang dilalui sendiri. Orang tua kami tidak punya kapasitas sumber daya dan pengaruh yang sebesar itu. Lantas ingatan kami mulai nyambung dengan berita-berita tentang ujian kehidupan yang dipertontonkan di televisi sehingga berpikir bahwa keadaan ini turut pula disebabkan oleh sistem atau setidak-tidaknya mereka memberi rekomendasi khusus untuk itu.

Ketika kami meyakini bahwa orang tua kami dan sistemlah yang memicu diri dalam ujian kehidupan yang sangat berat. Kami semakin yakin bahwa sistem terlibat dengan tujuan entah berantah yang kami sendiri tidak ketahui sebab cobaan tersebut sampai membuat hampir lumpuh namun sempat sembuh. Simak juga, Nyeri sendi yang bisa membuat lumpuh. Namun kami akhirnya menyadari bahwa sistem yang kami maksudkan bukanlah sistem yang lebih besar, semisalnya pemerintah pusat atau pemerintah daerah atau lembaga keagamaan lainnya. Sebab satu kapitalis adalah satu kerajaan yang bisa menjadi satu perusahaan dengan sistemnya sendiri-sendiri. Kerajaan kecil swasta ini bisa saja mengadopsi sistem dengan aturan aneh. Sehingga hal itulah yang membuat mereka bisa menyusupi kehidupan ini karena aturan yang mereka laksanakan adalah aturan pribadi yang tidak bisa diganggu-gugat oleh pihak lain.

Kami awalnya ragu mengakui keadaan tersebut sebab ingin berprasangka baik kepada manusia manapun. Sampai sekarang, sekalipun dalam game bertarung dengan lawan habis-habisan namun kami tidak merasa memiliki musuh. Keputusan ini bukan tanpa alasan sebab biar bagaimanapun perbedaan tidak akan bisa membuang kita dari rasa keindonesian. Lagipula kita masih satu daerah yang bisa saja berpapasan dalam berbagai momen tanpa janji dimanapun dan kapanpun itu. Sedang di waktu-waktu khusus, kita beribadah di tempat yang sama atau setidak-tidaknya di gedung dengan nama besar yang sama. Semua ini membuat kehidupan kita tak terpisahkan dengan orang lain, jadi tidak ada gunanya bermusuhan!

Hanya saja, dalam serangkaian ingatan kilat: kami diperlihatkan tentang hal-hal yang telah di alami di masa lalu. Kenangan yang janggal itu seperti berada pada satu lintasan yang semuanya mengarah pada orang tua sendiri. Akhirnya kami menyadari dengan pasti bahwa segala yang dialami datangnya bukan dari pihak lain melainkan dari orang terdekat di dalam keluarga sendiri. Kemi tidak terkejut dengan penyataan & pernyataan ini karena sudah menduga hal tersebut jauh sebelumnya. Kekurangannya: di masa lalu hal tersebut hanyalah dugaan tanpa bukti yang nyata. Akan tetapi, penglihatan kilat yang kami alami menegaskan bahwa pelaku utama konspirator dalam waktu-waktu yang telah berlalu memang orang dalam.

Kemudian muncul pertanyaan lain, mengapa kapitalis tunggal ini suka mengusik kehidupan kami? Kami sendiri belum menanyakan hal tersebut secara langsung dan tidak ada rencana untuk menanyakannya. Tetapi bermunculan dugaan untuk bisa kami perbaiki ke depannya. Suatu alasan yang mungkin saja bisa dijadikan sebagai dalil untuk mencobai seseorang. Keadaan tersebut bisa saja karena moralitas seorang anak kurang baik: tidak taat hukum tertentu yang berlaku dalam negara dan agama. Bisa karena anak masih kekanak-kanakan atau masih manja sementara umurnya sudah mumpuni (smp/ sma/ lebih tinggi). Kemungkinan lain menyebutkan bahwa anak yang dicoba-cobai adalah yang tidak menghormati orang tua dan tidak melaksanakan tugas-tugas pekerjaan rutin dalam rumah. Dimana kerajaan-kerajaan kecil yang turut hanyalah pihak yang memancing di air keruh atau sekedar menunjukkan solidaritas antar orang tua atau karena kebetulan saja.

Kesimpulan

Panjang perjalanan yang perlu kita lalui di bumi ini. Membicarakannya akan memakan waktu yang tidak singkat. Ada sebagian yang baik dan ada sebagian yang buruk sehingga tidak bisa dibanggakan dan tidak bisa juga dihinakan sama sekali. Keseimbangan semacam ini sangat baik bagi kehidupan agar hubungan dengan Tuhan tetap intim dan hubungan dengan sesama pun tetap langgeng. Selama hidup kita masih belum mandiri dari tanggung jawab orang tua, selama itulah kita berada dalam pengawasan dan bayang-bayang kehidupan mereka. Ada baiknya kita mendengarkan nasihat dan arahan dari mereka agar hari-hari yang dijalani tidak semakin rumit. Berbagai tekanan yang kita alami masih wajar namun kalau berlebihan seorang anak bisa melaporkan hal tersebut kepada komisi perlindungan anak (KPAI). Jadi, jangan benci apalagi dendam kepada mereka melainkan berusaha tetap baik (ramah) di tengah keburukan kecil-kecil yang diderita badan ini.

Salam, Jangan fokus pada masalah
atau siap-siap membenci.
Kebanyakan masalah
sangat bermanfaat
bila dilupakan
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.