10 Cara Menghadapi Rasa Sakit (Luka Hati/ Fisik Atau Penderitaan Lainnya)

Cara Menghadapi Rasa Sakit (Luka Hati - Fisik Atau Penderitaan Lainnya)

Sakitnya hidup ini selalu sepadan dengan senang yang kita rasakan. Sebab tanpa kita sadari, keadilan merasuk dalam semua lini kehidupan semata-mata untuk menciptakan keseimbangan. Suka dan duka yang kita alamipun pasti setara: agar tidak ada yang sombong karena selalu bersuka dan tidak ada yang minder karena selalu berduka. Kehidupan selalu bisa membentuk jalurnya sendiri, sekalipun kita berusaha agar hanya menikmati satu sisi saja. Namun, tanpa disangka-sangka, selalu saja ada celah untuk membuat kita bersedih. Oleh karena itu, daripada menghabiskan tenaga untuk menghindari hal yang tak terhindarkan. Lebih baik bagi kita untuk mempersiapkan diri kalau-kalau kedukaan itu datang, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Kepahitan hidup dapat timbul karena ketelodoran kita maupun karena kekhilafan orang lain. Kebanyakan terjadi di saat kita sedang tidak mengharapkannya. Kepahitan yang sering mengacaukan seseorang, datang di saat dirinya lagi bersenang-senang menikmati dunia. Sedang beberapa orang yang kurang beruntung lainnya, tersakiti di kala mereka sedang menanggung pergumulan hidup lainnya (masalah datang bertubi-tubi). Semuanya ini bisa menggoncangkan pendirian dan prinsip hidup seseorang. Mereka yang kurang tabah dan penuh dendam kebencian akan terseret arus kejahatannya sendiri. Sedang mereka yang mampu bertahan dan tetap baik akan tetap memegang prinsip hidupnya yang benar bahkan semakin diteguhkan (dikokohkan).

Hidup ini keras! Bila tidak mampu mempertahankan ciri khas kebaikan kita, maka dunia ini akan menjadikan kita sebagai pribadi yang plin-plan. Kita diubah menjadi orang yang tidak konsisten, kadang baik, kadang buruk: penuh dengan ketidakstabilan yang semakin menjauhkan kita dari ketenangan hati. Kita kadang tidak menyadari bahwa secara tidak langsung masalah yang datang menghampiri sekaligus menguji kemantapan hati untuk berbuat baik. Biasanya, orang yang hanya ikut-ikutan “trend berlaku baik” akan cepat menyerah saat pengabaian menghantam. Sedang mereka yang telah bulat tekad untuk berlaku santun tetap melakukannya sekalipun badai hidup telah menunggangbalikkan bahagianya menjadi rasa sakit.

Pengertian – Rasa sakit adalah sakit hati secara mental dan/ atau fisik. Sakit mental atau sakit hati lebih banyak dialami oleh manusia ketimbang fisik yang kesakitan. Pada tahap tertentu hati yang kesakitan bisa bertransformasi membuat kepala pusing atau pikiran kacau atau bisa juga membuat hati tidak tenang.

Cara menghadapi luka hati/ fisik (penderitaan)

Tidak ada manusia yang bebas dari penderitaan. Bahkan sekalipun orang tersebut memiliki tiket merah (uang) yang tak terhitung banyaknya atau sekalipun kekuasaan besar ada di tangannya. Justru lazimnya, hal-hal besar yang kita miliki turut memancing/ mengundang masalah yang lebih besar pula. Tidak semua persoalan hidup dapat membuat kita menderita. Beberapa yang bisa kita tangani (selesaikan) atau sudah sering kita alami: tidak akan menimbulkan derita. Tetapi pergumulan hidup yang langka, baru dialami dan hampir tidak mampu kita selesaikan: masalah semacam inilah yang beresiko menimbulkan derita! Oleh karena itu, perhatikanlah beberapa tips & trik yang kami berikan di bawah ini, untuk menghadapi dan mengantisipasi penderitaan (kesakitan).

  1. Menjadi sabar.

    Ada yang bila bahwa “sabar itu tidak ada tepiannya” karena ini terus kita lakukan dari waktu ke waktu. Kita bersabar dalam hal-hal besar: menunggu cita-cita terwujud, menunggu tabungan cukup untuk membeli ini-itu, menanti hari pembayaran (dimana kita digaji), menunggu keinginan dikabulkan dan lain sebagainya. Ini belum termasuk dalam hal harapan-harapan kecil yang kita miliki, misalnya menunggu antrian, menunggu giliran ini dan itu dan lain-lain. Apapun masalah yang anda alami, bersabarlah menunggu proses-proses yang memang dibutuhkan. Karena hanya orang sabar yang dapat bertahan dan kuat hatinya.

  2. Mengutamakan ikhlas.

    Jika kita punya kekuatan, baik dalam hal sumber daya maupun pengetahuan: manfaatkanlah itu untuk melakukan kebaikan dan perubahan positif dalam hidup ini. Akan tetapi, saat kita tiba-tiba diperhadapkan pada sesuatu yang di luar kemampuan dan kewenangan pribadi, hanya ikhlas yang menenangkan hati selama menghadapinya. Mereka yang menerima kenyataan apa adanya akan dimampukan untuk membatasi diri melakukan tindakan ceroboh yang semakin memperparah persoalan. Tentu saja jika masalahnya semakin rumit, semakin beresiko menderita rasa sakit (baik kepahitan hati maupun kesakitan fisik).

  3. Rendah hati.

    Orang yang rendah hati menganggap dirinya pantas menderita apapun yang mungkin dideritanya. Mereka tidak angkuh dan tidak menganggap bahwa dirinya terlalu hina untuk merasakan penderitaan ini dan itu. Malah mereka merendahkan diri sebab mereka menyadari bahwa dirinya pun sama saja dengan manusia pada umumnya. Sama-sama punya kelemahan dan sama berdosanya. Orang yang rendah hati tidak lagi menjadikan kebanggaan duniawi sebagai kesenangan untuk meredakan rasa sakit hati yang dialaminya. Mereka merendahkan diri karena menyadari masih ada Tuhan yang lebih dari segala-galanya.

    Sikap yang rendah hati bisa juga diekspresikan lewat hidup sederhana. Saat dirundung masalah, mereka tidak melakukan pelarian dengan jalan-jalan atau makan-makan memboroskan uang sebanyak-banyaknya (berfoya-foya). Melainkan mereka lebih memilih untuk berpuasa semampunya saat pergumulan hidup sedang melanda hari-harinya. Ada yang memilih untuk puasa makan, puasa vegetarian (tidak mengkonsumsi protein hewani) dan ada pula yang berpuasa secara total.

  4. Tidak menyalahkan Tuhan.

    Tuhan hanya akan diam saat anda menanyai-Nya di masa-masa genting. Misalnya pertanyaan kita: “ya Tuhan mengapa ini terjadi padaku? Ya Tuhan siapa yang melakukan ini padaku? Tuhan hentikan semuanya rasa sakit ini! Dan masih banyak pertanyaan langsung yang jawabannya kita inginkan saat itu juga. Sadarilah bahwa pertanyaan semacam ini tidak akan ditanggapi-Nya. Sebab komunikasi kita dengan Tuhan yaitu lewat inspirasi yang tiba-tiba muncul begitu saja. Anda telah mendoakan hal tersebut secara berulang-ulang dan berhari-hari, lalu jawabannya tiba-tiba muncul saat sedang memuji-muji kebesaran-Nya, saat sedang berbuat baik, saat sedang bekerja, saat diperjalanan dan dimanapun itu. Tuhan menjawab doa dan usaha kita dengan caranya sendiri pada waktu yang tidak ditentukan, bertahanlah saudaraku!

    Dimana Tuhan saat sakit hati/ fisik menghujam kehidupan kita? Ini adalah pertanyaan yang membingungkan beberapa orang. Padahal Tuhanlah yang memampukannya untuk bertahan sampai detik ini menanggung beban hidup yang berat itu. Tuhan jugalah yang mendorong orang lain untuk melakukan berbagai kebaikan kecil di sela-sela derita yang kita alami. Hanya saja di sisi lain, iblis juga tidak mau kalah untuk menyesakkan kehidupan kita. Hindari fokus terus-menerus dengan kesakitan/ kepahitan melainkan fokuskan hati memuliakan Tuhan dari waktu ke waktu.

  5. Tidak menyalahkan orang lain.

    Kita hanya manusia biasa yang mudah sekali terpancing emosi saat mencium bau-bau kelicikan orang lain di tengah masalah yang digeluti. Berhenti memendam dendam kepada siapapun itu. Tetaplah baik kepada musuh-musuh anda dengan ramah terhadap kehadiran mereka. Tabahkan hati menanggung kesesakan yang ditimbulkan orang lain sekalipun kesedihan kadang tak tertahankan. Terlebih ketika orang tersebut adalah orang yang selama ini kita percayai namun ternyata menusuk dari belakang. Sakit hati dan tangisan tidak akan henti-hentinya menghujam jiwa karena pengkhianatan ini. Semakin anda fokus dengan persoalan yang mereka timbulkan, semakin dibahas-bahas di dalam hati maka semakin dalam kepahitan hati yang anda rasakan. Oleh karena itu, alihkan fokus kepada Tuhan dalam doa, nyanyian pujian dan firman atau lakukan hal-hal positif lainnya. Lama kelamaan anda akan terbiasa dengan rasa sakit tersebut sehingga tidak lagi menangisinya.

    Berkomentar panas tentang peran orang lain di masa-masa kesukaran beresiko menambah kekacauan hidup. Situasi yang akan kita hadapi kedepannya mungkin semakin sukar karena hubungan dengan sesama semakin pelik. Akan ada masalah-masalah tambahan yang muncul akibat aksi saling melampiaskan kebencian satu sama lain. Oleh karena itu, berhenti menambah-nambah musuh dan mengalahlah dalam banyak hal. Sudah cukup persoalan yang menghantam kehidupan anda: jangan lagi menambah beban hidup lewat sikap yang tidak baik kepada sesama. Bertahanlah untuk tetap baik sekalipun orang lain mulai pudar bahkan hilang baiknya.

    Daripada sibuk menyalahkan Tuhan dan sesama manusia, lebih baik tetap diam (tidak banyak berkomentar/ tidak bersungut-sungut) sambil tetap beraktivitas melakukan hal-hal positif untuk mengisi waktu.

  6. Mencari ketenangan hati.

    Ketenangan di tengah sakit fisik dapat diperoleh dengan cara beristirahat dan tidur sejenak. Bersantailah sejenak untuk meredakan kegetiran di badan. Posisi santai membuat otot rileks dan Menenangkan rasa yang sakitnya sampai ke tulang-tulang hingga berdenyuk ke ulu hati memang tidak mudah. Bila terpaksa, silahkan gunakan obat farmasi yang ditujukan untuk menghilangkan rasa sakit. Berkonsultasilah dengan orang tua atau orang yang lebih ahli (misalnya dokter) tentang situasi yang dihadapi.

    Ketenangan di tengah sakit hati dapat diperoleh dengan fokus kepada Tuhan (berdoa, membaca firman, memuliakan Allah) dan melakukan aktivitas positif lainnya (balajar, bekerja, membantu sesama). Kita perlu mengabaikan banyak spekulasi yang menimbulkan prasangka. Dugaan yang timbul di dalam hati akan sangat banyak sampai membuat kepala pusing. Oleh karena itu, abaikan prasangka (suudzon) yang muncul agar hati tetap tenang sekalipun jiwa dihujam kepahitan dan/ atau tubuh dihujam kesakitan. Sadarilah bahwa suudzon beresiko tinggi menambah berat masalah dan memperpanjang tempo rasa sakit yang anda alami. Cobalah untuk tenang dengan memuji-muji Tuhan, membaca firman, berdoa, bekerja, belajar, berbuat baik dan lain sebagainya. Kesibukan positif menjauhkan kita dari sikap negatif sehingga semakin lama rasa sakit yang dialami semakin membaik (menjadi lebih ringan).

  7. Menemukan penghiburan yang benar.

    Seperti apa penghiburan yang anda butuhkan? Ada orang butuh dihiburkan dengan mendengar musik, menonton film, jalan-jalan, makan enak, belanja, berkunjung ke tempat kerabat (sahabat) dan lain sebagainya. Anda bisa melakukan semuanya itu asalkan diterapkan secara terukur dan tidak berlebihan (tidak lebay). Namun di atas semuanya itu sadarilah bahwa aktivitas memuji-muji Tuhan juga bisa menjadi penghiburan sederhana. Lakukan hal tersebut sambil melaksanakan aktivitas lainnya seperti sambil bersih-bersih rumah, sambil berolahraga, sambil pulang-pergi di perjalanan, sambil melakukan pekerjaan ringan dan lain sebagainya.

    Semakin sederhana penghiburan yang anda butuhkan, semakin sering hal tersebut bisa dinikmati sehingga anda selalu bersukacita dalam berbagai sikon. Akan tetapi, semakin mahal penghiburan yang kita butuhkan, semakin jarang hal tersebut dinikmati sehingga sukacita anda sebentar-sebentar hilang, sebentar-sebentar timbul.

  8. Mempelajari rasa sakit itu baik-baik.

    Orang yang belajar dari pengalaman, hidupnya dinamis berdasarkan pengetahuan yang diperoleh. Mereka kaku pada hal-hal yang dianggap sebagai pengetahuan yang benar. Namun dengan rendah hati mau berubah jika ada pengetahuannya yang kurang tepat karena tidak sesuai dengan firman Tuhan dan jauh dari pengalaman hidup yang dialami hari demi hari. Pembelajarannya tidak dilakukan dalam waktu yang singkat, melainkan membutuhkan waktu berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Tidak ada kata berhenti, sampai akhir hayat masih saja mempelajari sesuatu yang ada disekitarnya. Semuanya itu, berawal dari aktivitas mengamati apa yang sedang dihadapi sambil menunggu inspirasi seputar soal-soal kehidupan yang muncul.

    Pelajarilah baik-baik, apa yang menjadi penyebab rasa sakit fisik/ mental yang anda alami. Apakah itu karena anda mulai melupakan kebiasaan sehat seperti meminum air putih, mengonsumsi garam, menggoyangkan kepala, berolahraga dan aktivitas positif lainnya. Bisa juga karena melupakan kebiasaan fokus kepada Tuhan, kurang setia beribadah, kurang aktif bekerja, dan kurang gigih melakukan kebaikan kepada sesama. Atau jangan-jangan semuanya itu hanyalah kegemparan untuk menakut-nakuti anda. Agar sedapat-dapatnya terpengaruh semata-mata demi menghilangkan kebiasaan baik dalam diri anda. Oleh karena itu, abaikan rasa takut dan hiduplah seperti biasa dengan memelihara kebiasaan baik yang selama ini di miliki. Lanjutkanlah hidup dan jangan terpaku terus dengan masalah yang sedang dihadapi.

  9. Tetapkan pantangan sebagai bentuk pencegahan di masa depan.

    Apa yang perlu anda jauhi agar rasa sakit yang sama tidak terulang dikemudian hari? Ini terwujud setelah proses belajar yang panjang membuahkan hasil. Akan tetapi hindari menjauhi kebiasaan positif. Jangan berhenti berbuat baik hanya karena kebaikan anda diabaikan oleh orang lain. Hindari menghentikan puji-pujian di dalam hati saat rasa senang menghujani hari. Ikutilah hidup sederhana sekalipun kadang diejek/ dihina oleh beberapa orang. Tetaplah mengonsumsi air putih sesering mungkin walau ada sedikit yang aneh dengan air tersebut. Tetap berolahraga walau waktu kepepet karena pekerjaan padat. Kontrollah aktivitas makan sekalipun punya uang lebih untuk membeli banyak panganan/ cemilan.

    Jangan cepat menyerah karena ada rintangan saat melakukan hal-hal positif. Berusahalah melakukan yang terbaik untuk diri sendiri dan masa depan anda. Pantangan yang kami sebut di sini sejalan dengan puasa yang anda lakukan. Misalnya cobalah untuk tidak menjawab pertanyaan yang tidak ditujukan kepada anda atau yang tidak jelas ditujukan kepada siapa, untuk meminimalisir pengabaian. Batasi keramahan kepada orang yang cukup jauh jaraknya untuk meminimalisir sikap cuek. Kurangi konsumsi makanan jika anda terindikasi mengalami kelebihan gula, kolesterol dan asam urat. Batasi atau hentikan konsumsi lauk pauk bila mengalami proteinuria atau hiperkalium. Sungguh ada banyak pantangan yang perlu diterapkan agar sedapat-dapatnya rasa sakit di bagian tubuh tertentu mereda (sembuh). Pelajari semuanya itu berdasarkan pengalaman pribadi dengan membandingkannya pada informasi yang diperoleh dari berbagai media (buku, televisi, radio, internet dan lain-lain).

  10. Curhatlah dengan orang yang tepat.

    Apapun pergumulan hidup yang kita hadapi, berupayalah untuk menghadapinya secara pribadi (kecuali bila masalah tersebut berkaitan dengan aktivitas dalam kelompok/ organisasi). Berhentilah bersikap manja karena selalu ingin diperhatikan saat sakit hati/ sakit badan menimpanya. Cobalah untuk bertahan sendiri menghadapi goncangan hidup yang sedang terjadi: tanpa mengadukannya kepada siapapun. Binalah sikap mandiri selama bergumul dengan cobaan hidup dengan melakukan apapun sendiri selama anda masih mampu melakukannya.

    Akan tetapi lain halnya ketika derajat keparahan penyakit yang dialami sangat tinggi. Seolah rasa tersebut tidak bisa lagi anda tanggung sendiri sekalipun telah mencobanya berulang-ulang kali. Atau keadaan anda semakin parah setelah mencoba melakukan usaha rehabilitasi pribadi selama beberapa hari. Pada kondisi semacam ini, anda perlu menceritakan hal tersebut kepada orang-orang terdekat, misalnya orang tua dan kaum keluarga lainnya. Jika mereka bisa membantu maka kepahitan hati/ kesakitan badan yang dirasakan lambat laun mulai mereda. Namun bila keadaan semakin memburuk maka sebaiknya anda dan keluarga berkunjung kepada hamba Tuhan serta fasilitas rehabilitasi kesehatan (fisik/ jiwa) terdekat, misalnya rumah sakit dan klinik dokter.

Kesimpulan

Satu lagi pertanyaan yang selalu terngiang dalam batin penderita, “kapan penyakit tersebut sembuh?” Ini adalah pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh siapapun. Sebab pemulihan yang terjadi tergantung dari respon seseorang secara fisik maupun mental. Bila fisik membaik maka waktu penyembuhannya lebih singkat. Sedang mental yang baik membuat jiwa tenang menghadapi persoalan sehingga rasa sakitnya menjadi agak mendingan. Sungut-sungut terhadap penyakit yang dialami beresiko tinggi memperberat dan memperlama proses penyembuhan yang dialami.

Tidak ada yang namanya sehat mutlak atau sembuh total atau tidak ada manusia tanpa kepahitan sama sekali. Sebab kelemahan yang kita miliki merupakan sumbernya dimana kekurangan fisik ini bisa-bisanya menyebabkan gejolak di dalam hati. Ini termasuk dalam kesakitan kecil-kecil yang perlu badibiasakan agar terabaikan dan tenggelam dalam sibuknya hari-hari.

Sakit hati atau badan bisa terjadi kepada siapa saja. Jika bukan hari ini maka di masa depan hal tersebut bisa menimpa tiap-tiap orang di waktu dan tempat yang tidak dapat dipastikan. Saat fisik kesakitan, akan lebih mudah ditanggung bila pikiran tenang menghadapinya. Kebencian, dendam, prasangka buruk dan berbagai sikap buruk lainnya dapat memusingkan kepala sehingga sakitnya badan ini semakin parah. Oleh karena itu, hadapi penyakit dengan pikiran jernih yang mengabaikan situasi bila berpotensi memperkeruh suasana hati. Abaikan prasangka buruk yang muncul namun tetaplah ramah kepada orang-orang yang terlibat di dalamnya. Kepahitan hati suatu waktu akan bergeser membuat pikiran kacau (fokus lari) saat persoalan mulai menendang. Untuk meredakan sakit hati yang mengacaukan konsentrasi, diperlukan hati yang berfokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Atau bisa juga dilakukan sambil menyelesaikan pekerjaan ringan lainnya dan selalu berbuat baik dalam segala kesempatan yang mungkin. Sebab hanya kebenaran dan keadilanlah yang menjadi sahabat hati yang tenang.

Salam, Kepahitan hati dan
rasa sakit di badan
akan lebih ringan
bila dihadapi
dengan hati
yang tenang.
Sehingga proses pemulihan
terjadi dengan sendirinya
atau dengan bantuan
dari beberapa pihak
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.