Penyakit Nyeri Sendi Yang Aneh (Langka) Sampai Menyebabkan Kelumpuhan

Penyakit Nyeri Sendi Yang Aneh (Langka) Sampai Menyebabkan Kelumpuhan

Kami benar-benar ling-lung saat pertama kali mengalami penyakit langka ini. Ada banyak istilah orang awam untuk jenisnya berdasarkan gejala yang mencolok. Di antaranya adalah pegelinu, nyeri otot, nyeri kaki, darah kental, darah beku, tekanan darah rendah, proteinuria, albuminuria, kalium berlebihan dan lain sebagainya. Memang kami akui bahwa semuanya itu benar karena merupakan bagian dari tanda atau gejala penyakit dimaksud. Kebingungan kita bisa kian memuncak karena ada unsur-unsur ekstrinsik di sekitar yang sengaja diguncang oleh pihak-pihak tertentu. Seolah mereka ini hampir bisa dikatakan tak berperasaan karena bukannya kasihan melainkan tindak-tanduknya terkesan mendorong keparahan rasa sakit yang dilami. Bila hal-hal tersebut dimasukkan di dalam hati, beresiko menyinggung perasaan dan mengacaukan pikiran: di sinilah pengabaian sangat dibutuhkan!

Pada dasarnya, orang lain hanya berwenang mengguncang rasa takut agar kita menjauhi kebiasaan baik, seperti minum air putih secukupnya (2-3 teguk) tetapi lebih sering dilakukan agar total air yang diminum banyak (dua liter atau lebih). Ini salah satu ujian terberat yang membuat kebiasaan minum air berkurang drastis sehingga memperparah penyakit yang dialami. Beruntunglah ada pula orang-orang baik lainnya yang turut mengingatkan kami untuk banyak minum air putih karena tanda kekurangan cairan sangat jelas lewat bibir pecah-pecah yang dialami. Keadaan ini meringankan gejala penyakit yang diderita sehingga usaha analisis sederhana yang kami lakukan mulai menunjukkan hasil yang menjanjikan.

Sedikit bercerita tentangnya. Pertama sekali mengalaminya membuat badan kami berasa kaku selama beberapa hari. Hingga sampai pada puncaknya, kondisi menjadi semakin parah dengan rasa nyeri di sendi-sendi tangan dan di seluruh persendian kaki (jari-jari, tumit, lutut, pangkal paha). Rasa sakit terberatnya berada di daerah kaki yang hampir tidak bisa digerakkan (lumpuh). Ada banyak urat-urat vena yang mulai membiru dan menebal dimana semuanya itu menimbulkan rasa nyeri yang hampir tak tertahankan hingga membuat mulut berteriak halus. Sakitnya timbul saat disentuh dan digrakkan yang membuat kami hampir lumpuh. Selain itu, di malam hari rasanya membuat tidur tidak bisa terlelap karena nyeri yang terus muncul sekalipun dalam keadaan diam. Padahal posisi tidur yang bisa kami lakukan pun sangatlah terbatas di masa-masa kritis.

Berdasarkan analisis sederhana yang kami lakukan, ada beberapa gejala aneh yang dapat kami jelaskan, di antaranya adalah. Urat vena yang menebal dan membiru disebabkan oleh kecerobohan kurang minum air putih. Keadaan ini turut mengakibatkan makanan yang dikonsumsi langsung terlibat dalam hal menyebabkan urat-urat di kaki menjadi tebal sehingga memperberat rasa nyeri yang timbul. Setelah kami mengoreksi aktivitas minum air putih menjadi lebih baik: barulah rasa nyeri tersebut agak ringan. Keadaan ini juga turut dibantu dengan mengonsumsi obat anti nyeri, anti demam dan antibiotik. Sayang rasa sakit yang reda bisa muncul kembali sehingga ketergantungan terhadap obat farmasi tersebut sangat tinggi.

Nyeri di persendian kaki dan tangan bisa sembuh setelah minum obat namun tidak berapa lama kemudian akan kembali muncul lagi. Keadaan ini terus berulang-ulang selama beberapa kali: sembuh-kambuh, sembuh lagi-kambuh lagi, sembuh dan seterusnya. Di tengah kesesakan yang hampir membuat otak buntu emosi meledak, akhirnya kami mendapat inspirasi untuk hidup lebih sederhana terutama dalam hal makanan. Semata-mata hanya agar tidak merepotkan orang lain, kami memutuskan diet ketat: hanya makan dua kali sehari tanpa lauk-pauk. Mulai dari tindakan ini, keadaan kami agak membaik walau belum benar-benar sembuh. Ada beberapa pihak yang kurang setuju dengan keputusan tersebut namun kami memberi mereka alasan yang tepat sehingga tidak protes terus-menerus.

Di tengah derita, terlibat dalam beberapa konflik yang mempersoalkan diet ketat yang kami lakukan. Namun, tiba-tiba saja kami ingat dengan hal yang kami alami dan menjadikan hal tersebut sebagai alasan. Betapa ajaibnya Tuhan yang mengingatkan kami tentang pengalaman lama yang dihubung-hubungkan dengan pelajaran di masa-masa kuliah. Seingat kami, setiap kali kencing: ada bau-bau aneh yang muncul dari air seni yang keluar. Seolah bau tersebut seperti albumin alias putih telur yang digoreng. Pengalaman ini terus berulang di masa lalu sehingga mendorong kami untuk menyampaikannya sebagai sebuah alasan. Artinya, kami menganggap bahwa hadirnya protein dalam urin mengindikasikan bahwa tubuh kelebihan protein. Jadi, kami tidak mengonsumsi lauk pauk karena tubuh mengindikasikan kelebihan protein. Segala lauk tinggi protein berhentik dikonsumsi, seperti ikan, daging, telur, susu dan lain sebagainya.

Semenjak kami tidak mengonsumsi lauk-pauk dan meningkatkan keseringan meminum air, gejala langka nyeri dipersendian kaki & tangan benar-benar turun drastis. Perlahan-lahan, nyeri sendi yang terjadi di daerah tangan mulai mereda seiring bergantinya hari. Sedang nyeri yang berulang-ulang terjadi di daerah kaki yang biasanya timbul setelah makan, tidak kambuh-kambuh lagi. Setelah mengonsumsi obat nyeri sampai dua kali, rasa nyeri di seluruh tubuh mereda namun besoknya tidak kambuh lagi karena konsumsi protein telah kami hentikan sama sekali. Semenjak itu, kami berhenti mengonsumsi segala macam lauk-pauk protein tinggi hingga hari dimana rasa nyeri di kaki benar-benar sembuh. Tidak lama setelah itu, kami menyadari bahwa tubuh sedang keracunan kalium sehingga perlu menjauhi makanan kaya kandungan kaliumnya. Ini berhubungan dengan racun corona yang telah diberikan pada suatu bahan tambahan makan yang selalu kami konsumsi.

Kami merasakan sendiri bahwa ada yang aneh dengan tubuh ini. Seolah saat kami memakan sesuatu, kerja tubuh sangat berat dan urat-urat di kaki seperti mengental. Padahal saat makan, kami telah meminum air putih cukup banyak. Ini jelas suatu keanehan yang tidak lazim karena biasanya pun manusia tetap merasa sehat saat makan sambil meminum sedikit air saja. Tetapi, kami tidak menggali hal tersebut lebih dalam! Analisis kami hentikan karena merasa bahwa saat ini sedang diuji oleh orang tua dengan sesuatu yang membuat tekanan darah rendah hingga metabolisme tubuh menurun. Kami membiarkan hal tersebut begitu saja, sebab apa yang berawal pasti ada akhirnya. Nyeri sendi atau cepatnya pengentalan darah atau hipotensi yang kami alami mungkin sebagai sebuah ujian untuk menyederhanakan makanan. Kalau tidak, siap-siap lumpuh total tidak bisa bergerak sama sekali! Bukankah itu cukup menjengkelkan bagi seorang muda yang semangat kerjanya berapi-api?

Kesimpulan

Ini salah satu aksi orang tua nggak ada kerjaan buat anaknya sendiri lumpuh terus pura-pura jadi malaikat penolong datang ambil obat ke rumah sakit. 😀 😀 😀 Anak yang lain mungkin akan menangis darah karena hal tersebut tetapi kami bersyukur karena sekarang tahu bahwa bau badan ternyata disebabkan oleh karena mengonsumsi ikan, daging, telur dan susu. Sekalipun sudah sembuh, kami akan tetap meminimalisir konsumsi protein hewani agar badan bebas bau. Jika mengalami hal yang sama disakiti oleh racun berulang-ulang, anda sebaiknya melaporkannya kepada Komisi Perlindungan Anak (KPAI).

Pegelinu/ nyeri sendi/ pengentalan darah/ tekanan darah rendah/ proteinuria/ albuminuria/ keracunan kalium atau apapun nama penyakit langka ini: terserah saja. Kami cukup berhasil melaluinya walau masih bersisa sedikit rasa sakit saja di daerah pergelangan kaki yang membuat kami tidak tahan berlama-lama saat berdiri. Sekalipun demikian, kami tetap berupaya untuk berdiri juga walau hanya sebentar saja. Selama sakitnya masih bersisa, kami tidak berani mengonsumsi lauk pauk seperti ikan dan daging serta makanan lainnya yang kaliumnya tinggi. Kecuali suatu saat nanti saat semua ini sembuh total, tekanan darah normal dan pengentalan darah berhenti: mungkin kami akan kembali mempertimbangkan untuk mengonsumsi panganan berprotein tinggi. Kami hanya mencoba untuk bertahan, menerima apa adanya dan menyederhanakan nafsu saat menjalani semuanya itu tanpa menyalahkan siapapun walau terkesan ada yang aneh (tidak lazim). Sebab kami percaya: sesuatu yang memiliki awal pasti ada akhirnya. Nantikanlah itu dengan penuh harapan bersama sikap yang tetap baik dan benar di hadapan Tuhan dan sesama manusia.

Salam, Sehebat-hebatnya ular:
ada kepala & ada pula ekornya.
Tidak ada yang
tanpa kepala/ tanpa ekor.
Karena ujian yang telah dimulai
pasti akan diakhiri suatu hari kelak!
Adakah orang yang sabar,
ikhlas dan rendah hati
yang sanggup menunggunya
sambil tetap aktif positif
?

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.