Alasan Dikerjai Orang Dimana-Mana

Alasan Dikerjai Orang Dimana-Mana

Kita manusia terbatas yang kadang-kadang kurang mampu dalam beberapa hal. Mungkin saja di dalam beberapa hal lainnya kita memiliki keunggulan tetapi tidak selamanya hal tersebut diperlukan. Justru yang sering terjadi, terutama saat kepribadian belum dewasa adalah kita terus bergumul dengan kekurangan yang dimiliki. Ada satu kekurangan yang mungkin bagi orang lain bukanlah kekurangan, yaitu terlambat mendengar informasi terbaru. Bukan karena informasi tersebut tidak populer namun karena tersembunyi oleh manipulasi zaman. Salah satu informasi tersebut adalah kegemaran orang tua mengerjai anak adalah sah-sah saja selama anak tersebut belum mandiri.

Menyadari keadaan ini untuk pertama kali, hati sedikit tergelitik. Berpikir sejenak, apakah orang tua ini nggak ada kerjaan sehingga hobinya mengerjai anaknya terus-menerus? Ini pasti salah pemerintah yang tidak adil membagi-bagi sumber daya sehingga ada keluarga yang nggak dapat jatah setara dengan keluarga lainnya. Dimana pekerjaan mereka adalah merecoki kehidupan anak-anaknya. Memang pemahaman semacam ini, masuk akal dalam pemikiran pendek. Akan tetapi, setelah berpikir panjang, hal tersebut cenderung berlebihan karena pemerintah yang berkeadilan sosial pasti sudah memberi jatah sumber daya yang sama kepada tiap-tiap keluarga. Lantas yang menjadi masalah adalah orang tua yang merasa bahwa anaknya belum dewasa, kemudian dikerjai terus-menerus agar mentalnya terbangun positif.

Orang tua yang sombong selalu merasa diri berkuasa atas anaknya. Mereka seperti dewa-dewi sehingga menganggap bahwa semua tindakan yang dilakukannya adalah benar. Seolah mereka adalah tuhan yang menjadi manusia. Mereka memperkuat mental anaknya dengan meracuni makanan, mengganggu aktivitas belajar/ bekerja, menyakitinya saat memangkas rambut, menyakitinya saat di rumah makan, mengerjainya saat di gereja dan menyakitinya dalam berbagai-bagai kesempatan yang mungkin. Semata-mata mereka melakukan semuanya itu demi membuat buah hatinya dewasa. Semua tindakan ini digawang-gawangi sebagai sikap untuk mempersiapkan anak mnenyambut dunia yang lebih besar dan lebih menakutkan.

Dalam ajaran kekristenan sendiri ada syarat ke dua untuk mengikut Yesus Kristus, yaitu memikul salib. Sadarilah bahwa pencobaan-pencobaan kecil ini adalah salib anda sebagai seorang anak. Tidak perlu bereaksi berlebihan karena semua ujian tersebut terukur dan terkoordinir dengan baik. Justru pada saat-saat seperti inilah nilai-nilai hidup seorang kristen bisa diaplikasikan. Tidak perlu jengkel sampai memendam dendam kepada mereka yang melakukan tindakan kurang menyenangkan tersebut. Melainkan kasihilah musuhmu dan doakan orang-orang yang jahatnya sebentar saja. Bila perlu lakukan kebaikan kepada mereka pada momen yang pas sehingga kesalpun berakhir dan hati menjadi lega.

Sadarilah fakta ini, jika anda seorang anak yang masih berada di bawah naungan orang tua. Masih belum mandiri dan masih mengharapkan uang dari mereka, itu artinya kehidupan anda masih berada di bawah bayang-bayang ortu. Jika suatu waktu anda tepat berada di bawah bayang-bayang yang menyenangkan: bersukacitalah! Akan tetapi, bila masih berada di bawah bayang-bayang yang menyakitkan: bersyukurlah sebab tidak semua yang anda rasakan buruk. Masih ada hal-hal baik yang diberikan ortu sehingga itulah yang membuat anda masih bisa berterima kasih baik kepada Tuhan maupun kepada ibu & ayah sendiri. Singkirkan ketakutan dan kecemasan anda sebab segala ujian yang anda alami masih berada dalam taraf yang terkontrol dimana semuanya itu pasti ada aturannya.

Kesimpulan

Anda mungkin bertanya-tanya dan merasa sial, mengapa anda terus-menerus dikerjai orang?
Saat makan dan minum diracun, jangan marah sama makanannya!
Waktu ke gereja diusilin, jangan kesal sama para Pelayan!
Sewaktu ke pasar dijahilin, jangan benci sama penjualnya
Pada waktu pangkas rambut dipreteli, jangan ngamuk sama tukang pangkasnya!
Ketika di rumah makan diracuni, jangan dendam sama pemilik restonya!
Pesan-pesan barang online pada broken, jangan omelin kiosnya,
Beli-beli kembaliannya diserobot, jangan ejek tellernya dan lain sebagainya.
Berlapang dadalah karena semuanya itu dilakukan/ dipelopori/ dimotori oleh orang tua anda.

Sebagai anak, semua hal buruk yang menimpamu sebagian besar karena kesalahan sendiri dan sebagian lagi dari ortu. Coba adukan pada mereka, pasti jawabannya datar atau mereka memungkirinya atau memberi jawaban ngawur atau ngaco (cenderung mengarah kepada hal-hal negatif). Bila memang itu bukan ulah ortu maka mereka akan mengajak anaknya untuk menuntut pertanggung jawaban kepada pihak-pihak yang membuat masalah tersebut. Jadi tenang saja dan hadapi semuanya itu dengan santai serta biarkanlah rasa sakitnya berlalu seiring berjalannya waktu.

Pertanyaannya sekarang adalah apakah anak anda sudah dewasa? Sebab orang yang selalu dikerja-kerjai sebenarnya adalah orang yang masih kanak-kanak mental manja. Bila anak sudah dewasa, patuh pada hukum agama dan hukum negara serta menghormati orang tua sepantasnya (nggak sampai disembah juga ya….), sepatutnya tindakan usil tidak lagi dilakukan. Hanya anak yang melawan kebenaran dan peraturan nyatalah yang direkomendasikan untuk mendapat ganjaran dalam keluarga agar tersadarkan. Baiknya mengikuti cara memarahi anak yang benar. Kecuali orang tua tersebut mau didewakan agar semua yang dikatakannya dari a sampai z, entah itu baik atau buruk harus dituruti. Apapun motivasi orang tua, tabahkan saja dirimu kawan! Sebab semua tindakan usil yang anda alami sebagai anak pasti bisa ditanggung sendiri dan itu dialami oleh semua anak di negeri ini! Sebaliknya, milikilah kepribadian yang kuat tapi santun melakukan kebenaran dan kebaikan selama nafas masih berhembus.

Salam, Selama masih
belum mandiri,
anak berada di bawah
pengawasan orang tua
!
Nanti kalau sudah mandiri
baru bebas
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.