Alasan Dosa Berlipat, Menyebar Dan Menjalar Dalam Kehidupan Manusia

Alasan Dosa Berlipat, Menyebar Dan Menjalar Dalam Kehidupan Manusia

Hidup ini tidak selalu sesederhana yang kita pikirkan sebab kesederhanaan itu hanya menyangkut materi yang digunakan. Hanya beberapa atau sejumlah kecil materi saja yang digunakan, itulah yang membuatnya berkesan sederhana. Akan tetapi, bila berbicara masalah sikap yang kita lakukan, itu tidak timbul secara otomatis tanpa suatu dorongan. Sebab sikap manusia cenderung didorong oleh kenangan di masa lalu, yang dipikirkannya saat itu, perkataan orang lain dan situasi di lingkungan sekitar. Artinya, kompleksitas sikap manusia selama hidup di dunia tidak sesederhana materi yang bisa diukur dengan standar tertentu. Demikian juga dengan dosa, tidaklah sesederhana yang kita pikirkan selama ini.

Contohnya saja, seseorang melukai orang lain lalu menganggap bahwa hal tersebut hanya menimbulkan satu dosa saja. Dalam kasus ini, orang-orang menghitung kesalahannya berdasarkan jumlah tindakan buruk yang dilakukannya terhadap orang lain. Demikian juga kalau hal tersebut dibawa ke pengadilan: hakim pasti menghukumnya berdasarkan pada satu kesalahan yang dilakukan. Mau tidak mau tersangka akan menanggung akibat dari satu kesalahan yang diperbuatnya terhadap orang lain. Akan tetapi lain halnya dengan dosa yang bisa dinilai dari berbagai sudut pandang sehingga satu kejahatan bisa saja menghasilkan multiple pelanggaran di hadapan Allah.

Berhenti berpikir bahwa Allah menilai kita seperti orang lain menilai kita sebab kita bisa menyembunyikan sesuatu dari orang lain namun tidak terhadap Allah. Dia mengetahui dan menyelidiki kita luar-dalam melebihi apa yang kita ketahui tentang diri sendiri. Demikian juga saat kita dicemari oleh dosa yang menyebabkan satu kesalahan berupa perbuatan menyimpang terhadap orang lain, sesungguhnya itu bukan satu saja! Sebab manusia itu sendiri memiliki banyak sekali pertimbangan di dalam dirinya sebelum meluapkan sesuatu. Bila pertimbangan di dalam hati salah maka ujung-ujungnya sikap juga ikut-ikutan berdosa. Jadi orang yang bersalah satu kali setidak-tidaknya melakukan dua dosa bahkan lebih lagi, kita akan membahasnya pada bagian selanjutnya. Sebab ada tertulis:

(Matius 5:21-22) Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

(Matius 5:27-28) Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.

Faktor penyebab dosa berlipat, menyebar dan menjalar dalam hidup kita

Kita terlalu naif jika mengatakan bahwa satu kesalahan menyebabkan satu dosa. Sebab apa yang bisa dinilai oleh manusia terbatas adanya, hanya pada sesuatu yang dapat ditangkap oleh panca indera belaka. Namun tidak demikian dengan Tuhan, Ia sudah tahu yang kita tahu bahkan yang belum kita ketahuipun dapat diselidiki-Nya. Seperti contoh pada firman di atas yang menunjukkan bahwa keberdosaan tidak hanya dinilai dari perbuatan namun turut pula dinilai lewat perkataan dan pikiran manusia itu sendiri. Berikut akan kami jelaskan semampunya alasan mengapa dosa berlipat, menyebar dan menjalar dalam kehidupan kita.

  1. Berapa kali anda memikirkannya, segitulah jumlah dosa anda (berlipat ganda).

    Inilah penyebab utama dosa yang direncanakan sangatlah banyak. Sebelum suatu tindakan yang salah dilakukan, pasti telah disusun rapi dalam dipikirkan selama berhari-hari sebelumnya. Ini bukanlah ketelodoran yang terjadi secara otomatis tetapi sudah dibahas-bahas jauh sebelumnya. Suara hati pun pasti telah memberikan pertimbangan namun tidak didengarkan. Jadi, sebelum kita berdosa lewat tindakan, ada puluhan kali bahkan ratusan kali kita melakukannya di dalam pikiran sendiri dalam waktu-waktu yang telah berlalu.

  2. Berapa kali anda mengatakannya, segitulah jumlah dosa anda (menyebar).

    Seperti yang dijelaskan dalam firman, Tuhan juga menegaskan bahwa dosa tidak hanya dihitung lewat perbuatan nyata yang dilakukan manusia. Melainkan aspek ini juga akan turut dihitung lewat tutur kata yang salah kepada sesama. Makian, penghinaan dan fitnah bisa dihitung sebagai satu kesalahan dihadapan Tuhan. Demikian juga saat kita mengatakan yang jahat namun belum dilaksanakan: itu juga dihitung sebagai satu pelanggaran sekalipun belum dilakukan. Misalnya saat mengatakan sesuatu untuk menakut-nakuti orang lain: ku hajar kau, ku bunuh kau dan lain-lain.

  3. Berapa kali anda melakukannya, segitulah jumlah dosa anda.

    Yang ini sudah jelas ya…. Bukan saja menurut penilaian Tuhan melainkan hakim dunia juga bisa menilai satu pelanggaran berdasarkan pada bukti-bukti yang ada di lapangan. Jika suatu dosa sudah menjadi nyata, orang yang memperbuatnya pun tidak bisa lagi bertekak apalagi sampai lari dari tuduhan yang ditujukan kepadanya. Ini mungkin saja akan dinilai sebagai satu kali melakukan perbuatan tidak senonoh atau satu dosa.

  4. Berapa kali anda mengingatnya, segitulah jumlah dosa anda (menjalar).

    Manusia tidak pernah suci terlebih kalau daya ingatnya kuat. Seperti yang kami alami sendiri, kesalahan yang sudah lama berlalu masih saja diungkit-ungkit di dalam hati. Tentu saja ini dinilai sebagai satu dosa dimana hal tersebut bisa membuat kepala pusing dan timbulnya rasa gelisah sehingga tidak bisa berkonsentrasi mengerjakan sesuatu. Semakin bertambah tahun-tahun yang anda habiskan di bumi, semakin bertambah pula dosa akibat teringat dengan kesalahan diri di masa lalu. Segeralah memohon ampun kepada Tuhan….

  5. Berapa kali anda memimpikannya, segitulah jumlah dosa anda (menjalar).

    Bagi yang kurang minum air putih akan sering mengalami mimpi setiap kali tertidur. Salah satu dari sekian banyak hal yang mungkin dimimpikan adalah kejahatan di masa lalu. Kita berulang-ulang kali bermimpi tentang kesalahan yang pernah dilakukan dahulu. Mungkin itu suatu kejahatan yang lumayan besar dan terus saja teringat di dalam sanubari ini. Saat hal tersebut terangkat di dalam pikiran yang sedang tertidur, ini juga merupakan satu dosa yang sifatnya akan terus-menerus ada selama kita hidup di dunia. Artinya, semakin panjang umur di bumi, semakin banyak bermimpi dan makin banyak juga dosa yang kita lakukan dalam mimpi. Oleh karena itu, bertobat dan mohon ampunlah kepada Tuhan….

  6. Berapa orang yang dirugikan, segitulah jumlah dosa anda (menjalar).

    Saat suatu kejahatan terjadi, korbannya bisa berjumlah satu, dua orang atau lebih. Ini bisa diketahui lewat kerugian nyata yang dialami oleh korban, baik berupa fisik, psikhis dan materi. Hakim manusia saja bisa melakukan perhitungan terhadap hal tersebut, apalagi Tuhan. Semakin banyak orang yang mengalami kerugian karena ulah yang jahat, semakin banyak pula dosanya.

  7. Berapa orang yang terpengaruh, segitulah jumlah dosa anda (menjalar khusus untuk kejahatan skala besar).

    Untuk poin yang satu ini, mungkin tidak bisa ditakar oleh kelima indera belaka. Sebab pengaruh suatu kejahatan bisa terbawa-bawa dalam kehidupan orang lain dari tahun ke tahun. Penalaran secara logika sederhana mengenali keadaan ini sebagai “dampak sistemik dari suatu kejahatan.” Tentu saja, semakin besar skala kejahatan yang kita lakukan maka besar pula dampak sistemik yang ditimbulkannya. Terlebih ketika kejahatan kita berhubungan langsung dengan orang-orang penting dalam suatu lembaga/ organisasi. Sudah pasti pengaruhnya berhubungan erat dengan kemunduran sejenak bahkan penyimpangan organisasi yang mana dampaknya bisa mempengaruhi puluhan, ratusan, ribuan hingga jutaan orang (tergantung dari besar-kecilnya organisasi).

  8. Dan masih banyak lagi sudut pandang yang bisa dipakai-Nya.

Kesimpulan

Sudut pandang Sang Pencipta tidak sebanding dengan sudut pandang manusia. Apa yang menurut manusia berjumlah satu, bisa jadi sangatlah banyak menurut sudut pandang Allah.

Perhitungan dosa sangatlah kompleks, tidak sesederhana perhitungan kesalahan yang dilakukan oleh hakim-hakim di dunia ini. Sebab Tuhan memiliki banyak sudut pandang untuk mengikuti kemana saja dosa kita menjalar. Tanpa kita sadari, “pikiran sampah” yang kerap kali kita banggakan ini, melipatgandakan dosa, entah itu dalam bentuk pembahasan singkat dalam hati, ingat-ingatan dari masa lalu dan kilasan mimpi dalam tidur. Belum lagi masalah jumlah orang yang dirugikan secara langsung baik secara fisik, psikhis dan materi. Juga terkhusus untuk kejahatan besar, ada banyak yang terpengaruh secara tidak langsung (pengaruh sistemik), baik di saat kejadian itu terjadi maupun di masa yang akan datang. Jadi, berhentilah berpikir bahwa satu kebaikan anda dapat menutupi satu kejahatan karena pelanggaran yang anda lakukan tidak bisa dipandang sesederhana itu. Sebab satu kesalahan di hadapan manusia bisa jadi puluhan, ratusan, ribuan, bahkan jutaan dosa dihadapan Tuhan.

Kebaikan bisa saja menutupi banyak dosa (bnd. 1 Petrus 4:8) tetapi tidak semuanya.

Salam, Hidup tidak sesederhana itu!
Apapun kejahatan kita
bisa saja berlipat ganda,
menyebar dan menjalar
menghasilkan banyak dosa
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.