10 Cara Bernyanyi Menggunakan Alkitab Memperkaya Kosa Kata Saat Memuji Tuhan

Cara Bernyanyi Menggunakan Alkitab Memperkaya Kosa Kata

Masih ada ratusan tahun lagi untuk dilalui namun kami sudah merasa tidak ada rasa dengan dunia ini. Kondisi tersebut bukanlah kesempatan untuk mengeluh melainkan otoritas untuk menegaskan bahwa gemerlapan duniawi tidak ada artinya. Semua yang ada sudah terasa biasa saja, tidak ada sesuatu yang membuat hati mengatakan wah. Sebab segala yang dikerjakan berputar dalam rutinitas belaka yang bila dikritisi selalu tampak berulang-ulang. Tidak ada yang lebih menyemangati hati selain bernyanyi-nyayi memuji Tuhan sambil melakukan hal-hal positif. Sungguh, mencari dan memburu momen yang tepat untuk berbuat baik kepada sesama juga tidak kalah menyenangkan!

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa untuk melakukan dua hal tersebut membutuhkan tenaga dan kecerdasan ekstra. Sebab demikianlah yang disebut dengan kebenaran, perlu dilakukan dengan setulus hati penuh pengorbanan. Sudah pasti usaha tersebut melelahkan dan menyakitkan saat pertama sekali diterapkan. Akan tetapi mereka yang tekun melakukan kebenaran sekalipun banyak tantangan akan menemukan titik pengaturan yang seimbang. Artinya, sekalipun bekerja keras namun mereka tidak sampai kewalahan dan kelelahan karena pandai memanajemen kehidupannya. Demikian juga dengan masalah yang dihadapi tidak lagi menimbulkan rasa sakit sebab sudah diikhlaskan dan dibiasakan.

Daripada membawa diri pada kesusahan-kesusahan yang membuat emosional bergejolak, lebih baik bernyanyi-nyanyi. Bukan dalam arti untuk melarikan diri melainkan melakukan tindakan antisipasi sambil fokus kepada Tuhan tanpa melukai siapapun. Sebab masalah yang kita hadapi memang berpotensi mengacaukan pikiran hingga hidup acak-acakan dibuatnya. Hanya saat hati bernyanyi-nyanyilah ada ketenangan dan pikiran mulai lancar sehingga kita bisa menganalisis sambil memanajemen perkara tersebut sampai semuanya selesai, cepat atau lambat. Di samping itu, berupaya untuk tidak mengabaikan nilai-nilai yang baik dan benar sebab kejahatan solusi yang tepat.

Kehidupan kita selalu tercampur aduk dengan berbagai hal yang mau tidak mau memaksa kita untuk menyatu dengan keadaan. Tidak mungkin lagi melakukan yang namanya pemisahan karena suspensi kehidupan di dalam masyarakat sangat kompleks. Hanya satu kelompok kecil saja yang mampu kita pisahkan secara terbatas dari dunia luar, yaitu keluarga masing-masing. Demikian juga tentang bernyanyi menggunakan ayat-ayat firman telah dimulai oleh penganut agama lain, yaitu Katolik dan Islam. Mereka bisa menyebutkan ayat demi ayat dalam intonasi yang khas yang bersifat stagnan. Anda bisa meniru lantunan lagu firman seperti yang mereka lakukan atau mulai melakukan adaptasi dan improvisasi menggunakan nada-nada yang berkecamuk dalam otak masing-masing.

Ketika fokus kepada Tuhan di tempat-tempat yang ramai, dimana orang berseliweran kanan-kiri, muka-belakang dan berdesak-desakan. Hampir tidak mungkin untuk membuka literatur yang kita miliki untuk menambah kosa kata saat bernyanyi. Akan tetapi, lain halnya saat kita berada di rumah atau duduk di tempat-tempat tertentu dimana ada kelonggaran untuk melakukan hal-hal kecil, misalnya membaca. Kita bisa memanfaatkan bahan bacaan apapun untuk menambah kosa kata saat bernyanyi di dalam hati. Misalnya saja dengan memanfaatkan buku cerita, majalah, koran dan lain sebagainya. Mengambil satu-satu kata positif di dalamnya lalu menyusunnya dalam kalimat dengan cepat hingga bisa dicangkokkan ke dalam nyanyian yang sedang dilantunkan.

Bukan hanya kata-kata positif saja yang bisa anda manfaatkan dari berbagai bahan bacaan, melainkan kata negatifnya pun (mungkin berupa bencana atau kecelakaan) dapat digubah menjadi nyanyian yang menyatakan bahwa anda telah dibebaskan Tuhan dari hal buruk tersebut. Perlu waktu agar kita bisa mengubah suatu kata menjadi puji-pujian bagi Allah, mungkin pertama-tama prosesnya lambat. Lama-kelamaan bila sudah terbiasa maka bisa dilakukan segera setelah pikiran menangkap kata-kata tersebut. Ini jelas sebuah kesibukan yang butuh latihan yang diulang-ulang sampai mahir yang memakan waktu. Manfaatkanlah waktu luang di rumah untuk mempelajari hal tersebut daripada terbuang untuk hal-hal negatif.

Misalnya saja, kami mau menggubah paragraf di atas untuk memuji-muji Tuhan:
Tuhan buat hidup positif,
arahkan mengatakan yang positif,
manfaatkan hidup tuk berlaku positif,
sehingga hari-hari layak dihadapan-Mu.
Baca hati ini ya Tuhan,
jauhkan dari yang negatif,
kata-kata negatif
semoga hilang dari hati,
bencana pun menjauh,
celaka pun berlalu.
Tolong gubah hatiku,
agar seturut kehendak-Mu,
yang selalu memuji-muji Engkau.
Kaulah yang pertama bagiku,
bantuku jalani proses hidup.
Buatku lambat mendengar yang jahat
lambat melihat yang jahat,
lambat memerhatikan yang jahat
agarku jauh dari dosa.
Mampukan tuk terbiasa,
melakukan yang benar,
menuruti kehendak-Mu,
berlaku sesuai firman-Mu.
Tangkap aku Tuhan,
tangkap pikiranku,
arahkan aku sesuai mau-Mu.
Tangkap aku Tuhan,
sadarkan sebelum melakukan dosa,
peringatkan sebelum melakukan kesalahan.
Arahkan hidup sibuk positif,
sibuk mengurus hal-hal baik,
sibuk melakukan yang benar.
Latih aku menjadi baik,
Latih sikap menjadi benar.
Aku rindu mengulang-ngulang yang baik,
aku suka mengulang-ngulang yang benar,
agar aku mahir melakukan kehendak-Mu,
mahir menuruti firman-Mu,
karena itulah yang meneguhkan imanku.
Dari waktu ke waktu
ku mau memuji-Mu,
ku mau menyenangkan-Mu.
Ku perlu Roti Kehidupan Tuhan,
ku butuh Air Hidup dari Tuhan,
Ku suka mempelajarinya hari demi hari.
Itulah yang membuat hidup berarti.

Cara bernyanyi menggunakan Alkitab

Teknik bernyanyi bebas menggunakan kosa kata yang ada di dalam pikiran bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun hanya saja sifatnya stagnan. Namun dalam waktu senggang yang dimiliki, kita bisa memanfaatkannya untuk mengubah berbagai literatur yang ada di sekitar menjadi puji-pujian kepada-Nya. Pada dasarnya, literatur yang paling lengkap adalah kamus tetapi literatur yang paling terstruktur dan bernilai seni tinggi adalah Alkitab. Apa yang kita lakukan bukan untuk mengubah isinya tetapi mengubah kata-kata tertentu (tidak semuanya) menjadi syair lagu yang bisa kita nyanyikan dalam banyak waktu luang yang dimiliki. Berikut akan kami sampainya teknik singkatnya.

  1. Memulainya dengan membaca firman dengan intonasi tertentu.

    Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa orang Katolik dan Muslim telah lama membaca firman sambil bernyanyi. Anda bisa melakukannya dengan nada apapun seperti yang ada di dalam pikiran sendiri. Atau bisa juga melakukannya dengan menggunakan intonasi umum lagu rap. Untuk mengembangkan kecerdasan anda, lakukanlah intonasi yang berbeda-beda berdasarkan lagu yang terngiang dalam hati.

  2. Memanfaatkan kata tertentu dalam firman untuk diubah langsung menjadi syair.

    Caplok kata-kata yang menurut anda bagus agar bisa langsung dimuat dalam lagu pujian kepada-Nya. Misalnya adalah;

    “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

    Kita bisa ubah menjadi nyanyian seperti berikut atau anda bisa membuatnya dengan cara sendiri:
    Engkau yang menciptakan langit dan bumi,
    dipuji dan disembah semua orang,
    Kau mengisi hati yang kosong
    menjadi berseri-seri.
    Kau mewarnai gelap kehidupan
    menjadi terang yang membawa damai.
    Samudera raya menceritakan perbuatan-Mu.
    Langit, bumi beserta isinya meninggikan-Mu.

  3. Menggunakan kata tertentu dengan penggubahan seperlunya.

    Misalanya kita mengambil firman yang sama untuk diubah menjadi syair lagu seperti berikut atau anda bisa mengubahnya dengan cara lain.
    Engkaulah awal-mula segala sesuatu,
    Pencipta yang selalu dimuliakan,
    langit-bumi sujud menyembah
    mengagungkan kebesaran-Mu.
    Bentuk kami yang penuh omong kosong,
    menjadi seperti yang Kau mau.
    Gelapnya hidup karna banyak masalah,
    aku tak dibiarkan sendiri,
    sebab Tuhan yang mengasihiku,
    kasih-Nya lebih luas dari samudera.
    Roh-Nya selalu menguatkanku
    tak dibiarkannya lemah dan bimbang.

  4. Mengarahkannya menjadi puji-pujian kepada Tuhan.

    Pola pengambilan kata tertentu dalam firman yang paling umum adalah digunakan untuk memuliakan Tuhan saja. Pola semacam ini bisa anda temukan dalam banyak ayat yang rata-rata ada dalam kitab Mazmur. Silahkan gunakan kata-kata yang menurut anda bisa dimanfaatkan untuk membuat syair menjadi cerita-cerita khas yang menggambarkan betapa besar pekerjaan-Nya. Pujilah Tuhan lewat rasa takjub saat anda menyaksikan berbagai kelebihan dari ciptaan-Nya. Misalnya saja laut yang begitu luas, langit yang tinggi, pohon yang besar dan lain sebagainya.

    Mengambil kata dalam Alkitab untuk memuji kebesaran Tuhan seperti berikut atau anda bisa membuat yang lainnya
    Allah mulia Sang Pencipta,
    Allah hebat Dia berkuasa,
    Langit berwarna-warni
    pohon menari-nari
    hewan bersenandung
    bumi berputar
    memuliakan Allah kita.
    Samudera raya
    tak pernah tenang
    melayani-Nya.
    Melayang-layang udara
    nyatakan hadirat-Nya.

  5. Menghubungkannya dengan kejadian yang sedang di alami (layaknya berdoa).

    Bila anda sedang merasakan masalah yang berat, dimana suatu rasa sakit timbul karena hal tersebut. Parahnya rasa sakit itu seakan-akan terulang-ulang saat anda mengingat masalah tersebut. Atau mungkin saja ada yang mengingatkan anda tentang persoalan tersebut sehingga pahitnya kembali mencuat. Anda bisa mengambil waktu sejenak untuk berdoa agar Tuhan melepaskan anda dari hal tersebut lalu bernyanyi-nyanyilah menggunakan kata-kata tertentu dalam Alkitab untuk menceritakan perkara yang sedang di alami sambil menghubungkannya dengan pengharapan dan iman yang dimiliki. Misalnya saja kita ambil beberapa contoh berdasarkan firman di atas atau anda bisa membuatnya dengan gaya bahasa sendiri.

    Ya Allah, masalahku penuhi
    langit-langit hati.
    Beban hidup sesakkan
    lingkaran jiwa.
    Semua itu menciptakan
    rasa sakit.
    Bumi seolah menolakku.
    Hatiku kosong dalam sepi.
    Jiwaku gelap gulita.
    Tolong aku Tuhan,
    nyatakan kasih-Mu,
    nyatakan kebaikan-Mu,
    mohon kuatkan
    di tengah masalah
    yang menutupi
    Hanya pada-Mu ku berharap,
    menanti cahaya-Mu,
    cepat atau lambat,
    pasti Tuhan yang berkarya.

  6. Menghubungkannya dengan pengalaman pribadi dan wawasan kekristenan (layaknya kesaksian).

    Semua penggubahan yang kita lakukan tergantung dari pengetahuan dan wawasan kristiani yang dimiliki. Ini juga berkaitan dengan pengalaman hidup yang dialami sehari-hari. Banyak-banyaklah membaca firman dan buku juga tulisan positif lainnya agar pengetahuan tentang pola-pola pertolongan Tuhan dalam hari-hari kita semakin nyata baik secara teori maupun prakteknya. Pola tersebut seperti “masalah yang dihubungkan dengan gelap dan kebenaran yang dihubungkan dengan terang. Saat hidup mulai gelap karena masalah maka firman Tuhanlah yang menjadi cahaya yang menuntun jalan hidup ini. Sehingga kegelapan tidak lagi menakutkan dan tidak mencemaskan hati sebab kita bersandar pada terang-Nya yang ajaib.” Masih banyak lagi pola yang lain selama mengikut ajaran-Nya, pelajarilah itu dari berbagai literatur maupun dalam berbagai ceramah keagamaan. Misalnya saja berdasarkan kata yang kita ambil dalam Alkitab atau anda bisa membuatnya sendiri.

    Mulanya ku miskin
    namun sekarang kaya
    karna Tuhan yang memperkaya hati.
    Masalah ciptakan derita
    buat hariku sulit
    agar aku kuat
    bijak jalani hidup.
    Bumi hempaskan aku,
    langit menekan aku
    masalah di depan berjejeran.
    Namun Tuhan
    tak biarkan ku sendiri.
    Roh-Nya membimbing
    dalam kebenaran
    hingga beroleh kelegaan.

    Perbedaan menceritakan masalah (doa) dengan menceritakan pengalaman pribadi (kesaksian) terletak pada solusinya. Saat kita menceritakan pergumulan hidup dalam sebuah syair, tidak dicantumkan bahwa masalah tersebut terjawab. Melainkan kita yakin bahwa Tuhan akan menolong dan menyatakan jawabannya pada waktu yang tepat. Namun ketika kita menceritakan pengalaman pribadi, syair yang ditulis berisi masalah sekaligus solusi dari persoalan yang dihadapi. Mungkin kita tidak menyebutkannya secara detail tetapi menggambarkannya dalam pola gelap-terang yang indah.

  7. Menuliskannya terlebih dahulu baru menyanyikannya.

    Semuanya berawal dari menulis saudaraku. Bagi yang pertama-tama melakukan aktivitas ini, daripada waktu luang terbuang sia-sia di rumah. Lebih baik ambillah Alkitab saudara lalu mulailah menggunting kata-kata tertentu untuk dijadikan syair lagu. Bila perlu buat satu buku catatan khusus tentang hal ini atau anda bisa menulisnya langsung di buku catatan harian yang dimiliki. Lagipula, lebih mudah menyanyikan apa yang sudah tertulis dengan jelas.

  8. Bisa langsung saja diubah di dalam hati.

    Jika kondisinya tidak memungkinkan karena banyak kesibukan yang perlu dikerjakan lagi. Lebih baik ambil sendiri kata-kata tersebut dalam kitab suci lalu ubah langsung menurut sudut pandang sendiri untuk dijadikan nyanyian. Pengubahan semacam ini memang terkesan lebih instan dan membutuhkan pengalaman menulis selama bertahun-tahun. Artinya, mereka yang sudah terbiasa menulis syair lagu yang ditemukan akan menjadi mahir sehingga saat sebuah kata lain ditemukan otak langsung konek mentransformasinya dalam bentuk kalimat instan yang bisa dilagukan.

  9. Menyanyikannya menurut lagu rap, pop, regge dan lain-lain.

    Jangan memisahkan diri dari dunia tetap menyatulah tanpa kehilangan esensi kebenaran yang diyakini. Perlu kuat memegang prinsip pribadi agar pengaruh buruk dunia tidak menggoyahkan hati. Masalah yang dihadapi adalah ujian yang membuat prinsip hidup semakin teguh dan semakin jelas. Anda bisa menyanyikan lagu yang sudah dibuat berdasarkan senandung yang menggema di dalam hati. Bisa juga menurut lagu rap yang pembawaannya patah-patah dan tegas serta mudah diaplikasikan dalam berbagai syair, baik syair yang panjang maupun pendek. Ini adalah intonasi yang mudah dipadukan dengan berbagai bahan lagu yang baru disusun.

    Jika anda sudah lumayan ahli menyanyikannya dalam lagu rap, anda pun bisa mencoba menyanyikannya menurut lagu-lagu populer lainnya. Ini akan menjadi aktivitas yang sangat asyik yang membuat waktu luang tidak terbuang begitu saja. Bahkan saat beraktivitas ringan bisa dibawakan secara multitasking di dalam hati masing-masing.

  10. Menyanyikannya menurut musik yang berdengung di sekitar kita.

    Lain lagi kondisinya saat kita berusaha menyatu dengan alunan lagu yang diputar lewat media tertentu atau yang langsung dinyanyikan oleh orang lain. Bila anda masih muda, tidak perlu terlalu improvisasi saat mengikuti musik orang lain. Tetapi cobalah ikuti musik tersebut dengan satu, dua atau tiga kata saja. Misalnya Haleluya, puji, sembah, Tuhan. Anda bisa mengikutinya dengan mengulang-ngulang satu kata tersebut atau bisa juga digabungkan dengan yang lain. Selalu mulai proses mengikut arus ini dengan satu kata yang lama kelamaan bisa berkembang menjadi banyak suku kata.

Kesimpulan

Ini bisa menjadi permainan yang seru di antara anak dan orang tua. Di pagi hari orang tua akan menentukan ayat Alkitab tertentu untuk diubah jadi nyanyian. Lalu di sore atau malam harinya anak (bagusnya tingkat SMP atau SMA) bisa menyanyikannya saat berkumpul dalam ruang keluarga.

Mungkin anda bertanya-tanya, “bagaimana caranya mengembangkan kosa kata untuk memuliakan Tuhan?” Saran kami gunakan kamus dan literatur yang ada (buku lainnya) untuk membuat syair. Namun yang lebih elitnya lagi adalah dengan menggunakan Alkitab itu sendiri guna menyusun puji-pujian instan terhadap-Nya. Ambil kata-kata yang anda sukai lalu pakai untuk memuji-muji Tuhan dan bisa mengambilnya untuk menceritakan pengalaman pribadi yang terbebas dari kesesakan. Saat memuji-muji Tuhan, gunakan apapun yang ada di bumi dan alam semesta untuk menunjukkan kebesaran-Nya. Saat menceritakan kondisi anda yang menyakitkan hubungkanlah itu dengan pengharapan dan keyakinan seperti saat sedang berdoa. Namun saat menceritakan pengalaman pribadi, hubungkan seperti pola bersambung dari kegelapan menuju terang layaknya sebuah kesaksian. Disamping itu, pastikan bahwa niat hati tulus tanpa mengharapkan hal-hal yang lebih selain dari rasa tenang, tentram, damai, bahagia di hati.

Salam, Perkaya bahasa
saat bernyanyi
dengan mengubah
firman menjadi
nyanyian dalam hati!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.