7 Alasan Manusia Curhat – Apakah Kita Butuh Curhat?

Alasan Manusia Curhat – Apakah Kita Butuh Curhat

Manusia selalu curhat, entah itu disadari atau tidak disadari. Sebab aktivitas ini tidak lepas dalam fungsi manusia sebagai makhluk sosial. Satu hal yang sangat khas dalam sebuah komunitas sosial adalah komunikasi. Di dalam keluarga, berbagi cerita kadang terjadi tanpa suatu dorongan yang serius. Mungkin hasrat itu tiba-tiba saja muncul di jam-jam yang belum direncanakan. Hanya sesuatu yang secara kebetulan berhubungan dengan sesuatu yang lain sehingga ikut-ikutan diperdengarkan dalam ruangan kecil yang telah ditata dengan keindahan dan kesemerautannya sendiri-sendiri. Sepenting apa kisah yang dibicarakan: tidaklah penting! Yang terpenting adalah hasrat tersebut keluar sehingga berasa lega.

Ada orang yang sedang curhat dan menyadari tindakan tersebut, namun ada juga yang melakukannya tanpa menyadari apa yang sedang dilakukannya. Orang ini merasa hal tersebut penting sedangkan yang lain menganggap bahwa dirinya tidak perlu bercerita dengan seseorang untuk setiap kejadian yang dilaluinya. Ada yang melakukan curhatan karena kebetulan saja kisah yang dialaminya unik, istimewa, lucu, menakutkan, menggemaskan atau menggemparkan dirinya. Dan tentu saja tidak dapat dipungkiri bahwa ada pula cerita-cerita yang diperdengarkan tersebut yang dibangun dengan kebohongan-kebohongan kecil maupun besar. Sedang di sisi lain, ada juga mereka yang hanya ngecurhat kepada orang-orang khusus yang dilakukan secara eksklusif, misalnya antara suami-istri, hamba Tuhan dan lain sebagainya.

Pengertian – Curhat (curahan isi hati) adalah ungkapan perasaan seseorang terhadap sesuatu dan/ atau pengalamannya di masa lalu kepada orang lain (baik secara orang per orang maupun dalam kelompok).

Faktor penyebab manusia mengungkapkan isi hatinya ke orang lain

Dalam banyak kisah-kisah kehidupan yang diceritakan oleh manusia, bisa saja terselip kebohongan parsial atau kebohongan total yang menyertainya. Mungkin karena kenyataan ini, membuat seseorang menjadi terlalu malas untuk mendengarkan curhatan dari orang tertentu. Atau hal tersebut membatasinya untuk bercerita dengan orang lain semata-mata untuk membatasi dirinya agar tidak berbohong. Sekalipun demikian, ada pula curhatan ceria penuh kebohongan yang semata-mata diperdengarkan untuk menghibur sebanyak-banyaknya orang. Jadi apapun itu, nilailah dari tujuannya! Bila tujuannya baik dan benar: mengapa tidak? Akan tetapi, bila tujuannya tidak bagus: sebaiknya tinggalkan saja aktivitas tersebut! Berikut ini faktor yang mendorong atau mempengaruhi, mengapa seseorang curhat.

  1. Hanya sekedar berbagi rasa.

    Beberapa orang menganggap bahwa aktivitas ini hanyalah suatu upaya untuk berbagi rasa dengan orang lain. Sesuatu yang dilakukan oleh semua orang dengan membagikan kebaikan kepada sesamanya. Hanya saja, kebaikan tersebut berupa cerita yang mengandung makna hidup positif. Aktivitas berbagi kisah ini juga bisa terjadi hanya karena banyaknya waktu yang tersisa: daripada terbuang sia-sia, mendingan memperdengarkan cerita-cerita ringan di antara teman.

  2. Ingin diperhatikan.

    Semua orang ingin diperhatikan tetapi tidak semua orang butuh perhatian. Terlebih bagi orang-orang yang telah menganggap dirinya mandiri, perhatian dari sesama berkurang drastis karena semuanya bisa sendiri. Perhatian di sini bisa berarti sebagai sebuah pertolongan, namun dalam beberapa kasus perhatian hanyalah suatu keinginan untuk ditemani dan didengarkan orang lain. Tidak ada orang yang harus lebih banyak diperhatikan selain dari bayi kecil yang baru lahir.

  3. Sekedar pamer.

    Alasan yang tidak kalah menarik dari curhatan seseorang adalah pamer. Bahkan tanpa kita sadari, orang lain bisa saja menganggap sharing-sharing kecil yang kita lakukan sebagai aktivitas mencari kebanggaan diri: sekalipun kita tidak bermaksud demikian. Biasanya kelas curhat semacam ini mulai timbul ketika seseorang hanya menceritakan keunggulan hidupnya saja. Akan tetapi, mereka yang cerdik tidak hanya menceritakan kelebihan atau kesenangan yang diperolehnya saja. Melainkan turut pula menuturkan “kurangnya apa” atau “sisi sedihnya hidup seperti apa.”

  4. Tuntutan dari orang lain.

    Suatu hubungan yang kita jalin dengan sesama melibatkan kejujuran yang lebih intens di dalamnya. Semakin intim hubungan kita dengan seseorang maka semakin terbuka dan semakin jujurlah kita terhadap orang tersebut. Sebaliknya, jika hubungan kita dengan teman, biasa-biasa saja maka kebanyakan dari kita bersikap tertutup bahkan sampai kadang berbohong untuk menutupi sesuatu dari teman tersebut. Apakah itu jelas berbohong atau hanya sekedar memberi alasan sebagai pelarian agar perhatiannya teralihkan: bukankah semua itu tergantung pada penjelasan anda?

  5. Tuntutan dari sistem.

    Kita tidak bisa memungkiri bahwa hari-hari yang dilewati berdaya bagus karena sistem yang menaungi kita baik adanya. Pada momen-momen tertentu, aktivitas berkelompok di dalam masyarakat menuntut kita untuk menceritakan apa-apa saja yang dialami secara detail. Tentu saja ketelitian yang dikehendaki berbeda-beda menurut aturan organisasi. Ada yang menuntut cerita berdasarkan penggunaan dana organisasi dan ada pula yang menuntut kisah berdasarkan aktivitas yang dilakukan dari jam ke jam. Di sisi lain, ada pula perkumpulan yang menuntut anggotanya untuk menceritakan uniknya kisah hidupnya dalam berbagai bentuk karya.

  6. Sebagai sebuah hobi.

    Curhat bisa menjadi sebuah aktivitas yang menyenangkan jika hal tersebut ditekuni dengan serius. Yang kami maksud di sini bukan lagi sesuatu yang terjadi begitu saja tanpa perencanaan. Melainkan curhatan yang bertujuan sebagai hobi telah disusun dan direncanakan dengan baik sehingga menjadi sebuah kisah yang layak untuk dinikmati oleh siapa saja. Bisa jadi, setiap karya seni yang dihasilkan oleh seniman manapun, merupakan bagian dari curahan isi hatinya terhadap sesuatu tentang hidupnya sendiri atau tentang orang lain atau tentang yang lainnya. Ini hanyalah hobi yang memanfaatkan waktu senggang yang dimiliki. Seandainya ada pihak (organisasi) yang hendak menghargai hal tersebut, bukankah itu sangat menyenangkan? Memperoleh pekerjaan yang berhubungan langsung dengan hobi yang dimiliki merupakan impian setiap seniman.

  7. Butuh solusi atau inspirasi.

    Siapakah manusia yang tidak pernah punya masalah? Semua orang pasti pernah atau sedang mengalaminya, hanya saja porsinya berbeda satu sama lain. Bahkan seorang bayi kecilpun bisa bermasalah: ini terlihat dari setiap rengek dan tangisan yang diekspresikannya. Bila ada pergumulan hidup yang tidak dapat kita selesaikan, biasanya mengadu sama orang tua, sahabat, hamba Tuhan, tenaga medis, teman dan lain sebagainya. Mungkin saja mereka punya solusi untuk setiap persoalan yang sedang kita hadapi.

    Di sisi lain, kita pun perlu menyadari bahwa diri inipun punya kekuatan tersembunyi yang bisa dibangkitkan kapan saja. Suatu kekuatan yang datangnya dari dalam dan mengalir dalam setiap nafas hidup yang kita miliki. Itulah Roh Allah yang selalu ada menjadi teman dalam seumur hidup kita. Suatu kekuatan yang siap membantu di masa-masa sulit. Hanya saja, masalahnya sekarang adalah: “apakah anda mampu mengenali-Nya dan mengenali suara-Nya?” Roh Kudus yang berada di dalam diri ini membantu memberi inspirasi di saat kita mengalami berbagai kebuntuan hidup.

Kesimpulan

Perlukah kita menceritakan pengalaman yang kita hadapi kepada sesama? Tentu semuanya ini sangat tergantung dari sikon (situasi dan kondisi) yang sedang dihadapi. Bukankah sebagian dari sikon yang kami maksudkan sudah kami tuliskan dalam beberapa paragraf sebelumnya? Saat menghadapi masalah tidak perlu langsung diceritakan kepada orang lain tetapi hadapilah terlebih dahulu secara pribadi dan capailah batas anda! Jika sudah tidak sanggup lagi menanggung persoalan walau sudah berjuang maksimal: disarankan untuk menceritakannya kepada orang terdekat (keluarga). Untuk lebih detailnya, kami sarankan agar anda belajar dari pengalaman sendiri dan jangan lupa untuk mendengarkan suara hati anda!

Semua orang pernah curhat tetapi tidak semua orang membutuhkannya. Ada yang melakukannya semata-mata demi memenuhi hasrat hati untuk berbagi dengan sesama, ada yang berlaku demikian sekedar untuk mendapatkan perhatian dari orang tertentu. Beberapa orang melakukannya semata-mata karena dituntut oleh orang lain atau sekedar memenuhi tuntutan sistem. Yang lainnya menjadikan hal tersebut sebagai sebuah hobi yang dapat mendatangkan rezeki. Sedang orang tertentu ngecurhat demi memperoleh informasi yang berhubungan dengan solusi masalah yang dihadapinya. Kitapun bisa menceritakan berbagai hal buruk yang dialami kepada Tuhan agar diberi inspirasi untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang sedang berkecamuk dalam hidup ini. Tetapi berhati-hatilah agar tidak menjadikan aktivitas ini sebagai upaya untuk memamerkan keunggulan pribadi.

Salam, Mengungkapkan isi hati
bukan sesuatu yang buruk
asalkan tujuannya lurus
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.