Cara Menghilangkan Racun Pada Garam Dapur Atau Garam Meja

Cara Menghilangkan Racun Pada Garam Dapur Atau Garam Meja

Puji syukur kepada Tuhan yang telah memberikan kepada kita inspirasi yang pantas untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi dalam kehidupan ini. Memang perlu kita akui bahwa inspirasi dari Tuhan kadang-kadang tidak segera benderang. Kita perlu menunggu selama beberapa waktu untuk memperoleh jalan keluar-Nya, entah itu cepat atau lambat. Berupaya untuk mengembangkan kesabaran di dalam hati agar dapat bertahan di tengah beratnya tekanan. Sepenuhnya berusaha untuk menerima keadaan dengan ikhlas, walau kadang ada secercah yang kurang mengena. Sekalipun masih ada perkara yang belum terjawab, baiklah tetap rendah hati menghadapi situasi rumit dengan sikap yang tenang sebab penantian kita tidak akan sia-sia.

Di tengah semua masalah yang kita hadapi, perlulah disadari bahwa kadang-kadang muncul juga yang namanya inspirasi palsu. Seolah siksa kita telah berlalu karena telah menemukan jawaban atas masalah yang terjadi berlarut-larut. Namun ternyata sama sekali tidak bekerja/ tidak berhasil. Keadaan ini bisa saja terkesan membingungkan dan agak menimbulkan kejengkelan hati. Di saat ide yang kita peroleh dalam hati ternyata salah, tidak perlu marah kepada Tuhan. Sebab keadaan ini menuntut kita agar lebih panjang sabar dan selalu baik dalam bersikap. Tunggulah lebih lama serta berupaya menepis bahkan melupakan rasa benci dan dendam kepada orang yang menyakiti kita. Sebab lambat laun di tengah kesibukan positif yang kita lakukan, inspirasi itu pasti datang juga (mungkin datangnya dari dalam hati, dari orang lain dan media informasi yang tersedia).

Salah satu pergumulan hidup yang bisa saja membuat stres adalah garam yang telah diracun. Mineral yang dikenal sebagai obat ajaib ini pada awalnya belum terkontaminasi dengan toksin. Mungkin saja setelah melalui proses produksi yang panjang, NaCl tersebut terintimidasi oleh lingkungan industri yang kurang sehat. Tapi mungkin juga hal ini hanyalah perilaku iseng belaka untuk menakut-nakuti orang agar tidak mengonsumsinya secara langsung. Apapun spekulasi yang timbul biarlah itu menjadi nyata, karena memang realitanya menunjukkan bahwa “dunia ini tidak berada dalam genggaman tangan kita.” Tidak banyak yang bisa kita lakukan selain berupaya untuk bertahan atau mengadukan hak-hak kita di muka hukum.

Setelah berbulan-bulan bahkan bertahun lamanya terpapar dengan garam dapur yang secara sengaja atau tidak sengaja ditaburi toksin, akhirnya kami menyadari solusinya. Jalan keluarnya ternyata telah lebih dahulu dikuasai oleh para Ibu rumah tangga yang sehari-hari meracik makanan. Panganan yang mereka buat secara teoritis telah terkontaminasi dengan racun. Tetapi anehnya saat dikonsumsi, panganan tersebut baik-baik saja. Tidak ada rasa-rasa aneh yang timbul bagi siapa pun yang mengonsumsinya. Orang yang mencoba mencicipi bukannya kepincut rasa sakit melainkan ketagihan memakannya lagi dan lagi sampai perut betul-betul kenyang.

Bila kita memikirkan kejadian di atas dengan tenang, ada kejanggalan yang terjadi. Ada suatu proses yang mendorong hal-hal berbahaya ke luar. Suatu proses yang sifatnya seperti memaksa kabur bahaya tersebut secara selektif tanpa mempengaruhi bagian yang baiknya. Ini tidak lain adalah proses sederhana dari pemurnian makanan dan minuman yang bisa dilakukan oleh siapapun. Suatu tata cara rumahan yang tidak membutuhkan biaya besar dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Anak SMP atau SMA sekalipun pasti telah mempelajari hal tersebut di sekolah dan kemungkinan bisa memahami caranya. Lantas betapa bodohnya kami menyaksikan proses tersebut selama jutaan kali dalam ribuan hari tetapi baru menyadarinya sekarang. 😀 😀 😀

Setelah memahami keadaan ini, kami tidak bersungut-sungut karena selama ini agak menderita akibat kebodohan tersebut. Mungkin saja semuanya itu memang bagian dari rencana Allah: Roh-Nya sengaja menginspirasikan hal-hal yang kurang tepat dan menyembunyikan bagian-bagian penting untuk ditelaah di dalam hati. Semuanya ini semata-mata bertujuan untuk menguji kepribadian kami yang saat itu masih labil dan sangat mendewakan garam. Sebab seiring waktu berlalu, kami akhirnya memahami bahwa ada dua lagi hal yang tidak kalah pentingnya dalam kehidupan ini. Yang pertama adalah mengonsumsi air lebih sering tetapi sedikit-sedikit (dua tiga teguk sekali minum). Sedang yang kedua adalah rutin beraktivitas dimana yang tidak kalah pentingnya adalah menggoyangkan kepala.

Kesimpulan

Hidup memang menyakitkan saat inspirasi dari Tuhan belum muncul tetapi jangan terpaku dengan hal tersebut. Melainkan cobalah untuk beradaptasi memanfaatkan apa yang ada untuk tetap bertahan hidup. Sebab dalam hidup ini ada banyak hal positif yang dapat dimanfaatkan agar manusia tetap sehat luar-dalam. Toksin apapun dalam garam ternyata berlari terbirit-birit saat mereka dididihkan. Kita perlu memasak sajumlah garam dapur dalam sejumlah air sampai mendidih. Ketika airnya mendidih, jangan langsung diangkat tetapi tunggulah selama 15 menit agar berbagai racunnya terhisap oleh udara bebas. Pastikan airnya cukup banyak agar tidak mengering selama proses pemasakan. Setelah memenuhi asupan sodium, anda perlu tetap meminum air secara rutin, sering-sering walau sedikit sampai kurang lebih dua liter setiap harinya. Juga janganlah lupa untuk tetap beraktivitas sambil menggoyang-gelengkan kepala untuk hidup yang lebih sehat panjang umur.

Salam, Natrim kok bisa berbisa?
Bakar aja api mendidih
agar bisa-bisanya lari
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.