Resiko Kekayaan Yang Tidak Tulus & Tidak Logis (Waspada Terhadap Uang Hadiah Pemberian Yang Besar-Besar)

Resiko Kekayaan Yang Tidak Tulus & Tidak Logis (Waspada Terhadap Uang Hadiah Pemberian Yang Besar-Besar)

Siapa itu kapitalis? Kami juga tidak tahu! Setiap orang yang punya modal lebih banyak dari apa yang dibutuhkannya dan kekayaan tersebut selalu memberi hasil untuk dirinya sendiri dan untuk orang-orang yang dianggapnya penting bisa dikategorikan sebagai kapitalis. Jadi dalam dunia kapitalisme, semua orang bisa menjadi sepertinya hanya saja perbedaannya terletak pada skala permodalan yang dimiliki. Ada yang memiliki modal kecil, sedang, besar dan super besar (mega) dimana semuanya itu lebih banyak dari apa yang dibutuhkannya secara pribadi maupun dalam cakupan sebagai keluarga. Siapapun mereka, tidak perlu cemas sebab tidak semua orang kaya itu jahat.

Berbicara tentang kejahatan masing-masing orang, beragam bentuknya. Namun, biasanya bila orang-orang super tajir berbuat jahat, tidak ada yang tahu apa yang telah dilakukannya. Seolah setiap tindakannya sangat rapi dan penampilannya sangat bersih, mana ada orang yang mau memamerkannya kebobrokan hidupnya. Semua yang tampak pasti yang halus, suci, lembut, yang enak dilihat dan enak didengar. Bukan hanya kapitalis yang ingin tampak seperti ini, melainkan semua orang juga mau dikenal sesamanya sedemikian baiknya. Akibat maraknya trend ini, kebanyakan manusia lebih suka menyembunyikan kesalahannya atau lebih dikenal sebagai sifat “munafik.” Dan jelas saja, sentimen masyarakat terhadap kemunafikan sangatlah tinggi.

Manusia dengan segala kemunafikannya adalah jahat. Tanpa kita sadari, “nafsu untuk berbuat jahat kepada orang lain” turut berkembang dalam diri tiap-tiap manusia. Namun akibat desakan yang kuat dari kepercayaan yang dimiliki, nafsu jahat tersebut bertransformasi menjadi “keinginan untuk menguji sesama.” Ini salah satu usaha untuk mencari pembenaran atas “tindakan tidak menyenangkan yang kita lakukan kepada orang lain.” Di satu sisi hal ini memang dibenarkan karena ujian yang tepat dapat mendewasakan manusia. Akan tetapi, di sisi lain kelakuan semacam ini sudah jauh dari koridor yang benar karena dilakukan secara berlebihan dan tidak terkontrol sampai menyebabkan kerugian besar-besaran terhadap orang yang mengalaminya (korban = orang yang diuji).

Pernahkah anda mendengar bahwa di suatu tempat ada orang yang sangat kaya tapi hidupnya tidak tenang. Orang tersebut memiliki semacam fobia terhadap sesuatu dan cenderung antisosial bahkan sampai tidak menyukai sistem bermasyarakat yang ada saat itu. Mereka mungkin fobia terhadap kuman, debu, sinar matahari, serangga, suara bising dan lain sebagainya. Kehidupan mereka makmur secara harta tetapi emosionalnya sangat tertekan. Seolah-olah mereka dikejar-kejar oleh sesuatu dan lain hal sehingga hari-harinya penuh ketakutan yang tak terelakkan. Pada akhirnya, orang-orang kaya raya ini tidak akan bertahan lama dan kebanyakan meninggal secara tragis dan mengenaskan.

Di bagian lain dalam hidup ini: pertarungan geriliya antara kapitalis dengan kaum sosialis sangat gencar dimana-mana. Para manusia kapitalistis ini sepertinya memiliki pengalaman sangat tinggi dan telah berhasil menggagalkan banyak kaum sosialis yang muncul dari zaman ke zaman. Sedang cara paling jitu yang mereka lakukan untuk menyingkirkan sifat-sifat sosialisme dalam diri seseorang bahkan sampai menyingkirkan orangnya, bila diperlukan! Adalah dengan melancarkan berbagai-bagai pencobaan hidup ringan sampai berat yang melibatkan orang-orang terdekat kaum sosialistis. Pada posisi inilah banyak kaum sosialistis diperhadapkan dalam pilihan-pilihan yang rumit karena salah sedikit saja mengambil tindakan, akibatnya bisa sangat merugikan diri sendiri.

Sesungguhnya, sekaya apapun seorang kapitalis, tidak akan pernah bisa mengusik kehidupan seseorang apalagi sampai menguji orang tersebut. Di sinilah para konglomerat super menciptakan suatu peluang dengan pura-pura berbuat baik kepada mangsanya (pihak sosialis). Mereka akan menawarkan kekayaan yang luar biasa mudah diperoleh dan hebat nilainya. Ini bisa langsung disampaikan kepada yang bersangkutan atau melalui kaum keluarganya. Tidak tahu kenapa, oknum sosialis yang harusnya hidup sederhana ini malah memakan umpan kemakmuran ekstra cepat yang ditawarkan kapitalis. Inilah kesempatan emas bagi oknum konglomerat super untuk menguji habis-habisan lawan-lawannya. Bahkan saking nekadnya, ujian tersebut terkesan berlebihan sampai cenderung berasa ngejahatin (semena-mena) terhadap oknum sosialis dimaksud.

Sebaik-baiknya kapitalis, saat menggunakan kekayaannya, selalu ada “syarat dan ketentuan berlaku.” Pada posisi inilah orang-orang tersebut mengerjai korbannya tanpa ampun sampai jatuh bangun berkali-kali. Manusia sosialistis yang lemah iman dan kesabarannya pastilah akan meninggalkan ajaran yang diyaninya karena beratnya cobaan yang menimpanya. Ada pula sebagian dari mereka yang malah menjadi anti sosial dan tenggelam dalam ketakutannya (fobia). Beberapa di antaranya menjadi anti pemerintah hingga melakukan aksi pemberontakan kecil-kecilan yang terselubung namun gagal meroket. Pihak lainnya, yang cukup mengancam dan telah menikmati kekayaan besar (berfoya-foya dengan uang kapital) akan terbunuh dalam kecelakaan tragis. Misalnya kecelakaan mobil, motor, pesawat, kapal dan lain sebagainya.

Kapitalis yang tidak tulus alias munafik akan memancing lawan-lawannya untuk menggunakan kekayaannya secara cuma-cuma. Mereka punya sistem kerja autopilot yang full otomatis atau undian super gede sehingga siapapun korbannya akan menerima gelontoran uang yang sangat besar. Anda hanya perlu duduk dan goyang-goyangkan kaki maka uang akan mengalir seperti dirus hujan mengisi pundi-pundi harta di bank dan rumah dalam sekejap. Akan tetapi, setelah menikmati semuanya itu, anda akan dijahatin orang secara bertubi-tubi. Seolah kehidupan anda tertimpa bencana dari berbagai arah sehingga tidak mampu menahannya sampai hampir mati. Pada waktu-waktu genting: biar berusaha seperti apapun juga anda tidak akan mampu menghentikan rasa sakit yang timbul.

Saat situasi benar-benar kacau dan rasa sakit menghujam tubuh tanpa henti: beberapa orang akan kehilangan akal sehat, iman dan kebaikan hatinya. Orang tersebut cenderung membenci hampir semua orang karena menganggap mereka munafik dan melakukan konspirasi terselubung terhadapnya. Bahkan mereka yang dicintainya (keluarganya) pun akan dianggap sebagai pengkhianat karena secara diam-diam turut serta dalam konspirasi yang membuatnya hampir mati. Termasuk dalam hal ini yang dijadikannya musuh adalah sistem alias organisasi yang menaungi kehidupannya (pemerintah) yang juga turut ambil andil memperkeruh kehidupannya. Akibatnya, pada titik ini, manusia sosialistis tersebut akan dijauhi oleh masyarakat dan dianggap kurang waras.

Ada pihak yang pura-pura memberi anda hadiah atau pekerjaan dengan upah luar biasa langsung kaya dalam sekejap tanpa usaha apapun. Anda tinggal duduk, menunggu sambil goyang-goyang kaki. Tetapi di sisi lain mereka juga turut memberi racun ke dalam kehidupan anda, sesuatu yang efeknya lama-kelamaan semakin jelas dan besar. Biasanya orang kaya baru yang tersakiti dengan sangat keras akan menyombongkan diri lalu tenggelam dalam kejahatannya sendiri. Mereka lenyap karena perbuatannya sendiri yang secara struktural dipancing oleh kapitalis yang memperkayanya.

Masih banyak kisah-kisah buruk yang ditimpakan oknum kapitalistis kepada manusia-manusia sosialistis yang membuat mereka ikut-ikutan berubah haluan menjadi kapitalis. Ada yang menjadi pemberontak kecil-kecilan, menjadi gila, menjadi antisosial yang penuh dengan fobia dan ada pula yang dilenyapkan lewat kecelakaan tragis. Semuanya ini terjadi karena mereka telah menikmati kekayaan besar yang digelontorkan konglomerat super dalam pundi-pundi hartanya. Sesuatu yang jumlahnya tidak tanggung-tanggung dalam kisaran yang bukan main hebatnya. Sekalipun orang-orang tersebut mati, mereka mati dalam kekayaan yang sangat besar dan telah terpuaskan oleh gemerlapan duniawi yang mungkin belum dinikmati oleh kebanyakan orang. Mereka sama sekali tidak menunjukkan bahwa mereka adalah sosialis yang hidup sederhana.

Kesimpulan

Sebenarnya, anda juga bisa memperoleh uang yang sangat banyak dan hadiah yang besar-besar dari beberapa sumber tetapi disertai dengan usaha berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Jika anda tiba-tiba mendapatkan sesuatu yang bernilai tinggi tanpa usaha apapun dapat dicurigai sebagai pemberian yang tidak tulus sebab pendapatan semacam itu meminta tumbal.  Mungkinkah itu kedamaian, ketenangan, keamanan, kenyamanan bahkan nyawa pun menjadi tumbalnya. Madunya banyak dan racunnya pun banyak yang lama kelamaan membuat hilang nyawa!

Kami tidak tahu, sudah berapa orang sosialis di negeri ini yang sukses dihentikan langkahnya oleh pihak kapitalis. Kami berharap bahwa itu salah satunya bukanlah anda. Berhati-hatilah dengan tawaran pekerjaan yang anda dapat dari berbagai sumber. Tidak ada pekerjaan tanpa usaha yang dapat membuat manusia kaya raya dalam sekejap. Ketika anda tiba-tiba mendapat hadiah uang sangat besar tanpa perjuangan, waspadalah dengan syarat dan ketentuan yang menyertai pemberian tersebut. Bisa jadi, gelontoran uang yang nilainya super tersebut merupakakan budi baik yang coba ditanamkan konglomerat yang tidak tulus agar suatu saat nanti konglomerat tersebut pun bisa menabur budi buruk dalam hidup anda. Suatu kejahatan besar yang katanya ujian hidup namun sebenarnya meluluh lantakkan kehidupan anda secara perlahan-lahan. Bahkan bisa jadi, kekayaan super gede yang anda terima merupakan uang – upah untuk kematian anda! Oleh karena itu, tetaplah jadi sosialis yang sederhana dan suka menikmati sesuatu yang juga dinikmati oleh masyarakat pada umumnya.

Salam, Kekayaan miliaran rupiah
menuntut tumbal yang mahal.
Bisa jadi, itu adalah kedamaian,
kenyamanan dan keamanan
hidup anda bahkan nyawapun
jadi taruhannya, waspadalah
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.