Pengalaman Menghadapi Pencobaan (Ujian) Yang Dikonspirasikan

Pengalaman Menghadapi Pencobaan (Ujian) Yang Dikonspirasikan

Hidup di dunia ini penuh dengan ujian tetapi berupayalah untuk tidak hadir mencobai siapapun. Sebab dorongan untuk melakukan ini memiliki beragam motif. Ada yang melakukannya karena tidak sengaja sehingga khilaf bersikap, ada yang melakukannya karena rekomendasi dari sistem (organisasi) tertentu. Pula ada yang melakukannya karena hatinya sendiri yang menginginkan hal tersebut dan ada yang melakukannya atas alasan emosional (misalnya karena balas dendam). Tidak dapat dipungkiri bahwa ada pula yang melakukannya karena dibayar orang lain (atas dasar suruhan orang). Apapun yang menjadi motifnya, yang salah tetaplah salah dan pantas diberi ganjaran sesuai dengan hukum yang berlaku luas di masyarakat.

Ujian hidup penuh dengan derita. Terlebih ketika yang terlibat di dalamnya adalah orang-orang yang kita sayangi. Seolah luka hati yang mereka sebabkan bertambah-tambah parah karena seolah-olah mereka menusuk kita dari belakang. Siapa yang bisa tahan hidup serumah dengan pengkhianat? Bisakah anda menerima perlakuan buruknya tatkala anda merasa tidak pernah menyakitinya? Apa yang bisa anda lakukan ketika posisi benar-benar terdesak oleh berbagai tekanan yang ditimbulkan orang yang selama ini sangat anda hargai? Seolah mereka telah bekerja sama secara diam-diam dan serentak mengeroyok dengan berbagai-bagai tuduhan palsu? Apakah anda akan meladeninya atau mengabaikannya demi ketenangan hati sendiri dan kepentingan bersama?

Tidak ada yang bisa anda lakukan untuk mengantisipasi keadaan yang terjadi. Sekalipun dapat mengawasi pergerakan beberapa orang namun anda terbatas untuk mengawasi segala sesuatu selama 24 jam. Sehebat apapun kita menjaga diri agar tidak menjadi bulan-bulanan orang lain, tetap ada celah untuk mencobai diri ini. Tetap ada cara agar hidup kita teracuni oleh sesuatu, sebab status kita masih belum mandiri dan masih berada di bawah asuhan orang tua. Akibatnya, bukan orang asing yang mempermain-mainkan kita, melainkan orang yang selama ini kita hargai dan hormatilah yang berperan aktif mengerjai secara diam-diam. Akibatnya, kita terus-menerus jatuh karena dihajar halus-halus oleh orang terdekat sendiri.

Selanjutnya apa yang akan terjadi? Semuanya terserah pada kita, apakah kita hendak melakukan aksi balas dendam secara diam-diam atau memaafkan lalu melupakannya dan tetap baik kepada musuh-musuh kita. Bila memilih jalan balas dendam, justru hal tersebut memberi celah agar kejahatan semakin merajalela dalam hidup ini. Tidak ada lagi damai dan ketenangan hati, terlebih-lebih karena balas meracuni yang kita sebarkan terus-menerus gagal. Tentu saja pembalasan kita gagal karena melawan banyak orang, dimana saat itu kita sedang di bawah pengawasan banyak orang pulak! Kecemasan dan ketakutan akan meningkat seiring dengan terbongkarnya aksi kejahatan yang kita lakukan. Padahal lawan-lawan kita selalu sukses melancarkan aksinya terhadap diri ini.

Daripada terbeban oleh aksi balas dendam yang menggetarkan jiwa, lebih baik kita bertahan dan tabah menghadapi cobaan yang terus-menerus datang. Walau banyak racun dan ujian komunikasi yang kita hadapi, pahamilah bahwa semuanya itu tidak menghilangkan nyawa. Masalah yang datang bertubi-tubi memang bisa manakut-nakuti jiwa tetapi orang yang berserah dan pasrah kepada Tuhan akan selalu beroleh kekuatan. Sekalipun orang-orang berusaha menyakiti anda, tetaplah kuat dan jangan bimbang hati. Tidak ada ketenangan hati ketika kita melawan gejolak tersebut. Terkecuali bila kita didebat soal kebenaran: jelaskan seadanya saja tetapi jangan tenggelam dalam pertengkaran yang tidak jelas.

Walau seolah-olah semua orang menyudutkan kita namun tetaplah berusaha untuk berbuat baik kepada mereka. Hindari memiliki pemikiran yang merasa tertekan, oleh karena terlalu fokus pada perlakuan buruk orang lain. Tanggapilah mereka dengan santai, seperti manusia lain pada umumnya. Terus jalin komunikasi yang baik (ramah tamah) dengan mereka seolah belum terjadi apa-apa atau belum terjadi sesuatu yang memilukan di antara kalian. Jangan biarkan kata-kata penuh racun mengotori pikiran anda. Jangan biarkan informasi tersebut menyeret keluar rasa arogan yang penuh kebencian sehingga mengotori setiap opini yang kita keluarkan. Tidak perlu mencela orang-orang yang terlibat karena mereka menguji kita atas rekomendasi dari sistem (organisasi).

Dalam masa-masa pencobaan, kita benar-benar dimurnikan dari rasa sombong yang menggebu-gebu. Bila kesombongan berkembang di dalam hati maka besar kemungkinan agresifitas kita meningkat saat merespon cobaan yang datang. Keangkuhan membuat keputusan yang kita ambil terkesan berlebihan sehingga bukannya meredam suasana malahan memanaskannya. Kita pikir dengan bersikap sombong maka para pengujimu akan sakit hati. Malahan yang terjadi justru sebaliknya, “mereka senang bila kita arogan sehingga lebih cepat terseret dalam keterpurukan dan kejahatan sendiri.” Oleh karena itu, tetaplah rendah hati menjalani beratnya ujian. Ikhlaskan apa yang terjadi sebab kita tak dapat berbuat banyak dan tabahlah menghadapi semuanya itu.

Kesimpulan

Anda mungkin tidak tahu bahwa ada banyak hal yang telah berubah. Apa yang dulu berlaku, kini bisa tidak berlaku lagi atau sebaliknya. Akan tetapi kebaikan dan kebenaran berlaku kapanpun dan dimanapun berada. Sikap positif yang konsisten akan menyelamatkan anda dari kerasnya perubahan zaman!

Dalam masa-masa pencobaan, kita seolah-olah dikeroyok oleh banyak orang. Kita hampir tak berdaya menghadapi beratnya tekanan hidup sehingga boleh jadi putus asa. Namun bila berpegang dan bersandar kepada Tuhan, kita akan dikuatkan menghadapi semuanya itu. Hindari fokus dengan soal-soal yang ditimbulkan orang lain dihadapan kita sebab hal tersebut justru semakin membuat kita bersusah hati. Melainkan fokuslah kepada Tuhan karena Dialah satu-satunya penghiburan yang membuat hati bersuka di tengah duka lara. Fokuslah juga pada hal-hal positif lainnya dan jangan terpaku untuk membalas dendam. Tidak perlu mencela orang-orang yang menguji kita karena beresiko semakin mengacaukan pikiran dan kehidupan kita. Abaikanlah hal-hal yang tidak penting demi ketenangan hati sendiri dan demi kepentingan bersama.

Salam, Di masa-masa pencobaan
mini kejahatan merajalela.
Bahkan orang yang anda
percayai dan hargai
seolah-olah berusaha
menjatuhkan anda.
Bersabarlah menunggu
sampai semuanya itu berlalu
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.