10 Kelebihan Bioteknologi Peternakan Kloning (Industri Biosintetik Pembiakan Hewan)

Kelebihan Bioteknologi Peternakan Kloning (Industri Biosintesis Pembiakan Hewan)

Pernahkah anda berpikir sejenak, dari manakah daging yang dikonsumsi dari waktu ke waktu? Mungkin di desa-desa, kita masih melihat ada peternakan sehingga menganggap bahwa semuanya itu berasal dari sana. Tetapi, bagaimana dengan wilayah perkotaan dengan kepadatan penduduk tinggi? Darimana semua daging untuk memenuhi kebutuhan semua orang, padahal di perkotaan tidak ada peternakan super besar. Ada hasil panen daging super banyak tanpa peternakan besar-besaran yang mencolok. Ini seperti keajaiban yang tak pernah dipertanyakan oleh orang awam, sebab bagi masyarakat yang terpenting adalah “ada daging yang lezat dengan harga terjangkau di rumah.”

Lewat pertanyaan ini, pasti yang ada dalam benak beberapa orang sama seperti yang terbesit dalam benak kami dulu yang menganggap bahwa “ada gedung-gedung tertentu di dalam kota yang dimanfaatkan untuk memelihara hewan ternak.” Jika demikian timbul pertanyaan, “betapa banyaknya kotoran yang dihasilkan oleh ribuan hewan, tetapi tidak ada bau kotoran di berbagai sudut kota.” Juga tidak ada pabrik pakan besar-besaran yang dapat diamati secara langsung di sekitar daerah tersebut. Namun masyarakat bisa mengonsumsi daging kapanpun tanpa perlu khawatir soal lingkungan dan efek samping yang ditimbulkan oleh peternakan nyata (memelihara hewan yang hidup bebas secara langsung).

Kalau kita menghubungkan efek samping peternakan langsung terhadap lingkungan hidup, jelas semakin panjang ceritanya dan buruk kedengarannya. Akan tetapi, bagaimana jadinya jika daging itu sama dengan tumbuhan yang dapat berkembang tanpa menghasilkan kotoran dan lebih ramah lingkungan? Itulah gunanya teknologi yang menghasilkan daging bersih yang ramah lingkungan. Suatu kontribusi kelas industri yang menghadirkan penyemaian daging layaknya menumbuhkan tanaman dilaboratorium biosintetik modern. Orang tidak perlu lagi susah-susah mengurus hewan yang biasanya hidup bebas dengan sekelumit masalah baru yang dibawanya. Melainkan cukup menggunakan satu media tanam saja maka daging yang kita inginkan dapat tumbuh dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan saat memelihara ternak secara konvensional.

Kelebihan peternakan kloning (bioteknologi peternakan hewan)

Manusia suka daging karena rasanya yang lebih baik dari tumbuh-tumbuhan pada umumnya. Kamipun dulu demikian, hobi mengonsumsi panganan ini dan berbagai bentuk olahannya (misalnya bakso, sate, sang-sang, panggang dan lain-lain). Sayangnya, konsumsi terhadap makanan ini kurang baik jika dilakukan setiap hari. Nutrisi yang tinggi dan afinitas (penyatuan) dengan darah yang tinggi membuat tubuh selalu kelebihan gizi, akibatnya banyak yang dibuang melalui keringat dan urin. Keringat akan difermentasi oleh kuman permukaan sehingga menimbulkan bau badan. Artinya, kebanyakan gejala bau badan disebabkan oleh karena kita hobi makan daging. Oleh karena itu, batasilah konsumsi terhadapnya jika mau nyaman dengan tubuh sendiri: bebas aroma tidak sedap. Sekalipun demikian, kami akan tetap menjelaskan sedikit keunggulan dari bioteknologi peternakan kloning.

  1. Hemat tempat dan tenaga.

    Berhenti berpikir bahwa peternakan di laboratorium menggunakan hewan hidup yang aktif bergerak ke sana ke mari. Tetapi, teknik ini secara terstruktur membuat binatang yang aktif menjadi seperti tanaman yang diam namun tetap tumbuh. Keadaan inilah yang membuat tempat yang digunakan untuk ternak laboratorium lebih minimalis dibandingkan dengan memelihara ternak sungguhan. Demikian juga dalam hal tenaga manusia lebih kecil yang digunakan untuk merawat telur sintetik di laboratorium dibandingkan aktivitas menggembalakan ternak konvensional ke wilayah tertentu.

  2. Tidak ada kotoran.

    Embrio yang berkembang tidak menghasilkan kotoran sekalipun bagian-bagian tubuh hewan tersebut telah lengkap. Ini disebabkan karena organ pencernaannya masih belum dimanfaatkan untuk mengolah makanan tetapi hanya mengharapkan nutrisi dari kuning telur.

  3. Hemat pemakaian air.

    Bisa anda bayangkan berapa banyak air yang dibutuhkan saat memelihara ayam buras atau babi telinga lebar? Mulai dari kebutuhan mencuci kandang, mencuci tempat makanan dan mencuci hewan itu sendiri dari kotorannya. Semuanya ini bisa memboroskan berliter-liter air perhari (tergantung dari jumlah ternaknya). Lain halnya saat anda memelihara embrio hewan di dalam tabung, hanya perlu beberapa mililiter nutrisi per hari, sebanyak yang dibutuhkan untuk tiap hewan. Tentu saja jumlahnya lebih hemat ratusan kali ketimbang merawat hewan tersebut secara konvensional.

  4. Hemat pakan.

    Mungkin peternakan langsung wajib memberi makan hewan tiga kali sehari. Butuh waktu lebih banyak untuk mengumpulkan, mempersiapkan dan menyajikan makan-minum ternak di kandang. Namun dalam bioteknologi peternakan kloning hanya membutuhkan nutrisi esensial cair dengan kadar tertentu untuk mensuplai pertumbuhan secara berkesinambungan.

  5. Tidak menimbulkan keributan.

    Bagi yang pernah merawat ayam atau babi pasti sangat paham dengan suara-suara yang mereka timbulkan saat makanan terlambat disajikan dari waktu biasa. Tidak demikian dengan peternakan bioteknologi yang menyemai hewan dari embrio hingga berukuran besar (seperti dewasa) di dalam cangkang sintesis. Layaknya merawat ikan di dalam kolam, tidak ada tangisan dan teriakan karena embrio tersebut masih setengah hidup di dalam rahim buatan.

  6. Biaya yang dikeluarkan lebih murah dari peternakan nyata.

    Tentu saja peternakan berteknologi tinggi lebih mahal harganya dari peternakan konvensional. Namun biaya yang tinggi bisa ditutupi dengan produksi besar-besaran yang dilakukan. Lagipula biaya peralatan yang dikeluarkan hanya diawal pengadaan dan perawatannya saja. Jadi, melakukan produksi masal (mencakup satu provinsi/ satu negara) bisa menutupi biaya operasional teknologi tersebut.

  7. Kualitas daging yang dihasilkan seragam.

    Bila nutrisi yang dibutuhkan terus disuplai maka embrio dapat terus membesar sampai ukuran tertentu. Keseragaman ukuran ini disebabkan karena suplai nutrisi yang diinjeksi dalam setiap rahim/ tabung sintesis sama. Tentu saja ini juga disebabkan karena waktu semai dan waktu panen yang berbarengan.

  8. Waktu panen yang singkat.

    Beternak hewan yang dibiarkan bebas kemana-mana menghabiskan energi yang diperoleh dari makanan. Bisa jadi sepertiga dari total nutrisi yang dikonsumsi habis dalam aktivitas yang dilakukan (berjalan, berdiri, duduk, kawin dan makanpun menggunakan tenaga). Tetapi membesarkan embrio dalam rahim sintesis membuat ternak tidak aktif bergerak sehingga semua nutrisi yang diserap ditujukan untuk peningkatan ukuran/ bobot daging, tulang dan berbagai jaringan lainnya.

  9. Bebas dari penyakit menular.

    Ternak yang dibiarkan bebas di alam masih bisa tertular oleh penyakit yang dibawa oleh hewan lain bahkan sekalipun spesiesnya berbeda. Kuman juga dapat berpindah karena terbawa angin oleh udara luar. Pakan yang tidak memadai bisa membuat ternak sakit. Air yang digunakan dalam pembuatan pakan bisa tercemar oleh kuman penyakit yang dapat menjangkiti ternak. Namun ternak kloning sepenuhnya berada dalam tabung yang sangat rapi terlindungi dari lingkungan luar.

  10. Lebih ramah lingkungan.

    Industri peternakan kloning menjadi primadona yang diandalkan oleh negara-negara maju. Penduduk tidak perlu lagi susah-susah merawat hewan agar bisa menikmati daging. Mereka hanya perlu fokus mengembangkan potensi yang dimiliki untuk memajukan dirinya sendiri dan bila perlu memajukan masyarakat dimana dia berada. Ucapkan selamat tinggal dengan kotoran berbau tidak sedap. Sampaikan salam kepada wilayah peternakan luas yang mau tidak mau merusak hutan. Tidak ada lagi pencemaran lingkungan oleh limbah organik yang disebabkan oleh banjir kotoran hewan dan sisa pakan.

Kesimpulan

Tahukah anda apa yang lebih enak ketimbang daging? Itu adalah “cemilan.” Daripada mengonsumsi daging setiap hari dalam jumlah banyak hingga menyebabkan bau tidak sedap keluar dari badan. Lebih baik konsumsilah cemilan berbahan roti dan yang dibuat dari bahan tepung lainnya.

Daging adalah idola banyak kalangan dimana-mana. Selain karena rasanya yang gurih, membeli daging juga menunjukkan derajat kehidupan dan gengsi yang tinggi. Artinya, orang yang selalu memakannya dapat membanggakan diri karena lebih makmur dari orang lain. Sekalipun demikian, kami tidak menganjurkan anda untuk mengonsumsinya setiap hari karena memiliki efek samping di badan. Lebih baik olahannya disantap pada waktu-waktu tertentu saja sekedar menambah fluktuasi rasa agar hari-hari hidup tetap berasa nikmat jauh dari jenuh. Peternakan konvensional membuat hewan bisa bebas bergerak dalam lingkup tertentu. Sedangkan bioteknologi peternakan kloning seperti merawat telur-telur raksasa: tidak ada pergerakan, tidak ada keributan dan tidak ada kotoran; namun hasilnya di atas rata-rata dan lebih ramah lingkungan.

Salam, Telur yang kita konsumsi
adalah telur sintesis.
Telur semacam itulah
yang digunakan untuk
mengkloning ternak
namun cangkangnya
lebih besar
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.