Kesendirian Yang Mempertemukan Kita Dengan Tuhan

Kesendirian Yang Mempertemukan Kita Dengan Tuhan

Setelah sekian lama berada dalam kehidupan di antara sisi bumi yang padat dan sisi yang berongga, akhirnya kami mengerti sesuatu. Ada hal-hal yang dari awal tidak begitu kita senangi, ternyata memiliki fungsi yang intim. Dalam banyak pergolakan rasa yang terus bergulir dari waktu ke waktu, kita tidak menyukai semuanya. Ada yang sukanya pada rasa ini dan ada pula yang sukanya pada rasa seperti itu. Perbedaan tersebut mungkin disebabkan oleh pengalaman pribadi orang per orang. Bila secara pribadi keterpurukan hidup menyesakkan jiwanya, maka orang tersebut akan berusaha menghindarinya. Jika secara pribadi pengabaian kawan yang melukai hatinya, maka ia akan menjaga jarak dengan orang-orang yang selalu mengabaikannya.

Saat seseorang merasa bahwa ketiadaan uang adalah penyiksaan terhadap hidupnya, maka orang tersebut akan berupaya agar sedapat-dapatnya memiliki duit. Jika menurut pengalaman hidup, permusuhan adalah keadaan yang paling tidak mengenakkan, maka orang itu akan berusaha untuk tidak menyakiti siapapun. Bila seseorang memahami bahwa tindakan melawan peraturan adalah hal yang mendebarkan hati, maka ia akan bersungguh-sungguh untuk tidak melanggar aturan di waktu berikutnya. Ketika seseorang merasakan dampak iri hati menendang balik kehidupannya, besar kemungkinan ia akan mengelak dari perasaan itu dikemudian hari. Pengalaman hidup yang menyakitkan dapat mengubah sikap manusia tetapi tidak membuat prinsipnya berguguran.

Sadar atau tidak, pengalaman bisa mengubah sikap manusia dikemudian hari. Entah itu pengalaman baik, buruk dan pengalaman lainnya. Ini dihasilkan lewat keputusan yang diambil secara pribadi setelah menganalisis kejadian yang baru saja menimpa kita atau yang telah terjadi selama beberapa waktu.  Akan tetapi, jarang sekali ada pengalaman buruk yang bisa menggoyahkan prinsip hidup kita. Sebab suatu prinsip dipegang dengan suatu teori dasar yang kuat, tidak ada yang bisa menjatuhkan teori yang nilai-nilainya diperoleh dari kebenaran kasih sejati. Selama itu dipegang oleh seseorang maka sikap-sikapnya akan dipimpin dalam sesuatu yang tidak terbantahkan. Tidak ada yang berani mempersalahkan anda bila sikap anda benar adanya, kecuali ada yang sengaja memfitnah.

Lantas, bagaimana jadinya sikap kita jika kebenaran yang dilakukan dan perjuangkan malah ditantang oleh penderitaan? Rasa sakit yang anda alami telah ditinjau berulang-ulang untuk dibandingkan dengan sikap di masa lalu. Namun tidak ada satupun kelakuan sendiri yang dapat dipersalahkan dan dibalaskan dengan luka hati seperti yang sedang dialami. Artinya, derita yang terjadi bukan karena sikap buruk yang telah kita lakukan melainkan terjadi begitu saja karena alasan yang tidak jelas. Pada saat seperti inilah iman kepada Tuhan diuji, apakah kita tetap setia sekalipun keadaan terus memburuk. Atau jangan-jangan hati mulai gundah lalu sikap ikut-ikutan menjadi jahat.

Manusia cenderung ragu dan hampir kacau menghadapi persoalan yang tidak berdasar dan tidak beralasan: “mengapa hal itu terjadi, salah saya apa?” Hatinya tidak akan diam dengan tenang sebelum mengetahui alasan dibalik gejolak kehidupan yang menderanya.

Di saat orang-orang mulai meninggalkan kita, di situ kita tahu bahwa Tuhan tetap bersama kita. Asal saja tetap tenang menghadapi situasi dan tidak terlalu banyak bertanya, maka Tuhan akan mengirimkan inspirasi positif untuk menghadapi semuanya itu. Memang tidak ada yang jawaban yang datang secepat kilat, kita perlu sabar menunggu jawaban dari permohonan yang dihaturkan. Asal saja yang didoakan bukan tentang materi melainkan soal kekuatan hati, kebaikan, hikmat, ketulusan, kemampuan untuk bertahan, kerendahan hati, pengendalian diri dan berbagai kecerdasan emosional lainnya. Kepribadian yang baik adalah magnet yang dapat menarik materi. Bila anda hendak meminta materi, lebih baik memintanya dari pemerintah atau dari sistem/ organisasi atau dari orang tua. Anda bisa menuntut hak-hak anda dari negara di muka hukum.

Tidak ada yang menjual kepribadian yang baik, kuat, lemah lembut dan lain-lain (cerdas secara emosional). Inilah hal utama yang perlu anda mohonkan kepada Tuhan. Sebab kepribadian yang baik adalah magnet yang dapat menarik materi, cepat atau lambat.

Sadar atau tidak, perlu anda ketahui bahwa negara tidak benar-benar meninggalkan anda. Bisa jadi keberadaan pemerintah ada lewat orang tua sehingga mau tidak mau harus tetap bergantung kepada ortu. Saat sikap mereka kepada anda mulai membenci, tetaplah menjadi orang baik. Bertahanlah di tengah derita dengan mengedepankan kerendahan hati, keikhlasan dan kesabaran. Berupayalah untuk menjadi orang yang selalu baik dimulai dari sikap yang ramah. Pastikan bahwa anda tidak melakukan kesalahan yang fatal sehingga membuat kebenaran dan prinsip hidup diragukan oleh orang lain. Pada banyak perdebatan yang tidak ada ujungnya, sebaiknya tidak perlu terlibat dalam situasi semacam itu.

Hanya saja, di tengah kesendirian, jangan biarkan aktivitas berhenti total. Berupayalah untuk tetap aktif menurut kemampuan yang dimiliki. Tentu saja tidak lupa untuk mengingatkan tentang aktif multitasking fokus kepada Tuhan. Pada banyak keadaan, bantulah orang lain semampunya/ selagi bisa dengan mengerjakan apa yang sanggup diselesaikan. Jangan terlalu banyak bertanya kepada Tuhan tentang penderitaan yang anda alami. Percayalah bahwa Tuhan sedang dan akan terus berkarya atas kehidupan anda. Sebab sepahit-pahitnya derita, pastilah keadaan itu bisa anda tanggung. Bukankah kalau masalah yang mendera kita terlalu parah atau mulai berlebihan yang disertai dengan luka, memar atau kesakitan fisik lainnya bisa dibawa ke rumah sakit dan/ atau dilaporkan kepada pihak yang berwajib?

Berusahalah untuk membuat masalah pribadi tetap menjadi pribadi. Kita memang bisa curhat ke orang lain, petugas kesehatan dan petugas keamanan. Tetapi bagaimana kita bisa tahu seberapa tabah/ seberapa kuat/ seberapa damai/ seberapa tentram/ seberapa tenang diri ini menghadapi masalah? Bila sedikit-sedikit kita sudah mengadu sana-sini? Jika anda ingin menyaksikan penyertaan Tuhan dan memiliki pengalaman pribadi yang indah dengan-Nya: bertahanlah seorang diri di tengah situasi sulit sambil tetap menyibukkan diri dengan hal-hal positif. Tidak perlu mengadukan masalah pribadi kepada relasi/ koneksi kita yang kuat dan berhenti melarikan diri dengan menikmati hidup sebanyak-banyaknya. Melainkan muliakan Tuhan di dalam dirimu: bangkitkan bahagiamu, bangkitkan ketenanganmu, bangkitkan kedamaianmu dan temukan inspirasi kecil yang lambat-laun akan dibisikkan kepada anda!

Kesimpulan

Saudara, sahabat dan teman tidak bisa membuat pikiran anda selalu tenang. Mungkin ada yang bisa namun itu hanya sesaat saja hingga rasa tersebut menghilang. Tetapi Tuhan: dengan bernyanyi memuliakan Tuhan, kita akan dituntun-Nya untuk menciptakan ketenangan, kedamaian dan kebahagiaan pribadi yang tidak akan pernah hilang walau sesaat saja. Bertemu dengan Tuhan bukan berarti melihat wajah-Nya melainkan mengalami suasana hati yang indah selama menjalani aktivitas sehari-hari sekalipun apa yang dimiliki (materi) kecil-kecil sederhana.

Kesendirian mempertemukan kita dengan Tuhan, tidak dengan cara kita bertanya kepada-Nya lalu Dia menjawab-Nya. Bahkan beberapa doa kita mungkin masih belum dijawab oleh-Nya. Melainkan saat kita bisa tetap tenang menghadapi buruknya situasi dengan bersandar kepada-Nya lewat puji-pujian di dalam hati. Di saat itulah kita merasakan bahwa hadirat-Nya telah benar-benar melingkupi kita sehingga suasana hati tidak terpengaruh dengan gejolak yang sedang bergulir dari sekeliling kita. Bila kita lebih sabar lagi menunggu dan tahan terhadap rasa sakit, Ia akan mencerdaskan pikiran kita dengan meningkatkan kehati-hatian pada waktu & kondisi yang tepat. Hingga pada hari yang tidak ditentukan, ada-ada saja inspirasi benar yang merasuki otak sehingga dimampukan menanggung bahkan menyelesaikan masalah yang berkepanjangan atau yang telah berkali-kali meremukkan kehidupan kita.

Salam, Menderita sendiri
bukanlah akhir dunia.
Justru di sanalah kita menyadari
pekerjaan Tuhan nyata
menenangkan dan
menyejukkan hati
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.