10 Akibat Tidak Tahan Menderita (Resiko Penderitaan & Rasa Sakit)

Akibat Tidak Tahan Menderita (Resiko Penderitaan & Rasa Sakit)

Manusia memang dilahirkan berbeda-beda satu dengan yang lain. Ini bukan hanya perbedaan dalam segi fisik melainkan termasuk dalam hal kepribadian masing-masing. Memang jelas bahwa tidak ada pribadi yang sempurna tetapi setidak-tidaknya ada peristiwa penting yang dialami seseorang dan peristiwa tersebut juga dialami orang lain. Suatu kejadian yang bisa saja mengganggu fungsi tubuh secara fisik maupun mental. Namun sekaligus melatih manusia untuk menjadi tangguh (secara fisik & mental) sekalipun di tengah badai yang bergelora. Walau perlu disadari bahwa ekspresi masing-masing orang berbeda-beda di tengah beratnya tekanan namun pada dasarnya keterdesakan tersebut merangsang hal positif dan/ atau negatif dalam hidup manusia.

Rasa sakit itu ada dua, ada yang fisiknya benar-benar merasakan sakit tetapi ada juga orang yang merasakan hal tersebut lewat kekacauan berpikir. Fisik yang tersakiti bisa terjadi karena peristiwa terjatuh, tergelincir, terbentur, terhimpit, terluka dan lain sebagainya. Sedangkan mental yang terluka identik dengan sesuatu yang membuat seseorang tidak bisa fokus, cemas, khawatir, takut, hati tidak tenang, pikiran terus berlawanan dan mengalami kekacauan berpikir lainnya. Sedangkan dari peristiwa penjalarannya (alur penyebaran rasa sakit) bisa fisik dulu yang terluka baru hatinya; ada juga yang fisiknya saja yang cidera tetapi tidak dengan hatinya. Tetapi ada juga penderitaan yang sama sekali tidak menyebabkan cidera fisik tetapi sakit yang dirasakan sangat dalam menusuk jiwa. Jadi, jenis derita apa yang anda milki saat ini?

Defenisi – Penderitaan adalah cidera fisik dan/ atau mental yang dialami manusia yang terjadi dalam kurun waktu tertentu. Ada orang yang mengalaminya secara berbarengan tetapi ada juga orang yang hanya mengalami luka fisik saja atau hanya mengidap sakit hati (mental) belaka.

Dampak yang timbul ketika seseorang tidak tahan menderita

Terluka itu manusiawi, justru aneh rasanya jika ada orang yang tidak pernah tersakiti. Jadi, jangan minder dengan derita yang anda alami saat ini. Seberat apapun itu, ketahuilah bahwa hal tersebut tidak pernah melebihi batas kekuatan anda. Tiap-tiap orang pasti bisa menanggung deritanya sebab bila hal itu dibebankan kepada orang lain, mereka pun bisa menanggungnya. Suatu keterdesakan yang membantu manusia mengeluarkan potensi aslinya sehingga terbuktilah siapa sebenarnya dia. Orang-orang yang ada di sekitarnya bisa menyaksikan sikap yang dimilikinya, entah itu baik & benar atau bisa saja buruk & jahat. Berikut akan kami jelaskan sedikit tentang akibatnya ketika seseorang tidak tahan terhadap rasa sakit.

  1. Menangis tersedu-sedu atau menagis terdiam haru.

    Besar kemungkinan saat seorang bayi tersakiti, reaksinya adalah menangis hingga tersedu-sedu. Demikian juga dengan seorang anak yang terluka, mungkin baginya untuk menangis sambil mengeluarkan suara. Akan tetapi, bila orang muda atau orang dewasa atau orang tua yang menangis, besar kemungkinan suaranya tidak terdengar oleh siapa-siapa. Hanya air matanya saja yang menetes cantik membasahi mata yang cemerlang dan pipi yang manis.

    Bagi mereka yang pertama sekali mengalami suatu tekanan mental, tangisannya akan meluap dalam rasa haru yang membuat air mata jatuh tanpa henti. Itu terjadi pada pengalaman pertama saja, biasanya bila penderitaan yang sama terjadi, tidak ada lagi rasa haru sebab dia tahan menderita. Dia kuat bukan karena menang tetapi karena sandaran dan permohonannya hanya pada Tuhan saja.

  2. Menjadi malu.

    Saat suatu masalah menghempaskan kita secara pribadi, tidak ada orang lain yang menyaksikannya. Tetapi bagaimana jadinya saat suatu ketegangan sosial menerpa kita di antara saudara/ teman/ sahabat bahkan di depan umum (dalam pertemuan raya)? Beberapa orang akan menderita rasa malu yang menyakitkan hati sampai berminggu-minggu/ berbulan-bulan setelah kejadian tersebut berakhir. Mereka enggan bertemu dengan orang tertentu karena terpaku dengan kejadian tersebut. Hatinya tidak henti-hentinya menyesali perbuatan orang yang mempermalukannya. Namun mereka yang kepribadiannya sudah berkembang dapat melupakan masa lalunya yang menyakitkan sebab mereka tidak lagi fokus ke belakang dan menyibukkan diri dengan hal-hal baik.

  3. Marah (bersuara keras, berteriak).

    Kemarahan bisa menjadi wujud dari rasa muak terhadap sesuatu. Seseorang merasa sudah tidak tahan lagi dengan perlakuan orang lain yang kurang enak terhadap dirinya. Ini menjadi perwujudan dari kejengkelan hati yang telah ditahan-tahan selama ini. Seolah semua rasa kesal itu mendorong keluar unek-uneknya terhadap siapapun yang menyakitinya. Ia tidak akan berhenti sebelum dirinya mengeluarkan semua pemikiran yang semata-mata menghakimi oknum tertentu. Ini adalah curhatan paling kasar kepada semua orang.

    Di sisi lain, ada juga orang yang berteriak bukan karena kekesalan hatinya melainkan karena kekuatiran dan kecemasannya mencapai puncaknya. Mereka hendak mengadu tetapi tidak tahu hendak bersandar kemana sehingga teriakannya diperdengarkan dan berharap ada orang yang peduli. Mungkin ketakutan mereka diiringi dengan kemarahan terhadap diri sendiri atau kepada siapapun yang seakan tidak dapat di tanggungnya lagi.

    Curhatan yang penuh emosional cenderung dianggap kurang mengena oleh kebanyakan orang. Oleh sebab itu, ikhlaskan, bersabar dan rendah hatilah menghadapi kepahitan hidup. Curhatan emosional lebih banyak menimbulkan kata-kata kasar yang tidak terkontrol. Akibatnya, kita seperti mempermalukan diri sendiri lewat sikap kasar yang hampir berada di luar kendali.

  4. Mengejek, menghina orang lain.

    Ada orang yang dicobai oleh situasi tetapi responnya diam saja. Bahkan banyak orang yang disakiti oleh orang lain tetapi meresponnya dengan senyum serta anggukan yang ramah. Beberapa sisanya merespon sakit yang diderita dengan membalaskan dendam lewat derita yang sama. Mereka suka membeo dan suka juga menirukan kejahatan orang lain.

    Ada orang yang mendapat masalah dan enggan menerimanya dengan ikhlas. Dia ingin agar orang yang menyakitinya tersakiti juga. Mereka akan mengusahakan berbagai cara untuk mengalahkan musuh bebuyutannya. Semata-mata agar dirinya dapat bersenang-senang lewat kemenangan tersebut. Sampai-sampai ejekan dan hinaan pun terucap hanya demi menjatuhkan lawan dan merasa menang.

  5. Menuduh orang ini-itu.

    Beberapa orang yang tersudut oleh sesaknya penderitaan, sudah tidak tahan lagi dengan apa yang mereka alami. Mereka muak dengan masalah yang bertubi-tubi namun tidak ingin disalahkan karena sikapnya yang buruk. Ia berupaya mencari alibi dengan menuduh orang ini-itu sebagai dalang sehingga orang banyak tidak mempersalahkannya atas suatu peristiwa yang kurang mengena di hati masyarakat. Mereka hendak membenarkan diri sendiri dan melempar semua kesalahan kepada oknum tertentu.

    Orang yang angkuh lebih banyak menuduh orang lain untuk menjaga citra kebanggaan di dalam dirinya. Mereka bersenang-senang saat melemparkan tuduhan, sekaligus menunjukkan bahwa dirinya sudah tidak tahan lagi terhadap orang tersebut. Semata-mata agar mereka dapat merendahkan pihak tertentu dan sebaliknya meninggikan dirinya sendiri demi mewujudkan tujuan sempitnya di dalam komunitas.

  6. Pelarian menikmati dunia.

    Saat pergumulan hidup memicu sakit hati yang sangat sekaligus membuat kepala pusing sampai-sampai tidak bisa fokus untuk melakukan sesuatu. Beberapa orang lebih suka melakukan pelarian dengan menikmati indahnya dunia. Orang tersebut mengira keindahan dunia dapat terus-menerus membalut luka hati yang sedang dialaminya. Padahal penghiburan yang dinikmatinya hanyalah balutan sesaat saja. Begitu aktivitas menikmati materi berakhir maka kembali jugalah kepahitan hati yang sebelumnya terlupakan. Hidupnya kembali terpuruk dalam penyesalan dan rasa bersalah tanpa batas. Mereka lupa bahwa satu-satunya pelipur lara yang indah adalah dengan fokus kepada Sang Pencipta. Daripada pusing memikirkan masa silam, lebih baik melakukan hal-hal yang berarti bagi diri sendiri dan orang-orang di sekitar.

  7. curhat positif atau negatif?

    Apakah menurut anda bercerita kepada orang lain tentang masalah yang kita alami adalah baik atau buruk adanya? Menurut pengalaman sendiri: sebaiknya dalam menghadapi persoalan yang menimbulkan derita hati, cobalah pertama-tama untuk bertahan sendiri. Yakinkan diri anda bahwa ada Tuhan yang berserta, membuat hati kuat dan memberi inspirasi positif. Namun orang yang kurang bijak akan curhat dalam momen yang kurang tepat kepada orang yang salah. Pertimbangkan baik-baik sebelum bercerita tentang masalah pribadi di media sosial: yang seperti ini sebaiknya dihindari. Tidak ada orang yang sangat mengerti dengan keadaan anda selain orang-orang yang ada di dekat anda: kepada merekalah sebaiknya cerita haru tersebut dituturkan.

  8. Stres lalu menggila (menjadi jahat).

    Keadaan ini diawali oleh penderitaan berkepanjangan atau masalah yang datang bertubi-tubi namun tak tertahankan. Sampai membuat pikiran kacau balau, penuh ketidaktenangan, kebimbangan dan kemampuan fokus yang kurang. Pada masa inilah kedagingan manusia bangkit merebak memenuhi hatinya. Segala usul-usul yang jahat dan keji terngiang di dalam hati dan terus bersua tanpa henti. Bila orang tersebut kehilangan pegangan atau lupa dengan standar kehidupnya maka kandaslah arah sikapnya pada perbuatan yang tidak benar. Misalnya saja keinginan untuk memukul, membunuh, berlaku tidak senonoh dan berbagai perbuatan kejam lainnya terhadap diri sendiri maupun orang lain. Mereka melampiaskan ledakan kemarahan terhadap benda-benda di sekitarnya, kepada makhluk hidup lainnya, kepada sesama manusia dan terhadap sistem yang ada. Simak juga kawan, Berbagai kegilaan yang pernah terbesit dalam hati manusia.

  9. Berkunjung atau masuk rumah sakit.

    Tentu sebelum anda curhat ke dokter atas rasa sakit yang diderita, terlebih dahulu curhat kepada keluarga yang ada di sekitar (dilingkungan rumah anda). Barulah ada dukungan diperoleh, apakah kunjungan ke rumah sakit jadi atau ditangani secara awam saja. Semuanya ini bergantung dari penilaian mereka terhadap derajat keparahan dan kerumitan penyakit yang anda alami.

    Bila anda terluka dan sudah tidak tahan lagi dengan rasa yang ditimbulkannya: jangan sungkan untuk datang ke rumah sakit. Atau bisa dengan mengunjungi berbagai tempat praktek dokter yang terdapat di sekitar tempat tinggal anda. Setibanya di rumah sakit, anda akan diarahkan ke bagian-bagian khusus menurut gejala penyakit yang timbul. Anda bisa curhat kepada mereka tentang banyak hal yang menjengkelkan.

    Akan tetapi, untuk situasi gawat darurat, anda atau keluarga yang membawa anda bisa langsung datang dan langsung ditangani oleh dokter yang sedang berjaga saat itu. Masuk rumah sakit bukanlah sesuatu yang buruk, kami juga akan melakukannya jika sudah tidak tahan lagi dengan derita yang dimiliki. Bahkan di zaman sekarang dokter tertentu bisa ditemui secara online (konsultasi kesehatan online melalui aplikasi smart).

    Lantas setelah selesai urusan di rumah sakit, anda bisa pulang dan mengonsumsi obat-obatan yang disarankan dokter. Atau andapun bisa kembali curhat kepada aparat penegak hukum apabila derita tersebut berhubungan erat dengan tindakan kriminal orang lain. Anda perlu segera menemukan tempat perlindungan sebagai korban atau saksi agar terhindar dari diskriminasi dan intimidasi dari pelaku kriminal yang bersangkutan.

  10. Dikuburkan di jurang terakhir.

    Ada yang mengatakan bahwa kematian adalah awal kebahagiaan bagi seorang pasien. Akan tetapi, kami mengatakan bahwa kematian adalah penderitaan yang takkan berakhir hingga pada hari kebangkitan. Mungkin saja jiwanya tenang menurut beberapa orang namun secara fisik tubuhnya telah rusak dan tak tergantikan sampai kepada hari dimana Tuhan Yesus Kristus datang ke dunia untuk ke dua kalinya.

    Apapun penderitaan anda, berusahalah untuk tetap hidup. Minumlah air lebih sering, konsumsi air garam manis, berupaya untuk selalu beraktivitas. Gunakanlah obat-obat herbal yang direkomendasikan ahlinya atau obat-obat farmasi yang disarankan dokter. Lakukanlah apa saja, agar anda tetap bisa bertahan hidup. Sebab tidak ada lagi kebaikan yang dapat anda lakukan di dunia orang mati. Jadi, manfaatkanlah waktu yang anda miliki untuk melakukan kebaikan dan kebenaran kepada sebanyak-banyaknya orang.

Kesimpulan

Dalam segala tekanan yang kita alami, cobalah untuk bertahan sendiri: capailah batas anda! Jika memang sudah tidak mampu lagi, anda bisa curhat kepada orang terdekat.

Rasa sakit adalah bagian yang rapuh dalam pikiran manusia sehingga mudah sekali memicu hentakan (kejutan) pendek maupun panjang dalam kehidupan masing-masing orang. Hentakan inilah yang beresiko mengarah kepada hal-hal yang negatif. Mereka yang mampu menanggungnya: bertahan sendiri dan mendiamkan penderitaannya sambil sibuk memuliakan Tuhan serta melakukan aktivitas positif lainnya. Biasanya, orang yang sudah tidak tahan lagi dengan penderitaan yang dialaminya akan marah terhadap diri sendiri maupun terhadap orang di sekitarnya. Mulai dari sinilah hal-hal buruk akan menimpanya dari berbagai arah. Sekiranya anda sudah mencoba bertahan sendiri namun tidak mampu, anda bisa curhat tentang penderitaan yang menyiksa itu tetapi hindari menyampaikannya secara emosional. Sisi emosional yang berlebihan menunjukkan bahwa kita masih belum mengikhlaskan yang terjadi dan kurang beradaptasi. Kita baru dua-tiga kali mengalaminya sehingga belum terbiasa dengan hentakan tersebut. Teruslah belajar sampai anda mampu bertahan di tengah kuatnya topan yang kadang tak ada habisnya.

Salam, Saat manusia tidak tahan lagi
terhadap sesuatu.
Mulailah unek-uneknya
dikeluarkan:
entah itu baik atau buruk
.
Itulah dirinya/ kepribadiannya
yang sesungguhnya
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.