Pancasila Puncak Hukum-Hukum (The Top Of The Laws)

Pancasila The Top Of The Laws (Pancasila Puncak Hukum-Hukum)

Puisi – Pancasila The Top Of The Laws

Saya tahu di negeri ini
banyak orang-orang kuat.
Saya tahu di negeri ini
banyak orang-orang hebat.
Dan saya juga tahu
bahwa di negeri ini
orang-orang pintar banyak.

Ku tahu kau siang-malam
bekerja keras di pondok
petak-petak tua yang besar.
Ku tahu kau kerja lembur
tiga hari tiga malam
melakukan tugas esensial.
Dan ku tahu kau
habiskan waktu berharga
demi pekerjaan.

Otot-ototmu besar.
Senjatamu kuat.
Kendaraanmu dari baja.
Orang-orangmu banyak.
Koneksi dimana-mana.
Semua dapat kau atur.
Musuh pasti mundur.

Sayang-sayang semua itu
tidak ada artinya.
Jika tindakanmu menentang
Hukum Puncak
yang ada di negeri!

Siapa sih kamu!
Berani-beraninya membuat
semua orang lupa
tentang Pancasila.
Apa kamu sudah dilahirkan
sebelum Pancasila ada?
Apa kamu sudah berkuasa
sebelum Pancasila disusun?
Apa kamu sudah kaya raya
sebelum Pancasila ditetapkan?

Pancasila bukan alas lantai
untuk dipijak-pijak.
Pancasila bukan ayat suci
yang hanya untuk dihafalkan.
Pancasila bukan barang antik
hanya disimpan di museum!
Tetapi Pancasila adalah
predator puncak.
Pohon hukum terbesar
di antara semua hukum.
Dialah hukum puncak
yang lebih tinggi
dari aturan lainnya.
Standar yang dipakai
mengukur ketepatan hukum.
Itulah kunci  membuka
semua masalah hukum.
Falsafah hidup
yang menjadi
inspirasi awal
ketika negeri ini didirikan
dengan perjuangan besar!
Semua aturan yang ada
harusnya menganut
nilai-nilai Pancasila.
Karena Pancasila adalah
hukum puncak
di atas semua
aturan yang berlaku!

Besar salahmu
mewujudkan Pancasila
setengah hati.
Banyak “kelainanmu”
membiarkan orang-orang
lemah, miskin dan terlantar.
Redup keberanianmu
karena hanya
mencari untung besar
demi diri sendiri
lewat jasa-jasamu!
Bukan demi
kemakmuran yang adil
untuk semua umat…

Sejejak makna

Puisi ini kami tujukan buat semua orang yang merasa lebih hebat, lebih pintar dan lebih berpengaruh dalam banyak hal dibandingkan orang lain. Merasa diri lebih layak dibayar mahal setinggi-tingginya karena banyak perannya dalam kehidupan umat manusia. Sadarilah bahwa sebesar apapun kelebihan kekuatan (super power) anda dibandingkan masyarakat awam, itu tidak bisa menghilangkan nilai keadilan dalam bernegara. Sebab Pancasila sudah diteguhkan dari awal sebelum hukum-hukum lainnya ada, bahkan sebelum generasi kita ada. Itulah tugas pemerintah, mencari cara bagaimana agar power (kekuasaan, pengetahuan, pendapatan) di antara manusia setara. Sekalipun anda memiliki sesuatu yang lebih dan melakukan sesuatu yang lebih dari orang lain, negara tetap menghargai anda sama (setara) dengan warga pada umumnya.

Salam, Hukum dasar
bukan berarti
lebih rendah dari aturan lainnya.
Justru Pancasila adalah
hukum tertinggi
yang menjadi
inspirasi awal
untuk menyusun
hukum lainnya
dalam bernegara!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.