Pengertian Dosa Dan Cakupannya

Pengertian Dosa Dan Cakupannya

Tidak ada seorangpun yang bisa bebas dari empat kata yang tidak disukai tersebut. Kehidupan yang panjang di bumi membuat manusia semakin banyak mencetaknya. Bila kita tidak mampu membebaskan diri dengan hal-hal tersebut maka sebaiknya kitapun tidak putus-putusnya melakukan hal yang baik. Agar hidup tidak cenderung kepada yang salah melainkan akan menemukan diri berjalan di jalur yang benar. Bagaimana mungkin kita berada di jalur yang benar tetapi terus melakukan dosa? Disinilah peran peraturan mengendalikan hal-hal yang berskala besar. Semoga dosa sebatas di dalam pikiran saja sedangkan perkataan dan perbuatan kita terpimpin dalam hal-hal yang benar.

Kami memang berulang-ulang kali mengatakan bahwa “manusia adalah makhluk yang berlumuran dosa.” Sekalipun demikian bukan maksud kami untuk mengajak semua orang agar mewujudnyatakan keburukan tersebut dalam perkataan dan perbuatan sehari-hari. Tetapi yang kami maksudkan di sini adalah “kotornya kita lebih banyak di dalam hati.” Mampukah kita mengendalikan pikiran liar yang cenderung lebih banyak berdosa dibandingkan dengan bibir dan perbuatan nyata lainnya. Sebab pikiran terus merancangkan banyak hal dan menghasilkan banyak ide yang hasus sampaikasar. Satu-satunya yang membuat kita tidak sampai meluapkan kejahatan tersebut adalah berkat kesadaran dan pertimbangan yang benar. Sesuatu yang membuat kita berpikir matang-matang sambil dibandingkan dengan standar tertentu.

Pikiran yang kotor memang sangat memprihatinkan tetapi pribadi yang selektif & kritis dapat memilah-milah kebaikan di antara kekotoran yang memenuhi alam bawah sadarnya. Sebab di sanalah letaknya dosa bersarang yang lebih dikenal dengan perbuatan daging. Tiap-tiap orang memilikinya tanpa terkecuali. Saat seorang manusia kehilangan rasa sadar diri atau “tau dirinya hilang,” bisa jadi ini adalah kesempatan emas bagi bangkitnya perbuatan daging (kedagingan). Bila pikiran kita kehilangan fokus pada hal-hal yang benar maka ide-ide untuk melakukan dosa bisa bangkit sehingga dinyatakan dalam bentuk kata-kata maupun perbuatan. Oleh karena itu, kesadaran kita untuk selalu berada di sisi jalur yang benar merupakan upaya terbaik untuk menghindari ekspresi sikap jahat. Siapapun bisa melatih dirinya agar tetap sadar dengan cara selalu fokus kepada Tuhan (dalam doa, firman dan puji-pujian).

Cakupan (ruang lingkup) kesalahan seorang manusia

Manusia secara individu  tidak sesederhana yang kita amati hari demi hari. Ada begitu banyak kerumitan yang kita temukan selama menjalani hidup. Akan tetapi, semuanya itu kadang-kadang tidak sesederhana mengucapkannya. Sebab manusia memiliki beberapa output kehidupan yang dapat diekspresikan secara berbeda-beda. Hal-hal tersebut disebut juga sebagai dimensi kehidupan. Ada “dimensi hati” yang ekspresinya hanya diketaui oleh orang itu saja, ada “dimensi  perkataan” yang bisa diwartakan kepada sesama, serta ada pula “dimensi perbuatan” yang bisa diekspresikan lewat tindakan nyata kepada orang lain. Lantas, pertanyaan selanjutnya adalah sejauh mana dosa bisa mengotori manusia?

Berdasarkan salah satu teori yang diungkapkan Tuhan Yesus Kristus tentang perzinahan yang termuat dalam kitab Matius. Dapat kita katakan bahwa keinginan kita yang kuat untuk melakukan itu dengan lawan jenis merupakan dasar permasalahannya. Sebab tepat saat hasrat membludak di dalam dada, hati menginginkan sesuatu yang sebenarnya bukan milik kita. Sesuatu yang sebenarnya hanya bisa dilakukan oleh suami-istri dalam pernikahan yang sah tetapi kita mau melakukan itu kepada si anu, itu sudah berdosa namanya! Jadi, sekalipun rancangan hati kita yang jahat tidak diketahui oleh sesama manusia tetapi Tuhan tahu persis apa yang sedang kita bahas-bahas di dalam sana.

(Matius 5:27-28)  Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.

Bila pikiran kita yang penuh kedagingan saja sudah terhitung sebagai dosa, terlebih-lebih bila hal tersebut diperkatakan dan dilakukan dalam kehidupan nyata. Bukankah dengan demikian kesalahan yang kita lakukan dihadapan Tuhan sifatnya bertumpuk-tumpuk? Sebab pikiran kita lebih liar dari perkataan dan perbuatan sehari-hari. Aktivitas kita sehari-hari bisa berhenti untuk istirahat atau sekedar membuat diri santai tidak berbuat apa-apa. Akan tetapi, pikiran terus-menerus berputar tanpa henti. Bisa saja dalam sekejab berbagai hal-hal buruk mulai bermunculan di dalam sana. Kemunculan pikiran kotor biasanya terjadi tanpa kita sadari. Akan tetapi, tidak lama kemudian pastilah Roh akan mengingatkan kita untuk berhenti membahas-bahas hal tersebut.

Itulah manusia berdosa dimana-mana dan kapan saja karena pikirannya sangat aktif. Akan tetapi, jangan khawatir soal dosa tersebut, sebab Tuhan Yesus telah menyelamatkan kita dari kedagingan duniawi yang kotor. Segala hal busuk yang muncul otomatis dalam pikiran sudah ditebus Tuhan oleh kematian-Nya. Sebab hal-hal semacam itu terjadi tanpa kita sadari. Sesuatu yang tidak disadari, sudah pasti dilakukan tanpa sengaja. Akan tetapi, kesalahan kita akan meluap ke permukaan ketika Roh Kudus telah mengingatkan untuk berhenti namun masih saja dibahas-bahas. Enggan mendengar teguran Roh Kudus bahkan sampai menentangnya, merupakan bagian dari dosa yang disengaja dan sudah pasti dituntut pertanggungjawabannya kelak di akhir zaman.

(Ibrani 10:26-27) Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.

Sekalipun demikian, bagi setiap kita yang telah berdosa: janganlah berputus asa! Hindari mengatakan bahwa “dosa saya tidak akan lagi diampuni, saya akan meneruskannya lagi!” Sebab biar bagaimanapun, masih ada harapan. Masih ada kasih karunia Allah yang dapat kita nantikan untuk mengampuni kita. Oleh karena itu, jangan berhenti memperbaiki diri, jangan berhenti memuliakan Allah dan jangan berhenti berbuat baik. Hanya saja, kiranya kita tidak sampai mendukakan Roh Kudus karena sikap yang selalu saja kembali melakukan dosa yang sama: layaknya binatang yang selalu kembali ke kubangannya. Dan tidak lupa juga untuk meminta maaf kepada sesama mana kala ada sikap kita yang secara nyata melukainya (hati maupun fisik). Manfaatkan waktu yang ada untuk mengatakan maaf sebab hanya orang-orang yang masih hidup-bernapaslah yang bisa saling mengampuni. Orang yang sudah mati tidak bisa lagi mengampuni kesalahan orang lain!

(Matius 7:7)  “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

Pengertian dosa

Ada banyak pemahaman yang berkembang tentang “apa yang dimaksud dengan dosa?” Mungkin ada yang merasa bahwa hal tersebut merupakan bentuk ketidaktaatan terhadap sesuatu. Bisa diartikan sebagai kelakuan yang menyimpang dari kebenaran. Ada yang mengatakan bahwa itu adalah pelanggaran terhadap perintah tertentu. Bisa juga diartikan sebagai salah satu bentuk kejahatan. Atau tergolong dalam keadaan yang tidak didukung oleh kebanyakan orang. Apapun itu, selalu berarti bahwa hal-hal tersebut tidak baik untuk dilakukan. Sesuatu yang jika diperbuat pasti akan menimbulkan dampak buruk, baik terhadap orang lain, diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Setelah cukup jauh membahas tentang cakupannya, pada akhirnya kita dapat membuat pengertian di balik empat huruf yang tidak pernah diinginkan siapa-pun namun selalu saja terjadi. Jadi, “dosa adalah pelanggaran terhadap perintah Allah yang dilakukan manusia di dalam pikirannya, di dalam perkataannya dan di dalam perilakunya dari waktu ke waktu.” Untuk lebih spesifik, bisa juga dikatakan bahwa itu adalah aktivitas manusia yang membuat manusia tidak mengasihi Allah sepenuhnya dan tidak mengasihi sesama dengan adil (seperti diri sendiri), baik yang dilakukan lewat pikiran, perkataan dan perilaku sehari-hari. Atau bisa juga didefenisikan sebagai suatu bentuk pertentangan terhadap kasih sejati yang berlangsung dalam pikiran, perkataan dan perbuatan seorang manusia.

Kesimpulan

Sekalipun kami membahas tentang dosa, bukan dalam arti kita bisa terus menerus melakukannya di dalam hati. Sebab terlalu membahas-bahas tentang kesalahan sendiri terlebih lagi kesalahan orang lain, malah menggiring kita untuk menghakimi diri sendiri/ orang lain. Oleh karena itu, jangan menghakimi dan jangan juga menentang suara Roh Kudus yang mempersalahkan kita tentang sesuatu. Atau kadang juga kita hampir tidak bisa membedakan apakah dosa ini disengaja atau tidak disengaja. Untuk menenangkan pikiran yang membingungkan dan penuh tuduhan terhadap diri sendiri, katakan saja: “ya Tuhan, saya hanya manusia yang lemah namun saya siap menanggung akibat dari keberdosaan saya. Mohon kuatkan saya Tuhan.” Kemudian lanjutkanlah aktivitas positif anda seperti biasa.

Semua orang memang berdosa tetapi bukan dalam arti kita bisa membiarkan diri terus-menerus melakukan apa yang salah di mata Tuhan. Mungkin dalam beberapa sikon, kita teledor/ khilaf sehingga melakukan sesuatu yang salah. Pikiran kita adalah sarang kejahatan karena tanpa kita sadari berbagai kekotoran tiba-tiba muncul begitu saja. Pengalaman dan pengetahuanlah yang membuat seseorang mampu membedakan, mana suara hati yang jahat dan mana pula suara hati yang baik: bukankah semuanya itu butuh dibandingkan dengan standar kehidupan yang kita yakini? Kesalahan tidak disengaja yang dilakukan tanpa sadar telah diampuni semenjak kita percaya kepada karya kesalamatan agung yang dibawa oleh Tuhan Yesus Kristus. Akan tetapi, bila kita masih melakukan dosa sekalipun sudah ditegur oleh Roh Kudus: itulah dosa yang kelak akan kita pertanggung jawabkan di akhir zaman.

Salam, Sumber kesalahan
berasal dari dalam hati
lalu meluap dalam bentuk
perkataan dan perbuatan
!
Bersihkan hati dengan
fokus kepada Tuhan
niscaya keinginan
untuk berbuat dosa
semakin menjauh
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.