Superman & Supergirl, Alfa, Yang Tak Terlampaui Di Sekitar Kita

Superman & Supergirl, Alfa, Yang Tak Terlampaui Di Sekitar Kita

Keadilan sosial adalah saat apa yang kita capai mampu dicapai oleh seluruh masyarakat, cepat atau lambat. Seseorang mungkin tidak dapat mencapai jabatan tertentu dalam dunia kerja tetapi orang tersebut dapat mencapai besaran gaji yang berlaku di segala jabatan dan profesi, cepat atau lambat. Tidak ada manusia yang kebal peluru atau tahan tebasan atau tahan dari racun: tidak ada manusia yang istimewa, jadi semua profesi setara/ sama adanya.

Kisah-kisah superhero sungguh menarik untuk disaksikan di layar kaca. Mereka adalah orang-orang yang sejak lahirnya istimewa. Namun sekalipun mereka spesial, mereka mampu hidup membaur dengan kebanyakan orang di sekelilingnya. Jadi, keistimewaannya tidak terbawa-bawa dalam seluruh bidang kehidupannya. Melainkan hanya di saat-saat ada masalah besar sajalah kehebatannya terlihat. Saat semuanya sudah selesai maka semua kembali seperti semula dimana dia/ mereka hidup seperti orang normal. Mereka bisa berubah seratus persen dalam bidang keahliannya dan akan kembali ke titik awal apabila potensinya tidak dibutuhkan lagi.

Rasa-rasanya mata lebih nyaman menyaksikan kisah kepahlawanan imajinasi yang digambarkan oleh film-film luar negeri daripada menyaksikan kehidupan manusia-manusia yang secara sengaja membuat dirinya istimewa di sekitar kita. Sebab istimewanya aktor/ aktris tidak dibawa kemana-mana melainkan hanya dipertontonkan pada saat genting dimana hal tersebut dibutuhkan. Atau mereka hanya menunjukkan keistimewaannya di antara orang-orang yang sama kuatnya seperti dirinya yang juga memiliki keistimewaan khusus. Tetapi coba lihat sekeliling, bukankah sangat jelas orang-orang istimewa tersebut? Sebab mereka membawa-bawa keunggulannya sekalipun dalam masa-masa istirahat atau hari-hari normal. Mereka suka melakukan ini sebab dengan demikian ada kebanggaan, karena hidupnya jauh melebihi kebanyakan orang.

Mereka sesungguhnya sama saja dengan manusia lainnya tetapi sistem bermasyarakatlah yang menjadikannya spesial. Mereka tidak meraih kedudukannya dengan pedang, tembak dan senjata lainnya. Tetapi, semua itu diperolehnya lewat kepintaran tipu muslihat dan kekuatan materil yang dimiliki secara pribadi. Hidupnya melebihi cara-cara hidup kebanyakan penduduk. Hari-harinya dilalui secara berkelas yang berada jauh di atas orang lain. Seolah-olah dirinya adalah “best of the best” kelas manusia bergaji super yang tak terlampaui. Bila anda tidak percaya, lihatlah lebih dekat, amati aktivitasnya dan segala kebesaran yang menyertainya. Ada begitu banyak aspek kemegahan itu, mulai dari apa yang dikenakannya, dikendarainya dan ditempatinya serta segala kepunyaannya: semuanya itu tak terlampauil.

Bagi yang mau iri hati: mendengkilah! Tetapi tetap saja anda tidak akan mampu melampaui para superman dan supergirls tersebut. Bertahun-tahun banting tulang bahkan sekalipun menipu juga tetap saja takkan bisa sama seperti mereka apalagi kalau sampai melampaui mereka. Sebab mereka merasa sebagai wakil Tuhan di bumi ini. Suatu ketentuan yang ditambalkan lewat aturan-aturan yang ditetapkan oleh para leluhur yang sebelumnya. Mereka berlaku seolah-olah lebih menghormati aturan perundang-undangan yang dibuat oleh leluhurnya yang telah mati daripada mengikuti firman Allah yang hidup. Semuanya ini ditempuh semata-mata agar dirinya dan keluarganya tetap menjadi manusia berpendapatan superhero.Tidak ada yang bisa menentang mereka sebab banyaknya uang yang dimiliki, membuat mereka bebas memberi perintah untuk melaksanakan maksud-maksud kotornya.

Bahkan di antara elit berpenghasilan super, ada yang gajinya tak tersentuh tiap-tiap bulannya, mereka adalah pengusaha-pengusaha lokal yang mendapatkan semua yang diinginkannya. Sebab dimana ada uang, disitu ada kekuasaan. Banyak orang akan beramai-ramai menjadi pelayan nafsunya. Seorang pelayan yang ditetapkan berdasarkan kehendak pribadi. Orang-orang lebih cenderung rela melakukan apa saja asalkan jatah kemakmuran supernya dibagikan. Mereka mampu mempengaruhi orang lain hanya dengan menggoyang-goyangkan beberapa lembar kertas bernilai tinggi. Tidak ada orang lain yang bisa melakukan ini selain mereka. Sebab masyarakat memang punya uang tetapi hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup tiap-tiap bulannya. Sedangkan superman dan supergirls memiliki pendapatan yang berkali-kali lipat di atas kebutuhannya dan kebutuhan keluarganya.

Sistemlah yang menciptakan mereka. Mungkin saja mereka bisa merasa tak bersalah dengan kenyataan yang terjadi. Namun sesungguhnya mereka tetap salah karena membiarkan apa yang tidak adil terus-menerus terjadi dari tahun ke tahun. Kekuatan mereka adalah undang-undang lama yang dibuat oleh leluhur sebelumnya. Mereka merasa sangat beruntung hanya dengan memelihara hal-hal yang telah usang. Tetapi sesungguhnya ketakutan mulai tercipta dari dalam hatinya. Sudah enggan dirinya menemui masyarakat karena hati kecilnya dapat membaca ketidakadilan pendapatan yang dialami rakyat. Sebab sesungguhnya jika ditinjau dari dasar segala aturan (dasar negara) maka keadilan adalah hak seluruh rakyat tanpa terkecuali. Namun yang cenderung mereka lakukan hanyalah memelihara dosa warisan dari leluhur sebelumnya.

Tidak cukup sampai di situ saja. Dengan semua kegemilangan yang dimiliki, mereka berkata “ini kami, lihatlah kami, iri hatilah dan tirulah kami.” Sehingga mau tidak mau, hampir seluruh masyarakat ingin jadi seperti mereka. Ingin berada di atas sebagai penguasa tetapi bukan untuk memimpin melainkan demi menikmati gelontoran uang yang tiap-tiap bulan diberikan kepada para superman dan supergirls bergaji tinggi. Kekuatan pendorong ini membuat banyak masyarakat berbondong-bondong untuk mendaftar. Dari ratusan ribu bahkan dari jutaan orang yang mendaftar dari tahun ke tahun yang diterima hanyalah segelintir orang saja. Mungkin jumlahnya sekitar 1% atau kurang yang diterima sedangkan kebanyakan yang lainnya gagal atau ditolak dengan berbagai alasan.

Coba bayangkan kalau orang-orang yang gagal ini menuntut keadilan untuk diri mereka sendiri. Mungkin di sinilah para superman dan supergirl jago menunjukkan keahliaannya dengan mempertontonkan betapa luar biasanya kekuatan dan kedahsyatan yang bisa ditimbulkannya. Memperlihatkan betapa pentingnya pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya kepada semua penonton. Padahal sebenarnya semua itu omong kosong bualan tak berarti di depan kamera. Sebab pekerjaan yang sesungguhnya sama saja dengan tanggungjawab biasa yang melakukan hal-hal rutin yang diulang-ulang dari hari ke hari. Televisi hanyalah propaganda imajinatif yang membesar-besarkan profesi orang-orang populer. Seolah-olah mereka pantas dibayar lebih baik dan lebih tinggi tak terlampaui dari siapa saja.

Kesimpulan – Superman dan Supergirl, Alfa Istimewa yang tak terlampaui

Superhero di televisi lebih bermartabat dari orang bergaji super di dunia nyata. Sebab superhero selalu punya tantangan musuh yang hebat besar untuk mengimbanginya namun memberi pertolongan gratis. Sedangkan orang bergaji super, hanya pendapatannya saja yang besar namun tantangan yang mereka hadapi hanyalah masalah lumrah, yang diulang-ulang dan dialami kebanyakan pekerja lalu mereka menuntut bayaran tinggi atas semuanya itu. Sekalipun ada sesuatu yang wow, itu hanya dibesar-besarkan oleh media masa. Beri mereka pujian dan penghormatan maka mungkin saja mereka akan mencubit sedikit hartanya untuk dipinjamkan. Agungkan dan besarkan pekerjaan-pekerjaan rutinnya maka mungkin saja mereka akan menyampahimu dengan kertas ajaibnya yang ekstra besar. Kan lumayan buat dikasih jajan di warung sebelah… Atau kalau mau sabar: berpuasa dan kumpulkanlah itu agar dapat membeli barang-barang lain yang lebih berharga dari sekedar makanan dan minuman.

Salam, Ada superman
di sekitar anda.
Ada supergirls
di sekitar kita.
Orang yang
penghasilannya tak terlampaui.
Bergaji layaknya dewa-dewi
untuk dipuja semua orang!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.