7 Alasan Sinar Matahari Tidak Membakar Bumi – Mengapa Bumi Tidak Terbakar Saat Terpapar Mentari?

Alasan Sinar Matahari Tidak Membakar Bumi – Mengapa Bumi Tidak Terbakar Saat Terpapar Mentari

Suatu teori menyatakan bahwa bumi akan terbakar oleh sinar matahari karena manusia terus merusak atmosfer. Aktivitas manusia berlebihan yang hanya memicu bencana disebut-sebut sebagai bagian dari evolusi. Artinya, bencana yang berkecamuk menjadi ujian terberat yang menentukan hidup-matinya seseorang. Mereka yang tidak dapat bertahan akan terseleksi dan terhapus dari permukaan bumi. Akan tetapi, orang-orang yang dapat bertahan adalah pemenang yang dianugerahi kemampuan khusus sehingga terus hidup pasca terjadinya bencana. Kejadian semacam ini lebih populer dengan istilah “seleksi alam” yang kuat akan berkuasa dan yang lemah akan terpinggirkan bahkan punah sama sekali. Ada beberapa film yang mengisahkan tentang hal-hal semacam ini dan kami sendiripun suka menyaksikannya.

Tuhan Allah menciptakan semesta dengan kebijaksanaan yang melampaui akal manusia. Apa yang kita pikirkan hanya sebatas pada apa yang dapat diamati oleh mata, telinga, hidung, lidah dan kulit. Tidak ada lagi yang bisa kita pahami selain dari kekuatan panca indra yang dimiliki kecuali indra ke enam sudah berkembang pesat. Indra ke enam ini disebut juga sebagai otak, pikiran yang dapat fokus dan selalu terhubung dengan-Nya melalui jalinan hati Roh Kudus semakin membuat indra ke enam peka. Anda akan dituntun dalam pengetahuan yang benar oleh pengurapan karya yang layak di hadapan Tuhan. Jika Tuhan berkenan menambah ilmu, kiranya itu akan bermanfaat untuk sebanyak-banyaknya orang.

Saat kita hendak membahas tentang alam, selalu sadari dan selalu pahami bahwa semesta dalam keadaan seimbang. Mungkin di sana-sini bentuknya berbeda satu sama lain namun semuanya terhubung dalam sistem yang saling menguntungkan dan saling merugikan. Kesepakatan untung-rugi tersebut tidak pernah berada di luar aturan, masing-masing mengambil bagiannya tanpa memunahkan yang lain. Ada suatu ikatan yang saling membutuhkan dan saling mengendalikan yang terjalin dari masa ke masa. Seolah semuanya bekerja sama padahal mereka tidak pernah mengadakan rapat, bahkan saling bicara pun tidak pernah. Namun hubungan antar bagian-bagian alam semesta membangung keseimbangan abadi yang takkan pernah terpisahkan dan takkan pernah dihentikan oleh siapa pun, kecuali oleh Dia yang menciptakan semuanya.

Faktor penyebab sinar matahari tidak sampai membakar bumi

Tidak ada planet yang benar-benar kosong tanpa kehidupan seperti yang manis teramati di film-film. Semua unsur kehidupan turut membantu suatu planet untuk bertahan dari teriknya sinar matahari. Tanpa kehidupan tidak ada planet dan tanpa planet tidak ada matahari. Akan tetapi, karena ada keseimbangan antara planet dengan matahari sebagai tungku perapiannya, maka tidak ada yang saling menghancurkan. Tetapi, biar bagaimanapun, selalu ada alasan mengapa hal tersebut terjadi. Hal tersebut tentulah diinformasikan kepada kita lewat pemahaman akal sehat yang berawal dari hal-hal kecil. Apabila anda mampu mengerti hal-hal kecil maka hal-hal yang lebih besar pun mampu dipahami lewat pikiran yang sederhana. Berikut seadanya alasan mengapa hal-hal tersebut bisa terjadi, seperti yang kami ungkapkan pada judul tulisan ini.

  1. Intensitas sinar matahari yang diterima suatu planet selalu sama.

    Bila kita yang menilainya secara pribadi maka akan mengatakan bahwa intensitas sinar matahari yang memasuki bumi berubah-ubah dari masa ke masa. Kita merasa bahwa saat matahari sedang terik, saat itulah intensitas cahayanya sangat menyengat. Lantas waktu situasi mendingin, langit mulai gelap: kita merasa bahwa saat itulah intensitas cahaya matahari menurun. Itu hanyalah pandangan kita secara pribadi belaka.

    Bila kita amati secara utuh maka akan menemukan bahwa intensitas cahaya yang mengenai suatu planet selalu sama. Yakni setengah bagian dari total seluruh planet yang terus-menerus diterpa oleh cahaya. Akan tetapi karena planet terus berputar dari waktu ke waktu, membuat wilayah yang terpapar cahaya selalu berubah-ubah. Sekalipun wilayah yang terpapar selalu berubah tetapi intensitasnya selalu sama dari tahun ke tahun. Hanya saja semuanya itu tidak langsung terpapar ke permukaan bumi. Sebab paparan primer energi foton disentuh langsung oleh atmosfer terluar.

  2. Atmosfer pelindung bumi.

    Atmosfer merupakan bagian yang tak terlihat mata tetapi teraba oleh kulit saat tubuh bergerak. Suatu komponen yang sangat ringan dan sangat mudah bergerak dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Udara yang disebut atmosfer adalah semua wilayah berudara dari permukaan bumi sampai ke luar angkasa. Udara pada dasarnya hanyalah partikel yang sangat kecil namun karena luas dan tebalnya wilayah yang diisi olehnya, membuat udara mampu menahan sangat banyak intensitas cahaya. itulah yang membuatnya menjadi tameng paling tebal yang menyelimuti suatu planet.

    Hanya saja, tidak ada yang tau pasti berapa ketebalannya. Pesawat pribadi dan jet komersial bisa terbang sampai 42.000 kaki (Tribunnews.com). Itu ketinggian yang kadar oksigennya sangat tipis. Bila pesawat-pesawat tersebut naik lebih tinggi lagi maka mesin akan mati mendadak karena kekurangan oksigen dalam proses pembakaran. Kecuali bila pesawat tersebut dilengkapi dengan oksigen cadangan untuk mensuplai pembakaran dalam mesin. Udara yang menyelubungi bumi masih lebih tebal dari apa yang bisa dicapai oleh pesawat terbang.

  3. Kekuatan matahari di bagi oleh atmosfer.

    Perlu diketahui bahwa matahari yang panas membuat atmosfer bergerak dengan sangat cepat. Yang kecepatan geraknya paling tinggi adalah atmosfer terluar bumi. Semakin jauh posisinya dari permukaan bumi, makin cepat gerakannya. Demikian sebaliknya, semakin dekat jaraknya dari permukaan planet, makin lambat gerakan udaranya. Udara yang berputar sangat cepat inilah yang turut bermanfaat membagi energi matahari. Sekalipun ada sisi lain dari planet yang tidak disinari, wilayah tersebut tidak sepenuhnya membeku (jumlah energi foton nol). Melainkan beberapa wilayah (misalnya di daerah khatulistiwa dan subtropis) tetap terjaga hangat pada suhu tertentu saat larut malam.

    Ketika suatu wilayah memiliki atmosfer yang terpolusi maka energi dari atmosfer terluar akan berpindah dan bertambah secara nyata di wilayah tersebut yang membuat terik matahari sangat panas. Akibat pengurangan energi di atmosfer terluar, beberapa wilayah sealiran akan mengalami pengurangan suplai panas sehingga suhu di daerah tertentu berkurang (mendingin). Ini adalah bentuk keseimbangan energi karena jumlah panas (energi foton) yang diterima bumi selalu sama dari waktu ke waktu. Namun pembagiannya ke semua wilayah tidak merata tergantung dari udara bersih, kadar air, nitrogen (ketiganya dapat dihasilkan tumbuh-tumbuhan) dan polutan yang terkandung di permukaan masing-masing wilayah.

  4. Cahaya jatuh ke permukaan secara radiasi namun panas/ kehangatan yang menyertainya mengalir secara konveksi.

    Perlu diketahui bahwa atmosfer bukanlah sekedar penghalang intensitas cahaya biasa melainkan suatu mesin yang bergerak sangat cepat untuk melindungi dan merotasikan planet. Sebab saat matahari menerpa, energi yang diterima tidak serta merta di teruskan sampai ke permukaan. Melainkan energi tersebut terlebih dahulu akan memanaskan atmosfer terluar yang membuat suhunya menjadi sangat panas. Perputaran tersebutlah yang membuat atmosfer mampu membagi energi ke bagian-bagian bumi yang lain sehingga malam tidak benar-benar beku kecuali di beberapa wilayah.

    Energi matahari yang sampai ke permukaan suatu planet bukan lagi energi langsung dari matahari. Sebab yang terkena energi langsung yang sangat panas, hanyalah atmosfer terluar. Pergerakan atmosfer terluar yang sangat cepat turut serta membawa sebagian besar panas untuk diedarkan di seluruh planet. Kehangatan matahari yang sampai di permukaan adalah hasil dari pembagian/ pemecahan yang dipelopori oleh atmosfer terluar.

    Kita bisa menyaksikan cahaya matahari secara langsung tetapi panas yang kita rasakan merupakan hasil dari perpindahan secara konveksi. Artinya, cahaya yang terang benderang itu berpindah secara radiasi tetapi kehangatan yang ditimbulkannya merupakan perpindahan konveksi yang dibantu molekul udara, oksigen, air dan komponen lainnya.

  5. Polutan berperan buruk mengurung dan memindahkan panas secara konveksi.

    Radiasi sinar matahari telah ditahan dan diputar imbang oleh atmosfer terluar sehingga permukaan planet tetap hangat terkendali. Akan tetapi, apabila udara terbawah telah tercemar dengan karbon, pergerakan panas cenderung mengalir ke bawah secara konduksi. Sebab karbon (misalnya karbondioksida) dan polutan lainnya merupakan penghantar panas yang mendorong aliran energi matahari dari atmosfer terpanas masuk mendekat ke permukaan bumi. Jadi, penyebab panas matahari sangat menyengat adalah polutan yang mengalirkan panas ke permukaan planet. Tentulah semakin banyak (tebal) polutan di udara, semakin banyak pula media yang mengalirkan panas secara konveksi sehingga semakin menyengatlah cahaya di wilayah tersebut.

    Teori lain menyebutkan bahwa polutan berperan penting meningkatkan suhu udara di suatu wilayah karena kemampuannya menahan energi (panas) lebih lama. Saat butiran polusi mengotori atmosfer, kehadirannya dapat menjadi penjara mikro bagi energi foton. Akibatnya sejumlah energi yang seharusnya dilepaskan kembali ke luar angkasa malah terkungkung dalam wilayah tersebut. Kumpulan energi yang terkurung inilah yang membuat suatu wilayah menjadi lebih panas dari biasanya (keadaan ini lebih dikenal sebagai efek rumah kaca).

  6. Air dan garam serta tumbuh-tumbuhan yang melindungi serta menyejukkan bumi.

    H2O merupakan salah satu komponen penting udara. Ada banyak bentuk air yang terdapat di bumi, ada yang cair, uap dan beku. Kekuatan yang mampu mengubah bentuknya tidak lain adalah energi foton itu sendiri. Semakin keras bentuk air maka semakin minim energi panas yang terkandung di dalamnya (es). Akan tetapi, semakin ringan bentuk air (uap), makin besarlah energi foton yang terbawa olehnya (misalnya penguapan air laut, sungai, dll). Reaksi air yang sangat responsif terhadap panas membuatnya berperan penting melindungi bumi dan memecahkan (mengurangi) energi foton yang berpotensi merusak. Sebab saat panasnya matahari sangat menyengat, semakin banyak air yang berubah bentuk menjadi uap. Saat uap semakin tebal memenuhi atmosfer (awan), intensitas energi matahari akan diubah (terpecah-pecah dalam uap) & ditahan sangat banyak sehingga suhu udara permukaan tidak sampai merusak kehidupan di bumi.

    Garam termasuk senyawa pendingin bumi. Lautan yang memenuhi bumi mengandung kadar garam yang sangat tinggi. Salah satu unsur penting penyusun NaCl adalah nitrogen. Unsur bumi ini dikenal luas sebagai pendingin yang dapat mengimbangi panas yang datangnya dari atas. Saat intensitas sinar matahari yang mencapai permukaan cukup besar, penguapan air laut akan meningkat. Keadaan ini turut membuat nitrogen ikut menguap bersama dengan air memenuhi atmosfer permukaan. Nitrogen dan uap air yang memenuhi atmosfer akan turut mendinginkan permukaan sehingga kekuatan sinar matahari yang sampai ke permukaan tidak merusak dan tidak membakar kehidupan di atas planet.

    Seandainya panas membara matahari sampai ke permukaan maka penguapan air permukaan (dari sungai, waduk, tanaman, hewan, dll) meningkat drastis. Serta penguapan air laut meningkat (Atmosfer bertambah-tambah kaya dengan nitrogen/ komponen pendingin bumi), demikian sebaliknya. Inilah salah satu bentuk keseimbangan yang saling mempengaruhi dan mengendalikan satu sama lain.

    Tumbuh-tumbuhan di sekitar kita menyimpan sangat banyak air dan komponen udara bersih. Seandainya suatu wilayah mendapatkan energi foton yang tinggi maka tanaman akan melakukan penguapan besar-besaran untuk membagi-bagi energi foton sekaligus perlindungan (kumpulan uap membentuk awan) terhadap permukaan bumi.

  7. Medan elektromagnetik.

    Kedua kutub bumi membentuk medan magnet yang saling mendekat dan menjauh. Kemagnetan tersebut turut mendukung aktivitas atmosfer yang kaya dengan energi listrik. Semua atmosfer terluar biasanya bergerak searah ke timur dengan sangat cepat. Kemagnetan tersebut berperan aktif membantu mengarahkan putaran atmosfer sekaligus membantu mengarahkan bumi untuk berotasi pada sumbunya. Artinya, sekalipun energi di kutub-kutub bumi tidak begitu kuat layaknya energi di atmosfer yang langsung diperoleh dari matahari, namun kutub-kutub bumilah yang berperan luas menentukan arah pergerakannya. Oleh karena itu, gabungan dari kemagnetan dan atmosfer tersebut dikenal sebagai medan elektromagnetik. Kekuatan gabungan inilah yang membuat suatu planet terus bergerak singuler tanpa pernah bertabrakan dengan planet lain. Medan gaya tersebut tentu berperan penting untuk menahan imbang energi foton agar tidak sampai membawa pengaruh buruk terhadap permukaan bumi/ planet.

Kesimpulan

Sekalipun matahari sangat kuat panasnya tetapi tidak sampai merusak planet manapun. Sebab suatu planet telah diperlengkapi dengan kekuatan yang dapat mengimbanginya, yaitu udara bersih (dihasilkan tanaman), air dan nitrogen (lautan). Udara (atmosfer) terluar pada suatu planet berputar sangat cepat, berkali lipat lebih cepat dari rotasi bumi itu sendiri akibat pemanasan oleh sinar matahari. Aliran udara super cepat ini bermanfaat untuk mengimbangi dan membagi rata energi foton (panasnya matahari) ke seluruh permukaan planet sehingga wilayah yang tidak terkena cahaya tidak membeku (terlalu dingin). Artinya, panas yang kita rasakan di permukaan bumi bukanlah panasnya cahaya matahari langsung. Melainkan semuanya itu hasil dari pembelokan energi yang dipelopori oleh atmosfer dengan ketebalan tak terukur dari permukaan sampai daerah terluar yang berbatasan langsung dengan luar angkasa. Tidak ada satupun planet yang terbakar karena matahari sebab karya Tangan Tuhan Sempurna saling mengimbangi satu sama lain. Pantaslah kita bersyukur untuk semua karunia tersebut.

Salam, Sepanas-panasnya
lembayung senja,
tidak sampai
membakar kehidupan.
Kecuali bila lingkungan
alamiah telah
rusak sama sekali
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.