7 Cara Membuktikan Keracunan Makanan & Minuman Yang Anda Alami

Cara Membuktikan Keracunan Makanan & Minuman Yang Anda Alami

Betapa sesaknya hidup saat masalah terus-menerus mendera setiap langkah kaki kita. Sungguh amat banyak rasa sakit yang tidak bisa dijelaskan saat kita terlanjur tercebur dalam suatu gejolak kehidupan yang hampir tiada akhir. Bila persoalan terjadi satu kali – dua kali setelah beberapa waktu, kita mungkin masih bisa memaklumi keadaannya. Akan tetapi, bagaimana jadinya saat kejadian buruk yang menimpa kita berulang-ulang kali terjadi selama beberapa waktu? Tentu saja keadaan yang berlebihan semacam ini, telah meninggalkan jejak dalam hidup anda. Jejak-jejak yang mungkin terlupakan inilah yang sering sekali digunakan sebagai tolak ukur untuk membuktikan bahwa sesuatu itu salah/ tidak benar/ tidak berjalan dengan semestinya.

Kami pernah merasakan hari-hari buruk akibat minimnya pengetahuan yang dimiliki. Seolah-olah, orang yang berbuat jahat terhadap kami, selalu bisa bertekak dengan berkata “Apanya? Yang mana? Buktinya?” Pertanyaan semacm ini sangat lumrah dihadapi saat suatu kejahatan dipertanyakan, pasti ada jejak yang ditinggalkan. Lewat penelusuran jejak inilah, akhirnya bisa disimpulkan bahwa sama sekali tidak ada jejak kriminalitas. Padahal, kita yang merasakannya menderita karena hal tersebut. Keadaan ini memang sangat buruk dan justru semakin membuat oknum yang suka berbuat jahat terhadap kita semakin menyesah kita dengan banyak kata-kata negatif.

Cara membuktikan keracunan yang kita alami

Sebelum kita membahas lebih lanjut, terbesit setitik pertanyaan dalam benak kami: “Bagaimana cara mengetahui bahwa makanan atau minuman yang kita konsumsi tidak sampai meracuni hingga mati? Tidak perlu khawatir soal kenyataan ini, sebab semakin keras suatu toksin, semakin mudah panganan yang terkontaminasi terdeteksi oleh panca indra manusia. Akan lebih mudah mendeteksi makanan yang memiliki kadar toksin yang tinggi daripada yang rendah. Gunakanlah asas menunggu lima menit sekali meneguk minuman/ mencicipi makanan. Lakukan hal ini selama lima belas menit pertama untuk makanan dan minuman yang menurut anda tidak beres. Berikut akan kami sampaikan cara-cara membuktikan keracunan yang anda alami.

         Secara eksternal.

  1. Lewat tes laboratorium.

    Tes yang dilakukan secara eksternal membutuhkan peran dari orang lain dan lembaga tertentu. Ada laboratorium yang hadir secara khusus dan tersendiri tetapi ada pula laboratorium yang bertempat dalam rumah sakit (keduanya satu lembaga). Anda tingga memilih saja mana yang menurut anda bagus. Lalu silahkan daftarkan diri dan melapor ke dokter untuk mengambil surat pengantar. Maka orang-orang lab akan memeriksa kadar toksin dalam darah dan air seni hingga waktu yang sudah ditentukan. Biasanya tindakan semacam ini butuh biaya mahal dan hasilnya tidak segera (cepat) diketahui.

  2. Menggunakan kamera pengintai.

    Kita bisa mengamat-amati cara orang lain membuat makanan kita dengan memasang kamera tersembunyi di sekitar meja atau dapur atau dimanapun itu. Kekuatan mengintai ini perlu diiringi dengan kemampuan untuk memeriksa rekaman video yang berhasil di kamerakan. Tentu saja bagi yang banyak kesibukan, hal ini kurang dimungkinkan sebab menonton video dua puluh empat jam sama saja dengan menghabiskan waktu sia-sia. Sebab pekerjaan lainnya banyak yang terbengkalai.

  3. Memakai perekam suara.

    Menggunakan perekam suara untuk membuktikan tindakan kriminal merupakan salah satu cara cerdas yang sering digunakan penegak hukum. Ada banyak kejahatan besar yang bocor sehingga berhasil memenjarakan beberapa pelaku. Tetapi untuk bukti keracunan, perlu dikaji ulang lagi. Sebab kebanyakan pemberian racun dilakukan secara diam-diam tanpa suara.

    Secara internal.

  4. Makan dan minumlah dari satu sumber.

    Pembuktian secara internal hanya dilakukan dalam upaya mencari alibi terhadap apa yang sedang kita alami. Istilah kata orang, setidak-tidaknya kita bisa bertekak soal apa yang sedang terjadi dalam diri kita. Saat orang lain mencari perdebatan, setidaknya kita bisa memotong semua anggapan negatifnya terhadap diri ini, dengan cara memberi bukti dan alibi. Setelah itu kita bisa berdiam diri dan biarkan saja cerewetnya menambah-nambah dosanya di hadapan Tuhan.

    Makan dan minum dari satu sumber berarti selama satu hari penuh anda tidak makan di luar (bagi yang tinggal bersama keluarga). Bagi anak kos, upayakanlah untuk membeli makanan dari satu rumah makan. Ini adalah upaya untuk menjaga kemurnian hasil analisis sederhana yang akan dilakukan. Bila air dan makanan yang dikonsumsi berasal dari sumber yang berbeda. Periksalah dahulu airnya lalu lakukan puasa makan (tidak makan dan hanya minum air saja).

  5. Hentikan mengonsumsi cemilan.

    Cemilan merupakan bahan pangan eksternal yang diperoleh dari warung/ toko terdekat. Ini bisa saja mengotori kemurnian hasil analisis sederhana yang akan anda lakukan. Jadi, berhentilah membeli makanan ringan dari warung selama proses penilaian berlangsung. Bila anda hendak ngemil, lakukanlah di hari-hari setelah pengujian berhasil.

  6. Hindari mengonsumsi obat-obatan apa saja.

    Ini adalah cara ketiga untuk melindungi kemurnian analisis sederhana yang sedang dijalankan. Berupayalah untuk menghindari konsumsi obat farmasi dalam kurun waktu seminggu atau dua minggu sebelum proses pemeriksaan pembuktian dilakukan. Ini adalah usaha untuk menjaga air seni yang dihasilkan tidak terkontaminasi dengan obat-obatan apapun. Sebab sebagian racun berasal dari obat farmasi yang digunakan dengan cara yang salah dan/atau dipakai secara berlebihan.

  7. Periksa dan tampung sendiri urin anda.

    Sediakanlah wadah secukupnya untuk menampung urin sendiri. Tampung urin sebanyak 3-5 kali lalu buang. Jika memang makanan atau minuman yang dikonsumsi mengandung racun, maka akan tercium bau-bau obat kimia yang menyengat dan aneh (tidak biasa) dari wadah penampung urin yang anda miliki. Ini cukup untuk dijadikan sebagai pembuktian sederhana bahwa anda memang sedang mengonsumsi panganan yang beracun ringan sampai sedang. Jadi, tidak usah khawatir, sebab racun itu hanyalah usaha untuk menakut-nakuti anda karena dampaknya tidak sampai menghilangkan nyawa.

Kesimpulan

Apa sebenarnya kegunaan membuktikan kita telah diracun atau tidak? Apakah ini untuk dilaporkan kepada pihak yang berwenang? Kami rasa tidak, selama kita hidup dalam keluarga sendiri. Sebab ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan atau abaikan saja sebagai ujian hidup. Selama toksin yang digunakan belum membuat luka luar-dalam, terbakar, pendarahan, memar dan belum melumpuhkan, selama itulah kita bisa mengabaikannya. Yakinlah bahwa tidak ada orang tua yang membunuh anaknya sendiri. Anda tidak maukan, orang tua dipenjara lalu hidup anda terlantar, terkatung-katung? Jika anda sudah hidup sendiri (berkeluarga) dan mandiri, dimana tidak bergantung dengan siapapun; terlebih jika hal tersebut terlalu sering terjadi: bisa dilaporkan kepada pihak yang berwenang! Apa yang kami tuliskan pada bagian ini adalah usaha untuk memperkuat opini anda tentang apa yang sedang dialami. Setidak-tidaknya anda punya alibi sekaligus bukti bahwa saat ini sedang diracuni! Sehingga orang lain tidak menuduh anda “paranoid atau sentimentil.”

Salam, Belum minum obat
selama beberapa bulan.
Tetapi mengapa air seninya
bau obat farmasi/ kimia menyengat
?

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.