Produk Konsumsi Sintetis Bukan Plastik Tetapi Disusun Dari Bahan Kimia)

Produk Konsumsi Sintetis Bukan Plastik Tetapi Disusun Dari Bahan Kimia)

Segala sesuatu berputar-putar dalam siklus yang seimbang

Dunia dengan segala yang ada di dalamnya tidak pernah berhenti berputar. Kita hidup dalam suatu siklus yang tidak berawal dan tidak berujung sehingga membuat keberadaan umat manusia selalu ada sampai batas waktu yang tidak dapat ditentukan. Sampai Tuhan yang adalah Omega yang akan menghentikan siklus yang dari awal telah diciptakan-Nya. Kehidupan yang berputar-putar ini, tidak hanya berlaku dalam lini tertentu saja melainkan menyentuh semua lini di dalam masyarakat. Dari apa yang kita miliki bahkan hidup kita sendiri pun mengikuti perputaran tersebut. Sambil-sambil menikmati apa yang dapat kita raih: rezki yang kita perjuangkan selama hidup di bumi.

Makanlah berdasarkan kepadatan aktivitas fisik

Dari sekian banyak hal yang bisa kita nikmati, makanan dan minuman yang dikonsumsi adalah hal-hal yang selalu ada di kediaman kita tiap-tiap hari. Mengonsumsinya dalam takaran yang terkendali mendatangkan manfaat bagi kesehatan fisik sekaligus kenikmatan secara psikhis. Santapan yang pas perlu diseimbangkan dengan aktivitas rutin yang kita lakukan. Para pekerja yang membutuhkan fisik kuat, banyak bergerak dan berpindah-pindah secara manual, butuh asupan makanan yang cukup besar untuk mengakomodasi otot-ototnya. Tetapi pekerja yang kurang membutuhkan aktivitas fisik, minim pergerakan dan bertugas dalam ruangan yang terbatas, sebaiknya membatasi konsumsinya agar berat badan tetap ideal.

Bagaimana pemerintah mengenyangkan ratusan juta penduduk?

Bila kita menakar banyaknya makanan dan minuman yang dibutuhkan untuk semua masyarakat dalam suatu wilayah, jumlahnya akan sangat banyak. Mulai dari makanan pokok, lauk pauk, bumbu, makanan pendamping (penutup) dan masih banyak lagi. Bukankah semuanya itu sangat banyak? Bahkan sekalipun setengah dari areal hutan yang tersisa dijadikan lahan pertanian, tidak akan bisa memenuhi semua kebutuhan warga. Sebab sehebat-hebatnya pertanian, panen yang paling singkat adalah dua setengah bulan sampai tiga bulan. Namun tiap-tiap manusia minimal dua kali makan sehari, ada yang tiga kali sehari tetapi ada juga yang lebih dari tiga kali (termasuk ngemil). Sedap-sedapan yang bisa dikonsumsi lewat mulut ini memang hanya memberi kepuasan sesaat saja sehingga perlu rutin dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu.

Jika semua hutan diubah menjadi lahan pertanian, tentulah keadaan ini cenderung menimbulkan kerusakan terhadap lingkungan. Lantas, pertanyaan berikutnya adalah, “bagaimana cara pemerintah memberi makan semua orang bahkan sampai berlebihan, sisanya masih banyak di toko-toko.” Pada bagian inilah orang-orang cerdas bekerja sehingga ditemukan alat sintesis yang dapat mengubah bahan-bahan kimia industri menjadi bahan pangan. Jadi, jangan selalu percaya bahwa apa yang anda makan atau minum tiap-tiap hari langsung dikoleksi dari tanaman atau hewan tertentu. Memang ada juga yang sifatnya dikoleksi (dipanen) langsung dari aktivitas pertanian dan peternakan. Namun di sisi lain, rata-rata bahan pangan yang dihasilkan oleh industri disintesis langsung dari bahan kimia.

Ingatkah anda dengan pernyataan: “semua makanan adalah garam dan semua garam adalah makanan?”

Sebelum-sebelumnya, kami pernah mengatakan bahwa: “semua makanan adalah garam dan semua garam adalah makanan.” Tanaman hanyalah pabrik sederhana yang bekerja lambat mensintesis bahan-bahan anorganik menjadi organik. Akan tetapi, para ilmuan sudah sangat lama menemukan mesin-mesin berteknologi canggih yang ribuan kali lebih efektif dan efisien dari tumbuh-tumbuhan. Jadi, bisa dikatakan bahwa hampir semua makanan dan minuman yang dibungkus dalam plastik atau kaleng yang kita beli di toko-toko atau mall-mall dibuat secara nyata dari bahan kimia tulen. Pertanyaannya sekarang adalah mengapa mesin tersebut bisa menghasilkan bahan pangan yang berbeda-beda? Perbedaannya terletak pada proses pembuatannya: bahan kimia yang menyusunnya, pemanasan yang dilakukan, fermentasi yang terjadi, waktu yang dibutuhkan dan tentu saja jumlah garam yang diberikan.

Kita ambil saja contohnya: daging. Memang ada daging yang berasal dari peternakan asli tetapi ada juga daging yang diproduksi secara bioteknologi di laboratorium. Apakah anda masih ingat dengan teknologi kloning? Ketahuilah bahwa daging yang diproduksi secara kloning lebih lezat dan empuk dengan rasa yang seragam dan bentuk yang padat. Artinya, pabrik bisa mengambil bagian yang dibutuhkan saja sedangkan bagian lain akan dibuang begitu saja untuk didaur ulang kembali. Seperti penjual daging yang sangat terkenal itu dan produknya laku keras di berbagai negara. Besar kemungkinan daging yang mereka hasilkan adalah dari proses kloning. Sebab daging yang dikloning tidak membutuhkan peternakan yang luas melainkan cukup dengan media tanam elektrolit minimalis dengan masa panen yang cukup cepat (tidak sampai berbulan-bulan).

Suatu produk bisa saja sama tetapi kualitasnya berbeda-beda. Misalnya, saat kita membeli beras di pasar, memiliki banyak merek tetapi bahannya sama-sama beras. Sekalipun demikian harganya berbeda-beda satu sama lain. Tahukah anda apa yang membedakan kualitas dari berbagai jenis beras tersebut? Seperti yang kami bicarakan sebelumnya, pembeda utamanya adalah kandungan garam aka mineral ajaib dalam bahan-bahan tersebut. Semakin mahal suatu produk, semakin memadai jumlah garam yang dikandungnya, semakin murah suatu produk makin sedikit jumlah garam asli yang dikandungnya. Sama halnya saat anda membeli bubuk kopi: ada yang mahal dan ada yang murah. Yang menentukan semuanya itu adalah kandungan garam yang dimiliki bahan tersebut.

Tidak perlu khawatir mengonsumsi bahan kimia: jagalah asupan air putih, garam dan selalu beraktivitas

Bila semua yang kita konsumsi disintesis dari bahan kimia tulen, apa tidak berbahaya? Tentu saja tidak, sebab demikian jugalah tumbuh-tumbuhan membentuk bahan pangan dari awal. Tanaman menyusun ulang berbagai bahan-bahan kimia yang ada di tanah, udara, air, sinar matahari dan tentu saja garam sehingga jadilah beras, jagung, ubi, singkong, pisang, apel dan lain sebagainya. Jadi sama sekali tidak salah mengonsumsi panganan yang disintesis di pabrik-pabrik milik pemerintah. Asalkan anda jangan lupa untuk lebih sering mengonsumsi air putih, menjaga asupan garam dan tetap beraktivitas (termasuk dalam hal ini menggoyangkan kepala). Tentu saja semuanya ini bisa diproduksi sampai tak terbatas asalkan tidak melupakan tahapan daur ulang untuk menjaga kelestarian lingkungan dari pengotor (sampah).

Kesimpulan – Industri bioteknologi modern adalah tumbuhan raksasa

Defenisi – Produk pangan sintetis adalah bahan konsumsi industri biokimia modern yang dibuat dari bahan kimia dalam berbagai pengaturan khusus sehingga menghasilkan produk pangan yang sesuai dengan yang diharapkan.

Produk pangan yang beredar di masyarakat terdiri dari dua macam, ada yang dihasilkan secara konvensional lewat pertanian dan peternakan nyata. Tetapi ada juga panganan yang benar-benar disintesis oleh industri dan biasanya diproduksi secara masal (secara besar-besaran).

Semua yang kita konsumsi bisa disintesis di pabrik-pabrik milik pemerintah. Industri bioteknologi modern seperti layaknya tanaman raksasa yang bisa menghasilkan berbagai produk menurut klasifikasi tertentu. Perbedaan jenis produk dari masing-masing industri dipengaruhi oleh bahan-bahan penyusun produk, pemanasan yang dilakukan, tekanan yang diberikan, fermentasi yang dibutuhkan, garam yang ditambahkan dan waktu yang diperlukan. Penambahan garam dalam hal ini mempengaruhi kualitas produk: yang lebih mahal mengandung garam yang memadai dan yang lebih murah hanya diberikan sedikit saja NaCl. Sekalipun kristal putih natrium klorida yang diberikan hanya sebagian kecil dari total produk, namun pengaruh yang ditimbulkannya nyata dalam hal rasa, tekstur dan manfaat yang menyehatkan konsumen. Tentu saja garam yang kami maksud di sini bukanlah garam yang sudah diracun seperti yang kami pernah tulis di hari-hari sebelumnya.

Salam, Sintetik bukan plastik
tapi disusun secara kimiawi.

Sintetis tidak selalu berbahaya.
Biar kimiawi asalkan
dikonsumsi secara terkontrol
pasti menyehatkan
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.