7 Alasan Mengejek Orang Lain Dan Pikiran Paling Positif Saat Dihina Orang

Alasan Mengejek Orang Lain Dan Pikiran Paling Positif Saat Di Hina Orang

Ejekan adalah gula-gula lebay yang menggetirkan hati sampai membuat jiwa merana karena terus-menerus dibahas-bahas. Tidak ada orang yang bisa menghindari keadaan ini. Sebab dimana ada interaksi sosial, di situlah potensi gejolak yang berkecamuk akan timbul. Mungkin anda perlu menyendiri di pulau terpencil sehingga tidak ada gangguan, tidak ada ujian, tidak ada penyelesaian, tidak ada yang dapat dipelajari, tidak ada kesewasaan dan tentu saja tidak ada kebijaksanaan. Jadi tentukanlah pilihan anda dan siap-siaplah menanggung efek samping atas semua keputusan tersebut. Juga ingatlah bahwa kemana pun anda pergi di seluruh belahan dunia bahkan sampai ke luar angkasa sekalipun, selalu ada-ada saja masalah yang sebelumnya tak terduga.

Penghinaan adalah sikap seseorang yang berupaya merendahkan sesamanya. Artinya, anda akan merasa terhina bila selama ini menganggap diri spesial/ istimewa. Akan tetapi, perasaan hancur ini tidak akan mengerucut jika anda senang dan/atau sering menyangkal diri. Sebab biar bagaimanapun hebatnya kita, tetap bukan manusia sempurna. Melainkan ada-ada saja hal-hal kecil yang kurang enak dipandang yang kita lakukan. Saat para pengejek membesar-besarkan hal tersebut bisa menyinggung perasaan yang sangat rapuh karena rasa bangga. Oleh karena itu, rendahkanlah hati maka tidak ada ejekan yang dapat merendahkan semangat hidupmu!

Siapakah teman yang tega menghina temannya, siapakah saudara yang tega mengejek saudaranya, siapakah orang tua yang tega mengejek anaknya, siapakah anak yang tega menghina orang tuanya? Semuanya itu, dapat kita temukan di masa-masa sukar yang datang secara tiba-tiba dan beresiko mengacaukan kehidupan orang yang belum melakukan persiapan. Yang kami maksudkan di sini adalah pengalaman menghadapi hal yang sama di waktu-waktu sebelumnya. Biasanya orang yang mengalaminya beberapa kali sebelumnya, cenderung lebih tabah dan tetap positif menerima tekanan tersebut. Demikian juga bagi mereka yang selalu waspada fokus positif, pikirannya tidak akan mudah keruh sehingga hidupnya jauh dari pelampiasan rasa sakit dengan berbuat yang jahat.

Faktor penyebab si ini mengejek si itu

Harap diketahui bahwa manusia bukanlah makhluk yang selalu sempurna. Celah ketidaksempurnaan inilah yang bisa digunakan seseorang untuk menyudutkan sesamanya. Cara paling mudah merendahkan orang lain adalah dengan membandingkannya kepada seseorang yang memiliki kelebihan berbeda. Seolah merendahkannya dengan memuji orang lain yang talentanya berbeda. Hasutan ini dengan mudah meraup kepala seseorang karena tidak ada di dunia ini yang bisa segalanya alias multi-talent. Sekalipun ada, itu hanyalah omong kosong televisi yang dibesar-besarkan agar penonton terkagum-kagum. Berikut ini akan kamk jelaskan sedikit tentang alasan mengapa seseorang suka mengejek?

  1. Gangguan yang dibesar-besarkan.

    Manusia memiliki pikiran yang ketat dengan prasangka. Memang ini diperlukan agar kita jadi lebih waspada dan tidak terburu-buru menjalani hari. Akan tetapi, prasangka yang terus-menerus dibahas-bahas sampai larut beresiko mengotori sikap. Prasangka yang baik langsung ditanggapi melalui sikap yang lebih hati-hati namun pikiran kembali fokus pada hal-hal positif. Lain halnya dengan prasangka buruk yang mendorong seseorang agar berhati-hati tetapi pikiran terus saja membahas-bahas kejadian buruk tersebut. Jadi, yang menentukan prasangka itu baik atau buruk adalah kemampuannya bertahan dalam pikiran anda.

    Semakin singkat dipikirkan dan semakin cepat dialihkan maka semakin baiklah prasangka itu yang biasanya langsung direspon dengan sikap yang hati-hati,.

    Sayang, saat prasangka tersebut terus-menerus dipikirkan selama berjam-jam bahkan sampai di bawa kemana-mana dan di bawa tidur pula. Inilah ciri khas dari prasangka buruk yang beresiko mengotori sikap.

    Orang yang tertawa di sekitar kita, bisa saja dianggap bahwa itu adalah ledekan demi merendahkan diri ini. Ini adalah prasangka yang muncul di dalam kepala sendiri sehingga membuat kita lebih berhati-hati dalam melangkahkan kaki untuk meneruskan hidup, meneruskan aktivitas positif yang kita tekuni. Akan tetapi prasangka tersebut beresiko memburuk bila kita terus membahas-bahas sikap aneh kawan di segala jalan-jalan yang dilalui. Bahkan mungkin saja pemikiran yang merasa terganggu, merasa benar, merasa ingin membalas dendam seperti ini akan menghentikan aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, jangan terlena dalam segala prasangka yang muncul di dalam benak anda melainkan lanjutkanlah hidupmu dan lanjutkan aktivitas positifmu!

  2. Belum terbiasa – terkejut.

    Ketika masih muda, belum banyak pengalaman yang dijalani. Akibatnya, saat di sekitar ada hal-hal yang “agak aneh,” meluaplah tawa cengengesan yang terkadang dianggap kurang pantas oleh orang yang mendengarnya. Bahkan bisa saja, siapa pun yang sedang aktif di sekitar situ, merasa bahwa tertawaan yang kurang mengena tersebut ditujukan kepada dirinya. Saat anda mengalami situasi semacam ini, maklumlah kepada orang-orang yang lebih muda. Ini adalah pengalaman pertamanya yang sedikit gaduh sekaligus menguji kesabaran. Lama-kelamaan, mereka pasti terbiasa dengan hal tersebut sehingga sekalipun terasa aneh akan dihadapi dengan santai suatu saat nanti.

  3. Demi bersenang-senang, sekedar melawak dan merasa lucu.

    Ada beberapa orang yang sengaja memperburuk dirinya hanya untuk menghibur diri sendiri sekaligus membuat orang lain tertawa. Ini memang sengaja dibuat-buat sekedar membuat suasana lebih hangat penuh tawa. Tentu ini tidak dilakukan setiap saat melainkan hanya pada momen-momen tertentu saja. Orang yang diejek tidak akan merasa tersakiti dan pengejeknya pun tidak perlu merasa bersalah. Melainkan keluarkan saja rasa geli dan lucu yang anda rasakan serta bersenang-senanglah menikmati momen tersebut bersama rekan-rekan.

  4. Kurang puas dengan dirinya sendiri.

    Kepuasan berhubungan erat dengan kebahagiaan. Biasanya mereka yang hidupnya bahagia pasti memiliki hati yang tetap tenang saat diperhadapkan dengan berbagai sikon yang berbeda. Akan tetapi, lain halnya dengan orang yang masih kurang puas menjalani hidup. Mereka cenderung memiliki hati yang tidak bisa tenang dan terus-menerus mencari cara agar dirinya merasa senang walau sesaat. Salah satunya dengan mengejek orang lain. Saat dirinya menyaksikan betapa hinanya orang lain, saat itulah timbul rasa senang walau sesaat. Dia hanya merasa sangat beruntung karena hidupnya tidak seperti orang murahan tersebut.

  5. Reaksi antara iri hati dan kesombongan.

    Perbedaan-perbedaan kecil di dalam masyarakat, sebenarnya bisa dimaklumi oleh tiap-tiap pribadi yang telah cukup berpengalaman. Akan tetapi, perbedaan yang terlalu besar dan terlalu mencolok menjadi bahan kedengkian yang membuat orang ramai-ramai untuk mengganggu kehidupan sesamanya. Pertemuan antara iri hati dan kesombongan ini tidak pernah diduga dan tidak pernah disangka oleh siapapun. Sebab pada dasarnya, setiap perbedaan bisa menimbulkan kedengkian terlebih ketika perbedaan tersebut sangat jauh. Artinya, kita tidak perlu bersikap sombong untuk membuat orang lain iri. Penampilan yang luar biasa di atas rata-rata juga sudah dianggap sombong yang memicu dengki dalam diri sesama. Akibatnya, sikap buruk sesama akan lebih banyak merintangi jalan hidup kita.

  6. Menjatuhkan lawan.

    Mengapa memiliki musuh? Semakin tinggi ketidakadilan maka semakin banyak intensitas terjadinya persaingan antar manusia. Perbedaanlah yang membuat manusia melawan sesamanya, semakin tinggi perbedaan tersebut maka semakin tertarik orang untuk melawannya. Tentu saja salah satu rumus jitu untuk merendahkan lawan, yang dibutuhkan adalah ejekan. Orang yang jarang diejek akan mnejadi sangat dipermalukan semata-mata demi membuat pikirannya kacau sehingga sikap pun turut amburadul. Akan tetapi, mereka yang berulang kali dihina akan menanggapi situasi tersebut dengan santai dan ramah.

  7. Sudut pandang yang salah.

    Seperti kami katakan di awal-awal bahwa kalau kita memang berniat untuk mengejek seseorang, pasti ada-ada saja yang bisa dijadikan bahan tertawaan. Bila fokus pada hal-hal positif diserong maka kedagingan akan menguasai hati. Sudut pandang yang penuh kedagingan inilah yang kerap kali menggiring orang lain untuk merendahkan sesamanya demi berbagai tujuan yang sempit. Aktivitas ini biasanya menegaskan penilaian panca indra yang lebih banyak melihat sesuatu dari luarnya saja.

    Orang yang belum berpengalaman juga memiliki sudut pandang yang terbatas sehingga cenderung hanya menyaksikan sisi negatif dari suatu peristiwa. Seiring bertambahnya pengalaman, bertambah pula kedewasaan dan menjadi bijak karena mampu menemukan manfaat di tengah kekacauan, menemukan sukacita di tengah dukacita dan menemukan kebaikan di tengah keburukan hidupnya. Itulah tandanya sudut pandang berpikir sudah mulai berkembang ke arah yang lebih baik.

Kesimpulan

Suatu saat anda merasa diejek atau dihina orang, katakanlah dalam hati “terimakasih Tuhan, satu lagi orang yang saya buat senang hari ini.” Sudut pandang positif semacam ini akan mengusir kesedihan yang sempat merasuk di hati.

Tidak usah berdukacita saat orang lain menghina anda. Justru inilah saatnya untuk mengembangkan sudut pandang yang positif. Karena setiap ejekan adalah sesuatu yang membuat orang lain senang, maka “anda patut bersukacita: satu lagi orang yang berhasil anda buat senang hari ini!” Orang lain bisa merendahkan kita dengan berbagai alasan, hadapilah itu dengan sabar, ikhlas dan rendah hati. Jangan sibukkan pikiranmu untuk membahas-bahas sikap buruk orang lain di dalam hati: ini bisa meningkatkan galau di hati. Melainkan berupayalah untuk tetap baik kepadanya dan lanjutkan hidup seperti biasa, seolah tidak ada sesuatu yang terjadi. Tetaplah positif, sebab aktivitas positif seperti fokus kepada Tuhan, belajar dan bekerja merupakan cara terbaik untuk mengalihkan konsentrasi sekaligus merefresh pikiran dari hal-hal yang jahat.

Salam, Saat orang mengejek anda:
anda harus merasa beruntung
karena mampu membuat
orang lain senang
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.