Inti Hukum Taurat Dan Seluruh Firman Tuhan – Pegang Kuncinya Maka Anda Tidak Akan Lari Dari Kehendak Tuhan

Inti Hukum Taurat Dan Seluruh Firman Tuhan – Pegang Kuncinya Maka Anda Tidak Akan Lari Dari Kehendak Tuhan

Pernah ada suatu serial buku yang digembar-gemborkan telah dicetak ribuan eksemplar dan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Suatu kisah yang sangat menarik diangkat oleh buku tersebut, yaitu tentang keajaiban-keajaiban sihir supranatural. Sekaligus sebagai perwujudan dari keinginan kecil dalam diri manusia, yakni menjadi luar biasa melebihi kekuatan alam yang telah menopang kehidupan kita selama ribuan tahun. Kisah ini sangat populer, terutama di antara remaja yang merindukan hal-hal ajaib terjadi di depan matanya. Kami sendiri pun menyukai dan menoton serialnya: rasanya sangat menegangkan dan menggugah selera berpikir hingga menyesakkan akal sehat. Setiap orang pasti terhibur setelah menyaksikan kisah-kisah tersebut.

Sebanyak apapun penjualan buku-buku duniawi, tidak bisa menandingi banyaknya buku sorgawi yang telah dicetak dan diterjemahkan dalam berbagai bahasa di seluruh belahan dunia. Buku yang telah ditulis sejak zaman awal pernyataan Tuhan kepada umat manusia, yakni kepada bangsa Israel, khususnya kepada nabi Musa. Setelah itu, nubuatan terus berlanjut sampai pada zaman dimana Yesus Kristus dilahirkan dan murid-murid pertama ditentukan. Ada jarak waktu yang sangat lama sejak nubuatan terakhir pasca pembuangan ke Babel sampai kepada kelahiran Mesias. Semuanya itu sudah terbukti dan menjadi bagian dari sejarah kehidupan masyarakat dari zaman yang satu ke zaman yang lain dan dari kitab yang satu ke kitab yang lain.

Sekalipun Alkitab kita sebut sebagai “Firman Tuhan” bukan berarti bahwa segala sesuatu yang ada di dalamnya adalah perintah Tuhan. Sebab bila kita teliti lebih dalam maka akan menemukan bahwa beberapa kitab merupakan silsilah keluarga dan catatan pribadi seorang penulis yang dekat dengan Tuhan. Ada juga cerita yang tidak mencerminkan ajaran kasih seperti yang disebarkan Tuhan Yesus Kristus. Melaiinkan ada bagian-bagian tertentu yang menceritakan tentang kejahatan dan kebejatan manusia di zaman tersebut. Kita ambil beberapa contoh seperti perampokan, pemerkosaan dan pembunuhan terdapat juga di beberapa bagian, terutama pada Perjanjian Lama. Tidak sampai di situ saja, ada juga cerita tentang pelacuran. Dan masih banyak kisah-kisah lainnya.

Jika semua materi yang terdapat dalam Alkitab kita terapkan sampai detail terkecil sekalipun, justru akan mengaburkan maknanya. Sebab Kitab Suci adalah perjalanan spiritual sebuah bangsa hingga mereka menemukan Allahnya. Sebagai manusia biasa, pastilah dalam perjalanan tersebut ada baik-buruknya dan ada benar-salahnya. Kita sebagai pembaca, perlu jeli memaknai dan menerapkan semuanya itu. Agar kita tidak menjadi sesat pikir karena memiliki kepercayaan yang bertolak-belakang satu sama lain. Kita ambil saja contoh pada bagian tertentu dalam Perjanjian Lama ada yang menyebutkan tentang pembunuhan dan hukuman mati. Padahal jelas-jelas hukum taurat berkata “jangan membunuh.” Kenyataan ini memang sangat rancu tetapi tidak demikian jika kita melihatnya dari perspektif sejarah di masa lalu.

Beberapa materi di dalam Alkitab hanya baik dilaksanakan pada zaman yang sama di waktu dan tempat dimana naskah tersebut ditulis tetapi sudah tidak relevan lagi di zaman sekarang.

Ada banyak tokoh di dalam Alkitab yang membuat hati terkagum-kagum membaca kisahnya. Akan tetapi, tidak semua hal yang dilakukan tokoh dapat kita terapkan dalam hidup sehari-hari. Karena ada beberapa yang justru melakukan berbagai kejahatan bahkan sampai kepada pembunuhan. Dorongan tersebut tergolong manusiawi di zaman yang keras, tetapi tidak di zaman sekarang. Tidak ada yang konsisten, seolah tokoh-tokoh tersebut menunjukkan sikap yang campur aduk dan menyalahi aturan dasar kekristenan, yaitu kasih. Satu-satunya tokoh yang konsisten benar, sejak dari awal kelahirannya sampai kepada hari kematian bahkan kebangkitannya adalah Yesus Kristus. Inilah tokoh yang sangat ideal dan cocok untuk ditiru gaya hidupnya olah orang percaya dan oleh siapapun dia pada generasi selanjutnya.

Seperti yang kita tahu bersama bahwa Yesus adalah Allah sendiri yang menjadi manusia biasa. Kedatangannya telah dinubuatkan jauh sebelum kelahirannya yang dimulai oleh nabi Musa, yaitu penulis pertama dalam Alkitab. Segala keajaiban yang dilakukannya menunjukkan bahwa Dia adalah Allah sendiri sebab semua keajaiban itu telah di nubuatkan oleh nabi-nabi sebelumnya. Tidak ada dosa yang mengotori-Nya, namun merelakan diri disalibkan karena kepicikan para pemimpin agama Yahudi dan karena dosa-dosa kita seluruh umat manusia. Tidak ada manusia yang rela mati demi kesalahan orang lain bahkan orang tua terhadap anak pun tidak sampai segitunya. Jika ada pengorbanan yang mirip-mirip anda saksikan di jendela alien (televisi), itu hanyalah hasil imajinasi yang jauh dari kenyataan.

Lahir sebagai orang kecil (miskin harta) menunjukkan betapa rendah hatinya Allah yang kita puji-sembah hari lepas hari. Ia tidak berpikir soal harga diri dan kehormatan sebagai manusia super yang jauh lebih baik dari manusia mana pun. Melainkan mengenakan gelar sebagai Hamba yang ada untuk melayani bukan untuk dilayani. Tidak pilih-pilih kasih: orang besar atau kecil disembuhkan-Nya dan orang lokal atau orang luar ditolong-Nya. Sosialis sejati yang sederhana, bahkan sampai hari mati-Nya pun tidak punya apa-apa. Tidak memiliki kekayaan materi apa pun, sampai-sampai kuburan-Nya pun berasal dari sedekah orang lain. Coba ungkapkan, apa kekurangan Tuhan Yesus sehingga gaya hidup-Nya tidak cocok untuk diterapkan zaman sekarang?

Dialah Tokoh yang menegaskan kehendak Allah atas dunia di tengah maraknya berbagai aliran kepercayaan yang meyakini bahwa tuhan versinyalah yang benar. Ajaran-Nya yang sangat terkenal dan dijadikan sebagai tolak ukur semua firman yang ada di dalam Alkitab adalah tentang kasih yang terdapat dalam injil Matius 22:37-40. Demikian bunyinya: Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Artinya, apabila terdapat ayat di dalam Alkitab yang bertentangan dengan dengan “standar kasih” maka hal tersebut bukan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bagian-bagian yang berlawanan dengan “kasih semesta” merupakan bukti sejarah yang berlaku hanya pada masa tersebut. Sedangkan bagian-bagian lainnya yang tidak mengganggu dan/atau tidak ada hubungannya dengan “landasan kasih” perlu disepakati bersama: apakah hendak diterapkan atau dijadikan sejarah yang hanya berlaku pada masa tersebut? Yang ini menyangkut acara seremonial gereja yang perlu disepakati bersama oleh para tokoh gereja, apakah hendak diterapkan sebagian atau diterapkan seluruhnya?

Pada akhirnya, kita akan memahami bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam Alkitab adalah perumpamaan. Ini sama seperti saat kita menonton film atau sinetron dimana ada sisi baik dan ada sisi buruknya. Yang menentukan karakter ini benar atau jahat adalah diri kita masing-masing yang dinilai berdasarkan standar kehidupan yang diajarkan Tuhan. Tentulah penilaian tersebut sangat tergantung dari sudut pandang yang digunakan oleh tiap-tiap orang. Jika kita bijak mengambil kesimpulan maka akan terkandung kebenaran di dalamnya. Akan tetapi, pembaca Alkitab yang tujuannya salah akan menyekstrak kejahatan dari kisah-kisah yang diceritakan di dalam buku terpopuler itu. Bila masih ada kesimpang-siuran tentang makna suatu peristiwa, bersabarlah menunggu inspirasi dari Roh Kudus.

Lantas, setelah membahas hampir semua cerita Alkitab, terbesit kecil pemikiran sinis dalam hati kami yang mengatakan, “kalau Allah adalah kasih, mengapa bencana kemanusiaan dan bencana alam terjadi?” Harap diketahui bahwa bencana yang terus bergulir sejak zaman dulu sampai sekarang, “bukanlah perbuatan Allah tetapi terjadi atas izin Tuhan!” Keadaan ini berhubungan erat dengan hukum sebab-akibat: saat manusia serakah terhadap harta, timbullah kerugian terhadap orang lain dan lingkungan sekitarnya. Timbul pula reaksi antara kesombongan dan iri hati yang memicu pergolakan besar di dalam masyarakat. Ketika kerugian demi kerugian tersebut bertumpuk-tumpuk maka muncullah pembalasan yang datangnya dari sesama (bencana kemanusiaan) dan yang berasal dari lingkungan sekitar (bencana alam). Jadi, bencana apapun yang kita alami, itu adalah tuaian dari dosa-dosa kita yang telah menggunung!

Kesimpulan – Pegang kuncinya maka kehidupan anda tidak akan lari dari kehendak Allah

Kasih Allah tidak pernah berubah terhadap manusia, bahkan orang jahat dan orang benar pun dikasihi-Nya lewat kebaikan alam semesta. Tuhan Yesus Kristus adalah implikasi sederhana dari Allah yang sesungguhnya dapat ditiru oleh semua orang yang percaya kepada-Nya. Sebab ajaran Tuhan berupaya menggiring kehidupan kita untuk sederhana dalam hal-hal materi tetapi memiliki hati yang besar. Materi sifatnya begitu-gitu saja, biarlah kita menyetarakannya sama seperti manusia pada umumnya. Akan tetapi, baiklah tiap-tiap orang mulai belajar menumbuh-kembangkan pikiran yang selalu tertuju kepada Allah. Belajar dari penderitaan untuk menuai kedewasaan bahkan kebijaksanaan sampai kita merasa bahwa sukacita dan dukacita itu sama saja. Bagaikan siang dan malam yang terus bergonta-ganti. Di atas semuanya itu, yang terpenting adalah mengusahakan kasih yang seutuhnya kepada Allah dan kasih yang adil kepada sesama manusia. Inilah kasih semesta, hukum di atas segala hukum yang pernah ada di seluruh jagad raya.

Salam, Ingat standar semesta
ingatlah untuk mengasihi
Tuhan dan sesama
!
Itulah tolak ukur dari
semua aturan yang ada
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.