7 Alasan Meracuni Orang Bukan Kesalahan Kecil

Meracuni Orang Lain Bukan Kesalahan Kecil

Kami pernah menonton film yang ceritanya berkisah tentang seseorang yang secara tidak sengaja terpapar dengan toksin. Suatu zat yang berbahaya dan beresiko menyebabkan kematian bagi siapa saja yang terpapar dengan hal tersebut. Akan tetapi, orang tersebut memang merasakan dampak dari toksin tersebut namun tidak sampai membuatnya meninggal. Fisiknya berubah bentuk tapi nyawanya terselamatkan dan diperkuat. Dia seperti terlahir kembali menjadi orang yang dikaruniai kekuatan super sehingga memiliki kemampuan di atas rata-rata manusia. Ada banyak film lainnya yang menceritakan tentang hal ini sehingga bisa disimpulkan bahwa menguji orang dengan meracuni tidak berasal dari Alkitab melainkan diambil dari film-film yang ditayangkan di bioskop. Ini adalah filosofi film yang jauh dan bertentangan dengan nilai-nilai Alkitab.

Apakah anda merasa sebagai orang yang bebas meracuni orang lain dengan alasan untuk menguji ini dan itu. Merasa bahwa tindakan yang anda ambil sudah tepat benar sebab hal tersebut hanyalah kesalahan kecil. Sesuatu yang pasti bisa diabaikan oleh korban yang mengalami hal tersebut. Lantas karena hal tersebut tergolong recehan, andapun hendak mengulang-ulangnya. Menaburkan racun yang sama bahkan variatif di sepanjang hari yang dilalui seseorang. Bahkan sampai mengulang-ulang hal tersebut selama berhari-hari, berbulan-bulan dan sampai bertahun-tahun. Lalu anda merasa semuanya baik-baik saja, merasa bahwa tidak ada masalah besar yang timbul atas tindakan tersebut.

Bila anda adalah orang yang sedikit peduli, coba saja perhatikan keadaan orang yang diracuni berkali-kali selama berhari-hari dan berbulan-bulan lamanya. Perhatikan baik-baik, apakah benar racun tersebut tidak menyebabkan efek samping terhadap badannya? Jika memang hal tersebut tidak berefek maka anda benar, karena terbukti bahwa hal tersebut tidak mendatangkan keburukan nyata secara fisik. Ini bisa digolongkan sebagai aktivitas recehan yang dosanya bisa diabaikan Tuhan dan manusia. Akan tetapi, jika fakta yang anda temui di lapangan berbeda, artinya toksin yang diberikan meninggalkan bekas atau residu yang mempengaruhi fisik, hal tersebut bukan lagi kesalahan kecil tetapi termasuk dosa yang pasti akan dituntut kepada anda suatu saat nanti!

Faktor penyebab meracuni orang lain bukan kesalahan kecil

Menurut anda, bagaimana sesungguhnya yang dimaksud dengan kesalahan recehan? Suatu kesalahan yang dampaknya seharusnya tidak menyerang dan merusak fisik manusia. Melainkan hanya menyerang perasaan atau hati seseorang. Sekalipun ada rasa sakit yang dialaminya, itu hanyalah sebatas di dalam hati saja. Akan tetapi, keadaan fisiknya baik-baik saja. Di waktu berikutnya ia bisa memulihkan keadaan hatinya dengan senantiasa fokus kepada Tuhan atau dengan memikirkan hal-hal positif lainnya. Jadi keadaan orang tersebut pasti akan kembali normal setelah beberapa waktu lamanya. Akan tetapi lain halnya dengan kesalahan besar, ini adalah sesuatu yang dampaknya nyata secara fisik dan bisa dibuktikan bahkan dapat dipidanakan. Berikut ini akan kami jelaskan sedikit tentang alasan mengapa aktivitas meracuni orang bukan kesalah recehan melainkan dosa.

1. Meracuni orang lain dapat menimbulkan residu yang berefek nyata pada tubuh korban (fisik).

Kesalahan recehan sepatunya hanya ditujukan pada hal-hal yang tidak mempengaruhi manusia secara fisik. Melainkan hanya mempengaruhinya secara emosional dan kebatinan saja. Setelah persoalan tersebut berlalu, mungkin akan timbul gejolak di dalam hati kemudian akan muncul aksi penetralan dari diri sendiri yang bisa ditempuh dengan cara-cara benar dan bisa juga salah. Selama proses pemulihan inilah seseorang diuji kesabaran dan kebenarannya, apakah tetap konsisten pada jalan yang ditempuhnya atau malah menempuh jalur yang menyimpang dari yang seharusnya.

Di sisi lain saat kita meracuni orang lain, efeknya tidak sebentar itu saja. Melainkan dampaknya bisa mengganggu fungsi-fungsi tertentu pada sepanjang bagian tubuh yang terpapar oleh toksin. Jika hal ini terus terjadi secara berulang-ulang maka dapat dipastikan bahwa efek sampingnya akan kelihatan juga.

Bila orang menganggap bahwa meracuni orang lain adalah kesalahan kecil, maka besar kemungkinan bahwa hal tersebut terus-menerus dilakukan. Efek sampingnya mungkin saja tidak kelihatan segera namun setelah beberapa minggu atau beberapa bulan, mulai muncul kelainan pada permukaan badan orang tersebut. Hal tersebut bisa saja berupa bengkak, memar, pendarahan internal dan perubahan lainnya pada permukaan kulit.

2. Tidak ada yang bisa mengendalikan penaburannya pada makanan/ minuman.

Pernah suatu kali, kami mengonsumsi makanan yang telah diracuni namun tidak menyadari hal tersebut.  Setelah semua habis kami baru menyadari bahwa makanan tersebut telah teracuni yang membuat dada sakit selama dua hari. Seharusnya, kami tidak memakan makanan tersebut seluruhnya melainkan sebagian saja selagi merasakan keanehan. Akan tetapi, karena semuanya kami makan maka efeknya pun sangat besar sampai berhari-hari. Bagaimana kita mengendalikan penaburann pada makanan yang dikonsumsi? Mungkin saja mereka menaburkannya terlalu banyak sehingga efeknya pun tinggi dan merusak tubuh. Tidak ada yang tahu berapa takaran racun yang diberikan pada makanan yang kita konsumsi: begitu anda terlanjur menghabiskannya tepat saat itulah kita menyadari bahwa sesungguhnya pelaku kejahatan tersebut memasukkan terlalu banyak.

3. Efek racun berbeda-beda untuk setiap orang.

Bagaimana anda tahu bahwa efek racun pada orang ini sama dengan orang itu? Perbedaan semacam ini menyebabkan orang tertentu sangat menderita saat diracuni sedang yang lainnya tidak. Bila orang ini merasa bahwa kadar segini tidak berbahaya, belum tentu hal tersebut berlaku bagi orang lain. Bisa saja orang lain ditaburi sedikit saja tetapi efeknya malah luar biasa menyakitkan. Intinya, apa yang menurut orang yang satu tidak berbahaya belum tentu tidak berbahaya bagi orang lain. Resiko dari keadaan ini adalah dampak keracunan yang dialami seseorang mungkin saja tidak dapat ditanggulanginya secara pribadi sehingga menimbulkan kerugian eksternal yang ekstrim.

4. Keracunan bisa menurunkan produktifitas seseorang sehingga merugikan organisasi.

Jika memang diracuni adalah pelanggaran recehan maka hal tersebut tentu saja tidak akan banyak mengganggu aktivitas manusia. Akan tetapi, beberapa jenis toksin dapat menurunkan produktivitas seseorang. Bila orang sudah keracunan maka untuk bekerja kembali butuh energi ekstra karena bekerja sambil merasa sakit itu tidak mudah. Kebanyakan orang yang mengalami keracunan di tempat kerja pasti meminta pulang. Mungkin saja dia meminta cuti selama beberapa hari karena efek toksin tersebut masih belum mereda dalam dirinya. Terlebih lagi jenis racun yang sifatnya membuat mata mengantuk, tubuh lemah dan jantung lemah. Orang yang terkena toksin tersebut tidak bisa berkonsentrasi sehingga sulit menyelesaikan pekerjaan dan lebih banyak tertidur di atas meja kerjanya. Bukankah ini malah merugikan organisasi?

5. Rumah-rumah makan terancam sepi pengunjung.

Jika orang-orang bebas menguji sesamanya dengan racun maka ada kemungkinan mereka yang memiliki pengaruh dan sumber daya yang kuat mensabotase pesanan makanan atau minuman seseorang. Orang yang merasakan pengaruh toksin tersebut akan meningkatkan kewaspadaan dan tidak mau lagi membeli sesuatu dari rumah makan tersebut. Pengalaman buruk ini kemungkinan besar diperdengarkannya kepada rekan-rekannya sehingga makin tercorenglah citra warung makan tersebut. Bila hal ini terus terjadi, dapat dipastikan bahwa semakin sedikit orang yang makan di luar yang berimbas pada sepinya pelanggan di rumah-rumah makan.

6. Tidak ada ceritanya Tuhan Yesus Selama di dunia diuji dengan diracun.

Baca Alkitab tujuh keliling maka anda tidak akan menemukan ayat yang menyebutkan bahwa Tuhan Yesus dicobai orang lain dengan diberi racun. Namun ada banyak penafsir yang menggunakan ayat ini untuk menguatkan dirinya. Berikut selengkapnya.

(Markus 16:18) mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

Banyak kalangan yang sering menggunakan ayat ini untuk memperkuat keyakinan bahwa sudah sepatutnya orang kristen diuji dengan diracuni! Padahal hal tersebut tidak bermakna langsung (eksplisit) melainkan perlu diartikan secara implisit. Sebab seumur-umur sampai sekarang tidak ada satupun manusia yang bisa menahan racun! Apakah anda manusia super yang tidak merasakan efek racun di tubuhmu? Kami sendiri mau mengakui bahwa kami bukan manusia super sehingga setiap kali teracuni, pasti merasakan efek nyata dari hal buruk tersebut. Bagaimana dengan anda? Apakah anda juga merupakan salah satu dari manusia super yang dibicarakan dalam ayat tersebut?

Jadi, tidak ada ceritanya Tuhan Yesus diracuni saat melayani di bumi.. sehingga sudah sepatunya jika kita mulai merubah pemahaman yang menyamakan antara ujian recehan dangan meracuni seseorang. Sebab sekecil-kecilnya racun dapat berdampak buruk merusak hal-hal penting dalam kehidupan manusia.

7. Merugikan seseorang dalam banyak hal.

Kalau anda mengabaikan orang lain, dia masih bisa beraktivitas seperti biasa dan menyelesaikan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Itulah mengapa sikap acuh tak acuh termasuk kesalahan kecil yang tidak menyebabkan banyak kerugian dalam kehidupan seseorang. Sehingga Tuhan dan manusia pun akan memaklumi aktivitas tersebut.

Lain ceritanya dengan keracunana yang dialami seseorang dapat menyebabkan kerugian dalam hal rasa sakit berkepanjangan, kompiikasi penyakit (memicu penyakit lain), mengganggu kenyamanan, menyebabkan kecacatan (pada kulit), mengganggu aktivitas dan mengurangi produktivitas seseorang (membuatnya tidak mampu bekerja). Jadi, semua kerugian ini bukanlah kerugian kecil melainkan kerugian nyata yang dapat dituntut pertanggung jawabannya di bumi dan di akhir zaman.

8. Meracuni orang menyebabkan banyak dosa (multiple sin).

Orang yang menabur racun pada makanan tidak hanya membuat orang lain (1) sakit selama berjam-jam. Melainkan aksi tersebut juga membuat seseorang menjadi (2) kurang nyaman menjalani harinya, (3) aktivitas terhambat (tidak mampu bekerja), (4) membuat seseorang berprasangka buruk dan (5) membohonginya. Minimal empat dosa yang anda ciptakan secara berturut-turut ketika anda menabur toksin pada makanan seseorang. Ini jelas bukan kesalahan kecil lagi melainkan menimbulkan banyak kesalahan yang kelak akan dituntun kepada anda di akhirat.

Racun juga tidak hanya menyebabkan satu rasa sakit melainkan cenderung menyebabkan banyak hal yang sakit di dalam tubuh seseorang. Ini lebih akrab disebut dengan istilah komplikasi. Bayangkan berapa banyak dosa anda karena menyebabkan komplikasi penyakit dalam diri orang lain? Jadi jelas ini menghasilkan multiple sin yang tidak sederhana/ tidak kecil.

9. Manusia kurang mampu memaafkan kesalahan yang tidak disaksikannya.

Seandainya seseorang melakukan kesalahan di depan kita berupa pengabaian, fitnah, ejekan, hinaan dan makian lainnya. Mungkin kita bisa memaafkan kesalahan orang tersebut, sebab hati kecil kita berkata bahwa “orang itu sahabat, saudara atau kerabat saya.” Mudah bagi kita memaafkan sesuatu yang dapat dilihat secara langsung. Menjadikan hal tersebut sebagai bagian dari latihan hidup untuk menguatkan hati.

Akan tetapi, bagaimana anda mengetahui siapa yang meracuni anda? Tentu hal ini tidak ada yang tahu, pikiran malah jadi penuh dengan prasangka buruk. Beberapa orang yang bijaksana, tidak mau berprasangka sehingga mereka meletakkan semua kesalahan tersebut pada iblis. Tepat saat seseorang menuduh iblis yang melakukan sesuatu dalam hidupnya berarti dia belum memaafkannya. Logikanya adalah “bagaimana mungkin anda memaafkan iblis? Atau bagaimana caranya memaafkan iblis?” Iblislah yang menjadi musuh utama kita sejak dari awal manusia diciptakan. Iblis adalah musuh abadi dan kalau anda sempat dianggap sebagai iblis, kesalahan anda tetap.

10. Bisa dilaporkan kepada pihak berwajib.

Orang yang pingsan karena keracunan makanan basi saja bisa melaporkan penyedia makanan tersebut ke aparat untuk diproses secara hukum. Terlebih lagi mereka yang mengalami derita lebih dari sekedar pingsan. Asal saja mereka punya spesimen makanan yang terkontaminasi tersebut untuk segera dilaporkan kepada pihak yang berwajib. Terlebih lagi ketika mereka memiliki bukti cidera fisik (peradangan) akibat racun yang tidak sengaja dikonsumsinya. Hal-hal semacam ini bisa dijadikan sebagai barang bukti untuk disidangkan/ diadili oleh hakim setempat.

Kesimpulan

Memberi racun ke makanan atau minuman seseorang bukanlah ide yang baik untuk ditiru. Filosofi toksin sama sekali tidak memiliki dasar yang kuat, sebab hanya dicaplok dari film-film dan cerita dongeng anak-anak. Sedangkan Tuhan Yesus Kristus selama hidup di bumi tidak tercatat kisah-Nya saat diracun oleh orang Yahudi. Yang dialami-Nya kebanyakan adalah tanya-jawab atau berupa ujian komunikasi. Menguji orang dengan toksin memiliki resiko tinggi menyisakan residu dalam tubuh korban. Akibatnya, mulai muncul keanehan pada bagian-bagian tertentu pada tubuh seperti munculnya bintik, memar dan bengkak. Bila keadaan ini terjadi selama berhari-hari, resiko penurunan kinerja akan tampak sangat jelas. Belum lagi masalah penyakit komplikasi yang muncul akibat senyawa haram tersebut. Lagipula kalau dampaknya sudah sampai menyebabkan bengkak, memar, pendarahan dan bercak pada kulit bukankah itu sama saja dengan memukul seseorang dengan tangan kosong dari belakang? Apakah tonjokan ke arah anda bisa dimaafkan begitu saja?

Salam, Anda terlalu nafsu
meracuni seseorang
dan itulah dosa
!
Sepatutnya ujian komunikasi
cukup untuk menguji hati
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.